
Peristiwa tertangkapnya puluhan orang suruhan Pras itu, akhirnya sampai juga ke telinga Arnold, hal itu membuat hatinya gusar tidak menentu
Bagaimana tidak gusar, kalau mereka membuka mulut, rahasianya akan terbongkar. dan pembalasan pasti akan datang
Tapi apa yang ditakutkannya itu tidak terbukti, karena tak lama kemudian, Pras bawahannya, sekaligus teman baiknya itu berkata." Kau jangan khawatir Ar ! karena mereka tidak kenal siapa aku." Ujarnya menenangkan kegusaran sahabatnya itu
"Lagipula, mereka tidak pernah bertemu denganku. Nomor yang kugunakan untuk menghubungi ketuanya, bukan nomor ku, tapi nomor orang lain." Ujarnya lagi
"Jadi kau tidak perlu khawatir!" Ucapnya berusaha menenangkan Arnold
"Uuh!, syukurlah kalau begitu!. Aku cuma takut, kalau si Birawa itu tahu dalangnya adalah aku, habislah kita!" Ucapnya dengan ekspresi khawatir
"Aku rasa tidak akan seperti itu Ar !, karena orang orang yang ditugaskan untuk mengacau di perusahaan tersebut, didapatkan dari orang suruhan ku, tapi dia bukan karyawan perusahaan ini. Jadi tidak mungkin kita akan terlacak!" Jawab Pras yakin
"Apakah kau bisa menjamin, kalau tindakan kita ini tidak akan diketahui?" Tanya Arnold masih saja khawatir
"Aku jamin Ar !" Jawabnya pasti
"Baiklah aku percaya padamu." Respon Arnold sedikit tenang
"Cuma yang ku khawatirkan adalah, orang orang yang kususupkan kesana, akan ketahuan, karena menurut informasi, gerak gerik mereka sedang diawasi oleh para pengawal yang ditugaskan di perusahaan itu." Ucapnya lagi, yang kali ini sudah mulai khawatir juga. merenung, lalu diam. tapi tak lama sesudah itu, dia berkata kembali
"Jadi kurasa, sebaiknya mereka kita tarik kembali, agar tidak tertangkap." Ucap Pras memberi usul
"Aku setuju dengan saran mu itu. Sekarang kau perintahkan, agar mereka keluar dari dua perusahaan itu hari ini juga, mumpung masih libur." Respon Arnold cepat
"Jadi mulai besok, mereka tidak usah masuk kerja." Sambungnya lagi
"Untuk menghilangkan jejak, 20 orang yang kau susupkan itu, kita ungsikan ke kota S. Provinsi JT itu, dan ditempatkan pada perusahaan kita yang ada disana." Kata Arnold memberi instruksi pada Pras
"Siap bos!. Hari ini juga, aku akan menelepon mereka, untuk bersiap siap pindah ke kota S, Provinsi sebelah itu untuk sementara." Jawab Pras senang, lalu menyeruput kopinya dengan terburu buru, kemudian menghubungi seseorang melalui sambungan telepon
Saat itu, Arnold dan Prasetio sedang berada di kafe pavorit yang ada di kota S tersebut
Pras sengaja mengajak bosnya, sekaligus temannya itu, untuk bertemu di kafe tersebut, guna membicarakan perihal tertangkapnya orang orang suruhannya kemarin
Kebetulan hari itu, adalah hari libur. Jadi Arnold setuju dengan ajakan temannya tersebut, untuk bertemu di kafe yang sering mereka kunjungi itu
"Lalu bagaimana dengan kelompok lain, apakah mereka juga tertangkap?" Tanya Arnold tiba tiba
"Mereka sudah ku perintahkan agar menghentikan kegiatan mereka dan menghilang untuk sementara." Jawab Pras apa adanya
"Bagus!, dengan demikian, usaha sabotase kita tidak akan ketahuan. Tapi aku masih kepikiran dengan kelompok yang tertangkap itu Pras." Ucap Arnold dengan ekspresi khawatir
"Kau jangan khawatir lah Ar !. Mereka tidak akan tahu, siapa dalang dibalik kekacauan itu. karena aku sudah mengantisipasinya, kecuali kalau diselidiki secara mendalam." Responnya seperti ragu ragu
"Maksudmu?" Tanya Arnold penasaran
"Kudengar, mereka mempunyai tim mata mata yang handal. Tidak ada yang bisa lolos dari perhatian mereka. Cuma itu yang ku khawatirkan Ar." Kata Pras sedikit khawatir
"Maksudmu, perbuatan kita ini bisa terlacak oleh si Birawa itu, begitu!" Respon Arnold sudah mulai khawatir lagi
