
Begitu Dragon turun. Seluruh pengawal yang ada di tempat itu menunduk hormat pada tuannya, termasuk juga pemimpinnya. Sungguh pengabdian yang teramat tulus dan bertanggung jawab atas tugasnya
"Tuan muda!. Apa yang harus kami lakukan?" Tanya komandan jaga di pos terluar ingin mendapatkan pengarahan
"Biarkan saja mereka seperti itu!. Aku ingin lihat sampai dimana kekuatan orang bermata sipit tersebut." Jawab Dragon tegas
"Baik tuan muda!" Jawab Santana, si komandan jaga itu patuh
"Ketua Takeda!. Ingat!, kami ini bawahan mu!. Kenapa kau malah menyerang kami?" Teriak Anderson lantang, di sela-sela menangkis serangan darinya
"Kalian bukan anak buah ku, tapi monster serigala!" Jawab Takeda lantang, sambil terus saja menggempur bawahannya
Sudah tak terhitung lagi berapa jumlah anak buahnya yang mati atau terluka, akibat dari serangannya
Kenapa bisa demikian?
Sebagai seorang praktisi Jiu Jitsu, atau seni bela diri Jepang. Taijutsu, atau teknik tubuh dan nama lainnya adalah karate sekarang ini, adalah salah satu bidang keahliannya
Selain itu, Takeda juga menguasai Genjutsu, atau sihir nama lainnya. Tapi belum cukup kuat, dan masih kalah dengan formasi yang sekarang sedang menjebaknya
Sewaktu akan berangkat ke negara ini. Jundan Miyazawa sudah menawarkan padanya, 100 orang yang mempunyai kemampuan ninjutsu dan genjutsu. Tapi Takeda menolaknya
Dia sangat yakin dengan kemampuannya sendiri. dan dia menganggap, bahwa kekuatan Dragon yang pernah dipertontonkan padanya itu, hanya tipuan semata. Dia juga mempunyai ilmu seperti itu, bahkan lebih hebat dari yang dikuasai oleh Dragon. Pikirnya waktu itu
Maka dengan percaya diri. Dia pergi ke negara ini sendirian, agar geraknya cepat dan praktis, tanpa harus mengurus ini dan itu terhadap orang orang yang akan dibawanya
Tapi kenyataan berkata lain. Saat dia hampir sampai di lokasi perguruan, di mana saat ini Dragon sedang berada, baru saja sampai di pos penjagaan ring 2, dia sudah tidak mampu lagi berbuat apa-apa
Kemampuan, kesombongan dan rasa percaya dirinya, tidak berguna sama sekali di tempat itu
Dalam pengaruh ilusi yang ada di formasi merah tersebut, Takeda bertindak sangat brutal sekali, seolah-olah yang dihadapinya itu bukan anak buahnya sendiri
Dalam serangannya terhadap anak buahnya tersebut. Takeda menggunakan semua keahliannya itu, untuk menghancurkan serigala dan monyet, yang ada di depannya
Kelakuan dari Takeda itu mirip seperti pemburu, yang sedang mendapatkan mangsanya. Jadi serangannya cukup terarah juga mematikan
"Maaf tuan muda jika saya mengganggu!" Ucap Robin datang menghadap Dragon
"Apakah paman ingin ikut bertarung?" Ucap Dragon malah balik bertanya
"Benar tuan muda!. Rasanya sudah gatal tangan ini ingin menghajar orang itu!" Jawab Robin berterus terang
"Saya juga demikian tuan muda!" Ucap Bumi datang menyela pula
"Siapa lagi yang ingin berpesta dengan mereka itu?" Tanya Dragon ingin tahu
"Saya tuan muda!" Jawab Leon tidak terduga
"Senior Eric juga senior Awan. Apakah kalian berdua juga ingin ikut?" Tanya Dragon pula
"Jika tuan muda mengizinkan!" Jawab keduanya serempak
"Bagaimana dengan yang lain?, apakah kalian juga ingin berpesta?" Tanya dragon pada semuanya
"Kami semua ingin terlibat tuan muda!. Jawab seluruhnya serempak, termasuk juga guru-gurunya, dan lima murid utama perguruan
"Baiklah kalau begitu!. Aku akan menghilangkan formasi tersebut!"
"Tapi ingat!. Saat formasi dicabut, orang yang bermata sipit itu akan menyadari apa yang telah dilakukannya."
