Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Kartu ekslusif


__ADS_3

Keesokan harinya. Abhicandra dan satu tim intelijen yang terdiri dari delapan orang, terlihat tengah menuju ke lokasi dimana tuan muda Bajra berada


Tapi begitu mereka sampai di pintu gerbang besar berukir naga dan singa. Mereka di hentikan oleh seorang laki laki berperawakan tinggi tegap berpakaian ala seorang pengawal level tinggi


Di belakangnya ada lusinan pengawal lain, yang juga terlihat kuat. bengis dan sangar, berwajah bukan berasal dari negara ini


Waktu itu Abhicandra berniat berhenti, kemudian berjalan mendekati penjaga yang ada di barisan paling belakang, karena dia duduk di pos penjagaan, dengan tujuan untuk meminta izin agar diperkenankan masuk ke komplek perumahan. Tapi secara tiba tiba terdengar bentakan kuat dari arah sampingnya


"Berhenti!. Tunjukkan identitas mu!" Bentak seorang komandan bodyguard yang berjaga di pintu gerbang perumahan tersebut dengan suara lantang, dari sebelah kiri Abhicandra


Bukan main!. Penjaga gerbang yang biasanya dikerjakan oleh seorang sekuriti atau satpam, sekarang telah dijaga oleh lusinan bodyguard level tiga, yang di pimpin oleh seorang laki laki yang bertindak sebagai komandannya


Mendengar bentakan tersebut. Abhicandra segera menoleh ke arah samping, dan mendapati seseorang yang sepertinya dia kenal, tapi dia lupa siapa dan dimana pernah bertemu orang tersebur


"Apakah ini yang kau inginkan?" Ucap Abhicandra dengan aura yang cukup mengintimidasi


"Siapa kau?" Tanya komandan tersebut sambil merebut secara kasar, tanda pengenal berwarna kuning tipis, dari tangan Abhicandra, lalu tiba tiba badannya menggigil dan lututnya mendadak lemas


"Warga kehormatan kelas utama, De...de dewa metafisika Abhicandra!" Ucapnya terbata bata, serta gugup. Lalu buru buru menjatuhkan lututnya sebelah kiri ke tanah


Melihat pemandangan itu, 24 anak buahnya, ikut ikutan berlutut di tanah, dengan tangan ditangkupkan di depan dada


"Maafkan kami yang tidak mengetahui kedatangan tuan dewa kemari!"


"Sungguh kami telah bersikap lancang, pada orang yang paling dihormati di komplek ini!" Ucap komandan tersebut dengan sikap hormat, sambil menangkupkan kedua tangannya di dada


"Bangunlah!" Ucap Abhicandra tegas


"Terima kasih tuan dewa!" Jawab mereka patuh dan serempak. Lalu serentak berdiri dan mengambil sikap patuh


"Bukankah kau Enzo Florian, pengawal pribadi tuan Gustav yang bermasalah itu?" Ucap Abhicandra berterus terang


"Apakah tuan dewa mengenal ku?" Tanya orang yang bernama Enzo Florian itu keheranan


"Ya tentu saja aku kenal dengan mu!"


"Bukankah kau orang yang telah kerasukan aura jahat akibat menginjak formasi yang sengaja dipasang oleh musuh tuan Gustav itu?" Tanya Abhicandra apa adanya


"Tuan benar!. Akulah orangnya!"


"Karena masalah itu, aku dibebaskan dari tugas sebagai pengawal tuan Gustav, dan diberi tanggung jawab menjaga pos penjagaan ini selama lima tahun!" Jawab Enzo berterus terang


"Ternyata aku tidak salah mengenali orang!" Ucap Abhicandra cepat


"Oh ya!. Apakah kalian akan terus menahan ku di sini, dan tidak memperbolehkan kami masuk untuk menemui tuan Gustav itu?" Tanya Abhicandra menohok sekali


"Kami tidak berani tuan dewa!"


