
Sesampainya mereka di sana, segera disambut oleh pengawal Birawa Group, beserta seluruh petinggi dan karyawan hotel itu, yang ada di kota M dengan antusiasnya
Dion, tuan Birawa, Ivory dan Draco, serta 10 petinggi pengawal, tidak termasuk James, Shio Lung, Erisha, dan yang lainnya, sangat memaklumi antusias mereka, karena jarang sekali pemilik hotel datang ke tempat mereka bekerja, bahkan bisa di bilang tidak pernah sama sekali, kecuali Ivory dan tuan Birawa
Sementara di sisi Dragon dan Abhicandra, semakin mendekati hotel tersebut, semakin kuat aura jahat yang dirasakan oleh mereka
"Tuan muda!. Aura jahat semakin terasa, ketika memasuki lobby hotel ini!" Ucap Abi sedikit bergetar
"Sudah draco bilang!, paman tenang saja!. Kekuatan seperti ini, tidak akan membuat paman sampai kalah."
"Bukankah paman seorang master tingkat dewa, kenapa masih bisa di intimidasi oleh seorang anak kecil?" Ucap Dragon mengingatkan partner latihnya
"Tapi ini lain dari biasanya tuan muda!. Aku seperti merasakan tekanan batu ribuan kilogram di kepala ku!" Jawab Abhicandra membela diri
"Pusatkan pikiran, dan kuatkan hati!. Lawan dengan jurus menggusur gunung milik paman, dan tuntaskan dengan teknik ilmu membasmi iblis tingkat dua."
"Draco yakin, tekanan itu akan hilang saat itu juga!" Jawab Dragon memberi saran
"Kenapa paman jadi lupa ya?. buat malu saja!" Ujarnya enteng
"Seorang master tingkat dewa, jadi gugup begini, malah kalah dengan anak kecil!" Respon Abhicandra malu hati. Kemudian mengambil posisi seperti ingin mengerahkan kekuatan. Beberapa saat kemudian, terdengar sebuah suara dari mulutnya.
"Hiaa!" Teriak Abhicandra kuat, ketika merilis satu keahliannya, kemudian disusul dengan satu keahlian lain, hingga aura hijau dan biru keluar dari tubuhnya
Sedetik kemudian, tekanan aura jahat yang menindihnya hilang begitu saja. Langkahnya jadi ringan, dan keberaniannya tumbuh kembali
"Bagaimana paman Abi?" Tanya Dragon serius
"Tuan muda!. Mohon jangan panggil saya paman, panggil kakek saja, seperti pertama kali bertemu, karena umur kakek tidak muda lagi!" Ucap Abhicandra malah menjawab yang lain
"Baiklah kek!. Mulai saat ini Draco akan memanggil kakek dengan panggilan kakek Abi!" Sambut Dragon tulus
"Baik tuan muda!. Mengenai pertanyaan tadi, kakek bisa menjawab, bahwa tekanan kecil itu sudah tidak ada lagi!"
