
"Boleh!. Tapi setelah dia menjawab semua yang ingin kami tahu."
"Setelah itu, kau bisa melakukan apa saja pada tubuh tidak berguna ini!" Jawab Dion terkesan mengisyaratkan akhir dari hidup Aminata
"Baik tuan besar!"Jawab Bumi patuh
"Eric dan juga kalian!. Cepat bantu para pengawal lain, untuk mengamankan lokasi pertempuran. Sekaligus membersihkan sisa sisa puing bangunan yang roboh!"
"Siap laksanakan tuan besar!" Jawab anak buahnya serempak, Kemudian meminta izin untuk meninggalkan tempat tersebut dengan segera
"Sekarang kita hanya tinggal berlima. Sebelum kau mati, apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan Nata?" Tanya Dion dengan suara penuh wibawa
"Tidak perlu!"
"Aku tidak takut walau kalian ancam dengan cara apapun!"
"Kalau ingin bunuh ya bunuh saja! jangan banyak omong seperti itu!" Jawab Aminata bersikap sombong
"Mau mati!. tidak akan semudah itu pecundang!"
"Kau harus di siksa dulu, agar merasakan bagaimana pedihnya siksa neraka."
"Perbuatan mu ini telah banyak menelan korban, bukan hanya bangunannnya saja yang hancur, tapi para penghuninya juga telah banyak menjadi korban."
"Bahkan ada laporan masuk. delapan orang warga, dan satu tamu penting kota B, sudah dipastikan meninggal dunia, akibat dari perbuatan mu itu."
"Jadi mimpi kalau kau akan mati dengan cara mudah!"
"Kau harus di siksa dulu. agar turut merasakan penderitaan korban korban dendam busuk mu itu!" Ucap Dion dengan ekspresi geram
"Hahahaha!. Lakukan kalau kau berani!"
"Tapi ingat! Turangga sepupuku, kakak dari orang yang kalian bunuh barusan tadi. akan membalaskan dendam kalian semua!"
"Perlu kau tahu!. Sifat nya sangat brutal, lebih brutal dari yang kalian bayangkan!"
"Aku yakin!. Kehancuran yang akan kalian derita, bakal lebih besar dari apa yang telah kami lakukan!" Ucap Aminata terkesan mengancam
"Dimana dia tinggal?" Tanya Dion ingin tahu
"Kau tunggu saja di sini!. Dia yang akan datang sendiri mencari kalian!" Jawab Aminata tetap bersikukuh tidak mau menjawab
"Bawa dia ke tempat pembakaran sampah! dan bakar dia sampai *****!" Perintah Dion secara tegas
"Baik tuan besar!" Jawab Iron dan dua pengawal lain patuh, kemudian menangkap tangan Aminata secara kasar
"Apa yang akan kalian lakukan?. Tolong jangan bakar aku!. Aku takut dengan api" Respon Aminata tiba tiba
"Bukankah kau mengatakan, bahwa kau tidak takut dengan ancaman apapun?"
"Tapi mengapa begitu mendengar api, kau menjadi sangat ketakutan seperti itu?" Tanya Dion penasaran
"Sejak kecil aku memang takut api, karena pernah terbakar tangannya waktu itu. Jadi sampai sekarang aku trauma sekali jika mendengar tentang api!" Jawab Aminata apa adanya
"Jadi tolong jangan bakar aku!."
"Kalian boleh membunuhku dengan cara lain, asal jangan dengan api, aku mohon!" Pintanya memelas
"Tetap Bawa dia!. dan jangan pedulikan permohonannya itu!" Ucap Dion memberi penegasan pada anak buahnya untuk tetap bertenidak
"Tolong ampuni aku!. Aku akan memberi tahu siapa dan di mana si Turangga sepupuku itu!" Ucap Aminata memelas
"Baik!. Aku akan menunda dan mengganti hukuman buat mu. Sekarang katakan di mana Turangga yang kau sebut brutal tersebut!" Jawab Dion tegas
"Dia ada di kota S. distrik Ts"
"Sehari hari dia dikenal sebagai pengusaha, dan tokoh masyarakat yang paling berpengaruh di sana karena kekayaannya."
