
Satu hari kemudian. Dion, Ivory dan tuan Birawa, melepas kepergian Dragon dan para pengawalnya ke pegunungan Dagu, Jilin Utara. Salah satu wilayah yang ada di negara Jepang. untuk membuat perhitungan dengan Jundan Miyazawa, yang sudah menyatakan permusuhan dengan orang orangnya Birawa Group itu
Kepergian mereka diiringi dengan perasaan khawatir, terutama dari Ivory terhadap anaknya, Dragon
Tapi mau bagaimana lagi, Dragon sendiri yang mau pergi, karena hanya dengan ikut campur nya dia dalam urusan itu, disinyalir bisa menghilangkan keresahan, yang selama ini terus mengganggu pikiran ayah juga ibunya tersebut
Sebelum pergi itu Ivory sempat berpesan, agar Adiwilaga dan orang orangnya, terutama pada Leon itu, supaya menjaga keselamatan anak kesayangannya tersebut
"Jaga tuan muda mu. Jangan biarkan dia terluka!"
"Jika lawan terlalu kuat, mundur atau minta bantuan otoritas setempat, siapa tahu mereka bermusuhan dengan kelompok Miyazawa!"
"Tapi jika tidak memungkinkan, lebih baik mundur, dan cepat kembali ke sini!" Ucap Ivory memberi arahan, di selingi dengan tetes air mata takut kehilangan
Tapi Dion dan tuan Birawa malah tenang tenang saja. Mereka hanya tersenyum penuh percaya diri. Tapi tak lama kemudian dia berkata juga.
"Setinggi apapun ilmu seseorang, jika tidak menyatu dengan hati dan jiwanya, maka ilmu tersebut tergolong rapuh!"
"Jundan Miyazawa adalah mantan tentara, yang sudah kenyang dengan pengalaman bertarung!"
"Tapi ilmu yang di latihnya tergolong rapuh, dan belum menyatu dengan jiwanya."
"Manfaatkan kesempatan itu untuk menghancurkan Miyazawa."
"Jika induknya sudah mati, maka pengikutnya akan mudah dikuasai!"
"Gunakan segenap kemampuan metafisika mu, untuk mengelabui keadaan."
"Buat lokasi tersebut tidak terlihat dari luar, tapi di dalamnya penuh dengan pembantaian!"
"Jangan sisakan seorangpun yang hidup, atau buat ilmu mereka sirna, agar tidak lagi membuat kekacauan di dunia ."
"Ayah mau kau kembali dengan selamat. Begitu juga dengan orang orang yang kau bawa ini."
"Sekarang berangkatlah. dan kembali dengan selamat " Ucap Dion memberi petuah. Kemudian memeluk anaknya erat erat, sambil berbisik di telinga Dragon. "Jangan buat ibumu khawatir!"
Mendengar bisikan seperti itu, Dragon menjadi tercekat diam, kemudian mengambil inisiatif untuk mendekati Ivory, lalu berkata. "Percayalah!. Draco akan kembali untuk mama tidak sampai besok subuh!" Ucapnya mantap
"Kalau itu yang kau janjikan! maka mama sudah bisa tenang." Jawab Ivory tenang, lalu mencium wajah anaknya pertanda merelakan
Tak lama sesudah itu, Dragon merilis ilmu Wahyu Taqwa tingkat tingginya, untuk membawa pengawalnya menuju gunung Dagu langsung di jantung markas musuh
Seketika lingkaran aura berwarna kuning muncul di tempat itu, dan membuat sekitarnya menjadi terang, serta melingkupi seluruh anak buahnya yang akan ia bawa ke tempat jauh
Sedetik kemudian, orang orang yang dilingkupi oleh aura tersebut pun menghilang, bersamaan dengan menghilangnya aura spritual tersebut dari hadapan mereka, dan memasuki suatu tempat yang tidak diketahui
Sepeninggal mereka, Dion, tuan Birawa, Ivory serta yang lainnya, untuk beberapa saat hanya tercekat diam. Tidak ada yang berusaha untuk membuka suara
Masing masing tenggelam dalam pikirannya sendiri sendiri, sambil menganalisa kejadian yang tidak masuk akal barusan itu bisa terjadi di depan matanya
Mereka tidak habis pikir, bagaimana anak sekecil itu bisa melakukan hal besar, yang orang lain tidak bisa melakukannya, termasuk Gentala sendiri
Tapi setelah di jelaskan oleh Gentala. keraguan mereka menjadi sirna
"Ilmu Wahyu Taqwa yang dianggap mustahil itu, memang benar benar ada di dunia ini."