"Kakek hanya sedikit panik saja, karena tidak biasanya kakek bisa diintimidasi seperti itu." Jawab Abhicandra akhirnya
"Kalau begitu ayo kita susul mereka!" Respon Dragon cukup lega
"Baik!" Jawab Abhicandra cepat
Setelah berkata seperti itu, Dragon dan kakek Abi, bergegas meninggalkan tempat tersebut, dan menuju tempat dimana keluarganya berada, dengan di ikuti oleh Leon, dan sepuluh pengawal lainnya
Sesampainya mereka di tempat tersebut, alangkah terkejutnya mereka, ketika melihat dua orang wanita, sedang duduk meringkuk di tengah ruangan, dimana kondisi mereka sedang terikat tangannya
Hartanta terpaksa melakukan itu, karena Clara mencoba mendekati Dion dan Ivory untuk melaksanakan niatnya
Kalau hanya sekedar itu, para pengawal Dion, tentu tidak akan takut akan ancaman dari anak kecil. Tapi aura jahat yang terpancar dari tubuh Clara, mampu mengintimidasi semua orang yang ada di ruangan tersebut, kecuali Dion dan para sesepuh pengawalnya
Disampingi itu, sikap Clara yang tidak wajar seperti itu, sangat menggangu kenyamanan Dion dan keluarganya. Ditambah dengan dukungan dari Adeline ibunya tersebut
Pandangan mata Clara, gadis kecil cantik tersebut, menyorot tajam ke arah Dion, mengisyaratkan niat membunuh yang sangat besar padanya, hingga membuat Ivory bergidik ngeri
__ADS_1
Tapi ketika Dragon dan Abhicandra datang, sikap Clara mendadak lunak, seperti tikus kecil yang sedang ketakutan
"Ma!" Ucapnya ketakutan, sambil berusaha memeluk tubuh Adeline ibunya tetsebut
"Tenang anak ku. Mereka tidak akan mengapa apakan kita!" Jawab Adeline menenangkan anaknya
"Lepaskan ikatannya!" Perintah Dragon tegas pada Hartanta beserta anak buahnya
"Tapi tuan muda!" Reaksi Hartanta ketakutan
"Lepaskan saja Tanta!" Ucap Dion menguatkan perintah anaknya
"Baik tuan besar!" Jawabnya patuh. Kemudian mengerjakan perintah tersebut dengan hati hati, bercampur takut
"Ini sedikit aneh, seorang komandan elit tingkat menengah, harus takut pada keberadaan anak kecil. Sangat memalukan!" Batinnya dalam hati
Sebagai seorang komandan elit, Tanta seharusnya tidak menunjukkan sikap seperti itu. Dia harus bersikap berani, dan pantang untuk diintimidasi, serta diancam oleh orang lain apalagi oleh anak kecil seperti Clara
Tapi kasus kali ini sangat berbeda. Walau Clara masih kecil, tapi kekuatan jahatnya, mampu mendominasi keadaan, walau cuma sebentar, karena Dion dan orang orangnya, segera bertindak, agar Clara tidak bertindak di luar batas
Mereka sadar, bahwa apa yang tengah dilakukan oleh Clara itu, bukan karena keinginannya semata. Ada pihak lain yang merasuki jiwanya, yaitu iblis
Dia memanfaatkan dendam dan kemarahan Clara itu, dengan merasuki tubuh Clara, serta bersemayam di dalamnya
Selain itu, tubuh Clara mengandung lautan energi negatif. jadi mahluk seperti iblis itu, sangat menyukai tubuh Clara
Kekuatan jahat tersebut, bisa dirasakan oleh Dion, apalagi oleh Dragon dan Abhicandra
Maka ketika mereka sampai, dari jauh Dragon sudah merapal mantra sakti level pertama, dari sepuluh level yang sudah di kuasainya
Wajahnya kembali seperti biasa, cantik dan imut
Untuk sesaat, semua orang yang melihatnya terpesona dengan kecantikan alami yang dimiliki oleh Clara
Semua orang membatin serta menyayangkan, gadis cantik seperti dia, bertekad menjadi musuh tuan besar mereka
"Anak ku!. kenapa kau lama sekali datang?. Lihatlah!. Mereka itu tadi mencoba mencelakai ayah mu!" Ucap Ivory cemas
"Sekarang ibu jangan cemas lagi. Dia tidak akan berulah lagi untuk sementara." Respon Dragon cuek
"Sebenarnya apa yang terjadi anak ku?. Kenapa gadis kecil itu menjadi liar?" Tanya Ivory penasaran
"Dia hanya dimanfaatkan oleh satu kekuatan jahat, yang bersemayam dalam tubuhnya, dan sudah berurat berakar sejak dia berusia tiga tahun." Jawab Dragon apa adanya
