Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
38. Saingan urusan hati


__ADS_3

Setelah meledakkan dua mobil berandalan tersebut, ke empat orang penolong Jasmine bergegas pergi, untuk melaporkan hasilnya kepada tuan muda mereka


"Tuan, semua sudah beres, dan sesuai rencana. Mohon petunjuk selanjutnya."


"Terus awasi pergerakan mereka, jangan biarkan satupun mendapatkan pertolongan tanpa izin ku."


"Biarkan mereka seperti itu untuk sementara waktu, aku ingin memberikan pelajaran yang berharga bagi mereka, agar kedepannya sadar, bahwa hidup ini tidak sesederhana yang mereka pikirkan."


"Sekarang pergilah! laksanakan tugas kalian dengan baik."


"Siap tuan muda, kami permisi."


***


"Beef..beef..! Bunyi nada dering handphone di tangan Dion, ketika dia menekan nomor seseorang, di daftar kontaknya


"Halo tuan muda." Jawab orang di seberang telepon yang dihubungi oleh Dion


"Sekarang juga kau datang ke ruangan ku, ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu."


"Baik tuan muda." Jawabnya singkat


Tak lama sesudah itu, sesosok wanita cantik datang, dan masuk ke ruangan Dion, dia adalah Ivory asisten nya


"Apa yang harus aku lakukan tuan?" Tanya Ivory penasaran


"Panggil orang orang kita yang lain, aku ingin mendengar laporan dari mereka. Aku juga ingin membicarakan, langkah langkah yang bisa diambil, untuk kemajuan perusahaan kita."


"Baik tuan. Perintah akan segera dilaksanakan." Sahut Ivory senang, sesaat kemudian menghubungi rekan rekannya yang lain


Tiga menit berselang, seluruh orang orang penting perusahaan Birawa Group yang dipanggil Ivory datang, dan langsung menghadap Dion, kecuali Ivan Sanders, karena saat ini dia sedang berada di kota J


Mereka adalah Iron, si tangan besi, Rams, si otak jenius, Hans, si tangan kilat, Govin, si dewa medis, James, si dewa strategi dan investasi, Erisha, si Dewi akuntan, Shio Lung, si Dewa uang, Robin, si dewa kematian, dan Leon si dewa perang


Begitu orang yang dipanggil datang, serentak mereka menundukkan kepalanya ke arah Dion, dengan sikap hormat


Setelah semuanya duduk tanpa membuang waktu lagi, Dion dengan tenang berkata


"Ini adalah hari ketujuh, aku berada di hotel ini, dan bekerja di balik layar. Hari ini, aku ingin mendengar laporan dari kalian tentang kemajuan perusahaan kita." Ucap Dion tegas. Kemudian kembali melanjutkan perkataannya


"Untuk 3 hari kedepan, aku masih tetap akan tinggal di hotel ini. Setelah segala sesuatunya beres, aku akan pindah di villa ku, dan mengatur segala sesuatunya dari sana dalam sebulan ini"

__ADS_1


"Dimulai dari Ivory, laporkan perkembangan perusahaan kita."


"Baik tuan. Seluruh pemimpin perusahaan, baik pusat maupun cabang, yang terbukti bersalah, karena menggelapkan uang perusahaan, saat ini telah di tangkap dan dipenjarakan, untuk dimintai pertanggung jawabannya."


"Bagaimana dengan pergantian pemimpin perusahaan, yang telah dipecat itu, apakah semuanya sudah diganti, dan ditetapkan sebagai pemimpin baru?" Tanya Dion ingin tahu


"Seluruh direktur, manager, dan supervisor perusahaan, baik pusat maupun cabang, kecuali hotel ini, telah mengalami pergantian pemimpin tuan" Jawab Ivory cepat


"Lalu bagaimana dengan The Golden City, yang kau ceritakan beberapa hari lalu. Apakah perkembangan masih stabil?"


"Sampai saat ini, perkembangan kota itu masih stabil, bahkan semakin maju. Kapan tuan punya waktu untuk pergi ke sana?" Tanya Ivory kalem


Dion yang ditanya tidak langsung menjawab, tetapi seperti berpikir, kemudian baru bersuara


"Tiga hari kedepan, aku akan pergi ke sana, dan akan menetap di kota itu." Jawab Dion mantap. Setelah mengambil nafas, dia memandang si manusia besi, dan berkata...


"Iron dan kau Burgon, laporkan perkembangan investigasi mu, tentang orang orang kita, keamanan kota B, The Golden City, dan seluruh pegawai perusahaan. Apakah ada kejadian yang menggangu."


"Sampai saat ini, keamanan kota B, masih baik baik saja tuan, walaupun ada gangguan kecil dari berandalan yang ada di di kota ini, tapi semuanya sudah berhasil dibasmi." Jawab Iron mantap


"Apakah kau sudah menempatkan orang orang kita, di seluruh wilayah kota B ini, selain daripada petugas kota?"


"Sudah tuan. Dibantu oleh orang orangnya Leon, lebih dari 200 orang yang terpercaya dan bertanggung jawab, sudah ku tempatkan di tempat tempat strategis, untuk menjaga keamanan di kota B, khususnya di aset aset perusahaan kita."


"Bagaimana perkembangan keuangan perusahaan kita, apakah kau bisa melaporkannya Shio Lung?"


