Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
79. Maaf, aku tidak tertarik


__ADS_3

Setelah Tiger dan ke dua anaknya pulang, Dion memutuskan untuk istirahat saja, dengan membenamkan tubuhnya di kasur empuk miliknya, tapi tetap tidak bisa juga, kemudian Dion memutuskan untuk bangun saja, dan keluar dari kamar tidurnya yang mewah itu


"Sebaiknya aku menemui Rams dan anak buahnya saja, siapa tahu ada perkembangan baru tentang kepemilikan seluruh aset dan kekayaan si Napoleon itu." Kata Dion dalam hati


"Tapi dimana Ivory, tadi setahuku, setelah mengantarkan petugas itu, dia masih ada di ruang tamu tersebut, tapi tidak tahu kemana setelah itu, karena aku sibuk mengantarkan paman Tiger, sampai ke mobil yang tadi membawanya." Sambungnya lagi dalam hati


"Ah sudahlah, biarkan saja!" Guman nya lirih


Tidak lama sesudah itu, Dion sampai di sebuah bangunan yang lumayan besar dan luas, yang berdiri masih di tanah yang sama, dengan bangunan villa, tapi agak sedikit ke belakang


Sesampainya di sana, Dion mendapati Ivory juga ada di sana. "Pantas saja tidak ditemukan di mana mana." Kata Dion dalam hati


Begitu Dion muncul, spontan yang ada di ruangan itu berdiri, dan serentak menyapanya." Salam hormat tuan muda!" Ucap mereka serempak


"Ya, terima kasih." Jawab Dion biasa saja


"Rams, apakah ada perkembangan baru dalam beberapa jam ini." Tanya Dion serius


"Ada tuan, tapi tidak begitu mengkwatirkan. Rencana setelah ini, aku akan melaporkannya kepada tuan muda." Jawabnya penuh hormat


"Masalah apa itu, apakah gawat?" Tanya Dion penasaran


"Tidak juga tuan." Jawab Rams tenang, sambil menunjukkan datanya di layar yang selalu tersedia di depan ruang itu


"Tuan, lihat!" Ucap Rams sedikit panik


"Kode apa itu?. Kenapa datanya sebagian besar merah?" Tanya Dion semakin penasaran


"Itu tandanya, ada pihak luar yang juga menginginkan seluruh aset dan kekayaan si Jack itu tuan, mereka mengklaim bahwa, sebagian kekayaan Jack itu atas nama mereka, padahal yang ku ketahui, seluruh kekayaan itu terdaftar atas nama Jack Napoleon yang sudah mati itu." Jawab Rams juga heran


"Blokir dan hancurkan mereka, aku tidak mau usahaku menjadi sia sia karena kejadian ini!. Huh,menggangu saja!" Titah dan ucapan Dion tegas


"Baik tuan!" Jawab Rams dan anak buahnya serempak


Sesaat kemudian, seluruhnya bekerja dengan tekun dan teliti. Ada yang mencari data hacker yang menyerang, ada yang sudah memblokir akun peretas itu, ada juga yang mencari lokasi mereka


Sedangkan Rams sendiri, sedang sibuk menstabilkan data data akun perbankan milik perusahaan, yang di gunakan untuk menampung aliran dana yang berasal dari Jack itu


Setelah semua kode kode yang sulit untuk di pecahkan di masuk ke dalam akun itu, Rams segera mengenkripsinya, setelah itu baru mengklik tombol enter untuk menguncinya


Sesaat setelah itu, semua tanda merah di layar komputer, seluruhnya telah berubah menjadi hijau, pertanda serangan itu telah berhasil di tangkis


"Katakan!. Siapa atau hacker mana yang berani melakukan itu pada akun kita?" Tanya Dion geram

__ADS_1


"Nama tidak di kenal tuan, tapi lokasinya berasal dari salah satu negara Eropa, atau tepatnya Marseille Prancis." Jawab Rams yakin


"Apakah ini mungkin ada hubungannya dengan kematian Jack, hingga ahli waris atau keluarganya, menuntut pengembalian seluruh kekayaannya itu." Tanya Dion menduga duga


"Aku rasa bukan seperti itu tuan, sepertinya ini adalah ulah dari rekan kerja Jack, yang selama ini bekerjasama dengannya."


"Lagi pula bukan hanya seorang, tapi tadi sempat terlihat, ada lima lokasi yang muncul di layar, satu dari Prancis, dua dari negara Afrika, satu dari Amerika, dan satu lagi dari salah satu negara Arab tuan." Ucap Rams lagi


"Tapi saat ini, semua akses mereka ke kita telah terputus tuan." Ucap Rams mengakhiri penjelasannya


"Buat pertahanan berlapis, dan enkripsi semua data yang ada, setelah itu buah pertahanan banyak faktor, agar ketika mereka menyerang lagi, kita sudah tahu siapa mereka, tinggal memblokir dan menghancurkan saja!"


