
"Benar tuan senior!. Saya telah melakukan uji coba pada belasan tikus juga yang lainnya, dan hasilnya sangat menggembirakan." Jawab Ruhian atau Pai Zu Xian apa adanya
"Secepat itu?" Tanya tuan Birawa penasaran
"Benar tuan!. Saya bekerja siang dan malam, dibantu oleh Govin, juga murid muridnya di labor penelitian, dan hasilnya seperti ini!" Jawab Ruhian mantap
"Ternyata begitu!. Tidak sia sia cucuku merekrut orang orang hebat untuk masuk ke dalam Birawa Group, jika hasilnya sehebat ini, dan hanya dalam beberapa hari atau minggu, sudah menunjukkan hasil yang memuaskan!"
"Aku yakin apa yang diinginkan oleh Dion akan bisa diwujudkan tidak lama lagi." Batin tuan Birawa dalam hati
"Terus apa yang akan kau lakukan setelah ini?" Tanya tuan Birawa ingin tahu
"Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh tuan besar tadi, maka saya dan tim saya akan memproduksinya dalam jumlah besar, yang tentunya setelah mendapatkan legalitas dari otoritas setempat." Jawab Ruhian mantap
"Bagus kalau begitu!. Lanjutkan!" Respon tuan Birawa senang
"Terima kasih tuan senior!" Jawab Ruhian lega
"Paman Mandala dan Upasama, dan kalian berdua, James dan Shio Lung, aku ingin kalian merancang design calon paviliun obat yang aku inginkan itu!"
"Buat seartistik dan semegah mungkin, yang nantinya akan menjadi ikon kota emas kedua ku!"
"Aku ingin design itu sudah siap dalam satu minggu ini, dan buat perinciannya sedetail mungkin!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawab mereka serempak dan semangat
"Paman Adi!. Bagaimana dengan senjata senjata yang kita pesan itu, apakah sudah mendapat izin dari pihak otoritas terkait?" Tanya Dion ingin tahu
"Sampai saat ini, perizinannya sudah keluar tuan besar, tinggal menunggu barangnya saja!" Jawab Adiwilaga mantap
"Bagus!. Dengan adanya senjata senjata tersebut bisa membuat tugas pengamanan menjadi lebih efektif, dan dapat meningkatkan rasa percaya diri bagi seluruh pengawal Birawa Group!" Respon Dion semangat
"Lalu bagaimana dengan mu paman Tara, apakah tugas mu sudah kau laksanakan dengan baik juga?" Tanya Dion cukup tegas khas seorang penguasa besar
"Sudah tuan senior!. Bahkan seluruh anak buah murid ku ini telah mendapat pembekalan yang jauh lebih banyak dari sebelumnya!"
"Menurut ku, mereka sudah siap untuk diterjunkan di segala medan dan cuaca!" Jawab Taraka si mata malaikat mantap
"Bagus kalau begitu!. Mulai besok kalian sudah bisa menerjunkan mereka ke semua lini dan kota, dimana cabang perusahaan ku berada!" Respon Dion senang
"Siap tuan besar!" Jawab Taraka dan Burgon serempak
"Oh ya paman Iron!. Di akhir tahun ini, tugas Robin, Awan dan Langit di kota Paris itu sudah hampir habis."
"Aku ingin paman mencarikan penggantinya, sebelum tahun ini berakhir."
"Aku ingin mereka bertiga memperkuat tim pengawalan di negara kita saja."
"Kita sama sama menyadari, bahwa musuh musuh Birawa Group semakin lama semakin banyak."
"Jika kita lemah. maka kita akan dimakan oleh mereka!" Ucap Dion berapi api api
__ADS_1
"Baik tuan besar!" Jawab Iron tegas
"Burgon!. Apakah ada yang ingin kau sampaikan?" Tanya Dion tiba tiba, ketika dia melihat sikap Burgon yang gelisah seperti itu
"Benar tuan!. Menurut intelijen kita, ada sebuah pergerakan yang mencurigakan walau belum begitu besar di kota S." Jawab Burgon cepat
"Lagi lagi di kota S. Apakah tidak ada tempat lain Burgon?" Tanya Dion keheranan
"Itu yang baru saya tahu tuan besar. Beberapa intelijen yang di tugaskan untuk mengawasi pergerakan Arnold, sampai saat ini masih menjalankan tugasnya dengan baik." Jawab Burgon berterus terang
"Arnold?" Respon Dion lirih
"Benar tuan!. Orang yang perusahaannya telah dibuat bangkrut dulu, Sekarang sudah mulai bangkit, tapi dia tidak tinggal di kota S lagi."Jawab Burgon terkesan berbelit belit
"Tadi kau mengatakan bahwa pergerakannya ada di kota S, lalu apa hubungannya dengan si Arnold itu?" Reaksi Dion kurang mengerti
"Dia memang tidak tinggal lagi di kota S, tapi sebulan sekali dia pergi ke kota tersebut, dan mengunjungi beberapa orang orangnya."
"Para intelijen kita selalu melihat, bagaimana orang orang tersebut memberi penghormatan besar pada si Arnold itu."
"Maka untuk sementara mereka menyimpulkan, bahwa orang yang ditemui oleh Arnold itu adalah anak buahnya."
"Berdasarkan pengamatan yang terus menerus, kegiatan tersebut sudah dapat disimpulkan, bahwa Arnold telah mendirikan sebuah organisasi, walau masih kecil dan diam diam."
