Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Sangat berharap


__ADS_3

"Kenapa tuan muda tidak menghubungiku sejak beberapa hari ini, apakah karena sudah ada Maya di sisinya?. Sehingga dia melupakan ku?" Batin hati Ivory bertanya tanya


Saat ini, Ivory sedang berdiri di balkon hotel tempat dia menginap selama ini


Pandangannya menerawang jauh ke atas bukit, dimana vila Dion berada


Dari setiap sudut kota, apalagi hotel bintang lima yang saat ini Ivory tinggali, terlihat dengan jelas vila milik Dion itu, karena setiap lampu yang dipasang, cahayanya sangat terang sekali. Gemerlapnya terlihat dengan jelas dari kejauhan


Kearah vila itulah saat ini, sekitar pukul 11 malam, Ivory tengah menatap gemerlapnya vila milik orang yang sangat dicintainya itu


Haru dan sedih, mengiringi setiap hembusan nafasnya. Tarikannya begitu berat, menyiratkan duka yang sangat dalam terasa


"Oh cinta!. kenapa kau mempermainkan hati setiap pemuja mu. Tak tahukah engkau, saat ini pesona mu tidak berlaku pada ku." Begitulah jerit hati Ivory malam ini, protes atas ketidak adilan cinta yang selama ini di puja puja seluruh manusia


Galau, gabut, rungsing dan begah, itulah yang saat ini dirasakan oleh Ivory. Ingin rasanya dia berteriak sekuat tenaga, menumpahkan segala beban di hati, tapi dia tidak mampu melakukannya


Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya lagi. dia hanya tertunduk diam, dengan bulir air mata bening, mengalir dari setiap sudut matanya. Hatinya benar benar sedih tidak terperikan


Biasanya di malam malam seperti ini, Dion atau dirinya, selalu berkomunikasi melalui telepon, atau melalui video call, tapi sudah dua malam ini, Dion tidak lagi menghubunginya


Memikirkan semua itu, air matanya bertambah deras mengalir


"Apakah aku harus pergi dari sisi Dion, dan meletakkan jabatan ku sebagai seorang sekretaris di perusahaan nya?"


"Supaya aku bisa pergi sejauh jauhnya, agar bisa melupakan orang yang begitu sangat kusayangi dan ku cintai itu."


"Huh!" Keluhnya begitu dalam


"Walaupun mungkin saat ini tuan muda sudah tidur, tapi aku harus tetap mengatakan ini padanya, dan tidak bisa ditunda tunda lagi." Batin nya dalam hati


Beef beef!


Tidak disangka sangka, setelah dia mengucapkan kata kata itu, telepon dari Dion masuk. Bergegas dia mengambil handphonenya, dan menekan tanda terima lalu berkata..


"Tuan muda!" Sapanya begitu senang


"Ivo!. Bagaimana kondisimu saat ini?" Tanya Dion dari seberang telepon sana


"Tidak begitu baik tuan muda, eh maksud saya kondisi ku baik baik saja!" Jawab Ivory mencoba berbohong pada Dion


"Aku tahu bagaimana kondisimu saat ini Ivo, Kau tidak bisa membohongiku!" Tangkis Dion tepat sekali


"Benar apa yang aku katakan tadi tuan muda!. kondisi ku baik baik saja, dan saat ini pun aku sedang bersiap siap ingin tidur." Jawab Ivory sekali lagi berbohong, padahal saat ini dia sedang berada di balkon hotel, tengah menatap vila memiliki Dion dari kejauhan


"Sudahlah kau jangan berbohong lagi, dari suaramu saja aku bisa menebak, apa yang tengah terjadi pada mu, kau habis menangis bukan?" Tanya Dion langsung pada intinya

__ADS_1


Ivory terdiam tidak bisa menjawab, iya atau tidak. Saat ini, dia benar benar malu atas kondisinya yang rapuh seperti itu


"Selama ini, dia dikenal sebagai seorang profesional muda yang tangguh, tegas dan tegar dalam menghadapi setiap masalah yang datang


Tapi kali ini, dia benar benar takluk dengan lima aksara yang bernama cinta. Sekuat apapun dia menolak, sejauh apapun dia pergi, dan sedalam apapun dia menyelam, kelima aksara itu terus menerus mengejarnya


Selagi belum menemukan pasangannya, maka kelima aksara itu akan terus terbang, menyelam, melayang dan menerawang kemana mana


Ivory benar benar tidak berkutik kali ini, sehingga pertanyaan tuan mudanya tidak digubris sama sekali


"Ivo! Apa perlu aku yang datang ke hotel tempat mu menginap?" Tanya Dion kesal, karena sekian lama pertanyaan nya tidak kunjung di jawab


"Tu tu tuan muda tidak perlu melakukan itu. Iya aku akan jujur, memang aku habis menangis tadi!" Jawab Ivory terus teras


"Aku tahu apa yang menyebabkan mu bisa menangis seperti itu. Saat ini, aku ingin menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya pada mu."


"Tidak usah tuan muda! biar.. biarlah.."


"Kau diam saja! dan cukup mendengar apa yang akan aku katakan padamu. Oke!" Desak Dion tiba tiba memotong perkataan Ivory


Sekali lagi Ivory tidak menjawab, tetapi hatinya bertanya tanya, apa yang akan dikatakan oleh tuan muda Dion padanya malam ini


"Aku tahu apa yang ada dalam hatimu itu Ivo, bahkan dari sejak pertama ketika dulu kau memberikan kedua kartu itu pada ku."


