
"Hei sampah!. Mau sampai kapan kau berdiri di situ?!"
"Katakan dengan cara bagaimana kau ingin mati?!" Ucap komandan Karlos menghina sekali
"Dengan sekali tamparan!" Jawab Bumi mencoba bersikap kalem
"Baik, jika itu mau mu!. Akan aku kabulkan!" Jawab Karlos enteng. Kemudian tanpa menunggu Bumi sampai ke hadapannya, dia berlari dengan kencang ke arah Bumi, dan langsung mengarahkan pukulan ke wajahnya
Wus!
"Hiaaat!"
Plak! plak!
"Arg!" Jerit kesakitan dari seseorang terdengar, ketika dengan telak wajahnya di tampar begitu kuatnya, hingga bunyinya terdengar di seantero ruangan tersebut
Bukan hanya itu saja, tubuhnya terpelanting akibat tamparan kuat tersebut, dan jatuh ke lantai arena, serta berguling guling saking kuatnya dorongan tamparan itu
Bajra Napoleon yang melihat hal tersebut, mulutnya mendadak terbuka lebar, dengan mata melotot, mulut melongo dan hati seakan tidak percaya
Komandan Karlos yang terkenal kuat setelah komandan satu dan dua, kalah hanya dalam satu tamparan
Tidak bisa dibayangkan, bagaimana kekuatan Bumi yang sesungguhnya. Belum lagi para pengawal yang lain
Memikirkan semua itu, timbul niat busuknya, dan akan di sampaikan setelah dia berhadapan dengan Dion
Tapi yang menjadi tanda tanya besar buat Bajra, kenapa racun pelumpuh syaraf yang di masukkan ke dalam makanan mereka tidak bereaksi, dan tidak berpengaruh pada lawan Karlos itu
Bahkan tubuhnya baik baik saja. Tidak ada tanda tanda keracunan atau terluka dalam
Tengah memikirkan semua itu, komandan Karlos bangkit kembali, dan langsung menelan sejenis obat kuat, yang dimasukkan kedalam mulutnya tanpa bantuan air
Beberapa saat kemudian, tubuh Karlos menegang, dan mengeluarkan keringat yang sangat banyak. Mendadak tubuhnya seperti bercahaya, dan jika dilihat kekuatannya bertambah 10 kali lipat dari kekuatannya semula
Dion yang melihat itu membatin dalam hati." Pantas selama ini tidak ada yang mampu mengalahkan Bajra dan anak buahnya!. Ternyata mereka melakukan hal hal licik, termasuk menggunakan obat untuk merangsang kekuatan anak buahnya" Batinnya
"Awan!. Berjaga jaga, siapa tahu Bumi mengalami kesulitan!"
"Turun dan bantu dia kalau ada yang ingin berbuat curang!" Ucap Dion dalam hati, yang diteruskan melalui pikiran ke komandan Awan
"Siap tuan besar!" Jawab Awan melalui pikirannya juga
"Sekali ini kau tidak akan lepas manusia sampah!"
"Kekuatanku sudah naik berkali kali lipat!"
"Hanya angin serangan ku saja, sudah mampu membuat tubuhmu hancur. Camkan itu!" Ucap Karlos jumawa, setelah tubuhnya mampu menguasai goncangan akibat pemakaian obat perangsang kuat tersebut
Tanpa membuang waktu lagi, tubuhnya berkelebat ke arah Bumi, dan seperti menghilang dari pandangan. Tiba tiba saja
Bug!. Bug!
