Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Sia sia saja


__ADS_3

Tepat pukul 12.30 malam, terlihat 20 buah mobil keluar dari dalam sebuah gudang besar bawah tanah, yang dibangun pada lereng sebuah bukit tidak begitu tinggi, dibelakang rumah milik Bagaspati


Didalam mobil itu berisi ratusan anak buah nya, yang dipersenjatai dengan berbagai macam senjata tajam


Diantara mereka itu, terdapat Bagaspati dan istrinya, yang sedang menaiki sebuah mobil mewah, bertindak sebagai komandan tertinggi dalam kelompok penyerang itu


Agar tidak terlalu mencolok. Lima mobil keluar secara bergantian, dari dalam gudang itu, dan langsung menuju jalan raya, untuk menuju hotel tempat Dion dan orang orangnya menginap


Karena hari sudah terlalu larut malam, 20 Buah mobil yang melaju tidak serentak itu, tidak mengalami hambatan sama sekali


Tepat dalam radius 1 kilometer. rombongan itu sudah memasuki lokasi pengintaian, dan sudah terendus oleh mata mata Burgon, dan langsung dilaporkan pada tuan besar


"Pasukan penyergap. bersiap!. Target sedang menuju sasaran!" Ucap Burgon memberi komando pada pengawal di garda depan


"Berapa jumlah mereka?" Sambut Iron ingin tahu


"Untuk saat ini, baru terlihat lima buah mobil, yang sudah masuk dalam sasaran tembak kita." Jawab Burgon apa adanya


"Biarkan saja mereka masuk dalam perangkap kita. Setelah semua penumpangnya keluar, baru kalian sergap. Tapi ingat! dengan arahan yang diberikan oleh tuan besar kita." Respon Iron cepat


"Baik!" Jawab Burgon patuh


Di bagian lain


"Lima buah mobil terlihat masuk dari arah selatan. tapi belum masuk dalam sasaran tembak kita." Lapor seorang komandan di garda depan bagian selatan


"Lapor!. Lima buah mobil lagi terlihat masuk dari jalan utama. dan sudah masuk ke sasaran tembak. Regu penyergap bersiap siap!" Ucap Burgon pada seluruh pengawal, yang terhubung dengan earpiece pada masing masing telinga pengawal itu


"Lapor!. Terlihat lima buah mobil besar, dengan satu mobil mewah, terlihat memasuki lokasi regu pengintai, dan berhenti sekitar 300 ratus meter dari regu penyergap."


"Mereka berada ditengah tengah regu pengintai dan regu penyergap. Apa yang harus kami lakukan?"Tanya seorang komandan pada pimpinannya


"Untuk sementara. biarkan dulu!. Tunggu mereka semua keluar dari dalam mobil, dan hitung jumlah mereka." Balas Iron memberi instruksi


"Sulit memprediksi jumlah seluruhnya, karena penumpangnya masih berada dalam mobil." Jawab Burgon cepat. begitu juga dengan komandan yang bertugas di sisi selatan


Sementara itu, di pihak penyerang. sopir mobil mewah Bagaspati terlihat keluar dari dalam mobil, dan bergegas membukakan pintu mobil tuannya


Tak lama sesudah itu, Bagaspati pun keluar dari dalam mobil, setelah pintu mobilnya dibukakan oleh seorang pengawal


Setelah dia berada diluar mobil, tangannya terangkat keatas, memberi kode pada anak buahnya untuk keluar juga


"Sesuai dengan pembagian kelompok tadi, segera menyebar, dan lakukan penyergapan secara diam diam!"


"Kelompok pertama, yang bertugas untuk menghabisi Dion dan keluarganya. Cepat menuju ke ke hotel itu, dan masuk secara diam diam. Sergap satpam yang sedang berjaga didepan hotel itu!"


"Kelompok kedua, masuk dari pintu belakang, sergap para pengawal yang kemungkinan sedang tertidur itu."


"Gunakan bom asap yang sudah dibagikan pada tiap tiap kelompok. Lakukan dengan senyap dan rapi!" Perintah tegas Bagaspati pada anak buahnya itu


"Bagaimana dengan karyawan yang sedang bertugas malam ini bos?" Tanya seorang komandan kelompok Bagaspati meminta petunjuk


"Bius mereka agar tidak berteriak!. Setelah keadaan aman, naik ke lantai atas, dan cari dimana kamar mereka. Lemparkan bom asap cair obat bius itu. setelah dipastikan bahwa kamar tersebut memang tempat mereka tidur. "Jawab Bagaspati cepat


"Menyebar!" Ucapnya lagi memberi perintah


"Bersiap!. Sergap kelompok pertama yang sudah meninggalkan kelompoknya itu!" Perintah Burgon pada seluruh pengawal yang berada dibawah komandonya


"Sekarang!" Ucapnya tegas


Syut! syut! syut!