__ADS_1
"Setelah dia sadar, dia pasti akan marah. Maka saat itulah kalian masuk, untuk menantangnya." Ucap Dragon memberi instruksi
"Kami siap tuan muda!" Jawab mereka serempak dan bersemangat sekali
"Bersiaplah!" Ucap Dragon singkat, tapi sangat mengintimidasi keadaan, sehingga membuat orang orang yang ada di situ merinding bulu roma nya
Wus!
Blar!
Seketika formasi merah, yang hanya dia sendiri yang tahu bentuknya, telah menghilang. Keadaan kembali seperti biasa. Apa yang dikatakan oleh Dragon tadi, memang menjadi kenyataan
Takeda kembali sadar dan setelah itu sangat marah sekali, saat mengetahui, bahwa anak buahnya sedang bertarung melawan nya
"Apa yang kalian lakukan?. Kenapa kalian malah menyerang ku?"
"Apakah kalian ingin melawan atau ingin memberontak, dan melawan pimpinan tertinggi kita?" Ucap Takeda dengan ekspresi marah
"Bukankah ketua sendiri yang menyerang kami, bahkan sudah banyak melukai anak buah ketua sendiri? Lihat lah!" Jawab Anderson apa adanya
"Bohong!. Kapan aku menyerang kalian?. yang aku serang adalah sekawanan serigala, juga sekumpulan monyet yang ingin membunuh ku!" Jawab Takeda berterus terang
"Tapi apakah kami sekarang ini terlihat seperti monyet atau serigala ketua?" Bantah Anderson tidak terima
Bagaimana ini bisa terjadi?. Ada apa sebenarnya?"
"Lalu kenapa anak buah kita banyak yang mati juga terluka. Apakah mereka yang melakukannya?" Responnya
"Tidak ketua!. Bukan mereka yang melakukannya, tapi ketua sendiri!" Jawab Andre apa adanya
"Aku yang melakukannya?" Tanya Takeda keheranan, sambil menunjuk diri sendiri
"Benar ketua. Kami semua saksinya!"
"Kurang ajar!. Kita telah terkena sihir!"
"Siapa yang berani melakukannya?" Respon Takeda baru sadar dan menjadi emosi
"Aku yang melakukannya!" Jawab Dragon berterus terang
"Siapa kau anak kecil?" Tanya Takeda meremehkan
"Bukankah kau ingin menculik ku. Jadi kau tahulah siapa aku!" Jawab Dragon enteng
"Kurang ajar kau anak kecil! Menyusahkan ku saja!" Respon Takeda marah. Lalu tubuhnya melenting di udara, menuju ke arah Dragon. dan..
Wus!
Hanya dengan sekali menghentakkan kakinya di tanah, tubuh Takeda sudah mendekati Dragon, dan ingin buru buru menangkapnya
Aksinya itu dibiarkan saja oleh Dragon, juga oleh anak buahnya, lalu..
Bam!
Tubuh Takeda yang tadi melesat ke arah Dragon, tiba tiba saja tertolak dan terpental, oleh satu kekuatan besar yang kasat mata, hingga membuat tubuhnya berputar, dan jatuh di jalan beraspal, padahal Dragon hanya diam saja sedari tadi
"Bagaimana bisa?"
"Kekuatan apa yang menghalangi ku tadi?" Batin Takeda dalam hati kebingungan
__ADS_1
"Bagaimana Takeda. Apakah kau masih berkeinginan untuk menculik ku?" Tanya Dragon dengan kesan mengejeknya
"Kurang ajar kau anak kecil!. Tunggu aku di sana!" Jawab Takeda marah, lalu berusaha berdiri dan melesat lagi ke arah Dragon dengan gerakan cepat
Tapi gerakan Takeda terhenti di udara, karena tiba-tiba tubuhnya berputar, dan Tak lama kemudian dibanting ke tanah kembali oleh Dragon. Lalu berkata. "Urus orang itu. dan tangkap semuanya!"
