Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
42. Mencari dukungan


__ADS_3

"Lihat!. Bukankah itu Dion?. Mau apa dia di sini?" Kata seorang gadis muda keheranan, sambil menarik narik tangan pasangannya, untuk melihat kearah orang yang dimaksud


"Kau benar, itu memang Dion. Tapi Kenapa dia bisa berada di sini, dan kau lihat baik baik!, bukankah penampilan Dion sekarang sudah berubah?" Jawab pasangan wanita muda tersebut juga keheranan


"Daripada penasaran, lebih baik kita hampiri dia, dan kita tanyakan, apa maksud kedatangannya. Bukankah tempat ini adalah tempat orang orang yang kaya saja?" Sambung wanita muda itu dengan sombong


Mereka berdua bergegas menghampiri Dion, yang sedang menelpon seseorang. Ketika itu, posisinya membelakangi pasangan muda tersebut


Begitu jarak mereka dengan Dion hanya tinggal 3 meter, salah seorang dari keduanya berinisiatif, untuk mempermalukan Dion di lokasi tersebut


"Kukira siapa, ternyata gembel dan sampah tidak berguna, menantu terbuang dari keluarga Wolf yang terhormat itu." Ucap wanita tersebut merendahkan Dion, dan berusaha memprovokasi nya


Kebetulan saat itu, Dion sudah selesai menelepon. karena panggilannya tidak terhubung, begitu dia mendengar sebuah suara yang cukup dikenal, serta begitu merendahkannya, Dion dengan tenang membalikkan tubuhnya menghadap mereka berdua, dan langsung berkata


"Oh ternyata kau Maya, kukira pengemis mana, yang ingin meminta sesuatu dariku." Jawab Dion cuek, dan terkesan merendahkan pasangan muda tersebut


"Beraninya kau!. Kau kira kau itu siapa?. Kau itu gembel, gelandangan, pecundang dan sampah tidak berguna. Kau tidak pantas berkata seperti itu padaku!." Teriak Maya geram


"Sayang!. Kenapa kau diam saja, apakah kau tidak sakit hati, melihat kekasihmu dihina seperti itu?" Rengek Maya kepada kekasihnya, berharap agar dia mendapat pembelaan dari nya


Si cowok yang mendapat rengekan seperti itu tidak bisa mendiamkan saja kekasihnya dihina


Dengan percaya diri dia maju mendekati Dion. Ketika jaraknya tinggal 1 meter, dia berhenti dan berkata dengan suara yang memprovokasi


"Kau tahu keluargaku siapa di kota B ini?. Dengan kekuatan dan kekayaan keluarga ku, Kau bukanlah siapa siapa bagiku." Ucapnya menyombongkan diri dan merendahkan Dion, kemudian dia menyambung lagi perkataannya


"Kakakku adalah seorang manajer, sekaligus owner di showroom mobil ternama di kota B ini. hanya dengan satu perkataannya saja, batu sekeras apapun akan hancur dibuatnya." Sambungnya menyombongkan keberadaan kakaknya, yang dirasa tidak masuk akal


"Oh ya, kalau begitu aku sangat takut sekali." Jawab Dion pura pura ketakutan


"Kalau kau sudah tahu siapa kakakku itu, maka cepatlah berlutut, dan meminta maaf kepada kekasih ku ini, kalau tidak..!" Katanya mengancam dan menggantung kalimatnya


"Kalau tidak apa?" Ucap Dion mengulangi perkataan lelaki tersebut, setelah ditunggu sekian lama, Dion tidak mendapatkan jawabannya, maka dia melanjutkan berkata


"Aku tidak kenal kakakmu, dan aku tidak mau tahu siapa kakakmu itu, yang aku tahu adalah, sebaiknya cepat pergi dari sini, sebelum pikiranku berubah." Jawab Dion dingin


"Sejak kapan kau menjadi berani seperti ini, kau itu sampah, dan telah dibuang oleh sepupu kekasihku. Sebaiknya kau berkaca, agar kau tahu betapa tingginya gunung yang ada di depanmu ini." Ucapnya meremehkan Dion sambil berkacak pinggang, tapi tiba tiba


Plak! plak!

__ADS_1


Entah kapan tangan Dion bergerak, tiba tiba saja terdengar suara tamparan yang cukup keras, kepada orang yang terus meremehkan dan memprovokasi nya


Orang yang wajahnya kena tampar sampai 2 kali tersebut, tubuhnya terjatuh ke tanah, di samping aspal yang cukup mulus, sambil meraung raung kesakitan


Kedua tangannya memegang pipi kiri dan kanannya, sambil berguling guling, mirip anak kecil, yang habis dipukuli oleh orang tuanya


Maya yang melihat kejadian itu, menjadi sangat marah sekali, dan berusaha menolong kekasihnya untuk berdiri, dia tentu saja sangat malu melihat kelakuan kekasihnya yang cengeng tersebut


Padahal Dion menamparnya tidak begitu kuat, hanya cukup kuat saja, walaupun sampai membuat kekasihnya terjatuh, tapi kenapa pasangannya sampai meraung raung dan berguling guling di tanah seperti anak kecil itu


Antara marah dan malu menjadi satu, lalu dengan geramnya, Maya mendekati Dion, dan langsung melayangkan tamparan ke wajah Dion, tapi..


"Tap!


