Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Penghancuran total


__ADS_3

Di tempat lain pada waktu yang sama


Iring iringan mobil, baik bus maupun mobil mewah, terlihat masih melaju kencang di jalanan sepi, tapi tidak melalui tol J,


Entah mengapa sopir sopirnya membawa bus bus itu, melintasi perbukitan W. Mungkin ada suatu alasan tertentu darinya


"Kenapa kita melalui jalan ini?. Bukankah ada jalan mulus yang bisa kita lalui?" Tanya seorang sopir pada seseorang yang saat ini menggantikan posisinya menyetir


"Kau diam saja!. Aku membawa kalian melewati jalan ini, agar tidak menimbulkan kecurigaan pada orang orang yang dari tadi mengikuti kita!" Jawab orang tersebut lirih


"Memangnya siapa mereka, dan apa maunya?" Tanya sopir pengganti itu lagi


"Aku juga tidak tahu siapa mereka. Sekarang lebih baik kau diam saja, dan gantikan aku menyetir!" Jawab sopir pertama emosi


"Lihat!. di depan sana ada kenderaan besar yang sedang menghalangi jalan kita, mana di depannya ada jurang lagi!" Teriak temannya terkejut


"Cepat bangunkan mereka!" Perintah sopir pertama tegas


"Bagaimana mereka akan bangun!, semuanya pingsan, bahkan mungkin mati karena kehabisan darah." Jawab sopir kedua pada temannya lagi, kemudian berkata


"Kita tabrak saja mobil itu!" Ucap sopir kedua nekat


"Kau jangan gila Badra!. Itu truk bermuatan barang, bisa bisa mobil kita yang akan jatuh ke lembah itu!" Sanggah sopir tersebut marah


"Belum di coba belum tahu!" Responnya yakin


"Lihat!. Ada puluhan orang tiba tiba keluar dari semak semak itu!" Teriak sopir pertama kuat, yang saat ini sedang memegang setir, padahal jarak kendaraannya sudah semakin dekat dengan mobil truk yang sedang melintang di jalan


Ciieet!. Badri, sopir pertama, mendadak menghentikan mobilnya, dengan menginjak rem kuat kuat, karena menghindari tabrakan dengan mobil truk yang menghalangi jalan


Tapi naas, mobil mobil yang ada di belakangnya itu, tidak sempat mengerem, hingga menyebabkan tabrakan beruntun. sampai membuat mobil mobil itu ringsek bamper depannya, kemudian terguling, lalu jatuh ke lembah


Bus yang di sopiri oleh Badra dan Badri itu, juga ikut terguling, karena mendapat hantaman kuat dari belakang, dan terdorong masuk ke jurang atau lembah itu


Hanya dua buah mobil mewah yang selamat, karena sempat mengerem mobil mobilnya. Tak lama sesudah itu


Boom!


Boom!


Boom!


Beberapa buah mobil bus meledak. ketika berguling guling di lereng bukit, dan hancur berkeping keping, termasuk juga penumpangnya itu


Seharusnya kenderaan yang menggunakan bahan bakar solar, tidak akan mudah meledak. Tapi karena sebelum di minta untuk meninggalkan desa Argomulyo, Bumi memerintahkan pada anak buahnya, untuk meletakkan banyak peledak didalam kendaraan kendaraan itu


Hingga ketika jatuh dan terguling guling menuju lembah, pemicunya lepas dan meledak satu detik kemudian


"Sial!. Kenapa mereka berhenti secara mendadak, di tempat rawan seperti ini!" Maki seorang sopir mobil mewah ke dua kesal


"Dasar pecundang!. Melawan orang kampung begitu saja kalah!"


"Sekarang kalian malah mati dengan cara seperti itu!" Ucapnya kuat, dengan ekspresi kesal


Prang!


Tiba tiba saja, kaca mobil mewah yang di tumpangi oleh orang itu pecah, dan berjatuhan di aspal juga dalam mobil tersebut

__ADS_1


Orang yang tadi memecahkan kaca mobil itu, segera membuka pintu nya secara paksa, dan menarik penumpangnya keluar


Buk!


"Uuugghh!"


Tanpa basa basi. orang yang tadi memecahkan kaca mobil, meninju perut sopir tersebut kuat kuat, hingga membuatnya kesakitan dan jatuh ke tanah


"Kau bilang bahwa mereka adalah pecundang, dan kalah ketika melawan orang orang kampung."


