
Bagaimana mereka tidak kaget. karena mereka sendiri yang telah menghabisi Melviano itu.
Perusahaan yang diakuinya tersebut, sekarang telah berpindah tangan, dan pengelolaannya berada di bawah wewenang Birawa Group
Jadi tentang masalah itu, tergantung dari keputusan pemilik perusahaan itu, apakah akan menyelidiki atau membiarkan masalah itu begitu saja
"Jadi sekarang dimana keberadaan mereka?" Tanya Dion tiba tiba
"Mereka masih berada di kota P itu tuan, dan tetap masih tinggal ditempat yang sama." Jawab James apa adanya
"Tiga hari dari sekarang, temani aku, untuk menemui orang tersebut!. Aku ingin melihat secara langsung siapa orangnya?" Perintah Dion penasaran
"Baik tuan besar!" Jawab James patuh
"Shio Lung,!. Persiapkan keberangkatan kita nanti. Gunakan salah satu pesawat milik maskapai penerbangan kita. Karena aku ingin mengajak keluargaku untuk ikut serta kesana!" Ucap Dion dengan perintah tegasnya itu
"Siap tuan besar!" Jawab Shio Lung cepat
"Burgon, Leon dan James. Berangkat hari ini juga kesana. Bawa 150 orang pengawal tingkat pertama dan 4 orang komandan."
"Persiapkan akomodasi dan semua keperluan yang diperlukan. Aku tidak mau membebani siapapun nanti disana."
"Pastikan keadaannya aman dan tidak ada gangguan. Laporkan kedatangan kita pada otoritas setempat, agar tidak timbul kesalahpahaman."
"Untuk yang tinggal. perkuat pengamanan!. Jangan biarkan siapapun bisa masuk kewilayah kita, apalagi ke villa ini!"
"Aku tidak mau kecolongan untuk kedua kalinya!"
"Sementara untuk paman Iron, dampingi kakek ku, dan nanti ikut denganku ke kota P itu. Aku ingin melihat bagaimana perkembangan kota tersebut."
"Jika iklim invertasinya cukup bagus. aku ingin mendirikan beberapa perusahaan cabang lagi disana. dan melihat prospek apa yang bisa dikembangkan didaerah itu." Ucap Dion tegas dalam memberikan instruksi pada anak buahnya
Setelah memberikan instruksi, Dion mempersilakan kepada Burgon, Leon dan James agar bersiap siap untuk berangkat ke kota P. Menggunakan jalan darat. dengan membawa lusinan kendaraan besar juga 15 kenderaan mewah
"Cucuku. Apakah tidak terlalu berlebihan kalau kau mengerahkan begitu banyak pengawal kesana. bukankah di kota P itu juga ada orang orang kita?" Tanya tuan Birawa keheranan
"Apakah kakek lupa kalau kita sekarang ini terlalu banyak musuh. Bukankah kakek sendiri yang menginginkan, agar Dion bersikap hati hati dan waspada?"
"Tapi kenapa kakek sekarang malah mencegahku ketika membuat keputusan seperti itu?"
"Apakah kakek lupa dengan apa yang telah kakek ucapkan dulu?" Bantah Dion mencoba mengingatkan kakeknya tersebut
"Hahahaha!. Kakek hanya mengujimu. Siapa tahu kau lupa, dan menganggap perkataan kakek dulu hanyalah bualan semata."
"Dion mana bisa lupa kek, dan sampai kapanpun tidak akan lupa, bahwa ketidak waspadaan bisa membuat seseorang hancur. Bukankah itu ajaran dari kakek sendiri?" Ucap dion terkesan menyindir kakeknya itu
"Bagus!. Ini baru cucu kakek!. Lugas, tegas dan garang. Mirip seperti ayahmu dulu." Respon kakeknya bangga
"Kau lihat Iron!. Keponakanmu ini telah tumbuh menjadi orang yang berbeda. Aku sendiri sampai pangling dan tidak mengenalinya."
"Draco!. Jadilah kuat seperti ayahmu ini!. Karena kau adalah calon pemimpin masa depan, menggantikan posisi ayahmu untuk memimpin dinasti Birawa Group kita."
"Jangan menjadi anak cengeng, manja dan tidak mandiri. Perkuat pisik mu, dan persiapkan mental bajamu untuk menjadi seorang pemimpin."