"Baik tuan muda!" Jawab anak buahnya serempak, lalu meluruh ke arah Takeda juga orang orangnya
Tak lama kemudian. pertarungan berat sebelah itu pun terjadi
Robin berhadapan dengan Takeda. Bumi berhadapan dengan Anderson. Eric berhadapan dengan dua orang musuh yang cukup kuat. Sementara Leon tidak mendapatkan lawan, karena semua pekerjaan itu telah dilakukan oleh pengawal lain
Sehingga dia memutuskan untuk berdiri dan menonton aksi kawan-kawannya saja, sambil mengawasi keadaan sekitar, yang sebenarnya tidak perlu dilakukannya, karena pengawal pengawal lain, sudah melakukannya, dengan posisi siap untuk bertarung
Takeda sangat marah sekali dianggap remeh seperti itu, hingga dia melampiaskan kemarahannya pada Robin, yang disangkanya lemah, dan mampu dikalahkan nya hanya dengan sekali pukul
Tapi apa yang terjadi?. Bukan tubuh lawannya yang tumbang, namun tubuhnya sendiri yang menjadi bulan-bulanan dari Robin tersebut
Semua kemampuan taijutsu, genjutsu dan kemampuan bertarung dengan menggunakan pedang telah dilakukannya
Tapi semua usaha yang dilakukan oleh Takeda tersebut, tidak berarti apa-apa buat Robin, yang tingkat kemampuannya sudah sangat tinggi sekali. Mungkin jika diukur levelnya, sudah 5 atau 6 tingkat di atas Takeda
Menyadari usahanya tidak berhasil, Takeda menjadi marah sekali. Dengan kemampuan minim ninjutsunya, dia melemparkan sejenis benda berbentuk shuriken dalam jumlah banyak ke arah Robin, yang saat itu sedikit lengah
Benda-benda yang dilemparkan oleh Takeda tadi, hampir saja mengenai tubuh Robin, jika Dragon tidak cepat bertindak, dengan menghentikan benda-benda tersebut di udara, kemudian melemparkannya kembali ke arah Takeda dan 2 diantaranya mengenai bahu serta lengannya, walau tidak begitu dalam
"Mau berbuat curang kau ya?. Begini kah orang yang dikatakan kuat itu?" Ucap Robin geram
"Dalam pertempuran tidak ada aturan. Siapa yang kuat dan cepat dialah pemenang nya!" Jawab Takeda membela diri
"Benarkah?" Sambut Robin dingin. Kemudian melompat ke arah Takeda dengan gerakan cepat
Kali ini Robin tidak mau main main lagi. Serangannya benar benar cepat dan akurat.Tubuh Takeda yang belum siap itu terkena pukulan kuat Robin sampai dua kali, Hingga membuat tubuhnya terjatuh ke aspal dan berguling menabrak mobilnya sendiri
"Puh!" Suara dari mulut Takeda terdengar, memuntahkan darah segar dari mulutnya, pertanda organ dalamnya terluka
Takeda berusaha bangkit dari jatuhnya. kemudian berdiri sempoyongan lalu berkata.
"Hebat juga kau orang kampung!"
"Tapi jangan senang dulu!. Aku belum kalah!"
"Masih ada kekuatan ku yang lain!"
"Kali ini kau pasti kalah!" Ucap Takeda meyakini ucapannya
"Kalau begitu tunjukkan kemampuan mu itu!" Jawab Robin enteng dan terkesan menganggap remeh ucapan lawannya tersebut
Hiahh!" Teriak Takeda kuat kuat, saat ingin mengerahkan satu kekuatannya yang belum diperlihatkan pada Robin
Seketika tubuh Takeda berubah menjadi besar dan kuat menurut pandangan Robin. Tapi hanya berlangsung sekitar tiga detik saja. Setelah itu kembali seperti semula
Ternyata Takeda mengerahkan kemampuan genjutsu nya, untuk mempengaruhi Robin. Tapi sayangnya tidak mampu membuatnya tunduk
"Itukah kemampuan yang kau banggakan itu. Jika benar, berarti usaha mu tersebut sia sia saja!" Ucap Robin penuh ejekan
"Sialan!. Ternyata ilmu mu tinggi juga!"
"Padahal sihir yang aku tetapkan tadi, adalah sihir level tiga, yang jarang sekali orang sanggup melawannya!" Reaksi Takeda terkejut melihat Robin baik baik saja
__ADS_1
"Jika ilmu yang seperti itu, aku juga punya!" Jawab Robin enteng. Kemudian merilis kemampuan yang hampir sama serta ditujukan buat Takeda
Seketika orang yang dituju menjadi kebingungan karena tubuh Robin tiba tiba menghilang dan muncul di hadapannya