
"Mungkin dia mendapatkannya secara tidak sengaja. karena berdasarkan hasil pencarian ku, orang tersebut tidak memasuki gua, tapi hanya berada di sekitaran lerengnya saja." Jawab Dragon apa adanya
"Penatua desa!. Apakah bukit yang dikatakan oleh anak ku itu masih termasuk wilayah desa ini?" Tanya Dion mengalihkan perhatiannya pada Benoa
"Benar tuan besar!. Bahkan beberapa bukit lagi juga masuk wilayah desa ini." Jawab kepala desa berterus terang
"Sudah berapa lama kau menjadi kepala desa, dan apakah kau penduduk asli sini?" Tanya Dion menyelidik
Dug!
Jantung Benoa tiba tiba berdegup kencang, ketika ditanyakan hal seperti itu. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut, tapi malah mengalihkan perhatiannya pada penduduk desa, terutama pada enam orang penyihir itu. Entah apa yang dipikirkannya
Tapi tak lama kemudian dia membuka suara. "Sebenarnya, saya bukan asli penduduk desa ini tuan, tapi berasal dari desa sebelah!"
"Karena merasa tidak betah tinggal di sana, dengan alasan tidak mempunyai mata pencarian tetap. Maka saya memutuskan pindah ke desa ini."
"Setahun setelah saya pindah, penduduk desa memilih ku untuk menjadi pemimpin mereka, dengan alasan pendidikan ku lebih tinggi dari mereka."
"Berdasarkan alasan itu, keputusannya, saya di percayakan oleh mereka, sebagai penatua desa ini, dan sudah bertugas selama kurang lebih empat tahun." Jawab Benoa berterus terang, tapi seperti ada yang disembunyikannya
"Lalu apakah kau tahu kalau keenam warga desa ini datang mengunjungi putra ku?" Tanya Dion penuh selidik lagi
"Kebetulan saya tidak tahu tuan besar, dan itu sangat saya sesalkan sekali!"
"Kenapa?" Tanya Dion penasaran
"Ka Ka karena hal itu bisa menyusahkan orang lain!" Jawab Benoa sekenanya saja
"Alasan yang tidak masuk akal!" Reaksi Dion kurang senang
"Draco!. Cari tahu masalah ini!. dan kau tahu apa yang harus dilakukan!" Ucap Dion penuh misteri
"Kebetulan sudah ayah!. Ternyata dia ada hubungannya dengan kelompok itu!"
"Kedudukannya adalah sebagai mata mata. Sekaligus penasehat bagi kelompok tersebut"
"Orang yang bernama Samatoa dan Mamboa juga orang orang nya."
"Mereka bertugas sebagai kurir, untuk menyebarkan berita itu, agar penduduk desa berbondong bondong datang ke sana, sebagai korban persembahan."
"Persembahan?. Apakah ada hal seperti itu di zaman modern ini?" Tanya Dion penasaran
"Ada ayah!. Raja siluman atau binatang buas yang ada di sana suka sekali memakan daging manusia, terutama organ tubuh seperti jantung dan hati mereka."
"Lalu anak balita?"
"Khusus untuk mereka tidak di apa apakan, malah di pelihara di suatu tempat untuk dibesarkan."
"Suatu saat nanti setelah mereka berusia sepuluh tahun baru di eksploitasi. Setelah itu baru digunakan sebagai persembahan." Jawab Dragon cukup jelas, hingga membuat seluruh orang yang ada di tempat itu menjadi marah, dan ingin sekali mengadili kepala desa, yang selama ini mereka hormati
"Apakah benar apa yang disampaikan oleh anak ku itu Benoa?" Tanya Dion dengan ekspresi marah
"Benar tuan besar!" Jawab Benoa berkata jujur
Dia tidak berani lagi berkata bohong. Karena akibatnya akan sangat mengerikan sekali. Sudah kepalang basah, ya sekalian mandi sekali. pikirnya
"Lalu bongkahan berlian yang ditemukan itu, apakah beritanya benar?" Tanya Dion terus menyelidik
"Sebenarnya itu bukan berlian tuan besar, tapi emas!"
"Sengaja bos besar kami menyuruh menyebarkan berita bohong, bahwa ada penemuan berlian di hutan larangan tersebut."
"Tujuannya?"
"Ya supaya orang berlomba lomba datang, dan mencari berlian itu!"
"Untuk apa?"