__ADS_1


Jleb! jleb! jleb!


Sepuluh orang yang sudah meninggalkan kelompoknya itu, dan jaraknya cukup jauh dari Bagaspati, tiba tiba roboh ketanah, setelah punggung mereka tertembus shuriken kecil, yang mengandung racun pelumpuh syaraf dan langsung tak sadarkan diri


Setelah mereka roboh. beberapa orang segera keluar dari tempat persembunyiannya, untuk menyingkirkan tubuh tubuh yang pingsan itu


Tak lama kemudian, belasan orang yang mungkin kelompok kedua. melewati tempat itu. Lagi lagi tubuh mereka roboh dengan punggung tertancap shuriken juga


Segera sesudah itu, tubuh tubuh mereka bergegas disingkirkan, agar tidak ketahuan. Setelah itu, kelompok penyergap kembali ketempat persembunyiannya masing masing


Berulang ulang kejadian itu terus terjadi. hingga lebih dari separoh kelompok penyerang itu telah dilumpuhkan


Sampai saat ini, Bagaspati belum menyadari, bahwa sebagian besar anak buahnya, sudah dilumpuhkan oleh orang orangnya Dion


Begitu juga yang terjadi di bagian selatan. hampir separoh anak buah Bagaspati, telah berhasil dilumpuhkan juga


Kali ini tidak menggunakan shuriken lagi, tapi menggunakan batu batu kecil. yang dilemparkan oleh para ninja, dan tepat mengenai saraf kesadaran mereka


Begitu terkena, tubuh mereka tiba tiba limbung, dan ambruk ketanah


Ada juga yang terkena pukulan atau tendangan dari para pengawal Dion


"Kita ketahuan, segera beritahu bos..a.."


Buk! Buk! buk!


"Uuuggghh!"


"Kurang ajar!. Ternyata kalian terdiri dari kelompok orang orang pengecut!. Beraninya hanya menyerang darI belakang, dan tidak berani berhadapan langsung dengan kami!" Ucap seorang komandan kelompok Bagaspati dengan angkuhnya


"Benarkah?" Jawab Leon kurang senang


"Kau tidak perlu tahulah siapa aku!. Kau jaga saja nyawamu itu, yang sebentar lagi akan aku cabut!" Balas Leon lebih meremehkan lawannya tersebut


"Kurang ajar!" Bukan hanya sombong, tapi tidak tahu diri. Tak tahu sedang berhadapan dengan siapa!" Sambut Balin marah


"Sudahlah!. Kau mau bercengkerama atau mau duel?"


"Kalau mau bercengkerama. Kau lihat dulu anak buah mu itu!. Sekarang mereka tengah menjadi bulan bulanan anak buah ku." Jawab Leon enteng


"Bagaimana mungkin?. Orang orang ku tergolong anggota hantu malam yang terbaik, dan terkuat diantara anggota lain, tapi kenapa ketika berhadapan dengan orang orang ini, kekuatan dan keahlian mereka tidak ada artinya sama sekali?" Batin Balin keheranan


"Bagaimana?. Apakah kau sudah memutuskan mau bertarung


atau berbincang bincang saja?. Cepat kau putuskan. Kebetulan mata ku sudah mulai mengantuk. Mungkin kau begitu juga." ucap Leon meledek


"Sebelum aku membunuhmu. aku ingin kau beritahu, bagaimana kalian bisa mengetahui pergerakan kami. Padahal kami bergerak secara diam diam, dan tidak menunggu sampai besok?" Tanya Balin keheranan


"Kalau untuk masalah itu, kau matilah dulu!. Baru kau akan mendapatkan jawabannya!' Respon Leon datar, tapi terkesan mengancam


"Badjingan!. Terima ini!" Ucap Balin marah, sambil melancarkan pukulan tangan kananya kearah wajah Leon


"Eiit!. Mau merusak wajahku yang ganteng ini ya?. Enak saja!" Ucap Leon marah.


Buk! des!.Baamm!"


Tubuh Balin terdorong sejauh dua meter, dan menabrak mobil yang ada dibelakangnya itu, setelah punggungnya terkena tendangan kuat kaki Leon


"Cuma segitu sajakah kekuatan seorang komandan gangster, yang katanya sangat ditakuti, serta disegani di kota P ini?" Tanya Leon keheranan


"Aku hanya lengah saja!. Kali ini aku jamin, kau tidak akan bertahan lama setelah merasakan kekuatan pukulan ku ini!" Jawab Balin marah karena merasa direndahkan serta dipermalukan oleh lawannya itu

__ADS_1


"Wah!. kedengarannya sangat menakutkan sekali. Aku jadi takut mendengarnya!" Respon Leon sambil pura pura mundur karena ketakutan


Emosi Balin, benar benar dipermainkan oleh Leon. dengan selalu melontarkan kata kata yang merendahkan dan mengolok oloknya itu