__ADS_1
"Jangan lengah pada tipu daya perempuan. Apalagi yang belum atau baru kau kenal."
"Eyang tidak mau kau jatuh hanya gara gara seorang perempuan."
"Ingatlah kata orang orang tua jaman dulu. " Semakin cantik seorang perempuan, akan semakin berbahaya, dan tidak bisa dipercaya!"
"Tapi tidak semua perempuan seperti itu, contohnya ibumu ini. Walaupun kata ayahmu dia cantik, tapi dia tetap baik,dan selalu menjaga keluarganya seperti menjaga nyawanya sendiri."
"Apakah kau mengerti apa yang eyang katakan ini cucuku?" Ucap tuan Birawa memberi wejangan, pada calon pemimpin Birawa Group, dimasa yang akan datang
"Draco mengerti!. Ibu juga pernah memberikan wejangan seperti itu.Sekarang Draco menjadi semakin paham, dan akan selalu mengingatnya eyang!" Jawab Dragon mantap
"Bagus!. Eyang sangat senang mempunyai cucu dan buyut hebat seperti kalian!" Respon tuan Birawa senang bukan main
"Ivory!. Jaga cucu buyutku ini dengan baik. Jangan biarkan siapapun merendahkannya. Tapi bukan untuk menjadi orang sombong.!" Ucap tuan Birawa pada cucu menantunya itu
"Baik!" Jawab Ivory singkat tapi tegas
"Iron!. Karena cucuku sudah memerintahkan demikian. Sebaiknya kau persiapkan orang orang terbaik kita, untuk menjadi pengawalnya di kota P itu."
"Persiapkan juga siapa siapa yang harus berjaga di villa ini, juga di seputaran kota B dan Kota Golden City." Titah tuan birawa pada Iron
"Baik tuan senior!" Responya cepat dan tegas
***
Tiga hari kemudian. Dion sudah berangkat ke kota P. Berita kedatangannya membuat petugas bandara menjadi sibuk. Karena mereka tahu siapa yang akan datang itu
Pengawalan ekstra ketat dan pemeriksaan pada penumpang yang akan maupun baru datang dibandara itu sedikit berbeda. Karena mereka tidak mau kecolongan
Jadi begitu diberitahu oleh pihak otoritas setempat, bahwa sebentar lagi ada pesawat pribadi yang akan mendarat di bandara itu. Seluruh petugas menjadi super sibuk, mirip seperti akan menyambut kedatangan seorang pemimpin negara
Burgon.Leon dan James, serta ratusan pengawalnya itu, saat ini juga sudah berada dibandara. Kedatangan mereka sudah mendapatkan ijin dari otoritas setempat. Karena mereka tahu orang orang itu adalah pengawalnya Dion
Untuk menambah pengawalan dan keamanan lagi. Pihak Birawa juga sudah meminta bantuan pada kepolisian setempat, untuk mengawal tuan besar serta keluarganya itu, agar perjalanan mereka nanti lancar, dan sampai ditempat tujuan tanpa ada hambatan yang berarti dijalan
"Selamat datang tuan tuan!".Sapa Kepala Bandara sesaat setelah Dion dan rombongannya keluar dari pesawat pribandinya. Kemudian menyalami Dion, tuan Birawa, Iron dan Hans, dan tak lupa pula Dragon
Dia didampingi oleh kasubag umum bandara, kasubag keuangan, manajer informasi dan dokumentasi, dan pihak otoritas bandara, serta para petinggi bandara lainnya
"Terima kasih, karena anda telah bersusah payah untuk menyambut kami, padahal kami bukanlah siapa siapa." Ucap Dion merendah
"Anda semua adalah tamu istimewa kami." Jawabnya merendah, kemudian memperkenalkan jajaran petinggi bandara, begitu juga sebaliknya di pihak Dion
"Jadi tuan ini adalah legenda pengusaha terkaya di Asia, bahkan
katanya di dunia?" Tanya kepala bandara itu sambil menyalami tuan Birawa sekali lagi
"Itu hanya sebutan saja. Sekarang cucuku ini adalah orangnya." Respon tuan birawa tidak enak hati
"Mari tuan tuan tuan, Kita istirahat dulu di ruang ViP, agar rasa rasa lelah sedikit berkurang." Ucap kepala bandara itu sopan ketika menawarkan jasa
"Terima kasih!" Jawab Dion sambil mengangguk, karena tidak enak hati jika harus menolak tawaran itu
__ADS_1
***
Kurang lebih 40 menit Dion dan keluarganya dijamu oleh kepala bandara, dengan sikap hormatnya.