Dengan tangkas Dion menangkap tangan Maya, yang ingin menamparnya, dan tentu saja, dia tidak akan membiarkan siapapun bersikap kurang ajar seperti, itu apalagi seorang perempuan


Dengan kasar Dion menghentakkan tangan Maya kuat kuat, hingga membuat tubuhnya terdorong ke belakang, terhuyung huyung hampir jatuh. untung cepat disambut oleh kekasihnya, Steven


"Kau!" Bentak Maya tak percaya, kalau Dion berani mendorongnya seperti itu


"Ya. aku, kenapa? Jawab Dion acuh, seperti menyiratkan dendam yang sangat dalam


Orang orang yang berlalu lalang di jalan, berusaha berhenti, dan ingin mengetahui apa yang terjadi terhadap mereka bertiga


Semakin lama mereka semakin ramai, sehingga membuat Dion sendiri menjadi risih. Kemudian dia berinisiatif untuk pergi meninggalkan pasangan gila tersebut menuju mobilnya, yang terparkir tidak jauh dari mereka bertiga, tapi tiba tiba..


"Berhenti kau!. Jangan seenaknya mau pergi, setelah kau melukai kekasihku." Teriak Maya kuat kuat, hingga membuat langkah Dion terhenti


Dion mendadak berhenti, dan tidak jadi melangkah. Dia ingin tahu, apa yang akan dilakukan oleh pasangan gila tersebut terhadapnya


"Sayang cepat hubungi kakakmu, agar dia datang ke sini secepatnya." Rengek Maya manja


"Oh baiklah, aku akan segera menghubunginya." jawab Steven terburu buru


***


Kenapa Dion bisa berada di lokasi tersebut sendirian, ke mana Ivory, bukankah dia selalu menempel kepada Dion, dikarenakan posisinya sebagai asisten pribadi


Tapi kenapa kali ini dia tidak mendampingi Dion. Lalu ke mana dia pergi?

__ADS_1


Setelah kejadian di top sky restoran, Dion dan Ivory memutuskan untuk pulang saja. Mereka menuju ke hotel tempat mereka menginap


Keesokan harinya, Ivory meminta izin untuk berangkat ke kota J, karena ada sedikit urusan keluarga yang harus diselesaikan nya di sana


Dion yang hari itu tidak ada kegiatan apa apa, memutuskan untuk mengecek saldo rekeningnya yang berada di bank amek, karena sudah sekian lama Dia melupakan hal itu


Maka hari ini, ketika dia tidak begitu sibuk, Dion mengendarai mobilnya menuju bank yang dimaksud, tanpa pengawalan. Semua anak buahnya diperintahkan untuk menunggu di hotel saja


Tapi sebelum sampai di bank tersebut, dia memutuskan untuk membeli sesuatu di sebuah toko, yang tidak jauh dari bank dimaksud


Ketika beberapa menit keluar dari toko itulah, Dion dilihat oleh Maya dan dan Steven seperti sedang menelepon, hingga terjadi hal hal yang tidak diinginkan


Dion juga tidak menyangka, bertemu dengan mereka berdua, yang akhirnya menimbulkan perselisihan dan menjadi tontonan orang banyak


***


Brum.!.Brum..! brum! brum!


Terdengar bunyi beberapa mobil mewah berhenti sejajar, di kanan kiri jalan, tidak peduli salah atau benar, mereka tetap saja berhenti, hingga menghalangi pengguna jalan lainnya


Banyak yang marah serta mengumpat aksi mereka, tapi setelah mengetahui siapa pemilik mobil mobil mewah tersebut, mereka memilih diam, untuk menghindari keributan dengan pemiliknya


Dengan cepat pintu pintu mobil mewah tersebut terbuka, dan keluarlah 16 orang penumpangnya


Salah satu penumpang yang keluar dari dalam mobil mewah tersebut dikenal oleh Dion. Dia adalah Victor, pemilik showroom tempat dia membeli mobil Lamborghini nya


Dion membelakangi Victor, sehingga dia tidak mengenali dan mengetahui keberadaan Dion, orang yang sangat dihormati dan ditakuti nya


"Kakak!. Kenapa lama sekali datang, sehingga adik tersayang mu ini menjadi korban, karena telah dipukul oleh orang gila yang tiba tiba saja menyerang ku kakak." Rengek Steven mengadu kepada kakaknya


"Siapa orang yang telah berani memukul adik tersayangku? Tunjukkan siapa!" Teriak Victor marah


"Itu dia kakak. manusia gembel, sampah tidak berguna, yang telah diusir dan diceraikan oleh istrinya. Cepatlah kak!, patahkan tangannya, yang telah menampar wajah tampan ku ini." Ucapnya masih tetap merengek


Viktor sekilas mengamati tubuh orang yang ditunjuk oleh adiknya itu, keningnya berkerut, pertanda dia seperti mengenali postur tubuh orang yang sangat dihormati dan ditakuti nya beberapa hari ini


Tapi demi adiknya, dia memberanikan diri untuk memberi pelajaran kepada Dion, walau sejujurnya dia masih ragu, apakah orang yang akan dicelakainya itu Dion atau bukan


"Siapa kau?. Kenapa kau memukul adikku yang tidak bersalah ini?. Cepat tunjukkan wajahmu, sebelum anak buah ku mematahkan tulang tulang rapuh mu itu!" Katanya cukup keras dan mengancam Dion

__ADS_1


Dion yang mendengar perkataan dari Viktor tersebut tersenyum geli, kemudian dalam sedetik wajahnya berubah menjadi serius, lalu dia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Viktor dan menyeringai menyeramkan


__ADS_2