__ADS_1
"Seperti yang di katakan sebelumnya, bahwa orang yang masuk ke hutan itu akan dijadikan persembahan bagi binatang buas yang hidup di hutan tersebut."
"Apa benar begitu anak ku?"
"Benarkah ada binatang buas di hutan yang dia ceritakan itu?" Tanya Dion pula pada Dragon
"Memang ada ayah!. Cuma jumlahnya tidak begitu banyak. Hanya terdiri dari 30 han ekor serigala, 25 ekor harimau dan ratusan binatang berbisa lainnya, seperti ular, kalajengking dan lipan api."
"Selebihnya hanya binatang biasa saja!" Jawab Dragon apa adanya
"Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan di tempat itu Benoa?"
"Kenapa sampai menggunakan trik kotor seperti itu?"
"Bukankah jika kalian tidak menghebohkannya, keberadaan emas emas itu tidak akan di ketahui oleh orang lain?" Tanya Dion tidak habis pikir
"Mulanya memang demikian tuan besar. Tapi lama kelamaan bos besar kami tidak tahan, karena harus mempersembahkan hati juga jantung manusia setiap satu minggu sekali, dan itu harus diambil dari anak buahnya sendiri secara bergiliran."
"Maka dicarilah suatu cara, agar orang-orang kami tidak dikorbankan. Tapi harus mencari orang lain, yang dengan sukarela datang sendiri ke tempat tersebut untuk mengorbankan dirinya."
"Kami yakin, apabila isu adanya berlian di dalam hutan tersebut akan mengundang orang lain untuk datang, dan perkiraan kami ternyata benar."
"Satu hari setelah berita itu disebarkan, maka berbondong bondong lah orang orang dari 3 desa, untuk memasuki hutan tersebut, dan mencari bongkahan berlian seperti yang diberitakan!"
"Bukan hanya dari 3 desa itu saja yang tergiur dengan penemuan itu. Tapi para pengais rezeki dadakan, yang datang dari luar daerah, juga berbondong-bondong datang ke sana!"
"Namun semuanya mati dengan cara yang mengenaskan!"
"Lalu apa hubungannya para penyihir ini dengan kondisi tersebut?" Tanya Dion lagi
"Karakteristik penduduk desa ini, sangat percaya kepada hal-hal mistis."
"Oleh karena itu, pemimpin besar kami berinisiatif, mendatangkan para penyihir, seperti mereka berenam itu, begitu juga di tempat lain."
"Tugas mereka adalah menakut nakuti, dan membuat suatu situasi yang berupa teror dan isu-isu negatif ketika sedang beraksi."
"Tapi ketika datang anak tuan juga orang orangnya, kami tidak bisa lagi berbuat apa apa!"
"Bahkan enam penyihir, ketua Haraga, juga pengikut pengikut nya dibuat tidak berdaya."
"Sekarang mereka semua ada disini, dan rahasia terbesarku juga sudah terbongkar"
"Sekarang kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi tuan besar!"
"Tapi mohon ampuni kami, karena kami juga punya keluarga!" Ucap Benoa cukup panjang sekali, menjelaskan kronologi kejadian tersebut dari awal sampai akhir
"Apakah hanya kau saja yang mempunyai keluarga Benoa?. Bukankah penduduk desa ini juga punya?"
"Lalu kenapa tega-teganya kau mengorbankan mereka, hanya karena ambisi dari kelompok kalian tersebut?" Bantah Dion berasa tidak senang
"Kami tahu itu tuan besar!, tapi kami terpaksa melakukannya!" Jawab Benoa asal bicara saja
"Dasar manusia hina, rendah!" Ucap Bumi geram sekali. Kemudian..
Plak!
Bam!
Tubuh Benoa terpental jauh, akibat ditampar oleh Bumi, dan berhenti ketika menabrak penduduk desa
"Hajar dia!. Jangan beri kesempatan dia hidup!"
"Selama ini dia telah membohongi kita, dengan berpura-pura baik, dan menjadi kepala desa!"
"Ternyata dia adalah iblis! Monster yang sebenar benarnya monster!" Teriak beberapa warga desa. Lalu melampiaskan emosinya, dengan menendang tubuh serta menampar wajah Benoa
Bug!
__ADS_1
Bug!
Plak!
"Bunuh mereka semua!" Teriak seorang warga memotivasi temannya yang lain. Dan tiba tiba warga desa yang ada didalam balai desa tersebut, meluruh ke arah Benoa, Haraga dan anak buahnya tanpa bisa dicegah lagi
Bug!
Bug!
