
"Tapi apakah kau tidak bisa menghapus notifikasi itu, sekaligus menghancurkan virusnya?" Tanya Tommy sangat berharap
"Keahlian ku tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan sang legenda tersebut. Virus yang dia buat ini, tidak bisa diurai, apalagi dihancurkan."
"Jadi kau tunggu sajalah kehancuran organisasi juga perusahaan mu, karena database perusahaan dan organisasi, sudah dikuasai oleh sang legenda itu" Jawab Austin apa adanya
"Sial!. Aku tidak menyangka, usaha ku akan gagal total, bahkan imbasnya sangat mengerikan sekali."
"Perusahaan ku bisa runtuh, juga organisasi mafia ini, karena semua database nya telah dikuasai oleh orang lain." Batin Tommy dalam hati
"Apakah di Eropa ini, kau tidak ada mengenal atau bergaul dengan hacker atau cyber yang kemampuannya lebih tinggi atau minimal seimbang dengan si legenda tersebut?" Tanya Tommy ingin tahu
"Apa jaminannya, jika aku membantu mu mencarikan seorang hacker, yang kemampuannya jauh lebih tinggi dari ku?" Tanya Austin ingin memastikan, apa imbalan yang akan dia dapatkan, jika menolong Tommy. Padahal di dalam hatinya bersorak dan mengatakan, bahwa kesempatan ini akan digunakannya untuk melarikan diri dari cengkraman Tommy
"Aku akan membebaskan mu!, dan kau bebas pergi kemana saja setelah itu!" Jawab Tommy mencoba menipu Austin
"Aku tidak percaya padamu!. Aku ingin jawaban yang pasti!" Sanggah Austin cukup keras
"Baik jika itu mau mu!. Aku tegaskan!, jika kau berhasil menolong perusahaan ku, juga organisasinya, dengan mencarikan seorang cyber atau hacker, yang mampu mengurai dan menghancurkan virus, yang dikirim oleh orang tersebut, maka aku akan membebaskan mu, sesaat setelah database organisasi juga perusahaan ku, kembali padaku!" Jawab Tommy tegas, dan kali ini dia tidak main main lagi
"Baik!. Aku pegang kata katamu itu!. Jika kau mencoba membohongiku, maka aku yang akan menghancurkan database perusahaan mu, juga organisasi mu!" Ancam Austin tidak main main juga
"Deal!. Aku setuju!" Jawab Tommy tegas
"Perlu kau ketahui!, Hacker tersebut sangat sulit untuk dihubungi, apalagi ditemui. Jadi kau hanya perlu bersabar, karena tidak mudah menemukan orang tersebut" Sanggah Austin terus terang
"Baik aku tunggu 6 jam dari sekarang!" Respon Tommy tidak sabaran
"Aku tidak bisa menjamin, kalau hanya 6 jam. Sebab orang tersebut sangat sibuk sekali, dan dia pun tidak akan mau bekerja dari ruangan ini."
"Dia hanya mau bekerja dari ruangannya sendiri. Apakah kau paham?" Tanya Austin menegaskan posisi hacker tersebut, yang tidak mau nama serta wajahnya dikenal oleh orang lain
"Lalu bagaimana cara kerjanya, kalau dia tidak mau datang ke sini?. Apakah dia bisa mengerjakan dari tempat lain?" Tanya bodoh Tommy pada Austin
"Itu hal mudah bagi hacker tersebut, apalagi hal sekecil ini, bagi dia tidak ada apa apanya!" Jawab Austin geli, karena rencananya sebentar lagi akan berhasil
"Baik!. Aku setuju dengan usul mu. Jadi bagaimana kelanjutannya?" Tanya Tommy seperti orang bodoh
"Kau biarkan aku pergi ke tempatnya. Aku jamin!, aku tidak akan melarikan diri, karena apabila aku melakukannya, anak buah mu bisa mencariku di sekitaran Paris ini!"