"Hanya itu yang bisa saya sampaikan tuan besar." Ucap Burgon apa adanya
"Ternyata begitu!. Apa mungkin si Arnold belum kapok juga, dan berusaha menggalang kekuatan untuk melawan ku kembali?" Tanya Dion pada diri sendiri
"Kalau untuk masalah itu, saya bersedia menjadi orang tersebut tuan besar!" Sambut Taraka menawarkan diri
"Apakah paman yakin untuk pergi menyelidikinya?" Tanya Dion penasaran
"Yakin tuan, dengan kemampuan mata malaikat ini, akan mudah bagi saya untuk membedakan, apakah kelompok tersebut berencana untuk melawan kita atau bukan."
"Selain itu saya mempunyai cara tersendiri, untuk mendapatkan informasi tentang kelompok mereka itu." Jawab Taraka mantap
"Baiklah kalau begitu paman Tara!. Tapi paman akan ditemani oleh murid mu si Burgon ini, agar tidak kesepian di jalan." Respon Dion menyatakan persetujuan
"Tidak perlu tuan besar!. Saya sudah biasa kerja sendiri."
"Kalau ada murid saya ini, malah akan membuat langkah saya menjadi lambat, karena kemungkinan dia sudah di kenali oleh mereka." Bantah Taraka menolak usul Dion itu
"Baiklah kalau begitu paman Tara. Selamat bertugas, semoga mendapatkan hasil yang memuaskan!" Jawab Dion cukup berlapang dada
"Terima kasih tuan besar!" Jawabnya lega
"Baiklah semua!. Karena sudah tidak ada lagi yang akan dibicarakan, maka kalian boleh bubar!" Ucap Dion tegas
"Baik tuan!" Jawab mereka serempak. Kemudian meninggalkan ruang tersebut dengan langkah cepat, kecuali tuan Birawa dan Ivory yang memilih untuk tetap tinggal menemani Dion
"Apakah papa yakin akan mendirikan paviliun obat itu?. Bukankah mendirikan rumah atau paviliun tersebut butuh ribuan bahkan mungkin jutaan jenis obat obatan?"
__ADS_1
"Apakah papa akan membelinya dari luar?" Tanya Ivory penasaran
"Sebagian ya dan sebagiannya lagi tidak!"
"Apa gunanya ada manusia yang berjuluk si dewa obat atau dewa tabib itu, kalau kita tidak bisa memanfaatkannya dengan baik."
"Kemampuannya dalam meracik obat dan membuatnya menjadi bentuk tablet atau pil, sudah sangat luar biasa, dan sudah sangat tersohor di mancanegara."
"Jadi peluang itu bisa kita manfaatkan, untuk membuat sebuah paviliun obat besar di kota kita."
"Setelah berkembang dan sudah di kenal luas, maka kita bisa mendirikan rumah obat cabang di tempat lain." Jawab Dion dengan argumennya yang masuk akal
"Sepertinya papa sangat semangat sekali. Apakah ada maksud lain di dalamnya?" Tanya Ivory tiba tiba
"Maksud mama?" Tanya Dion malah kurang mengerti
Tuan Birawa yang mendengar pembicaraan cucunya tersebut, sempat berpikir dan berusaha menganalisa, maksud dari pertanyaan Ivory barusan
Tapi sekian lama dia mencoba, namun belum juga mendapatkan jawabannya, Maka tuan Birawa memutuskan untuk diam saja, dan menyimak apa yang akan di ucapkan oleh Dion nanti
"Tidak ada!" Jawab Ivory singkat, sambil memalingkan wajahnya ke tempat lain
"Ada apa ini? Mungkinkah ada kaitannya dengan adik angkat kita si Maya itu?" Tanya Dion menebak saja
"Tahu pun!" Jawab Ivory ketus
"Penelitian itu semula memang diperuntukkan untuk mengobati Maya." Ucap Dion cepat sambil melihat reaksi dari istrinya itu
Tapi Dion tidak menemukan tanda tanda janggal pada wajah Ivory, lalu memutuskan untuk melanjutkan perkataannya
"Setelah melihat prospeknya yang bagus, maka apa salahnya kalau papa mengembangkannya menjadi sebuah perusahaan."
"Siapa tahu ke depannya akan menjadi terkenal, dan menjadi pusat obat obatan yang sangat dibutuhkan oleh dunia."
"Dengan sudah terkenalnya rumah obat itu, diharapkan bisa mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan kita." Ucap Dion hati hati
Sebagai seorang laki laki, Dion menyadari apa yang menjadi kekuatiran dari istrinya itu. Ivory takut bila Maya sembuh, maka kakeknya akan menyuruh cucunya untuk menikahi Maya kembali
Dan itu sangat disadari oleh Dion. Maka untuk menenangkan gejolak hati istinya yang Galau tersebut, Dion memberi kode pada kakeknya agar mengiyakan perkataannya
"Kakek!" Ucap Dion memberi kode pada tuan Birawa
"Kakek tahu apa yang menjadi kegelisahan mu itu cucu ku!"
"Kau takut kalau kakek meminta suami mu untuk menikahi Maya lagi. Begitu kan?" Tanya tuan Birawa berterus terang, Tapi bibirnya menyunggingkan senyum kemenangan
"I..I..itu tidak benar kek!. Ivo cuma....!" Jawab Ivory gugup
"Ah sudahlah!. Kau tenangkan saja hati mu itu, dan jangan pikirkan yang lain lagi."
"Beri dukungan pada suami mu ini, agar apa yang diinginkan olehnya, akan menjadi kenyataan!" Protes tuan Birawa apa adanya
__ADS_1
"Baik kek!" Jawab Ivory singkat kemudian meminta maaf pada kakeknya juga Dion dengan malu malu