Peletak!
Des!
Bam!
Situasi menjadi kacau. Dion tidak mampu meredakan keadaan itu, lalu memandang pada anaknya
Draco yang dipandang seperti itu menjadi paham. kemudian merilis satu kekuatan, yaitu formasi penguncian
Mendadak orang yang sedang memukuli, menendang, melempar dan memukul tubuh Benoa, Haraga serta yang lain menjadi terdiam, dan berdiri kaku di tempatnya
Hanya tubuh Benoa yang tidak terkena ilusi tersebut, karena memang disengaja oleh Dragon. Sudah sejak awal Dragon memasang formasi di tubuh juga kepala Benoa tanpa dia sadari
Dengan formasi tersebut, Benoa menjadi lancar lancar saja bicara, ketika membuka rahasia yang sebenarnya tidak mau dia katakan. Tapi entah mengapa, hati dan pikirannya ingin mengatakan kronologi yang sesungguhnya. Maka terjadilah hal seperti itu
Dion, Dragon juga orang orangnya yang berjumlah banyak itu, termasuk para penduduk desa, akhirnya menjadi tahu, bahwa sebenarnya isu tentang bongkahan berlian itu adalah hoax semata
Yang sebenarnya adalah, bongkahan berlian itu bukan asli, tapi merupakan bongkahan emas yang memang ada di dalam hutan larangan tersebut
"Bawa Benoa juga Haraga ke mari!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik!" Jawab anak buahnya patuh. Kemudian mengerjakan seperti apa yang diperintahkan oleh Dion
"Sekarang kami sudah tahu, bahwa selama ini kau telah berbohong pada penduduk desa!"
"Bongkahan berlian yang anak buah mu katakan itu, juga bohong semata!"
"Tapi yang tidak bisa kau bohongi adalah, adanya dua kelompok lagi di desa tetangga!"
"Apakah kau bisa mengatakan, siapa ketuanya, dan kenapa mereka memilih tempat itu untuk bersembunyi?" Tanya Dion sangat mengintimidasi sekali
"Oh ya hampir lupa!. Katakan juga, siapa bos besar kalian itu, biar aku bisa mendatanginya untuk memberi pelajaran!" Ucapnya lagi, dan semakin memberi penekanan aura intimidasi ke arah Benoa juga Haraga
Benoa berusaha mati-matian, untuk tidak menjawab pertanyaan dari Dion itu. Dia bertekad untuk tidak mengatakan, siapa dua kelompok yang ada di desa tetangga itu, apalagi mengatakan siapa ketua besarnya tersebut
Tapi pilihannya ternyata keliru. Sikap diam yang ditunjukkan oleh Benoa, membuat Robin sekali lagi menjadi marah, apalagi Bumi, yang keduanya memang terkenal sangat emosian sekali
Tanpa meminta izin kepada Dion maupun Dragon. Robin dan Bumi mendekati tubuh Benoa juga Haraga, dengan niat ingin melakukan sesuatu, yang bentuknya belum diketahui oleh semua orang yang ada di situ, kecuali Dion Dragon, juga Abhicandra
"Kalian berdua tinggal pilih!. mau mati dengan cara bagaimana, agar keluargamu tidak mengenali wajahmu lagi!" Ucap Robin penuh ancaman
"Kau bunuh pun aku tidak akan membuka rahasia, siapa mereka, apalagi bos besar ku itu!"
"Kalau mau bunuh! yang bunuh saja!"
"Jangan hanya menggertak seperti itu!" Ucap Benoa tegas, dan sudah menunjukkan sifat asli yang sebenarnya. Dia tidak penakut seperti yang dibayangkan oleh orang-orang selama ini
Sebenarnya dia sangat kesal sekali, karena 6 warga desa tersebut pergi tanpa meminta izin darinya untuk meminta bantuan, dan itu di luar perkiraannya
Tapi kepergian mereka secara diam-diam, karena naluri mereka mengatakan, jika kepala desa tahu, tentu usaha mereka akan dicegah
Entah mengapa mereka sudah mulai mencurigai kepala desa yang bernama Benoa tersebut, dan itu ternyata benar
Setelah Dragon juga Dion datang, maka terbongkarlah semua kedok yang selama ini disembunyikan oleh kepala desa mereka
"Baik!. Kalau kau tidak mau mengatakannya!. Coba rasakan yang ini!" Respon Bumi tidak bisa ditebak dan mulutnya menyeringai sangat menakutkan sekali
__ADS_1