"Apakah kata katamu bisa dipercaya?" Tanya Tommy khawatir
"Aku Austin, orang yang tidak pernah menarik kata katanya kembali!. Apabila sudah berjanji, maka tetap akan ditepati!" Jawabnya tegas
__ADS_1
"Baik!. Aku akan melepaskan mu, tapi dengan syarat!, kau tetap harus dikawal oleh salah seorang anak buahku!. Bagaimana?" Usul Tommy, agar tidak kehilangan tawanannya tersebut
"Aku khawatir orang itu tidak akan mengizinkan dia masuk, karena tak seorangpun yang boleh tahu di mana dia tinggal!" Sanggah Austin berkata jujur
"Sial!. Bagaimana aku bisa mengetahui nama juga lokasi hacker itu, jika tidak ada seorangpun yang diperbolehkan untuk kesana?" Batin Tommy dalam hati
Sebenarnya dia mengucapkan kata setuju tadi, karena ingin mengetahui posisi hacker tersebut, agar suatu hari nanti, dia bisa membujuk serta merekrut hacker itu, untuk bekerja padanya
Tapi bila tidak seorang pun diizinkan untuk mengikuti Austin, maka harapannya mungkin tidak bisa terkabul
"Atau begini saja!. Kau akan diantar sampai ke tempat tujuan. Dalam radius 200 atau 300 meter dari tempat orang tersebut, kau baru akan diturunkan!" Ucap Tommy mencoba bernegosiasi dengan Austin
"Aku tetap tidak setuju, karena aku yakin, kau pasti akan memanfaatkan celah ini, untuk mendapatkan orang tersebut!" Bantah Austin tegas
"Oke! oke!. Sekarang terserah mu. Tapi ingat!, nyawa mu ada di tangan ku, karena mata mata ku, ada di mana mana!" Ancam Tommy serius
"Baiklah kalau begitu. Ingat! jangan mengikuti ku!, karena aku tahu apa yang ada di dalam hatimu itu Tommy!" Ucap Austin terus terang
"Terserah kau saja. Pergilah!
"Baik!" Jawab Austin tegas
Sepeninggal Austin, Tommy memerintahkan kepada 7 orang hacker nya, untuk memantau lokasi Austin. Jika mereka tidak mau, maka saat itu juga, Tommy akan membunuh mereka
"Gunakan komputer lain, dan lacak keberadaan guru kalian itu. sekarang!" Perintah Tommy tegas
"Kau kerjakan saja perintahku, Jangan membantah!" Ucap nya marah
"Baik tuan!" Jawab ketua hacker tersebut patuh
***
Mengapa kepanikan itu bisa terjadi di pihak Tommy, dan database organisasi juga perusahaannya bisa diambil alih oleh orang orang nya Dion?
Bukankah mereka tidak berbuat apa apa pada perusahaannya di Eropa itu?. Tapi kenapa Dion bisa tahu rencana nya, sampai memblokir database perusahaan milik Tommy tersebut
Ternyata itu hasil dari perbuatan Edmund dan anak buahnya, saat mereka diinterogasi oleh Robin dan yang lain. Tanpa kesulitan, Tim penyidik Birawa Group, mendapatkan jawaban dari setiap pertanyaan, yang diajukan pada Edmund dan anak buahnya tersebut dengan mudah
Di bawah todongan senjata api dan senjata tajam, yang siap kapan saja dimuntahkan pelurunya, juga dilesakkan ke tubuh mereka, akhirnya Edmund menceritakan kejadian yang sebenarnya
Dalam interogasi tersebut Edmund mengakui, bahwa dia adalah mantan narapidana, dan saat ini sedang tersandung kasus pembobolan akun bank pengusaha kota Paris, dan saat ini juga, masih dalam masa percobaan pembebasan
Beberapa hari sebelum kejadian pencegatan itu terjadi, pihak Tommy menghubunginya, melalui orang kepercayaan Tommy, dan menugaskan kepada nya, untuk mencegat atau merampok tim ekspedisi Birawa Group, di perbatasan Prancis Belgia
__ADS_1
Niat Tommy membayar mereka dengan bayaran tinggi, karena ingin menyusupkan Edmund dan orang orangnya, ke dalam perusahaan Birawa Group, dan ditugaskan untuk memecah belah orang orang di dalamnya
Tugas utama mereka adalah, untuk mencari informasi tentang perusahaan, dan jika memungkinkan akan merebutnya, atau membuat perusahaan tersebut hengkang dari kota Paris
