Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Orang orang kuat


__ADS_3

Hari demi hari terlewati, sudah satu minggu kompetisi tersebut berlangsung. Kini separoh peserta telah masuk babak kedua


Kuota 4. 850 orang sudah didapat. tinggal seleksi tahap kedua yang harus mereka lewati. Apakah bisa menjadi pengawal menengah atau tidak, itu tergantung dari nasib mereka masing masing


Bila mereka gugur di babak ini, maka mereka harus puas dengan posisi pengawal level rendah atau level satu


Tapi bila lolos, maka ada kesempatan bagi peserta, untuk menjadi pengawal level dua atau pengawal level menengah, bahkan menjadi pengawal elit, jika lolos ke babak ke tiga


Hari ini, adalah hari ke kedelapan kompetisi itu, semua peserta sudah bersiap siap di posisinya masing masing


Kini yang masih ikut seleksi tahap kedua, dimasing masing gedung, tinggal separoh nya saja, sedang yang kalah, sudah meninggalkan kota atau negara ini, dihari kedua, ketiga dan seterusnya


Tapi peserta yang kalah dan mengalami luka, masih dirawat sampai sembuh, baru diijinkan pulang


Pihak penyelenggara kompetisi itu, bertanggung jawab penuh akan keselamatan para peserta


Yang luka akan di obati dengan baik. Govin si dewa medis dan seluruh anak buahnya, dibantu oleh petugas medis setempat, dan dari kota kota lain, yang sengaja di datangkan dalam acara itu, siap sedia 24 jam secara bergantian, untuk merawat yang luka atau patah tulang, keseleo dan lain sebagainya


Bagi yang ingin pulang, karena tidak lolos seleksi, dan masih sehat, pihak penyelenggara, dibawah perintah kakek Birawa dan Dion, memberikan bekal yang cukup banyak, untuk biaya transportasi ketempat asal mereka


Orang kaya seperti kakek Birawa dan Dion, tidak akan merasa dirugikan, kalau mengeluarkan sedikit hartanya untuk membiayai kepulangan mereka


Baginya, nama baik itu lebih penting dari segalanya, maka tanpa ragu ragu lagi, dia memerintahkan kepada bawahannya, untuk memberikan bekal yang lumayan banyak kepada setiap peserta yang dinyatakan gugur, dan ingin pulang ke kota atau negaranya masing masing


***


Gedung tua kota B, pukul 8.00 pagi waktu setempat


Babak kedua ini, Bram kembali tampil, karena di babak penyisihan, dia berhasil mengalahkan Jo dengan sudah payah


Hari ini dia tengah melawan seorang pria berotot asal kota B, yang berpenampilan tenang tapi mematikan


Serangan yang Bram lancarkan, dengan mudah dihalau olehnya, bahkan sudah banyak kali tubuh Bram terkena pukulan dari pria berotot itu, tapi Bram belum juga menyerah


Didalam satu kesempatan, Bram melancarkan tendangan terbang andalannya ke arah tubuh pria berotot itu


Dia sudah sangat yakin sekali, kalau serangannya kali ini tidak akan bisa di tangkis oleh lawannya


Tapi tidak disangka, tendangan yang lumayan kuat dan cepat itu, bisa di hindari oleh lawannya, dengan cara menggeser tubuhnya sedikit kesamping, lalu pukulan tinjunya masuk dengan telak mengenai perut Bram, hingga membuatnya terpental jauh, roboh dan tidak bergerak lagi


Dengan robohnya Bram, maka pria berotot itu, yang ternyata adalah Eric Van Carlos, dinyatakan menang, dan berhak maju ke babak berikutnya


Sungguh tidak disangka, kalau seorang Eric yang cukup kuat tersebut, akan mau mengikuti seleksi menjadi seorang pengawal keluarga lain. padahal dia sendiri sudah cukup kaya dan sukses dengan usahanya itu


Apa sebenarnya yang ingin dia cari. apakah karena tergiur ingin mendapatkan gaji tinggi, atau ada yang lain


Kalau masalah gaji, dia sudah kaya dan punya usaha sendiri. mungkinkah karena ingin menguji dan membuktikan, apakah dia kuat atau lemah, mungkin karena alasan itu, dia mau mengikuti seleksi tersebut