"Bisa saja begitu Ar!" Jawab Pras cepat
"Kau ini bagaimana sih, ada masalah seperti itu, kenapa kau tidak mengatakannya padaku waktu itu?" Ucap Arnold sedikit kesal
__ADS_1
"Tenanglah, kau tidak perlu khawatir secara berlebihan seperti ini. Aku akan menghilangkan jejak mereka!" Ucap Pras mengandung misteri
"Maksudmu, kau akan menghabisi mereka?. Tega kau!" Respon Arnold berlebihan
"Ya tidak begitulah Ar. Aku mana tega berbuat seperti itu pada mereka. Tapi jika terpaksa, apa boleh buat!" Jawab Pras cuek dan seperti tidak merasa bersalah
"Kau ini ada ada saja!" Respon Arnold menimpali ucapan dari sahabatnya itu, yang terkesan menolak tidak, setuju pun tidak
"Karena usaha pertama dan kedua sudah ketahuan, maka usaha ketiga, kita hentikan dulu untuk sementara waktu, sampai keadaan menjadi tenang." Kata atau Arnold memberi solusi
"Aku setuju dengan pendapat mu itu. Kalau kita tetap nekad meretas sistem keamanan perusahaan mereka, aku yakin, kita akan ketahuan saat itu juga." Sambut Pras menyetujui pendapat dari Arnold itu
"Tak kusangka, ternyata sulit juga untuk menggoyahkan pondasi perusahaan saingan ku itu." Batinnya dalam hati
"Ku kira, hanya dengan usaha kecil. mereka akan tercerai berai, dan informasi perusahaannya, bisa ku kuasai dengan mudah." Sambungnya lagi
"Tenyata hanya dengan sekali pukul, semua rencana ku menjadi berantakan. Ini tidak boleh jadi. Aku harus mencari cara lain!" Batin Arnold dengan tekad kuat
***
Keesokan harinya, dua puluh orang yang disusupkan untuk mencuri informasi, dan mengadu domba karyawan Birawa Group, tidak masuk kerja
Hal itu tentu saja menjadi tanda tanya besar bagi karyawan senior maupun yang baru. Karena tidak biasanya mereka berbuat seperti itu, apalagi bolos, berbarengan pula
Oleh manajer yang membawahi bidang ketenaga kerjaan, kejadian itu dilaporkan kepada direktur personalia, dan diteruskan ke wakil direktur untuk disampaikan kepada petinggi perusahaan
Satu jam sesudah itu, komandan Danu yang mendapat laporan dari wakil direktur perusahaan, melaporkan kejadian itu kepada Hans, iron, dan Robin lalu diteruskan kepada Dion, sebagai pemilik perusahaan tersebut
Berdasarkan laporan itu, Dion memanggil Burgon, si mata dewa, untuk menyelidiki kasus yang langka itu
"Aku yakin ini ada kaitannya dengan para perusuh itu. kalau tidak, kenapa begitu mereka tertangkap, 20 orang itupun tak masuk kerja atau resign selamanya. Ini harus aku selidiki!" Ucap Burgon sesaat setelah ditemui oleh Danu di perusahaan tempat dia bertugas itu
Saat ini dia didampingi oleh Bumi, Awan dan Langit, serta 20 orang pengawal elit
Didalam rombongan itu juga ada Eric, Anjani, empat gadis karateka, tiga gadis Shanghai, dan dua assassin, serta belasan pengawal elit lainnya
Burgon juga didampingi oleh 10 anak buahnya yang bertalenta tinggi. Jarang sekali kasus atau kejadian, yang luput dari pengamatan mereka
Maka ketika mendapat tugas dari Dion, untuk pergi ke kota S, dia mengajak serta 10 anak buahnya itu, selain pengawal yang sudah disebutkan di atas
"Dimana kau kurung para perusuh itu?" Tanya Burgon dengan wajah serius
"Oh, mereka saat ini ada gudang kosong, yang biasa digunakan oleh karyawan untuk tidur sehabis lembur." Jawab Danu cepat
"Bawa kami kesana!" Sambut Burgon cepat
"Baik bos!" Respon Danu patuh
Hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit, Burgon dan anak buahnya itu, sudah sampai di tempat yang ditunjukkan tadi
Begitu mereka sampai, pintu gudang tersebut baru dibuka. Maka terlihatlah puluhan orang laki laki yang sedang berbaring di lantai, dengan beralaskan tikar tipis tanpa bantal