"Selain pengusaha dan tokoh masyarakat, dia juga dikenal sebagai pemilik apartemen serta hotel, dan masih banyak lagi usaha yang dijalaninya"
"Salah satu hotel besar yang di dia ada menanam saham nya adalah hotel S, dan apartemen terkenal TR." Ucap Aminata panjang lebar
"Aku tidak perlu informasi secara detail seperti itu!.Cukup kau sebutkan saja dimana dia tinggal!" Tanya Dion dengan suara dingin
__ADS_1
"Apartemen TR!" Jawab Aminata cepat
"Anak baik!. Sekarang tugas mu sudah selesai dan sudah boleh jalan jalan ke surga ya!" Ucap Dion sambil tersenyum sinis
"Tolong lepaskan aku!" Rengek Aminata ketakutan ketika melihat seringaI tipis dari mulut Dion
"Baiklah!. Aku akan melepaskan mu, tapi setelah nyawa mu lepas dari badan." Jawab Dion penuh misterius, kemudian berkata lagi
"Bumi!. Lakukan tugas mu!' Ucap Dion tegas. Kemudian meninggalkan tempat itu dengan diiringi oleh tuan Birawa juga Iron
"Dasar badjingan!. Janjimu tidak bisa dipegang!' Teriak Aminata kuat
Byur! byur!
Tiba tiba saja tubuh renta Aminata disiram dengan suatu cairan, yang berbau menyengat, kemungkinan bensin atau petrolium
Setelah itu, tubuhnya di seret secara paksa oleh Bumi dan satu anak buahnya, untuk di bawa ke tempat pembakaran sampah atau benda benda padat lainnya
"Tolong jangan bakar aku! aku takut dengan api!"
"Bunuh saja aku dengan memenggal kepala, atau tusuk dengan pedang, tapi jangan dengan api!" Ucap Aminata memohon mohon
Tapi Bumi dan anak buahnya itu tetap tidak peduli. Mereka berdua tetap menyeret tubuh Amianta yang telah basah kuyup tersebut
Begitu sampai di tungku pembakaran, tubuhnya segera dilemparkan oleh keduanya, hingga tepat masuk kedalam tungku pembakaran itu
Dalam sekejap mata, bunyi gemeretak benda terbakar terdengar, dan bau menyengat segera menyebar di sekitar situ. Untung cerobong asapnya cukup tinggi, hingga tidak membuat baunya menyebar di sekitaran villa
Dari dalam tungku pembakaran, terdengar sebuah suara bernada ancaman, di sela sela suara menjerit kesakitan
"Aku akan menghantui mu dan akan membunuh kalian semua!" Teriaknya lantang, kemudian senyap tidak berbunyi lagi
"Ayo kita kembali, dan bergabung dengan tuan besar serta yang lainnya!" Ucap Bumi tegas pada anak buahnya
"Baik komandan!" Jawab anak buahnya tegas dan patuh
***
Sementara itu di kubu Burgon. Kejadian penghadangan masih saja terjadi, di sepanjang jalan lintas S tersebut
Kelompok penghadang tersebut jumlahnya cukup banyak, bahkan mereka mempunyai pos seperti rumah rumah tempat tinggal, tapi isinya sampah semua
Jika yang melawati tempat tempat itu, truk truk biasa yang bermuatan bahan makanan pokok, atau mobil mobil biasa lainnya, mereka tidak akan mau mengusik, tapi bila yang lewat adalah truk ekspedisi bermuatan semen, mereka tetap akan menyetopnya