"Hugh!" Teriak seseorang terdengar tertahan
Ternyata serangan cepat tersebut, sukses mengenai tubuh Bumi, hingga membuatnya mengeluh kesakitan, karena dada dan perutnya ditendang, serta ditumbuk lumayan kuat oleh Karlos
__ADS_1
Tubuhnya sempat terhuyung dan terdorong beberapa langkah ke belakang. Dalam ketidakseimbangan itu, lawan tidak memberi kesempatan lagi kepada Bumi untuk menstabilkan posisinya
Serangan cepat dan terarah dari Karlos, kembali mengenai tubuhnya, dan kali ini membuat tubuh Bumi ambruk ke lantai, serta berguling-guling di sana
Tidak mau lawannya lepas. Carlos melenting kan tubuhnya ke udara, dan mengarahkan kaki kanannya lurus ke bawah, untuk melesatkan tendangan lurusnya ke dada Bumi, dengan tujuan untuk mengakhiri hidupnya
Tapi bukan Bumi namanya kalau harus terkena serangan sebanyak tiga kali, akibat pemakaian obat yang di luar perkiraan itu
Menggunakan sisa tenaganya, Bumi melentingkan tubuhnya ketika dia sedang terbaring itu sedikit ke atas, dan dengan secepat kilat berpindah posisi, lalu melesakkan tendangan kuatnya ke arah dada lawan
Serangan yang tidak disangka-sangka tersebut, tidak bisa diantisipasi oleh Karlos, sehingga membuat tubuhnya yang sedang meluncur ke bawah itu, menjadi hilang keseimbangan, dan terdorong serta terpelanting ke belakang. Menabrak senjata yang ada di belakangnya
Tubuh yang tidak berdaya itu mendadak lemas, dan tidak bertenaga. Ternyata ujung tombak sepanjang 10 cm menembus punggungnya, dan hampir tembus ke dada. Saat itu juga Karlos mati dalam rasa penasarannya
Melihat kejadian itu, kakak angkat Karlos, Ramada menjadi berang, dan langsung meluruh ke arah Bumi dengan niat ingin membunuhnya
Tapi belum juga niatnya kesampaian. Tiba-tiba dari arah samping berkesiur angin yang cukup kuat, yang ternyata adalah serangan dari komandan Awan
Dia tidak terima, jika kondisi Bumi yang sudah lemah itu, di manfaatkan oleh Ramada untuk melumpuhkannya. Walau sebenarnya Bumi masih mampu untuk melawan Ramada tersebut
"Lawan mu adalah aku!. Biarkan kawanku beristirahat sejenak!"
"Kalau kau penasaran dengan kekuatannya!. lawan aku dulu!" Ucap Awan jumawa sekali
"Cih!. Beraninya cuma membokong dari belakang!" Ucap Ramada tidak terima
"Siapa yang ingin membokong mu?. Bukankah kau sendiri yang memulainya?"
"Saat kawan ku lengah, secara diam-diam kau menyerangnya dari belakang!"
"Lalu kenapa kau marah, ketika aku mencegah perbuatan licik mu itu?" Jawab Awan apa adanya
"Jangan banyak bacot!. Hadapi aku jika berani!" Ucap Ramada dengan ekspresi marah
"Siapa takut?!. Bukankah sejak dari tadi, aku sudah siap untuk menghadapi mu?" Jawab Awan cuek
"Jangan salahkan aku, jika harus mematahkan tangan mu, atau bahkan mengambil nyawa busuk mu itu!" Sambut Ramada dengan ancaman yang serius
"Kita lihat saja!. Kau atau aku yang akan mati!"Jawab Awan siap, menyambut pertarungan atau duel 1 lawan 1
Sementara itu, Bajra Napoleon, yang melihat tubuh calon lawan dari komandan Ramada tersebut tidak lemah atau terluka, kembali menjadi keheranan
Dalam hatinya berkata." Bagaimana mungkin tubuh orang tersebut masih baik-baik saja?"
"Apakah racun pelumpuh syaraf, yang dimasukkan ke dalam minuman dan makanan yang telah dimakan oleh mereka, tidak bekerja dengan baik?"
"Padahal sedikit saja jika orang memakannya, tubuh orang tersebut akan lumpuh saat itu juga."
"Tapi kenapa orang-orang itu tidak terpengaruh oleh racun yang ku berikan?"
"Padahal jelas-jelas aku melihat sendiri, bagaimana ahli racun ku, memasukkan obat tersebut ke dalam minuman dan makanan yang dimakan oleh mereka?" Batinnya dalam hati
"Siapa sebenarnya orang-orang yang sedang kami hadapi ini?"
"Kekuatan mereka sangat besar sekali!"
