Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Musuh baru muka lama


__ADS_3

Kini tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh Victor, begitu juga dengan niatnya untuk membalas dendam atas kematian Pram, anaknya itu, karena dia sudah tidak mempunyai uang untuk membayar orang lain


Niat membalas dendam belum juga kesampaian, malah usahanya duluan yang bangkrut, dan tidak menyisakan sedikitpun, termasuk usaha barnya itu


Rumahnya juga disita. Barang barang di dalamnya tidak boleh diambil, termasuk dua buah mobil mewahnya. Yang diperbolehkan diambil hanya beberapa helai baju, dan sedikit makanan serta minuman yang dibutuhkan oleh Victor dan istrinya itu


Tapi jam tangan mahal yang kebetulan dipakainya, dan tersembunyi dibalik lengan blazer panjangnya, berikut beberapa lembar uang yang ada di dompet, tidak ikut disita


Namun semua kartu ATM dan kartu debit sudah diblokir, atau tidak bisa lagi dipakai karena saldonya telah dikosongkan dengan sengaja


Sedangkan usaha barnya itu, sehari setelah penyitaan showroom mobil dan rumah mewahnya, baru bisa dilaksanakan oleh pihak bank, karena dihalang halangi oleh seluruh karyawan yang bekerja di situ


Tapi setelah orang orang Brandy datang, atas suruhan Dion, barulah bar tersebut bisa diambil alih, dan mengusir seluruh karyawan serta pengunjung yang ada di situ untuk keluar, kemudian mereka menyegel bar itu


Untuk mengantisipasi segala kemungkinan ada sabotase, atau niat jahat dari orang orang nya Victor, Brandy menugaskan kepada 150 orang anak buahnya, untuk menjaga bar tersebut di seluruh areal tempat di mana bar itu berdiri


Alasan kenapa bar itu juga disita, karena pihak bank menganggap, bahwa uang pinjaman serta bunganya, belum tertutupi hanya dengan menyita showroom mobil beserta rumah mewah Victor itu


Maka sebagai jaminannya, mereka terpaksa menyita bar milik Victor tersebut


Karena showroom dan bar milik Victor sudah disita oleh pihak bank, maka otomatis, kegiatan di kedua tempat usaha itu, untuk sementara berhenti, dan akan dibuka satu minggu kemudian, itupun sudah berganti pemilik baru


Sekarang Victor bukan siapa siapa lagi. Dari orang kaya berubah menjadi miskin, hanya dalam waktu 1 menit. Sungguh luas biasa!


Showroom mobil berikut rumah mewah nya itu, memang menjadi jaminan pinjaman uang tersebut, tapi kalau bar tentu saja tidak. Tapi pihak bank tetap menyita bar tersebut, hanya sebagai jaminan, tapi itu alasan yang dibuat buat saja atas perintah Dion


Pihak bank di mana Carlos bekerja, berhak membatalkan pinjaman itu berdasarkan surat perjanjian, yang telah ditandatangani oleh victor dan pihak bank, yang tentu saja berat sebelah, dan lebih menguntungkan pihak bank


Sebenarnya surat perjanjian pinjam meminjam itu tidak boleh seenaknya dibatalkan oleh sebelah pihak, sebelum ada bukti bukti yang mendukung


Tapi karena pemegang saham terbesarnya adalah Dion, Carlos terpaksa menuruti keinginan Dion tersebut, dan membatalkan surat perjanjian hari itu juga


Bukan hanya membatalkan surat perjanjian, pihak bank juga mewajibkan kepada Victor, untuk mengembalikan uang pinjaman tersebut berikut bunganya, yang jumlahnya lumayan besar


Leni, istri Victor, begitu mengetahui berita itu menjadi stress, dan bertingkah seperti orang gila


Belum sebulan anaknya meninggal, dan masih dalam suasana duka, kini dia malah mendengar berita, bahwa usaha suaminya itu telah gulung tikar


Semua aset aset dan kekayaannya telah disita oleh pihak bank, termasuk rumah mewahnya itu


Jadi mau tidak mau, dia dan suaminya, harus keluar dari rumah yang selama ini ditempatinya, dan terpaksa menggelandang di jalanan sebagai kaum peminta minta


Pikiran istrinya sudah terganggu dan tidak waras lagi, dia setiap hari meracau sendiri di jalanan, ketika berusaha mencari sesuap nasi


Jam tangan mewah Victor, juga telah dijual dengan harga rendah, dan dia tidak bisa memilih alternatif lain


Orang orang yang mengenal Victor, menjadi keheranan. Di kepala mereka penuh dengan tanda tanya. Kenapa Victor yang sekaya itu, sekarang telah menjadi orang yang sangat menyedihkan, bahkan menjadi gelandang lagi. Apa yang sebenarnya terjadi?. Batin mereka penasaran


Semua teman teman baiknya di kota ini, bersikap masa bodoh, dan pura pura tidak mengenal Victor serta istrinya itu. padahal sebelumnya mereka selalu bersikap baik, dan terkesan mencari muka, tapi kali ini sangat berbeda


Ketika didatangi, mereka malah mengacuhkan Victor, dan menyuruh anak buahnya, untuk mengusir Victor, agar menjauh darinya


Sungguh miris!