Di bagian lain, terlihat dua orang pria saling berhadap. hadapan. yang satu bertubuh tegap, berambut cepak, tapi tidak memegang senjata

__ADS_1


Sedangkan yang satunya lagi bertubuh biasa saja tapi cukup bugar, ditangannya terdapat dua tongkat pendek bertali yang saling terhubung


Walaupun pertarungan belum dimulai, tapi suasana mencekam, sangat terasa diantara mereka berdua


Masing masing sedang mengukur tingkat kekuatan lawannya. Ketika wasit sudah memberi kan aba aba, keduanya langsung bergerak, melancarkan serangan terbaik mereka


Pukulan, tendangan dan sapuan kaki saling beradu, diselingi dengan ayunan tongkat kecil yang berseliweran disekitarnya


Sesekali pria berotot itu terkena pukulan tongkat di lengan, punggung dan kakinya, tapi dia tidak menganggapnya serius


Dengan tenang dia mengelak, setiap serangan yang mematikan setelah tubuhnya terkena pukulan itu


Serangan tongkat itu sudah membuatnya kesal, ditambah lagi gerakan kaki lawan yang lumayan cepat, mungkin karena di topang oleh tubuhnya yang tidak terlalu gemuk, jadi gerakannya lincah sekali


Namun sekuat dan selincah apapun dia adanya, tetap lengah dan terpental jauh, ketika dalam satu gerakan yang tiba tiba, pria tegap itu melancarkan jab tangan kanannya ke arah pria ber tongkat itu dan telak mengenai wajahnya


Tongkat yang selalu diandalkannya itu, berhasil direbut dalam sekali gerakan. dalam gerakan kedua, tongkat itu malah memakan tuannya sendiri


Tinju tangan kanan dan sabetan tongkat susul menyusul mengenai pria ramping tersebut, hingga di menit ke delapan, tubuhnya ambruk ke lantai


Pria bertubuh tegap itu dinyatakan menang, dan berhak maju ke babak ketiga


Sebagai mantan security yang sudah mendapat pelatihan cukup keras, pria tegap itu sedikit banyak tidak terpengaruh, ketika tubuhnya terkena pukulan lawan, atau sabetan tongkat bertali itu


Dengan enteng, dia menahan, mengelak dan melancarkan pukulan balasan ke tubuh lawan, dan akhirnya dia menang


***


Seleksi kali ini semakin seru dimana suatu pertarungan sampai keluar dari arena yang sudah di tentukan


Terlihat dua orang wanita saling melakukan serangan beruntun, tubuh keduanya sudah dibanjiri oleh keringat, saking lamanya mereka bertarung, tapi belum juga ada yang menyerah


Wasit yang memimpin jalannya pertarungan itu, terpaksa menghentikan aktifitas mereka, karena waktu yang ditentukan untuk bisa merobohkan lawan sudah habis, dan keduanya dinyatakan seri dan berhak maju ke babak selanjutnya


Disisi lain dalam aula gedung itu, dua orang pria yang sama sama memegang senjata pedang berbentuk katana sedang saling serang satu sama lain


Pakaian yang mereka kenakan, sudah koyak sana sini, akibat terkena sabetan pedang tipis itu, walau tidak sampai menggores kulitnya terlalu dalam


Serangan yang mereka lakukan cukup terarah dan mematikan, tapi sampai waktunya habis bahkan terlampaui, belum ada yang roboh atau menyerah, jadi pertarungan mereka terpaksa dihentikan juga oleh wasit, dan keduanya dinyatakan seri, dan berhak maju ke babak ketiga


"Aku yakin, hari ini aku bisa merobohkan mu dengan sekali pukulan!" Ucap seorang wanita cantik berpakaian ala karateka, kepada seorang lelaki berkepala plontos yang menjadi lawannya itu


"Jangan sombong dulu cantik, walau kau kuat, tapi ingat! kau itu perempuan, pasti mempunyai sisi lemah yang bisa ku manfaatkan!" Jawab pria plontos itu sambil tersenyum licik


"Kurang ajar, ini seleksi untuk menjadi pengawal terhormat, bukan acara cabul seperti yang ada dalam otak kotor mu itu!" Tangkis si wanita itu marah


"Hiaaa!" Teriaknya emosi, tapi masih bisa dikontrol nya dengan baik


Buk! buk! des!