"Berhenti!" Teriak salah seorang diantara mereka dengan suara keras
"Cepat arahkan truk truk ini kedalam, dan jangan melawan!" Ucapnya lagi
Burgon yang mendapat perintah seperti itu hanya diam saja, tapi melalui sambungan earpiece, dia memerintahkan pada anak buahnya agar menuruti perintah dari orang tersebut
Kini seluruh truk truk besar tim ekspedisi, termasuk dengan belasan mobil jeep, telah masuk seluruhnya kedalam bangunan komplek pemukiman penjahat itu
Orang orang yang kebetulan lewat di jalan tersebut, menggunjing satu sama lain, membicarakan akan nasib tim ekspedisi yang diketuai oleh Burgon
Mereka tahu apa resiko yang akan di hadapi, kalau sudah masuk kedalam tempat itu
Tapi mereka hanya bisa berkata dalam hati, dan tidak berani berbicara terang terangan. mereka takut terlibat dalam komplik internal diantara mereka
"Cepat semuanya turun!" Peritah orang itu lagi dengan suara lantang
Burgon yang menjadi ketua tim segera turun, begitu juga dengan seluruh sopir beserta penumpangnya, tapi tiga buah truk besar yang berisi puluhan, bahkan ratusan pengawal tidak ikut turun
Mereka akan turun setelah kondisi tidak terkendali
"Katakan dengan cara bagaimana kalian bisa sampai di titik ke tujuh ini?"
"Apakah kalian telah menerobos, atau telah membayar biaya keamanan pada mereka?" Tanya orang tersebut dengan suara garang
"Kalau boleh tahu, dengan siapa saya sedang berhadapan?" Tanya Burgon dengan suara sesopan mungkin, dan tidak langsung menjawab pertanyaan dari orang itu tadi
"Aku Risman, Komandan utama di sini. sekaligus penguasa kedua setelah orang tua Maringgih itu!' Jawab Risman berterus terang
"Lalu ada keperluan apa kau menghentikan perjalanan kami, ketika kami sedang menjalankan tugas?" Tanya Burgon dengan suara tegasnya tersebut
__ADS_1
"Setiap truk truk semen yang akan keluar dari pulau S ini, harus mendapat legalitas dari kami, dengan cara membayar iuran keamanan."
"Setiap zak semen yang dibawa, harus membayar 5 sampai 10 ribu rupiah, Jadi jika kalian membawa ribuan zak saat ini, maka hitunglah sendiri berapa biaya keamanan yang harus kalian bayarkan!' Jawab Risman apa adanya
"Bagaimana jika kami menolak ketentuan itu?" Tanya Burgon cepat, sambil tersenyum sinis kearah Risman
"Kau dan anak buah mu. tidak akan bisa meninggalkan tempat ini hidup hidup!" Jawab Risman bernada ancaman
"Benarkah?"Respon Burgon singkat, sambil tersenyum sinis
"Badjingan!. Kau ingin dihajar ya!" Jawab Risman emosi
"Anak anak!. Cepat tangkap mereka dan ikat di tiang tiang itu, aku ingin melihat sampai dimana keberanian orang ini!" Perintahnya tegas pada anak buahnya
"Tunggu dulu!. Apakah masalah ini tidak bisa di bicarakan dengan baik baik?. karena aku kasihan akan nasib anak buah mu yang ada ini."
"Aku lihat mereka sudah cukup tertekan berjaga di tempat ini."
"Bukankah kalian juga punya keluarga?"