"Silakan lakukan apapun yang tuan mau, untuk masuk ke dalam!" Jawab Enzo cukup sopan


"Apakah mereka juga boleh masuk?" Tanya Abhicandra ingin tahu


"Tentu saja boleh tuan dewa!. Tapi kami perlu tahu siapa yang tuan bawa?" Jawab Enzo cepat sebagai formalitas saja


"Mereka adalah anak buah ku, dan murid utama dalam dunia metafisika!" Sambut Abhicandra bersandiwara


"Kalau begitu silakan semuanya masuk ke dalam." Jawab Enzo cukup sopan. Kemudian menyuruh anak buahnya untuk membukakan pintu gerbang, yang selama lima tahun terus di jaganya

__ADS_1


Satu jam kemudian. Abhicandra dan delapan orang mata mata, termasuk sang legenda mata bintang yang berjuluk mata malaikat itu, sudah berada di dalam rumah Gustav Paisley si orang Swedia itu, dan sedang berbincang serius dengan bekas tuannya tersebut


"Sejak tuan dewa pergi dari rumah ini, praktis tidak ada lagi orang yang melindungi keluargaku."


"Karena hal itu, masalah masalah yang berkenaan dengan dunia diluar batas, kami sudah tidak tahu lagi."


"Beruntung sejak tuan dewa pergi. Tidak ada lagi gangguan yang menimpa keluarga juga usahaku di negara ini."


"Tapi ada satu hal yang mengganggu pikiranku, yaitu hadirnya seorang warga asing lain, bernama Bajra Napoleon ke komplek perumahan ini."


"Kalau kehadirannya cuma sekedar berdagang atau membangun usaha itu tidak menjadi masalah."


"Tapi kedatangannya membawa tekanan besar pada seluruh penghuni komplek ini!"


"Apakah tidak ada yang berani melawan mereka?" Ucap Abhicandra memotong perkataan Gustav Paisley tersebut


"Siapa yang berani melawannya?"


"Si tuan muda Bajra itu, dikelilingi oleh orang orang kuat serta bersenjata."


"Lihat saja ketika tuan masuk ke pintu gerbang perumahan ini!. yang berjaga itu semua adalah orang orang si Bajra , kecuali komandannya tersebut."


"Lalu apa usaha pemilik dan penguasa komplek perumahan ini. Apakah mereka tidak mencegah atau minimal menegurnya?" Tanya Abhicandra ingin tahu


"Bagaimana mau mencegah atau menegur, apalagi mengusirnya?. Pengembang perumahan ini, adalah orangnya sendiri, mantan anak buah sekaligus partner usaha Jack Napoleon ayahnya tersebut?" Jawab Gustav berterus terang


"Kenapa aku baru tahu tentang ini tuan Paisley?" Respon Abhicandra keheranan


"Aku juga baru tahu berita tersebut dalam satu tahun ini." Jawab Gustav Paisley apa adanya


"Lalu apa yang ingin tuan lakukan pada orang itu?" Tanya Taraka si mata malaikat ingin tahu


"Dia senior ku, bernama Taraka, si dewa bintang, yang dijuluki orang dengan mata malaikat." Ucap Abhicandra menjawab pertanyaan dari mantan bosnya itu


"Oh maafkan saya yang tidak mengenali tuan dewa bintang!" Respon Gustav tidak enak hati, sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada


"Tidak masalah tuan Paisley. Jangan diambil hati." Jawab Taraka merendah


"Kalau boleh tahu ada keperluan apa tuan tuan dewa datang kemari?" Tanya Gustav Paisley ingin tahu


"Terus terang kami katakan, bahwa kedatangan kami ke sini adalah untuk menyelidiki si Bajra tersebut."


"Kami diutus oleh tuan besar kami, agar menemukan cara untuk bisa masuk dan menghabisi orang tersebut." Jawab Abhicandra berterus terang


"Tuan besar?. Kalian berdua mempunyai tuan besar?" Respon Gustav Paisley keheranan


"Ya!. Dia lebih besar dari orang besar yang ada di dunia!" Jawab Taraka berlebih kata


"Siapa tuan besar yang bisa merekrut orang hebat seperti kalian itu?" Tanya Gustav Paisley penasaran


"Dion Mahesa Birawa. penguasa Birawa Group, dan orang terkaya di dunia!" Jawab Taraka tegas, dengan kembali melebihkan dan mengangkat derajat tuannya tersebut


"Tuan Birawa, orang terkaya beberapa tahun lalu itu adalah bos kalian?" Respon Gustav Paisley dengan reaksi terkejut


"Ya!, dialah orangnya. Tapi bukan tuan Birawa yang kau sebutkan tadi. Namun dia adalah tuan besar Dion, cucu tunggalnya tersebut!" Jawab Taraka cepat dan tegas


"Luar biasa!. Anda berdua sangat beruntung karena telah bekerja padanya!"