"Lalu apakah bisa di obati atau minimal di hilangkan sumbernya?" Tanya Ivory penasaran
"Itu hanya masalah kecil ma!. Kakek Abi saja bisa melakukannya dengan mudah!" Jawab Dragon enteng
"Benarkah begitu paman abi?" Tanya Ivory ingin penegasan
"Akan saya coba nyonya besar! walau sedikit ragu" Jawab Abhicandra lemah
__ADS_1
"Kalau begitu tunggu apa lagi?. Segera kerjakan!" Reaksi Ivory cepat
"Baik nyonya!" Jawab paman Abi patuh, lalu mengerjakan apa yang tadi diperintahkan padanya
Segera setelah itu. Abhicandra merilis kemampuannya, dengan memusatkan hati serta pikirannya, dan mencari sumber masalah yang ada di tubuh Clara
Tapi begitu ketemu, ada energi kuat yang berusaha melawan, menekan serta menjatuhkannya
Sekuat tenaga Abhicandra melawan kekuatan jahat itu, tapi sampai satu menit, dia belum bisa mengalahkan kekuatan tersebut, malah kondisinya sendiri yang kelihatan lelah dan mengkhawatirkan
Semua orang yang melihat itu, mengernyitkan kening dan matanya masing masing. Mereka heran, seorang master metafisika, yang sudah dijuluki orang dengan dewa karena kemampuannya. masih kesulitan ketika menghadapi satu kekuatan dari seorang anak kecil
Dragon yang juga melihat itu, maju melangkah dan mendekati tubuh Clara yang sedang bereaksi marah, dengan mulut menyeringai dan gigi giginya saling bertaut
Terutama mata yang dimilikinya, menyorot tajam, memerah, dan mengisyaratkan dendam yang teramat dalam pada setiap orang terutama pada Dion
Seluruh pengawal yang ada, bersiap siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi
Tapi ketika melihat tuan muda mereka maju, dengan aura putih dan biru bercampur kuning, memancar dari tubuhnya, mereka yang melihatnya, semuanya melongo diam, seakan tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi
"Dari tanah kembalilah ketanah!. Dari api kembali menjadi api!"
"Jika kau air, maka kembalilah ke tempat asal mu. jika kau angin, maka kembalilah ke udara."
"Aku tahu siapa kau, dan bisa melihat wujud mu secara nyata!"
"Sebelum aku bertindak, keluarlah sendiri tanpa dipaksa" Ucap Dragon penuh wibawa
Aura yang dipancarkannya, mendadak seperti orang dewasa, dan bukan seperti anak kecil pada umumnya
Wus!
Tiba tiba angin kuat keluar dari tubuh Clara, beraura hitam menuju ke arah Dragon
Melihat itu, Dragon hanya tersenyum saja, dan dengan gerakan yang terlihat biasa, dia mengibaskan tangannya ke arah Clara, dan menangkap aura hitam itu yang berwujud iblis berwajah buruk dan menyeramkan bagi yang bisa melihatnya
Seketika tubuh Clara meronta, berusaha melawan kekuatan yang maha dahsyat, yang berasal dari tangan Dragon
Tapi hanya berlangsung sekitar lima belas detik, gerakan tubuh Clara yang liar itu, terhenti begitu saja
Kekuatan jahat yang selama tiga tahun bersemayam di tubuhnya, seketika menghilang, dan habis terbakar menjadi debu
Hanya Dragon dan Abhicandra saja yang mengetahui kondisi tersebut. Sementara Dion, hanya bisa merasakan melalui kekuatan tenaga dalamnya saja
Kini kondisi Clara, kembali seperti sediakala. Tidak ada lagi kemarahan yang terpancar di matanya, apalagi dendam
"Duh!. Alangkah cantiknya anak itu. Jika bukan karena anak, yang berniat ingin mencelakai suami ku, mungkin setelah dia dewasa, dia bisa menjadi jodoh draco." Batin Ivory dalam hati
"Nyonya Philip!. Sekarang kondisi anak mu sudah stabil, dan sudah tidak ada dendam yang bersemayam dihatinya."
"Karena kondisi itu, aku bisa memutuskan, akan membebaskan kalian atau tidak!"
__ADS_1
"Itu tergantung dari niat dan kesungguhan mu saat ini dan nanti!" Ucap Dion sangat berwibawa
"Apakah benar tuan orang yang telah membunuh Tommy?" Ucap Adeline malah mengajukan pertanyaan, dan tidak memperdulikan pernyataannya tadi