"Bagaimana kalau kalian mati terbunuh di sini, tentu keluarga kalian akan menangisi kepergian kalian yang sia sia itu?" Ucap Burgon dengan lantangnya
"Jangan kau nasehati kami!. Kami tahu apa yang harus kami lakukan saat ini!" Jawab Risman marah, kesal dan geram
Baru kali ini dia menjumpai, ada rombongan tim ekspedisi, yang tidak takut terhadap gertakan mereka, dan tidak mau menuruti perintahnya pula
Menyadari akan hal itu, kembali dia memerintahkan pada ratusan anak buahnya, untuk segera mengepung dan menangkap Burgon, beserta anak buahnya untuk mereka adili
Tapi Burgon tidak bereaksi. dia hanya berdiri diam dengan seringai tipis terukir di mulutnya
Namun setelah beberapa orang orang itu mendekat, dengan gerakan cepat bagai kilat, tendangan kakinya melayang, dan mengenai satu diantara orang yang berniat ingin menangkapnya tersebut
Sontak saja kejadian itu mengejutkan Risman dan anak buahnya, dimana orang yang ditendang tadi mati saat itu juga. karena dadanya remuk, dan jantungnya terhimpit oleh tulang tulang dadanya
Sekian detik berlalu setelah kejadian, tapi Risman belum juga bereaksi, Namun setelah tersadar, dia kembali berkata.
"Berani nya kau membunuh anak buah ku!"Teriaknya lantang
"Kenapa tidak?. Kalau kau ingin mati seperti dia, ayo serang aku, dan susul anak buah mu itu!" Respon Burgon dengan tenangnya
"Tunggu apa lagi!. Cepat habisi mereka!" Reaksi Risman marah dan segera meluruh kearah Burgon, dengan melancarkan tinju kuatnya kearah wajah lawannya
"Orang baru belajar hidup sudah berani melawan ku!" Ucap Burgon bernada ancaman. Kemudian menangkis serangan dari Risman dan melontarkan tubuhnya dengan sekali dorong
Tak lama sesudah itu, ratusan pengawal yang berada di dalan tiga buah truk pun keluar, dan bergabugn dengan para pengawal lainnya
Melihat begitu banyaknya orang yang ada dalam tim ekspedisi itu, yang keluar dari dalam truk truk tersebut, membuat hati Risman manjadi ragu, kemudian berkata.
"Tunggu!. Siapa kalian sebenarnya?"
"Kenapa kalian membawa begitu banyak pasukan?"
"Apakah kalian adalah orang yang sama, yang menghabisi orang orang ku?" Tanya Risman dengan lutut gemetar
"Seratus untuk mu!. Kami adalah para pengawal tuan besar Dion Mahesa Birawa, pemilik Birawa Group, yang ditugaskan untuk mengangkut semen semen ini, untuk kami bawa ke pulau J!" Jawab Burgon apa adanya
"Sedangkan aku sendiri adalah Burgon, yang biasa orang kenal dengan sebutan si mata dewa!' Ucap dan jawabnya berterus terang, dan terkesan ingin menegaskan siapa mereka sebenarnya, agar Risman berpikir dua kali, jika ingin berurusan dengan mereka
"Apa!. bagaimana mungkin?" Reaksi Risman mulai takut
"Informasi yang aku dengan dari pak tua, mengatakan bahwa kalian hanya pedagang biasa, yang ingin mencoba meraih keuntungan dari berjualan semen."
"Tapi mengapa kau mengatakan, bahwa kalian adalah orang orang nya tuan yang kau sebutkan tadi?"
"Apakah kau kenal dengan tuan kami?' Tanya Burgon terkesan menguji
"Siapa yang tidak kenal dengannya!. Seorang pengusaha besar dunia, sekaligus pendekar mumpuni dari tanah J!" Jawab Risman berterus terang
"Lalu setelah kau tahu tentang kami, dan siapa yang menginginkan semen semen itu, apakah kau masih tetap meminta uang keamanan?" Tanya Burgon dengan suara penuh intimidasi
"Kami tidak berani tuan!'
"Silakan tuan bawa semen semen ini!. Aku jamin perjalanan tuan akan selamat sampai tujuan!' Jawab Risman cepat sambil menunduk ketakutan
__ADS_1
"Aku tidak perlu jaminan dari mu!. Tapi kami ingin kalian mati!"