Pemandangan itu ada juga yang mengkaitkan, bahwa Victor dan istrinya stress, karena kehilangan anak semata wayangnya itu


Ada juga beberapa temannya, yang belum mengetahui, bahwa usaha showroom mobil, dan bar, serta rumah mewah miliknya itu, telah disita oleh pihak bank

__ADS_1


Mereka hanya menduga, bahwa perubahan yang sangat drastis itu, disebabkan oleh kematian Pram anak kesayangan mereka itu


***


Tiga hari telah berlalu, kesehatan Leni sudah semakin mengkhawatirkan, otaknya sudah tidak waras lagi. Maka pihak otoritas setempat, melalui dinas terkait, terpaksa membawa Leni ke rumah sakit jiwa, untuk di rehabilitasi dan diobati di sana


Kini tinggallah Victor sendiri, lontang lantung di jalanan, dengan menenteng tas kecil berisi pakaiannya


Beruntung victor sudah menjual jam tangan, jadi untuk beberapa hari ke depan, dia masih bisa makan dan tidak perlu mengemis


Dunia usaha dan bisnis memang benar benar kejam


***


Nun jauh di kota S, berjarak sekitar 813,7 kilometer, atau kalau ditempuh dengan jalan darat, menghabiskan waktu sekitar 9 jam 34 menit, dari kota B melalui jalan tol S


Arnold, seorang pengusaha daerah yang sudah malang melintang di tempat itu, juga sudah dikenal luas di Nusantara, saat ini sedang marah marah kepada bekas anak buah Victor itu


Dalam marahnya, dia terus menerus menyalahkan mereka, karena tidak mampu menjaga tuannya, ditambah lagi mereka tidak mampu melindungi Pram keponakan nya itu dari kematian


Walaupun antara dia dan adiknya, Leni, istri Viktor itu sudah tidak akur lagi, terutama pada Victor, tapi sebagai seorang saudara kandung, bagaimanapun dia tetap terkejut atas kebangkrutan usaha mereka, juga kematian keponakan satu satunya itu


Waktu kejadian itu, dia memang tidak bergerak langsung menyelidiki penyebab kematian Pram, karena dia percaya, pihak berwenang akan mampu menemukan, penyebab kematian keponakannya itu


Kini nasi telah menjadi bubur, pram sudah mati, usaha Victor bangkrut, adiknya stress dan dirawat di rumah sakit jiwa


Saat ini yang bisa dia lakukan adalah, menyelidiki penyebab bangkrut nya usaha suami adiknya itu


Dalam dunia bisnis itu memang sudah lazim terjadi, apalagi bagi pengusaha yang modalnya pas pasan. Arnold sendiri hampir mengalami hal seperti itu, tapi cepat ditanggulangi oleh rekan bisnisnya yang lain


"Dasar tak berguna!" Makinya sambil menunjal kepala tujuh orang anak buah victor itu, termasuk Rocky kuat kuat


"Apa yang selama ini kalian lakukan? Kenapa kalian tidak becus menjaga tuan kalian, terutama tuan muda Pram!" Ucapnya lagi masih dalam kondisi marah


"Kami hanya sebagai karyawan bos, yang tidak menguasai ilmu beladiri." Jawab Rocky sekenanya


Plak!


Tiba tiba saja tangan Arnold melayang ke wajah Rocky, hingga membuat wajahnya berpaling ke samping. Pipinya perit karena tamparan itu lumayan kuat


"Kalau kau berani lagi memotong pembicaraan ku! maka aku akan menghabisi mu!" Ancam Arnold tidak terima


Karena sudah diancam dengan kata kata yang menakutkan itu, tubuh rocky menggigil, tidak berani bersuara sedikitpun, apalagi membantah, kalau pipinya sangat sakit sekali


"Apakah di antara kalian ada yang tahu, siapa yang telah membunuh keponakan ku itu?" Tanya Arnold dengan suara pelan


Karena tadi diancam untuk tidak bersuara, dan menjawab sepatah katapun, maka tidak ada yang berani menjawab, sampai membuat emosi Arnold naik lagi, dan menendang tubuh mereka satu persatu, hingga terjengkang ke belakang