__ADS_1


"Kami orang Eropa, terutama Swedia itu, tahu betul siapa tuan Dion itu, karena beritanya muncul selama sebulan penuh di beberapa televisi nasional kami."


"Berita tersebut sempat menjadi trending topik di negara kami, karena dia berhasil mengakhiri petualangan Jack Napoleon orang yang sangat dicari oleh dunia saat itu!" Ucap Gustav Paisley semangat sekali


"Ternyata tuan sangat terkenal di negara lain!. Sementara di negara sendiri, dianggap biasa biasa saja!" Gumam Abhicandra lirih


"Padahal sudah banyak jasa yang diperbuat oleh tuan besar Dion. Tapi beritanya dianggap angin lalu saja di sini!" Gumamnya lagi kesal


"Ah sudahlah!. Buat apa meminta pujian dari orang orang sini!. Lebih baik berbuat dan tidak banyak bicara. Selesai!" Batin Abhicandra dalam hati


"Oh ya tuan Paisley!. Apakah tuan bisa memberikan informasi tentang orang yang bernama Bajra itu?" Tanya Taraka ingin tahu


"Bisa tuan dewa!. Orang tersebut mempunyai kebiasaan unik dan diluar batas kewajaran!"


"Pernah suatu ketika, dia mengundang kami untuk datang ke rumahnya."


"Tapi apa yang disuguhkannya. buat kami?"


"Ternyata selain untuk memperkenalkan diri pada sesama penghuni perumahan, dia juga ingin memamerkan kekuatan serta dominasi nya di perumahan yang kami tempati ini!"


"Dia mengundang orang-orang kuat dari kalangan ahli beladiri, termasuk juga petinju yang sering menjuarai pertandingan di kelasnya."


"Diantara orang yang diundang nya itu, semuanya tidak mampu mengalahkan orang yang bernama Bajra tersebut."


"Jangankan mengalahkannya!. Untuk mengalahkan anak buahnya saja, mereka mengalami kesulitan."


"Sejak saat itu, kami penghuni perumahan elit ini, tidak berani lagi mengganggunya, apalagi mencari masalah dengan tuan muda itu." Ucap Gustav paisley berterus terang


"Cukup menarik!"


"Jika tuan besar kami tahu tentang masalah ini, tentu dia akan senang, dan datang kemari!" Respon Abhicandra senang


"Apakah orang yang bernama tuan besar Dion itu orang kuat?" Tanya Gustav Paisley penasaran


"Bukan hanya kuat tapi sangat kuat!"


"Senior kedua, Adiwilaga yang berjuluk dewa angin Utara saja, tidak mampu mengalahkannya!" Jawab Taraka berterus terang


"Kalau begitu!, jika mereka dipertemukan, tentu akan ada tontonan yang menarik nanti!" Respon Gustav Paisley tiba tiba mendapatkan ide cemerlang


"Jangan bercanda!. Anak buah tuan besar kami, mungkin tidak mampu dikalahkan oleh si Bajra tersebut, apalagi tuan besar Dion.Mimpi!" Ucap Taraka geram


"Apakah tuan dewa yakin tentang itu?" Tanya Gustav Paisley penasaran


"Sangat yakin sekali!. Jawab Taraka tegas


"Bagaimana kalau kita undang tuan besar kalian itu, dan aku sebagai penjaminnya?" Ucap Gustav Paisley bertanya


"Tidak perlu!. Aku sendiri bisa melakukannya, tanpa jaminan tuan Paisley!" Jawab Abhicandra tegas


"Bagaimana caranya?" Ucap Gustav Paisley semakin penasaran


"Dengan ini!" Jawab Abhicandra singkat


"Apa?!"


"Bu Bu bukankah itu kartu ekslusif kelas tinggi?"

__ADS_1


"Bagaimana bisa tuan dewa mendapatkannya?" Reaksi Gustav Paisley keheranan


__ADS_2