"Baik tuan!" Jawab Rams sambil mengangguk


"Jangan lupa, setelah seluruh data baik besar maupun kecil, yang telah selesai di pasang pertahanan berlapis, segera laporkan padaku, kalau bisa malam ini juga!" Titah Dion tegas pada Rams


"Dimengerti tuan." Jawab Rams patuh


Sementara Rams dan anak buahnya bekerja, Dion mendekati Ivory, yang sejak tadi duduk diam saja, di salah satu kursi yang tersedia di ruang kendali itu


"Hari ini, aku mau meninjau beberapa perusahaan yang ada di kota B, apakah kau mau mendampingiku?" Tanya Dion datar pada Ivory


Walaupun dia sedikit kesal, karena datangnya Maya tadi, tapi Ivory tetap menjawab pertanyaan Dion, dengan berkata singkat." Siap tuan!" Ujarnya senang


"Sampai saat ini belum ada tuan, nanti kalau kita sempat, kita singgah juga ke lokasi itu." Jawab Ivory memberi solusi


"Kau benar, kalau begitu. Let's go!" Ucap Dion senang


***


The Southeast Sky Hotel, 3.53 sore waktu setempat


"Selamat sore wakil direktur!" Sapa seorang manajer laki laki kepada Emily, di ruang kerja Emily


"Ya, selamat sore!. Ada keperluan apa manajer Leo datang ke ruangan ku?" Tanya Emily datar, sambil memainkan sebuah pulpen di antara jari jari tangannya


"Eemmm!" Guman manajer Leo ragu ragu


"Katakan saja, jangan kaku begitu!" Ucap Emily sedikit kurang senang


"Maaf kalau saya tidak tahu diri, nanti malam, apakah nona Emily ada waktu?" Tanya Leo sungkan


"Maksudnya?" Tanya Emily bingung

__ADS_1


"Saya ingin mengajak nona Emily, untuk makan malam di salah restoran yang ada di kota ini." Jawab Leo terus terang


"Dimana itu?" Jawab Emily penasaran


"Tidak begitu jauh dari hotel ini." Jawab Leo sudah mulai senang, karena ajakannya seperti direspon oleh wanita yang ditaksirnya sejak pertama kali dia bekerja di hotel ini


Emily dan Leo, adalah karyawan baru yang seangkatan, diterima bekerja di hotel ini pun sama, dan belum begitu lama mereka bekerja


Emily langsung menempati posisi wakil general manager, atas rekomendasi dari Dion, sedangkan Leo hanya menduduki posisi executive housekeeping, yang mengurusi kebersihan dan sarana prasarana hotel


Sore itu sekitar pukul 3.53 Leo mengajak Emily untuk makan malam bersama, di salah satu restoran favorit nya selama ini, dengan harapan, Emily akan terkesan dengannya, tapi keinginannya tidak seperti yang di harapkan, karena Emily langsung menolak dengan berkata..


"Maaf, aku tidak tertarik." Ujarnya dingin dan cuek


"Tolong katakan apa alasan anda menolak ajakan saya tadi?"Tanya Leo masih belum menyerah


"Apakah kau tidak dengar, aku tidak tertarik, titik!" Jawab Emily ketus


"Oh ya, kalau sudah tidak ada lagi yang mau di sampaikan, silakan keluar!. Pintu ada di sebelah sana!" Sambung Emily lagi semakin ketus, dan terkesan mengusir manajer Leo


"Perempuan sombong!. Aku pastikan, kau akan bertekuk lutut padaku suatu hari nanti. Karena tidak ada yang bisa lepas dari jerat asmaraku selama ini!" Katanya dalam hati, ketika sudah keluar dari ruang kerja Emily itu


Sedangkan Emily, setelah Leo Keluar langsung berguman sendiri, melampiaskan kekesalannya dengan berkata." Menggangu saja!. Dia pikir aku perempuan apaan, yang dengan begitu mudah terkena bujuk rayu murahan seperti itu."


"Dari awal aku sudah tidak menyukainya, karena sifatnya yang mata keranjang, pantang melihat yang sedikit licin dari yang lain, langsung jatuh cinta."


"Dia pikir dia siapa? yang menilaiku begitu rendah, tak tahukah dia, bahwa hatiku sudah ku titipkan pada seseorang yang selama ini ku kagumi?."


"Cuiihh, ada ada saja!" Gumamnya pada diri sendiri


***


Sementara itu, Dion dan Ivory sedang menuju ke hotel tempat Emily bekerja. Hotel ini merupakan tempat ke lima yang sore ini di kunjungi


Begitu masuk ke hotel tersebut, seluruh karyawan yang saat itu ada di lobby, dan di sekitarannya, yang sudah mengenal Dion dan Ivory, serentak berdiri dan memberi hormat. Selamat sore tuan, dan selamat sore nona!" Ucap mereka serempak


"Ya, sore juga!" Jawab Dion singkat


"Apa yang bisa kamu bantu tuan?" Tanya salah seorang resepsionis cukup sopan, dia mengira, Dion akan memesan salah satu kamar di hotel itu


Dion tidak menanggapi pertanyaan resepsionis itu, dia malah memandang ke salah satu karyawan yang kelihatannya cukup senior di hotel itu, lalu berkata, tapi tiba tiba..


"Cepat panggilkan seluruh petinggi hotel ini, suruh semuanya berkumpul di ruang rapat sekarang juga." Ucap Ivory memotong haluan Dion untuk bicara

__ADS_1


"Dan jangan lupa, wakil general managernya juga!" Sambungnya lagi


__ADS_2