"Dimengerti tuan, saya akan segera melaporkan perkembangan keuangan perusahaan kita, yang sudah semakin membaik dua hari belakangan ini." Jawabnya percaya diri


"Uang hasil penggelapan,


yang disimpan di ratusan rekening bekas direktur, manajer, juga supervisor dan lain sebagainya, sudah berhasil ditarik seluruhnya."


"Ditambah dengan penyitaan, seluruh aset aset mereka, telah menambah keuangan perusahaan semakin sehat, dan naik sebanyak 97%."


"Sedangkan sisanya lagi, sudah habis terpakai oleh mereka."


"Bagus! sangat bagus. Aku senang dengan kinerja kalian semua." Ucap Dion senang, lalu memandang Erisha dan Rams.


Yang dipandang cukup mengerti, lalu dengan mantap berkata


"Saya ingin melaporkan, bahwa pembukuan laporan keuangan, telah diganti dengan sistem pelaporan elektronik, dan langsung terintegrasi dengan server kantor pusat. dan terhubung pula dengan handphone tuan"

__ADS_1


"Jika ada kecurangan, walau sekecil apapun, akan terdeteksi oleh tuan melalui sistem pembukuan elektronik kita." Ucap Erisha menutup laporannya


Kemudian Dion melanjutkan dengan bertanya pada Rams. "Bagaimana denganmu Rams apakah seluruh CCTV perusahaan, sudah diretas dan dikendalikan oleh mu?"


"Sampai saat ini, hampir 97% CCTV perusahaan, sudah berhasil diretas, dan 3% sisanya lagi, belum berhasil, karena disinyalir, perangkat tersebut sengaja dimatikan, atau memang sudah tidak berfungsi lagi."


"Serahkan itu pada ku tuan. Orang orang ku akan membereskan nya segera." Ujar Burgon percaya diri


"Baik, ku terima saran mu itu" Jawab Dion senang, tak lama kemudian, Dion mengajukan pertanyaan pada si dewa strategi dan invertasi


"Lalu bagaimana dengan mu James, apakah kau ada saran kali ini?" Tanya Dion to the point saja


"Ada lima perusahaan besar, yang saat ini sedang kesulitan keuangan tuan, menurut pendapatku, sebaiknya tuan mengakuisisi perusahaan tersebut, karena berdasarkan pengamatan ku, prospek perusahaan itu akan cerah di kemudian hari."


"Apakah laporan mu itu valid, dan bisa dipercaya James?" Dion sengaja bertanya seperti itu, hanya sekedar menguji keseriusan dari si dewa strategi tersebut. tapi jawaban yang didapatkannya di luar dugaan, dan sangat mengejutkan


"Saya bertaruh dengan nyawa saya tuan. Jika perkiraan saya salah, maka saya bersedia dipecat dan dihabisi." Jawabnya tanpa ragu ragu


"Baiklah kalau begitu, aku terima saran mu, dan untuk urusan ini, ku serahkan pada Ivory." Kata Dion tegas, lalu diam sejenak, dan melanjutkan berkata


"Untukmu Robin, Hans juga Leon. kalian harus bekerja sama, untuk membantu Iron si tangan besi ini, guna mengatur, agar perusahaan kita benar benar aman dari gangguan orang orang yang ingin merongrongnya."


"Kami akan melaksanakan tugas kami dengan baik tuan, apapun yang tuan perintahkan, akan kami kerjakan!" Jawab mereka serempak, dan tanpa ragu ragu


***


Ivory, buka lowongan kerja di hotel ini, aku ingin memasukkan kenalanku, untuk menjadi orang penting disini." Ucap Dion setelah sepuluh orangnya pergi, dan menyisakan Ivory, yang masih setia mendampinginya


"Lowongan apakah yang ingin tuan buka, karyawan biasa, manajer, chef atau direktur?"


"Aku ingin membuka lowongan kerja untuk manager dan wakil General Manager. Hotel ini belum mempunyai direktur, yang bisa mengatur keuangan perusahaan, dan sekaligus menjadi pemimpinnya."


"Baik tuan, hari ini juga, akan ku umumkan lowongan kerja itu." Sahut Ivory sedikit ragu,


entah kenapa, kali ini hatinya berkata, akan ada saingan baru dalam urusan hati


Di hari yang sudah ditentukan banyak sekali pelamar kerja yang datang, untuk memasukkan lamaran mereka di hotel tersebut, termasuk juga Emily


"Seperti yang tuan perintahkan, ada sekitar 700 orang pelamar yang datang dari berbagai disiplin ilmu. Mau diapakan dengan jumlah pelamar sebanyak itu tuan?"


"Apakah di antara pelamar itu, ada orang yang bernama Emily? kalau ada, terima langsung, tanpa melalui proses wawancara. Untuk 100 lainnya, lakukan sesuai prosedur, dan kau tentu lebih tahu daripada aku." Ucap Dion panjang lebar dan tanpa beban

__ADS_1


Tapi bagi Emily, titah yang aneh itu, bagaikan bom yang seketika meledak ketika disentuh. tentu timbul tanda tanya di dalam hati


"Siapa Emily itu? Kenapa tuan muda begitu perhatian dengannya, apakah dia seorang yang khusus di hati tuan muda?. Bagaimana ini?"


__ADS_2