"Ilmu tersebut diciptakan oleh seorang wali ratusan tahun yang lalu, yang sudah mencapai tingkat kesempurnaan keimanannya!"
"Selain wali, dia juga seorang raja pada sebuah kerajaan besar waktu itu"
__ADS_1
"Di katakan raja karena dia yang selalu memimpin peperangan melawan kebathilan serta kemusyrikan pada masa itu! walau raja yang sesungguhnya juga ada"
"Dengan ilmu tersebut, dia malang melintang membasmi kemungkaran di mana mana."
"Rahasia terbesar dalam ilmu tersebut, adalah ketika pemiliknya menguasai level tertinggi. Maka dia bisa berpindah tempat kemanapun yang dia inginkan."
"Selain itu, dia juga bisa melihat sesuatu yang orang lain tidak bisa melihatnya, dalam jarak sejauh apapun."
"Bahkan apa yang dibicarakan oleh orang itu, pemimpin muda bisa mendengarnya dengan jelas."
"Selain itu apa yang ada di dalam hati seseorang dia juga bisa mengetahuinya."
"Gawat!. Jangan jangan apa yang ada di hati ku ini, anak ku juga mengetahuinya!
"Eh tunggu!. Tadi sebelum anak ku datang, aku ada mengatakan sesuatu tentang perasaan ku pada Maya."
"Jangan jangan Dragon mengetahui dan mendengarnya?" Batin Dion dalam hati
"Ya ayah benar!. Draco memang sudah mengetahui, bahwa ayah masih ada hati terhadap bibi Maya!" Ucap Dragon melalui pikirannya dan di kirimkan pada kesadaran Dion
"Apa!. Jadi kau juga mendengar apa yang ayah ucapkan tadi?" Tanya Dion melalui pikirannya
"Benar!. Bahkan sangat jelas di telinga Dragon!" Jawabnya lagi
"Tolong jangan kau beritahukan masalah ini pada mama mu ya!" Ucap Dion ketakutan
"Ayah tenang saja!. Draco sudah merubah perasaan ayah pada bibi Maya dan sekarang mestinya ayah sudah tidak lagi mencintainya kan?" Jawab Dragon dari jarak jauh
"Benarkah?. Tapi kenapa ayah tidak merasakannya?"
"Sudah dulu ya yah, Draco sudah sampai di tempat tujuan." Jawab Dragon cuek saja tanpa mau merespon pertanyaan dari ayahnya tersebut
Sementara itu di gunung Dagu, Jilin Utara Jepang. Jundan Miyazawa dan orang orangnya, terlihat sedang berkumpul di sebuah ruangan cukup lebar
Ada sekitar lima puluhan orang yang sedang berada di depannya. Mereka dengan setia mendengarkan apa yang disampaikan oleh bos besarnya itu
"Laporkan semua persiapan kalian, sebelum besok kita berangkat ke negara itu!" Ujar Miyazawa tegas
"Gawat bos!. Diluar ada kekacauan besar!" Ucap salah seorang anak buah Miyazawa gugup
"Kekacauan apa?. Bukankah kalian sudah ditugaskan untuk berjaga di luar?" Tanya Miyazawa geram
"Ada sekelompok orang yang muncul secara tiba tiba di markas ini, dan sekarang sedang membantai anak buah kita di luar sana!" Jawab penjaga itu apa adanya
"Bagaimana mungkin?. Markas ini tersembunyi letaknya!"
"Tidak sembarang orang yang tahu lokasi tempat ini!"
"Bagaimana mereka bisa masuk?" Ucap Miyazawa keheranan
"Tapi itu kenyataan bos!. Mereka muncul dari tempat yang tidak diketahui, dan sekarang sedang berpesta atas tubuh tubuh pengawal yang lain!"
"Kalau begitu cepat semuanya keluar!"
"Kita lihat siapa yang berani menyatroni tempat kita ini!" Ucap Miyazawa geram. Kemudian bergegas meninggalkan kursi kebesarannya, untuk menuju tempat yang disebutkan oleh anak buahnya barusan
Benar saja apa yang anak buahnya itu sampaikan tadi. Belum juga dia keluar dari ruangan tersebut, jeritan kesakitan terdengar dimana-mana. Mungkin banyak dari anak buah Miyazawa yang terluka atau mati
Sementara itu di luar ruangan, seperti yang diperkirakan. Anak buah Dragon sedang berpesta atas tubuh tubuh tidak berdaya pihak lawan, akibat tidak mampu meladeni kekuatan pihak lawan
__ADS_1
Dengan mudahnya mereka tumbang, baik di tampar, di tendang, di tinju ataupun di tebas dengan menggunakan pedang serta katana tajam
Tak satupun dari mereka yang mampu mengimbangi kecepatan gerak dari orang orangnya Dragon. Malah gerak mereka yang tertahan, akibat gencarnya pihak musuh dalam melancarkan serangan
Saat ******* itulah Miyazawa dan orang orangnya datang, dan segera berteriak lantang dengan berseru..