Mendapat penjelasan seperti itu, Robin, Eric dan yang lainnya menjadi marah. Tanpa membuang waktu lagi, Robin segera menghubungi Dion, dan menceritakan apa yang terjadi pada perusahaan nya di kota Paris tersebut
Kebetulan saat Robin melaporkan masalah itu, Dion sedang berada di ruang operator, bersama dengan kakeknya, Deon, Iron, Hans dan tentu saja Rams
Setelah mendapatkan laporan itu, Dion langsung memerintahkan kepada Rams, untuk mencari informasi tentang Tommy, berikut organisasi dan perusahaannya
Mendapat perintah itu, Rams langsung mengetikkan sesuatu di komputernya. Dalam sekejap, database perusahaan juga organisasi milik Tommy itu, terpampang di layar komputer, yang saat ini sedang dioperasikan oleh Rams tersebut
Tidak cukup sampai disitu saja, Rams atas perintah gurunya, mengirimkan virus yang sangat berbahaya, dan tidak akan bisa dipecahkan oleh siapapun, kecuali oleh Deon, si pembuatnya itu
Virus yang dikirimkan oleh Deon melalui Rams, berbentuk notifikasi, mirip sebuah peringatan, dan langsung dimasukkan kedalam database perusahaan Tommy tersebut
Sekarang kendali atas database perusahaan dan organisasi milik Tommy, telah berada di tangan Dion. Kapan saja dia mau, maka perusahaan Tommy akan hancur dalam sekejap mata
Sesaat setelah dikirimkan virus itulah, terjadi kepanikan pada 7 orang hacker yang dipekerjakan oleh Tommy di perusahaannya tersebut
Berbagai macam upaya mereka lakukan, sesuai dengan kode etik pengetahuan mereka tentang komputer, dan semua bentuk coding yang umum digunakan di dunia, mereka coba kan untuk menangkis virus tersebut
Tapi sekeras apapun usaha mereka, virus itu tetap tidak bisa disingkirkan, apalagi dibunuh
Karena tidak mau disalahkan, maka salah seorang di antara mereka melaporkan kejadian itu kepada Tommy, dan seperti yang diceritakan sebelumnya, Tommy juga panik, yang pada akhirnya memanggil Austin untuk datang ke tempat itu
Austin Dengan cerdiknya mengatakan, bahwa dia tidak mampu menangkis virus itu, dan mengusulkan agar mencari orang yang mampu mengatasi virus tersebut. Tetapi sejujurnya di dalam hatinya mengatakan, bahwa ia ingin melepaskan diri dari cengkraman Tommy
Pada akhirnya, rencana Austin berjalan dengan lancar, dan saat ini, dia sedang berada di pintu gerbang perusahaan ekspor impor milik Birawa Group, untuk meminta perlindungan pada orang orangnya
"Berhenti!" Ucap seorang pengawal pada Austin sedikit keras
"Oh maaf!. Saya lupa meminta izin pada kalian. Saya Austin, mantan anak buah Benyamin dulu. Bisakah saya bertemu dengan pimpinan kalian?" Ucap Austin ramah, pada pengawal pintu gerbang perusahaan tersebut
"Tunggu disini!, saya akan menghubungi bos Robin dulu." Jawab seorang pengawal tersebut juga bersikap ramah, tapi dua orang diantara mereka mendekati Austin dan memeriksa tubuh Austin dengan alat detektor
Tak lama kemudian, datang dua orang pengawal yang lain, mendekati pintu gerbang, dan mengatakan kepada penjaga, agar orang yang bernama Austin itu diizinkan masuk
Tanpa menunggu waktu lama, Austin sudah berada di ruangan khusus tamu, yang dipasangi CCTV di setiap sudutnya
Kedatangan Austin tentu saja mengagetkan Robin dan orang orangnya. Dengan cepat Robin berkata, sekaligus bertanya pada Austin
"Aku mendengar berita tentang mu dari Rams, dan juga tuan besar Dion. Katanya anda pernah bekerja di Birawa Group. Apakah itu benar?" Tanya Robin ingin tahu
__ADS_1
"Benar!. Saya memang pernah bekerja pada tuan Birawa, bersama dengan Deon, sang legenda cyber itu. Tapi karena saya menghianati perusahaan, terutama pada Deon tersebut, maka saya dipecat, dan dikeluarkan dari perusahaan, tanpa saya hadir waktu itu. karena saya sudah melarikan diri ke luar negeri." Jawab Austin apa adanya
"Lalu apa maksud kedatangan mu kesini?" Tanya Robin dengan aura mengintimidasi