__ADS_1


Dua pukulan dan satu tendangan dari karateka itu, sukses mengenai tubuh pria bermulut cabul tersebut dengan telak


Tubuhnya terpental cukup jauh, hingga keluar dari arena kompetisi. Mulutnya mengeluarkan darah segar cukup banyak, karena mendarat pukulan beruntun sebanyak dua kali di wajahnya


Sementara dadanya sesak dan memar. akibat terkena tendangan yang dilancarkan dengan sekuat tenaga oleh si gadis itu


Saat ini, dia dinyatakan kalah oleh wasit, dan terpaksa didiskulifikasi, tidak bisa menempati posisinya sebagai pengawal, karena sikap kurang terpujinya itu


Peristiwa tersebut cepat menyebar ke seluruh arena kompetisi, karena pihak penyelenggara segera mengumumkan, bila didapati perbuatan curang dan melecehkan lawan, terutama bila lawannya perempuan, maka saat itu juga, peserta akan dikeluarkan dan mendapat hukuman berat


Dengan mata kepala sendiri, para peserta menyaksikan, bagaimana tubuh yang sudah tidak berdaya itu, diseret oleh beberapa orang pengawal dengan sadisnya, keluar dari gedung, dan dibawa entah kemana


Di tiap gedung dan arena, ditempatkan ratusan pengawal yang kuat kuat, dipimpin oleh beberapa orang komandan dan satu pengawal tingkat tinggi seperti Bumi, Awan dan Langit


Jika dalam seleksi itu didapati orang yang berbuat curang, atau bersikap diluar batas, terutama melecehkan lawannya yang perempuan, maka bersiap siaplah untuk dikeluarkan bahkan mendapat hukuman berat


Seleksi terus dilanjutkan dan tidak terpengaruh dengan peristiwa itu, bahkan malah membuat peserta yang lain jadi berhati hati ketika sedang bertarung


Mereka bertekad, tidak akan berbicara ketika sedang bertarung itu. Karena bertarung bukan dengan kata kata, tapi dengan tangan dan kaki


Namun kenyataannya, masih ada saja peserta seleksi yang masih berkata kata dalam laga itu, walau sebatas menyatakan menyerah atau sebaiknya kau menyerah saja, dan itu tidak dipermasalahkan


***


Di gedung lain arena kompetisi


Dua orang samurai berlainan arena, tengah masing masing melawan seorang petinju dan pesilat yang mempunyai gerakan tangkas. tangan dan kakinya meluncur melakukan serangan, walau di sibukkan dengan gerakan menghindar dari terkena sabetan pedang


Tapi sampai sejauh ini, belum ada luka sedikitpun di tubuh nya, malah dengan entengnya, dia menangkis serangan itu, dengan menggunakan potongan besi berukir ular naga


Sedangkan di arena lain, petinju yang tengah melawan samurai itu, juga sudah menggunakan senjata nya, yang berbentuk tongkat pendek juga, tapi tidak berukir dan bermotif


Senjata berbentuk tongkat pendek berukir naga itu, ternyata di simpan dibalik baju longgarnya, pantas saja lawan sampai tidak menyadari


Sedangkan tongkat besi pendek milik petinju itu, didapatkannya dari pihak penyelenggara


"Hiaaaaa!"


Trank! trank!


Ting !


Suara nyaring beradunya pedang dengan dengan tongkat besi terus terdengar, mengiringi setiap serangan mereka


Sampai sejauh ini, belum ada yang dinyatakan kalah, keempatnya terus saja melakukan serangan dan menghindar. Benar benar pertarungan yang menarik


Tapi karena waktu yang ditentukan sudah habis, bahkan sedikit terlewati, pertarungan mereka terpaksa dihentikan, dan keempatnya dinyatakan seri


Di bagian lain juga demikian, pertarungan yang sangat menegangkan, tengah terjadi di arena sebelah kiri, dimana seorang perempuan muda berbaju putih motif bunga kecil tujuh warna, mirip seperti pakaian yang dikenakan oleh pendekar jaman dulu, sedang berhadapan dengan perempuan yang juga berpakaian sama , tapi motifnya beda

__ADS_1


Gerakan mereka sangat lincah di atas arena itu. Setiap gerakan seperti sudah sangat terlatih dan dikuasai dengan baik


__ADS_2