"Tapi ternyata pikiranku itu salah. Sejak aku bertemu dengan beberapa orang gadis termasuk dirimu, maka aku jadi bisa menilai, bahwa tidak semua wanita itu jahat dan licik "


"Pikiranku yang salah selama ini. sehingga perhatian yang kau berikan padaku itu, ku anggap tidak ada, dan aku tahu setiap sikapku yang cuek tersebut, pasti membuat perasaan mu terluka."


"Tapi sebagai seorang wanita yang tegar, kau tetap tidak terpengaruh, dan terus berusaha sabar menghadapi sikap masa bodoh ku itu."


"Malam ini aku ingin mengatakan, bahwa sebenarnya aku juga menyukaimu, tapi karena hubungan kerja yang selama ini ada di antara kita, maka aku berusaha menahan diri."


"Tapi sejak perjodohan yang yang tidak aku sangka itu, karena desakan dari kakekku, aku bisa melihat bagaimana reaksimu saat itu."


"Aku sadar, ketika kakekku dengan tanpa perasaan menyanjung nyanjung keberadaan Maya tersebut, tanpa memikirkan lagi perasaan orang lain, membuat hati mu sakit dan terabaikan."


"Aku tahu saat itu kau terluka Ivo! tapi aku tidak bisa berbuat apa apa, karena aku tidak mau menyinggung perasaan kakekku sendiri, apalagi melukai hatinya, jadi dengan terpaksa aku diam saja, dan pura pura menerima perjodohan itu, dengan harapan, pada suatu hari nanti, akan bisa menjelaskannya secara perlahan pada kakek ku itu."


"Barusan ini, paman Tiger menemui ku, membicarakan masalah perjodohan itu, dan sudah disepakati, bahwa perjodohan antara aku dengan Maya ditunda, dalam artian, jika memang berjodoh, ya bersatu, jika tidak, ya apa boleh buat."


Paman Tiger pun merasa seperti itu. Dia merasa tidak enak terhadap mu Ivo, karena dia bisa melihat, bagaimana reaksi mu saat kakek ku mengatakan, telah menjodohkan ku dengan Maya."


"Dari situ dia menilai, bahwa ada hubungan khusus antara aku dengan mu, tapi saat itu sama seperti ku, dia tidak berani menyela atau membantah sedikit pun "


"Dan malam ini, baru dia berterus terang, sebenarnya dia pun berat hati untuk menerima perjodohan itu, tapi apa boleh buat katanya."

__ADS_1


"Malam ini aku tegaskan padamu Ivo, bahwa aku tidak bersungguh sungguh menerima perjodohan tersebut. Nanti aku akan berbicara dari hati ke hati dengan kakek ku."


"Aku ingin mengatakan, bahwa cinta tidak bisa dipaksakan, walaupun orang yang akan dijodohkan dengan ku itu sangat cantik, tetapi untuk saat ini, hatiku belum bisa tertarik."


"Jadi kumohon pada mu Ivo! agar tetap tegar, dan tidak mudah putus asa, karena ucapan kakek ku itu."


"Percayalah!. kedudukan cinta itu jauh lebih kuat dari senjata apapun."


"Semoga kau bisa percaya dengan apa yang kukatakan ini." Ucap Dion panjang lebar


"Tu tu tuan muda! aku aku..!"


"Sudahlah Ivo, sekarang tidurlah dengan nyenyak, karena besok banyak tugas yang harus kau selesaikan!. Oke?" Sergah Dion sambil mematikan sambungan teleponnya


"Baik tuan muda!" Jawab Ivory sambil tersenyum senang, dan berjingkrak jingkrak gembira, ketika mendengar penjelasan dari Dion tadi


Ivory pun segera masuk ke kamarnya, karena udara sudah semakin dingin


Di dalam kamar, Ivory kembali berjingkrak jingkrak kegirangan, mirip seperti anak kecil yang baru dikasih permen oleh orang tuanya


Ivory Ivory!. Ternyata wanita tetaplah wanita, apabila berhadapan dengan yang namanya cinta, tetap akan luluh dan lumpuh karenanya


"Ah masa bodoh! katanya. yang penting tuan muda Dion sudah berkata jujur padaku! dan aku masih mempunyai harapan."


"Dia adalah cinta pertamaku, dan dia pulalah yang bisa menggetarkan hatiku!" Kata Ivory berguman sendiri, kemudian merebahkan tubuhnya di kasur empuk hotel tersebut, dan tak lama kemudian terlelap cantik, sambil tersenyum manis


***


"Lega rasanya sudah bisa menjelaskan masalah ini pada Ivory." Ucap Dion lirih pada diri sendiri, dan berjalan meninggalkan kursi yang tadi di duduknya itu


"Sebaiknya aku cepat tidur, karena besok pagi ada pekerjaan yang sedang menunggu." Gumamnya sambil melangkah


"Salam hormat tuan muda!" Sapa Hans dengan hormat


"Ya, terima kasih!" Sambut Dion datar


"Maaf kalau saya lancang bertanya, apakah ada perkara yang mengganggu pikiran tuan muda, hingga selarut ini belum tidur, dan masih berada di luar?" Tanya Hans penasaran


"Oh tidak ada Hans, hanya ingin mencari udara segar saja!" Jawab Dion mencoba berbohong


"Oh ya tuan muda!, besok kan rencana nya tuan muda akan mengunjungi pabrik baru di kota B itu?" Kata Hans sekedar mengingatkan Dion


"Ya kau benar! pastikan segala sesuatu sudah selesai sebelum aku, kakek dan Tiger sampai kesana!" Jawab sekaligus perintah Dion tegas pada Hans


"Siap tuan muda!" Jawab Hans cepat

__ADS_1


__ADS_2