Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
40. Memangnya siapa bosmu itu


__ADS_3

"Jadi kau tetap tidak mau memberikan ruang VIP kepada bosku itu?" Tanya tamu arogan tersebut semakin menjadi jadi


"Mohon maaf sekali lagi tuan, ruangan yang tuan inginkan, benar benar tidak ada lagi, karena semua ruangan sudah ditempati pemesannya."


"Dan satu lagi, mohon tuan tidak mempersulit posisi kami di sini." Ucap resepsionis restoran masih tetap sopan, dan menahan diri untuk tidak marah


"Beraninya kau!" Ucap tamu arogan itu, sambil mengangkat tangannya, untuk menampar penerima tamu restoran, yang dari tadi berdebat dengannya


"Berhenti!. Teriak seseorang yang baru datang, dengan berjalan tenang, menuju ke arah keributan tersebut


Tamu arogan yang mendengar bentakan tersebut, spontan menoleh ke arah orang yang mengeluarkan suara itu, begitu juga dengan teman temannya yang lain, kemudian balas membentak lebih garang dari teriakan pertama


"Siapa kau, beraninya ikut campur dalam urusan kami, tak tahukah kau siapa bosku?" Bentaknya kasar


"Memangnya siapa bosmu itu. Aku ingin lihat, apakah dia mempunyai dua tangan, dua kaki, dua mata, dan dua telinga?" Ucap orang itu meledek tamu arogan tersebut


Resepsionis yang melihat kedatangan orang itu, menjadi bersemangat, kemudian satu persatu menyapanya


"Manajer!"


"Manajer!"


Tapi tamu arogan tersebut belum juga menyadari situasi, dengan angkuhnya dia berkata


"Kurang ajar kau!. Kawan kawan, kepung dan robek mulutnya itu, jangan lupa patahkan juga tangannya."


"Mau mematahkan tanganku, dan merobek mulutku, Jangan mimpi!. Aku manajer restoran ini, dan aku bisa memanggil pihak berwajib untuk mengatasi kalian." Ucapnya menyombongkan diri


"Pihak berwajib. hahaha..! Sebelum mereka datang, kau sudah mati duluan, Dasar bodoh!" Ejeknya tidak takut, lalu dia melanjutkan berkata


"Tunggu apa lagi, cepat patahkan tangannya, dan robek mulut sombongnya itu!."


Begitu perintah sudah meluncur dari komandannya, belasan anak buah yang lain, segera bertindak mengepung manajer restoran tersebut, dan berniat mencelakainya


Tapi sebelum hal itu terjadi, terdengar suara membahana, di seantero ruangan resepsionis tersebut


"Berhenti!"


Semua orang menoleh ke arah sumber suara, untuk memastikan siapa gerangan orang yang telah dengan berani menghentikan tindakan mereka

__ADS_1


Dari arah sebelah kiri, terlihat sepasang pria dan wanita muda, sedang berjalan tenang, menuju ke arah keributan tersebut. Mereka berdua adalah Dion dan Ivory, yang baru saja selesai makan di ruang pribadi


Penampilannya yang tenang, sedikit membuat komandan arogan tersebut gentar, tetapi kemudian dia tersadar dan berkata


"Satu lagi tikus kecil yang sok kuat, dan ingin mengganggu keberadaan kami di sini." Ujarnya tetap sombong, lalu berkata lagi


"Aku tak ingin melukaimu, apalagi wanitamu itu. Kau boleh pergi, tapi tinggalkan wanita itu di sini. kalau kau mau hidup!" Ucapnya mengancam, dan mengintimidasi Dion


Dion tidak menggubris perkataan dari komandan arogan tersebut, dia malah maju mendekati pria itu, kemudian tanpa terduga tangan kanannya melayang ke wajah komandan arogan tersebut dengan kecepatan tinggi


Plak..! plak.!


"Aaaarrrggh. Kurang ajar! beraninya kau! Teriak komandan arogan tersebut kesakitan, dan tubuhnya terhuyung mundur beberapa langkah ke belakang, kemudian dengan sombongnya ia berkata


"Dasar tikus kecil, tak tahukah kau siapa aku?" Ucapnya sambil menyeka darah dari sudut bibirnya


"Memangnya siapa kau?, yang telah berani membual dengan mulut kotormu itu?" Tanya Dion mulai emosi


"Aku wakil ketua gangster yang sangat ditakuti di kota B ini. Apakah kau kenal Brandy, dia adalah bosku." Ujarnya menyombongkan diri


"Brandy, si ketua gangster golongan hitam itu, yang merajai dunia bawah tanah di kota B ini?" Tanya Dion pura pura terkejut dan takut


"Aku mau lihat bisa apa bos Brandy padaku. mana bos mu itu, cepat panggil dia ke sini, aku ingin memberi pelajaran padanya." Ledek Dion jumawa


"Kurang ajar, badjingan. Mau cari mati kau ya?" Ucap komandan si biang rusuh itu geram, dan memerintahkan anak buahnya, untuk mengepung Dion, dan memberi pelajaran padanya. tapi..