"Hentikan!" Teriaknya lantang. Kemudian mengedarkan pandangannya pada orang orang yang sedari tadi terus bergerak liar ke sana kemari, untuk membantai anak buahnya
"Katakan siapa kalian?. Kenapa kalian menyerang tempat ini?" Ucapnya marah
"Bukankah kau yang ingin semua ini terjadi. Tapi kenapa kau malah marah dan terkejut begitu Miyazawa?" Jawab Adiwilaga cuek saja
"Siapa kau?. Kenapa kau tahu namaku" Tanya Miyazawa semakin marah
"Aku adalah utusan malaikat maut, datang ke sini karena ingin mencabut nyawamu!" Jawab Adiwilaga cukup berani
"Kurang ajar!. Apakah kau ingin cari mati?" Respon Miyazawa bertambah marah
"Yang ingin cari mati adalah kau bukan aku!" Jawab Adiwilaga menantang
"Badjingan!. Rasakan ini!" Teriak Miyazawa cukup kuat, kemudian melontarkan pukulan jarak jauhnya ke arah Adiwilaga
Tapi belum juga sampai, sebuah kekuatan lebih besar membuyarkan pukulan dari Miyazawa itu. Tapi tidak tahu siapa yang melakukannya
Kejadian itu terlihat wajar, sehingga Miyazawa tidak menyadari juga ga mengetahui apa yang terjadi
Dia hanya tahu pukulannya mental begitu saja, tanpa diketahui penyebabnya
Namun sesungguhnya, kalau pukulan itu tidak terhalang tadi, Adiwilaga juga mampu mengatasi pukulan seperti kecil seperti itu. Namun karena serangan tersebut bukan serangan biasa, maka seseorang berusaha menggagalkannya
Ternyata dalam serangan itu, tersembunyi sihir dan racun di dalamnya. Oleh karena itu seseorang tersebut terpaksa ikut campur juga
"Hebat juga kau orang tua!. Baru kali ini ada orang yang mampu mengusir pukulan tersembunyi ku "
"Biasanya orang tersebut akan langsung mati, atau minimal terkelupas kulitnya!" Reaksi Miyazawa kagum
"Jangan banyak omong kau meong!"
"Persiapkan diri mu untuk menjemput kematian!" Jawab Adiwilaga merasa tidak senang
"Dasar cari mati!" Sambut Miyazawa marah. Kemudian berteriak keras pada anak buahnya
"Kalian semua!. Gempur manusia manusia pengganggu ini!"
"Gunakan formasi penyerangan!. Jangan biarkan siapapun hidup!" Ucap Miyazawa memberi perintah, dengan berteriak lantang sekali
Beberapa saat kemudian. Formasi yang diminta oleh Miyazawa sudah terbentuk, dan membentuk lingkaran besar, dimana Dragon beserta orang orangnya berada di dalamnya
Lingkaran itu bukan lingkaran sembarangan. Hewan kecil saja jika berada di dalam lingkaran tersebut, tidak akan mampu keluar, baik dari jalan tanah maupun dari jalan udara
Miyazawa tertawa terbahak bahak melihat pertunjukan itu. Tidak kurang dari seribu orang atau lebih, tiba tiba bermunculan dari segala penjuru, membentuk lingkaran kedua, ketiga dan seterusnya, hingga terbentuk sebuah labirin besar di lokasi tersebut
Bukan hanya itu saja. di lingkaran paling depan yang entah datang dari mana. seluruh orang yang berbaris rapi itu memegang tombak di sisi kiri, dan memegang senjata api di sisi kanan
Di barisan kedua dan ketiga juga demikian. Seluruh orang yang mengepung mereka tersebut, seluruhnya memegang senjata berbagai jenis
Tampaknya mereka memang dipersiapkan untuk menghadapi musuh yang dinilai kuat. dengan harapan mereka akan mati atau menyerah
Tapi Benarkah demikian?. Apakah Dragon dan orang orangnya akan mati, dan kalah hanya dengan formasi labirin kecil seperti itu?. Mari kita tunggu kelanjutannya.
__ADS_1