"Sekarang kau lawanlah orang orang kampung ini. Apakah kau bisa lepas dari pukulan kami nanti!" Ucap Lelaki misterius itu dengan nada mengancam


"Maafkan aku!. Aku hanya bergurau saja, kalian memang orang orang kuat. Tolong jangan bunuh aku!' Ucapnya memohon


"Jangan buang waktu lagi!. Cepat habisi yang masih tersisa! Dan masukkan orang itu kembali kedalam mobil nya" Perintah seorang komandan orang orang misterius itu tegas


"Baik!" Jawab anak buahnya cepat, kemudian memasukkan sopirnya kembali, dan melemparkan sepuluh buah granat, kedalam dua buah mobil yang masih tersisa, untuk meledakkan mobil mobil mewah itu


Beberapa detik kemudian, Kedua mobil tersebut meledak, dan menimbulkan ledakan yang cukup besar


Untung saja lokasi kejadian cukup jauh dari pemukiman penduduk, hingga kejadian ledakan itu tidak sampai terdengar atau terlihat oleh mereka


Selain itu, waktu kejadiannya pun sudah terlalu larut, atau tepatnya pada pukul 2 dini hari. Tidak ada lagi aktivitas kendaraan lain, yang berlalu lalang di jalan alternatif tersebut


Tak lama kemudian. seluruh kendaraan itu telah habis terbakar, dan tidak menyisakan seorang pun penumpangnya yang masih hidup


Setelah memastikan semua mangsanya telah mati, para penghadang itu meninggalkan tempat kejadian, dengan menggunakan 4 buah mobil van, berplat wilayah kabupaten tersebut, menuju arah kota J


***


Keesokan harinya, kehebohan segera terjadi di seluruh kota J bahkan di negara ini, dimana di beritakan, seorang publik figur kuat dan hebat, telah di tangkap oleh pihak kepolisian, karena telah terlibat dlam perdagangan narkoba, penculikan gadis gadis, dan perdagangan organ organ tubuh manusia


Pihak pihak yang selalu berhubungan dengan tokoh itu, segera mengumumkan pemutusan kontrak dan hubungan kerja sama antara mereka


Pihak sponsor pun melakukan hal yang sama. Rata rata mereka memutuskan kerja sama secara sepihak, karena takut tersandung dan terseret masalah tokoh tersebut


Braga yang saat ini tengah meringkuk dalam sel tahanan, Menyessali tindakannya yang terlalu ceroboh, mengirimkan anak buahnya ke desa Argomulyo itu


Jika tidak, mungkin hidupnya masih bisa tenang. Setidaknya tidak terbuka kedoknya, yang dengan rapi di sembunyikannya selama ini


Tapi nasi sudah menjadi bubur. Mau menyesal pun sudah tidak berguna lagi. Kini yang bisa di lakukannya adalah merenungi nasib apa yang akan menimpanya nanti


Apakah akan dihukum berat atau di hukum mati, dia sendiri masih belum tahu


***


Kota Golden City, sekitar pukul 9 pagi


Dion dan keluarganya, tengah duduk satu meja dengan Iron Hans, Burgon serta Leon


Dalam kesempatan itu, mereka duduk sambil membicarakan tentang aksi mereka dalam menangani kelompok Braga juga Bhadrika


"Setelah ini, aku sangat berharap, semua rencana kita akan berjalan dengan baik."


"Tidak ada lagi gangguan, serta tidak ada hambatan yang akan kita temui."


"Menurut laporan dari Bumi, bahwa seluruh kelompok mereka telah di musnahkan sampai tidak tersisa."

__ADS_1


"Aku berharap dengan musnahnya mereka, tidak ada lagi terdengar, ada penculikan gadis gadis di sekitaran sini, juga di tempat tempat lain."


"Benar sekali tuan besar!"


"Bahkan kami dengar, seluruh aset aset mereka, terutama si Bhadrika itu, akan di sita oleh negara, dan akan di gunakan untuk merehabilitasi korban korbannya." Tanggap Iron cukup lancar


"Baguslah kalau begitu. Kedepannya aku ingin kalian meningkatkan kewaspadaan dalam masalah keamanan desa tersebut."


"Aku tidak mau mendengar, adanya orang orang atau kelompok, yang berniat menggagalkan rencana besar kita dalam membangun desa terisolitr itu menjadi sebuah desa maju."