Plak! buk! buk! des! plak! buk! buk!


Bunyi pukulan, tamparan, dan tendangan terdengar bersahut sahutan, mengiringi belasan tubuh yang mengepung dan menyerang Dion, terpelanting ke segala arah, dengan kondisi yang tidak dikatakan baik


Komandan arogan, si biang rusuh itu terkejut, ketika melihat anak buahnya dikalahkan dengan mudah, oleh orang yang belum pernah ditemuinya


Kalau tadi sikapnya sangat arogan, tapi sekarang nyalinya menjadi ciut, setelah melihat orang yang dari tadi di provokasinya, ternyata begitu kuat, pantas dia berani berkata seperti itu padanya


Belasan anak buahnya saja yang selama ini dikenalnya cukup kuat, tidak mampu mengalahkan orang tersebut, apalagi dirinya


"Mana bos mu, yang kau katakan sangat ditakuti di kota B ini. Aku ingin melihat tampang bodohnya itu." ucap Dion memprovokasi komandan arogan tersebut


"Kau tunggu saja. Bosku sedang ada di mobil, tadi memang dia ada di sini, tapi karena adanya sampah sampah penerima tamu ini, maka dia memutuskan untuk menunggu saja di mobil sambil memerintahkan ku dan anak buahku, untuk menghancurkan tempat ini." Jawabnya menyombongkan diri

__ADS_1


Mendengar jawaban yang sombong itu, Dion menjadi geram, kemudian berkata. "Hebat! sungguh hebat. Sudah berani bertingkah dia rupanya." Ucap Dion geram, kemudian keluar dari ruang resepsionis tersebut, menuju mobil yang sedang diduduki oleh Brandy, diikuti oleh Ivory, yang dari tadi memilih untuk diam saja


Begitu sampai di belakang mobil yang ditumpangi oleh Brandy, Dion langsung berkata dengan suara keras. "Apakah sekarang kau sudah menjadi pengecut, sehingga kau bersembunyi di sini Brandy?" Ucap Dion mengejutkan Brandy, juga 10 anak buahnya yang lain, yang dengan setia mengawal mobil yang sedang ditumpangi oleh bos nya itu


Brandy dan anak buahnya menoleh ke belakang, dalam sekejap dia menyadari, ada ancaman yang sangat besar, sedang menuju kearahnya


Sepuluh orang, yang di tugaskan untuk mengawal bos Brandy, serentak menghadang Dion dengan sikap waspada. Mereka siap melakukan apa saja, demi untuk melindungi bosnya


Brandy yang melihat kejadian itu, buru buru turun dari mobilnya, dan berjalan ke arah Dion, kemudian segera menjatuhkan diri berlutut di hadapan Dion, dengan lutut dan tubuh gemetaran. lalu dia berkata


"Ampuni hamba tuan, sungguh hamba tidak tahu, kalau tuan ada disini." Ucapnya ketakutan


"Lalu kalau aku tidak ada di sini, apakah kau akan tetap bersikap arogan, dan menyuruh anak buahmu untuk menghancurkan restoran ku?." Tanya Dion geram


"A..a.apa!. Restoran ini milik tuan?" Tanya brandy gugup


"Bukan hanya restoran ini, tapi seluruh tempat ini adalah milikku. Tak satu orang pun yang boleh kurang ajar di sini, termasuk kau!" Ucap Dion benar benar geram


"Kau sudah kuberi pengampunan pada saat itu, tapi sekarang kau berulah lagi, kau tahu apa hukumannya Brandy?


"Dan lagi, siapa 10 orang yang mengawalmu itu, apakah mereka termasuk anak buahmu?" Tanya Dion tidak senang


"B..benar tuan. Mereka anak buahku, yang ditugaskan khusus untuk mengawal ku, mereka adalah pengawal pengawal pribadi ku yang baru."


"Kalau begitu, kenapa mereka tidak berlutut sepertimu?" Tanya Dion cuek


Brandy baru menyadari, 10 orang yang mengawalnya itu, masih tetap berdiri, dan tidak ikut berlutut kepada Dion. Dengan marah dia memerintahkan kepada mereka untuk segera berlutut mengikutinya


Tanpa basa basi lagi, mereka segera berlutut di belakang bosnya, sambil menundukkan kepalanya dalam dalam


Sungguh mereka tidak menyangka, bahwa orang yang ingin mereka celakai tadi, adalah orang yang sangat ditakuti oleh bos besar mereka


Kalau bosnya saja sudah sampai setakut itu, berarti orang yang ada di hadapannya, bukanlah orang sembarangan, itu pikir mereka


Setelah hening sejenak, Brandy memberanikan diri berkata kepada Dion


"Ampuni hamba tuan, sungguh hamba tidak tahu, kalau tempat ini milik tuan, hamba mengaku salah ."


"Apakah orang orang bodoh yang di dalam itu juga anak buahmu?"

__ADS_1


"Benar tuan, mereka belum pernah melihat tuan sekalipun, karena waktu kejadian di hotel itu, mereka tidak ikut bersama ku."


__ADS_2