Melihat lawannya berperilaku seperti itu, membuat kemarahan Balin memuncak, kemudian dengan beringasnya dia menyerang Leon, dengan kekuatan kaki serta tangannya yang saling bergantian menyerang


Tapi Leon bukanlah petarung kemarin sore, yang harus mundur hanya dengan serangan lemah seperti itu. Dengan mudahnya Leon menghindar atau menangkis pukulan tersebut


Menyadari serangannya tak mempan atau mengenai lawannya. membuat emosi Balin semakin naik. Tiba tiba Balin mengeluarkan sepucuk pistol dari balik bajunya, dan langsung diarahkannya kearah Leon


Tapi sebelum pistolnya itu meletus, Tangan yang memegangnya terjatuh ketanah, bersamaan dengan pistolnya tersebut


***


Di bagian lain, pertarungan juga sedang terjadi. Dimana korban jatuh di pihak Bagaspati semakin banyak. Orang orangnya tidak mampu mengimbangi kekuatan orang orangnya Dion, apalagi ketika berhadapan dengan para komandannya


Sejauh ini. Iron belum mau turun tangan. apalagi Dion


Saat ini Dion sedang bersama dengan kakeknya, mengawasi pertarungan tersebut dari atas balkon lantai dua,


Iron dan satu komandan pengawal elit, terlihat sedang berdiri dibelakang mereka, dia juga sedang mengawasi jalannya pertarungan yang terjadi cukup jauh dari hotel tersebut


Para kelompok pengintai yang ditugaskan di garda depan, masih tetap berada di posisinya masing masing. Sedangkan kelompok penyergap, sudah berbaur melawan kelompok penyerang itu


Sementara Kelompok ninja, yang bersembunyi di atap atap gedung, juga ditempat tempat gelap, masih tetap berada disana


Tugas mereka adalah, mengawasi jalannya pertarungan, jika kelompok Bagaspati, ada yang berbuat curang


Ivory dan Dragon, saat ini masih terlihat santai santai saja dalam kamar. yang dijaga oleh empat orang pengawal elit, dan tujuh orang pengawal elit lainnya. setingkat dengan komandan Eric dan komandan komandan lainnya


Mereka tidak ikut bertarung karena telah mendapat tugas untuk menjaga Ivory dan Dragon. Walau Ivory juga seorang ahli bela diri. yang kemampuannya tidak kalah dengan keempat pengawal pribadinya nya tersebut


Tapi demi menjaga wibawa suaminya, Ivory pasrah kalau harus dijaga ketat seperti itu


Di bagian jalan utama, saat ini pertarungan masih terus berlangsung. Belum ada pengawal Dion yang roboh atau terluka, karena lawan lawannya itu, kekuatannya setingkat dengan pengawal biasa atau level rendah


Sedangkan para pengawal Dion, rata rata adalah para pengawal elit, bahkan sepuluh diantaranya sudah menyandang gelar komandan utama


Jadi dengan mudahnya mereka merobohkan orang orangnya Bagaspati itu, tapi sejauh ini, mereka hanya dibuat terluka atau pingsan saja


"Bagaimana mungkin!, Jumlah orang orang ku yang sebanyak ini, tidak mampu melawan para pengawal Dion?"


"Jangankan untuk menaklukkannya, mengenai tubuhnya saja tidak bisa!"


"Kalau begini terus. lama lama kelompokku akan habis, dan aku akan ditangkap oleh mereka!"


"Lebih baik aku tinggalkan saja tempat ini, dan menyelamatkan diri"


"Sayang!. Ayo kita kabur, orang orang kita hampir kalah. Kalau kita tetap disini, kita bakalan tertangkap dan menjadi tawanan mereka!" Ucap Bagaspati ketakutan


"Tapi!. Bagaimana dengan anak buah kita yang lain? Apakah kita akan meninggalkan mereka begitu saja?" Bantah Meri kesal


"Mereka akan segera kalah, dan sudah tidak mungkin lagi untuk melawan. Kalau kita nekat melawan dengan kekuatan kita yang tidak seberapa ini, aku yakin dalam satu jurus kita sudah jatuh."


"Oleh karena itu, cepat kita kabur sebelum orang orang nya Dion sampai kemari!" Ucapnya gugup


Lalu dengan tidak menunggu persetujuan dari istrinya tersebut, Bagaspati bergegas mendorong tubuh istrinya agar masuk kedalam mobil. Setelah itu baru dia menyusul masuk


"Tapi ketika dia akan menghidupkan mobil, tiba tiba Burgon dan puluhan pengawal elit, mengelilingi mobil Bagaspati dengan aura yang sangat mengintimidasi


"Mau kemana kau Bagas?" Ucap seseorang yang tiba tiba saja muncul ditempat itu dengan suara penuh wibawa

__ADS_1


__ADS_2