"Untuk itu, aku ingin paman Iron mengirimkan lagi 50 orang orang kita, untuk memperkuat pengamaanan di sana."


"Cucu ku!. Bukankah murid murid perguruan yang ada, bisa kita ajak untuk sama sama menjaga keamanan desa tersebut? Kenapa harus menambah jumlah pengawal kita ke sana?" Tanya tuan Birawa keheranan


"Dion semula memang berpikiran seperti itu kek, tapi setelah menimbang dan memikirkan, mereka juga butuh belajar, untuk memperdalam teknik tekniknya dalam perguruan tersebut."


"Jika kita fokuskan dalam masalah keamanan desa, bisa bisa nanti pelajaran mereka dalam menuntut ilmu silat, akan tertinggal,"


"Jadi Dion memutuskan mengirim saja para pengawal kita ke sana, untuk memperkuat pengawalan yang ada."


"Lagi pula mereka nantinya yang akan menjadi pengawal tetap anak ku Draco, selain dari si Leon ini." Jawab Dion panjang lebar


"Baiklah kalau begitu!" Respon tuan Birawa cukup mengerti


"Tapi bagaimana kabar usaha James dan kawan kawannya itu di desa itu ya?" Tanya tuan Birawa ingin tahu


"Maaf tuan Senior. Menurut kabar dari Bumi, penduduk desa di sekitaran perguruan itu, telah bersedia menjual tanahnya pada kita, bahkan luasnya sudah melebihi dari yang di butuhkan oleh perguruan" Jawab Iron menyampaikan berita yang dia dengar dari Bumi


"Paman Iron itu benar kek. James telah berhasil membujuk mereka, agar bersedia menjual tanahnya untuk kepentingan perguruan."


'Transaksi nya pun telah selesai di lakukan, dan sekarang mereka sedang merancang, bahkan mungkin sudah mulai membangun." Ucap Dion membenarkan perkataan dari pengawalnya itu


"Baguslah jika demikian!. Kakek sangat senang mendengarnya." Respon tuan Birawa lega


"Oh ya kek!. Mumpung kita semua sedang ada di sini, ada sesuatu hal penting yang ingin Dion sampaikan."


"Dalam beberapa hari ini, Dion berencana akan mengumpulkan seluruh petinggi perusahaan kita, baik yang ada di kota ini, maupun yang ada di seluruh wilayah Indonesia. bahkan Robin juga akan di panggil pulang"


"Hal terpenting saat itu yang ingin Dion umumkan adalah, pengangkatan Emily menjadi sekretaris utama perusahaan, menggantikan posisi istriku Ivory, dan mengukuhkan kedudukannya, agar di kenal secara luas oleh bawahannya."


"Untuk rencana ku nanti, tentu aku membutuhkan bantuan dari kalian semua. Terutama dari Rams, paman Austin juga senior Deon serta yang lainnya."


"Bantuan kalian sangat di perlukan, untuk menginformasikan pada seluruh jajaran petinggi perusahaan, agar datang dalam perhelatan besar dan lengkap nanti."


"Pertemuan besar dan lengkap itu, akan di laksanakan pada senin depan, selama satu atau dua hari."


"Untuk itu mulai dari sekarang, aku perintahkan pada kalian bertiga khususnya, untuk mengirimkan undangan secara resmi melalui surat elektronok pada mereka.


Selain direktur dan wakilnya, general manager juga wakilnya, manajer umum, manajer keuangan, manajer lapangan, HRD, asisten manajer, supervisor. juga harus di undang para dokter, pilot yang sedang tidak bertugas."


"Selain itu, aku ingin mengundang mitra kita dalam bisnis proferti, perdagangan, perbankan, ritel dan lain lain."


"Pokoknya dalam pertemuan akbar itu, aku ingin mengenal lebih dekat jati diri mereka, dan yang terutama ingin mendengar secara langsung, laporan keuangan perusahaan kita yang sebenarnya."


"Untuk itu, segera lakukan persiapan matang, untuk mengakomodir semua kebutuhan mereka selama berada di kota Golden City ini."


"Pokoknya lakukan yang terbaik, semua apa yang telah aku perintahkan."

__ADS_1


"Kerjakan sekarang!" Perintah Dion tegas


"Baik tuan besar!" Jawab mereka serempak, kemudian meminta ijin untuk meninggalkan ruang itu, menuju tempatnya masing masing


__ADS_2