Kini Dion dan rombongannya sudah berada dijalanan. Dikawal oleh belasan mobil polisi dan puluhan mobil pengawalnya tersebut
Kondisi seperti itu tentu saja membuat kehebohan besar, bagi masyarakat yang sedang berlalu lalang dijalanan
Tidak seperti biasanya. Belasan Mobil polisi mengawal belasan mobil mobil mewah, dan lusinan kendaraan besar.
"Siapakah orang penting yang sedang dikawal itu?" Batin mereka penasaran
"Coba aku yang menjadi mereka, alangkah senangnya.Tidak seperti sekarang ini, harus berpanas panasan demi mencari uang. Tapi mereka enak enak saja berada dalam mobil, ber ac lagi." Celetuk seorang pekerja jalanan mengeluh karena kondisinya itu
"Hus!. Jangan kuat kuat kalau bicara. Jika mereka mendengar, kau akan dimarahi oleh pengawalnya itu!" Hardik temannya sambil menutup mulut orang disebelahnya
Kejadian seperti itu sempat terlihat oleh Dion juga yang lain. Ingin rasanya berhenti untuk sekedar menyapa mereka, tapi Dion tidak mungkin melakukan itu, ditengah tengah ramainya lalu lintas di jalan
"Tandai mereka!. Prioritaskan agar mendapat bantuan dari kita!dan jangan sampai terlewatkan!" Ucap Dion pada kakeknya itu
"Nanti kita tanyakan pada James dan Erisha itu. Apakah mereka sudah mendapatkan jatahnya." Respon tuan Birawa cukup bijaksana
Dion hanya diam saja mendapat masukan dari kakeknya itu. Dia hanya mengangguk kecil tanda setuju
Setelah menempuh jarak sekitar 10 kilometer. Rombongan Dion akhirnya sampai di hotel yang sengaja dibookingnya itu selama satu minggu
Hotel itu memang bukan miliknya, tapi milik seorang pengusaha kenamaan daerah setempat
***
Dua hari sebelum Dion sampai. Burgon, Leon dan James, mendatangi hotel bintang lima tersebut, dan memperkenalkan diri sebagai utusan dari Birawa Group
"Selamat datang tuan tuan!. Apa yang bisa kami bantu?" Sapa seorang resepsionis hotel itu dengan sikap ramah
"Apakah hotel ini bisa dibooking untuk seratus buah kamar?" Tanya burgon langsung pada intinya
"Wah kalau masalah itu harus menanyakan langsung pada general manajer, atau wakilnya?" Jawab resepsionis itu dengan ekspresi terkejut
"Kalau begitu, bisakah kami bertemu dengan orang yang kau maksudkan itu?" Tanya Leon dengan sikap sopan
"Kebetulan beliaunya sedang ada rapat. Begitu juga dengan wakil general manajer hotel ini." Jawab Santi, repsionis cantik tersebut cukup sopan sekali
"Kalau begitu kami akan menunggu." Respon Robin dengan sikap tenang. Kemudian dia mengajak Leon dan James untuk duduk
"Tidak perlu tuan!. Karena rapatnya baru saja akan dimulai. Tinggal menunggu owner hotel ini saja." Balas santi ragu ragu
Baru saja dia berkata seperti itu, dari kejauhan masuk dua buah mobil mewah memasuki tempat parkir khusus. dan tak lama kemudian penumpangnya keluar, dan langsung menuju ke pintu masuk hotel
Semua karyawan hotel termasuk santi, dan dua orang petugas pengamanan hotel serempak membungkuk kearah orang yang baru datang itu dengan sikap hormat
Orang yang mendapat sapaan itu hanya diam saja, cuma memandang sekilas kearah karyawannya, lalu bergegas ingin masuki lif khusus pimpinan
Tapi langkahnya terhenti, ketika dia melihat tiga orang yang sedang berjalan kearahnya dengan sikap santai
__ADS_1
Begitu mereka sudah dekat.pemilik hotel itu terkejut bukan kepalang. Lalu dengan terbata bata dia berkata.
"Ka..ka..kalian!" Ujarnya ketakutan