Barry, sebagai ketua kelompok tersebut, berusaha berdiri dari duduknya, kemudian bersiap siap menunggu kedatangan Burgon dan anak buahnya itu, dengan tanda tanya besar muncul dikepalainya
Sesampainya Burgon dihadapan Barry, dia langsung bertanya dengan intonasi tinggi
__ADS_1
"Apakah kau ketuanya?" Tanya Burgon dingin
"Benar bos!" Jawab Barry cepat
"Aku tidak suka bertanya dua kali!. Jawab dengan jujur!. Apa hubungan kalian dengan 20 orang karyawan yang disusupkan oleh orang yang membayar mu itu?" Tanya Burgon dengan aura mengintimidasi
"Sejujurnya aku tidak kenal dengan mereka, tapi orang yang membayar ku berkata, bahwa kami tidak boleh mengganggu mereka." Jawab Barry apa adanya
"Kalau kau tidak kenal dengan mereka, bagaimana kau bisa membedakan, mana yang karyawan asli dan karyawan mata mata?" Tanya Burgon lagi
"Dari gelang yang mereka pakai, kami jadi bisa mengenali, mana orang orang yang disusupkan oleh pembayar kami itu." Jawab Barry terlalu jujur, mungkin takut di habisi
"Berarti gelang tersebut sama seperti yang kau pakai. Benarkah itu?" Tanya Burgon sudah mulai mendapat petunjuk
"Bener bos!. Gelang inilah yang menjadi pertanda, agar kami bisa saling memberi informasi." Jawabnya jujur
"Kalau begitu kau kenal dengan orang yang telah membayar mu itu, atau setidaknya pernah bertemu dengannya!" Tanya Burgon terus menyudutkan posisi Barry
"Sungguh kami tidak kenal siapa orang itu bos, apalagi ketemu. Jadi percuma kalau bos menanyakan tentangnya padaku, juga pada mereka, karena kami tak tahu siapa orang itu." Jawab Barry tidak ragu ragu
"Dengan cara apa kau diperintahkan untuk membuat kekacauan di perusahaan ini?" Tanya Burgon sudah mulai kesal
"Orang tersebut menghubungi ku melalui telepon." Jawab Barry cepat
"Tunjukkan nomornya, atau kau hubungi orang itu sekarang!" Perintah Burgon tegas
"Semua handohone kami sudah disita oleh komandan itu!" Jawab Barry sambil menunjuk kearah Danu
Burgon mengikuti arah telunjuk Barry dan menemukan, bahwa orang yang sedang ditunjuk oleh Barry tersebut adalah Danu
"Cepat kau berikan handphone nya !" Perintah Burgon tegas
Danu tidak menjawab atau mengangguk, dia hanya memberi kode kepada anak buahnya, untuk mengambil handphone milik Barry
Karena mereka tidak tahu mana handphone milik Barry itu. maka seluruh handphone yang telah disita di berikan padanya untuk dipilih
Sesaat kemudian, Barry sudah menghubungi orang yang telah membayarnya tersebut, tetapi nomornya tidak aktif, dicoba berkali kali juga tidak tersambung
Burgon merasa kesal, hingga imerebut handphone milik Barry secara paksa, lalu memeriksa nomornya untuk disalin
Setelah disalin, dia mengirimkan nomor tersebut kepada Rams, untuk dicari informasi, siapa pemilik nomor tersebut
"Tidak membutuhkan waktu lama, sebuah notifikasi masuk ke handphone Burgon, yang berisi data, siapa pemilik nomor tersebut
Di dalam notifikasi itu disebutkan, bahwa pemilik nomor itu adalah seorang perempuan, yang berdomisili di kota S ini juga. Itu diketahui karena dinomor itu, terpasang photo profil pemiliknya
"Apakah kau kenal dengan orang ini?" Tanya Burgon tidak sabar
Untuk sejenak, Barry mengamati foto kontak yang ada di nomor tersebut, karena Burgon sudah memperbesar nya, hingga beberapa kali
"Cepat jawab!. Apakah kau kenal orang ini?" Bentaknya marah
"Aku memang pernah bertemu dengannya, tapi sudah lama sekali, dan aku sudah lupa." Jawab Barry mengingat ingat
"Kalau tidak salah, dia tinggal di jalan Kertajaya, distrik G kota S." Ucap Barry cukup jelas
__ADS_1
"Baiklah!. Untuk sementara, kalian masih tetap kami tahan, sampai kami menemukan, siapa orang yang telah membayar kalian itu!" Ucapnya dingin, lalu pergi dari tempat itu dengan langkah cepat