__ADS_1
"Jika anak buah ku tidak mengkonsumsi obat kuat, aku yakin dalam sekejap saja, mereka semua akan dihabisi, mungkin termasuk diriku juga!" Batinnya lagi. Kemudian mengarahkan pandangannya ke tengah arena
Sementara itu, duel antara Ramada dengan komandan awan sudah berlangsung cukup sengit
Masing-masing sudah mengeluarkan jurus terbaiknya. Tapi sampai sejauh ini, belum ada yang terkena jurus lawannya. Hingga pada suatu ketika, tendangan menyamping yang dilancarkan oleh komandan Ramada, mengenai bahu kiri dari Awan, hingga membuatnya terdorong sedikit ke samping dan hampir terjatuh
Melihat serangannya berhasil, Komandan Ramada menjadi bersemangat kembali. Dengan kekuatan penuh, dia melancarkan tendangan silang kanan dan kiri secara cepat , untuk membuat tubuh lawannya roboh, atau jika memungkinkan mati
Berkali kaki tendangan yang dilancarkan oleh Komandan Ramada itu, berhasil mengenai tubuh komandan Awan, walau tidak begitu telak mengenainya, tapi sempat membuatnya kerepotan
Dion yang melihat itu mengernyitkan alisnya pertanda heran. Kenapa anak buahnya tidak mampu mengantisipasi serangan yang tergolong lemah tersebut
Seorang komandan Awan, dibuat kewalahan oleh serangan lawannya. Itu semua menjadi tanda tanya bagi Dion dan anak buahnya yang lain
Geram karena berkali-kali mendapatkan serangan dan sudah 5 kali mengenainya, membuat Awan menjadi marah serta geram
Akhirnya dia menyadari, sikapnya yang meremehkan lawan, menjadi bumerang baginya. hingga terkena serangan seperti itu
Tidak mau kecolongan lagi, Awan segera bersikap serius, dengan melancarkan serangan yang cukup mematikan ke arah tubuh lawan
Berkat keseriusannya itu, dan tidak lagi menganggap remeh lawan, serangan yang dilancarkan oleh awan, sukses mengenai tubuh komandan Ramada, dan membuatnya terjatuh ke lantai
Darah segar terlihat keluar dari mulutnya, akibat terkena tumbukan yang cukup kuat di daerah dada, hingga membuat nafasnya menjadi sesak
Bajra yang melihat itu menjadi geram. Kemudian memberi kode kepada komandan Ramada, untuk melaksanakan serangan rahasianya ke arah Awan
Tanpa membuang waktu lagi, dan mengerti dengan kode yang diberikan oleh tuan muda mereka, Ramada kembali bangkit, dan menepuk-nepuk bajunya, seolah-olah sedang membersihkan debu yang menempel di sana. Tetapi sebenarnya itu adalah taktiknya untuk menaburkan racun pelumpuh syaraf ke udara, dengan harapan agar Awan menghirupnya
Segera setelah itu, racun pelumpuh saraf yang tidak berbau dan berwarna tersebut, menyebar di udara, dan menuju ke arah Awan
Kini keadaan Awan benar benar terancam. Jika dia sempat menghirup udara beracun tersebut, maka dijamin tubuhnya akan menjadi lemah, dan mudah untuk dihabisi oleh lawan
Dion, Abhicandra serta dewa obat, juga kaisar perang Adiwilaga, melihat ketidak beresan itu, kemudian bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke arah Bajra lalu berkata
"Bukankah ini hanya pertandingan persahabatan?. Tapi kenapa anak buahmu menggunakan racun pelumpuh saraf tersebut?" Ucap Dion bernada marah
"Hahahaha!. Bukankah makanan dan minuman yang kalian minum tadi, itu juga beracun?"
"Tapi sepertinya kalian tidak terpengaruh olehnya!"
"Tapi kali ini kalian tidak akan selamat lagi!"
"Orang yang sedang berhadapan dengan orang mu itu, adalah Ramada, seorang ahli racun nomor satu di di dunia!"
"Tidak ada yang luput dari serangan racunnya tersebut!"
"Jika kalian tidak mati atau terluka, berarti kalian cukup hebat!"
"Tapi sekarang tidak akan lagi!"
"Kalian semua akan mati!. karena udara di ruangan ini sudah dicemari racun!"
"Sedangkan hal itu tidak berpengaruh bagi kami, karena kami sudah meminum penangkal racun tersebut!"
"Sekarang terima lah nasib kalian!. Mati keracunan di rumahku ini!" Jawab Bajra Napoleon sangat yakin sekali
__ADS_1
"Benarkah?" Jawab seseorang dengan suara kuat