"Dasar bodoh, idiot!. Kenapa kalian tidak menjawab pertanyaanku ha!" Bentaknya sambil berkacak pinggang


"Siapa ketuanya di sini, coba katakan!" Ucapnya keras


"Sa..sa saya bos!" Jawab Rocky gugup


"Jawab pertanyaan ku, siapa pembunuh keponakan ku itu?" Tanya Arnold dengan suara keras


"Maaf bos!, sampai saat ini, kami belum tahu siapa pembunuhnya, yang kami tahu hanya laporan dari pihak berwajib, bahwa penyebab kematian tuan muda Pram adalah karena faktor kecelakaan." Jawab Rocky apa adanya

__ADS_1


"Kalau itu aku pun tahu bodoh!" Maki Arnold kesal, kemudian dia duduk di kursi kebesaran dibelakang meja kerjanya itu


"Tapi menurut desas desus yang terdengar, dan itu pun hanya samar samar beritanya, yang telah membunuh tuan muda Pram, adalah orang orangnya penguasa kota B dan kota Golden City itu bos!" Kata Rocky mencoba mengingat ingat apa yang telah dia dengar tiga hari yang lalu dari mulut bos nya


"Maksudmu orang yang dipanggil dengan tuan muda Dion itu?" Tanya Arnold menyambar perkataan Rocky tersebut


"Benar bos!" Jawab Rocky sudah mulai berani


"Dari mana kau mendapatkan berita ini?" Tanya Arnold lagi


"Secara tidak sengaja, saya mendengar bos Victor ada menyebutkan itu dalam telepon, tapi hanya sekilas, dan tidak terdengar jelas, namun di dalam teleponnya itu, dia ada menyebutkan, orang orangnya tuan muda Dion, begitu saja bos." Jawabnya lancar


"Haaa!, masuk akal juga apa yang kau katakan itu, tapi apa untungnya kalau dia menghabisi keponakan ku itu?" Gumamnya lirih


"Yang membunuh tuan muda Pram, bukanlah orang yang dipanggil dengan tuan muda Dion itu bos, tapi anak buahnya yang bernama Eric.Itu menurut bos Victor dalam teleponnya 3 hari yang lalu" Bantahnya cukup berani


"Eric?. Apa statusnya dalam tim pengawal itu?" Tanya Arnold penasaran


"Saya kurang tahu bos!. Dia orang baru dan belum lama bergabung dengan tim pengawal tuan muda Dion dan tuan besar Birawa."


"Tunggu sebentar!. Kau tadi ada mengatakan tuan besar Birawa?. Apakah orang yang kau maksudkan itu, adalah orang terkaya di dunia, dan mempunyai perusahaan di mana mana?" Ucap Arnold mencoba mendapatkan ketegasan


"Benar bos, tuan muda Dion adalah cucu kandungnya."


"Apa!. Kenapa aku belum tahu tentang ini?"


"Wajar saja bos, jarak kota ini dengan kota B lumayan jauh." Ucapnya Rocky menyela


"Siapa yang menyuruhmu untuk bicara?" Bentak Arnold tidak senang


"Ba..ba..baik bos!"


"Apa kau tahu di mana si Dion itu tinggal?"


"Jelas saja kami tahu bos. Dia tinggal di Kota Golden City miliknya itu."


"Maksud mu kota yang sangat terkenal tersebut adalah milik Dion, begitu?"


"Bener bos, benar sekali!"


"Heemm. Ini akan sedikit sulit, karena mereka dikelilingi oleh orang orang kuat. Para ketua mafia atau gangster terkuat saja tidak ada yang mau berurusan dengan si Birawa itu." Batinnya dalam hati


"Eh tunggu dulu! jangan jangan!" Ucapnya tiba tiba


"Ya aku yakin!. yang telah menyebabkan usaha victor bangkrut pasti dia!. Karena hal itu selalu di lakukan oleh saingan bisnis atau orang yang ingin menjatuhkan nya." Ucapnya yakin sekali


"Aku tidak boleh tinggal diam!. Birawa itu adalah musuh bebuyutan ku sejak lama, dan saingan bisnis ku, karena dia telah menghalang halangi usaha kotor ku, ketika ingin mengakuisisi perusahaan, yang sengaja aku buat bangkrut!" Ucapnya lagi


"Aku masih ingat, dan tetap dendam padanya!, karena bagaimanapun, sebagai sesama pengusaha yang bergerak di bidang yang sama, produk produk ku selalu kalah bersaing dengan produk produk dari perusahaannya."


"Dengan kejadian ini, aku bisa mencari alasan untuk menjatuhkannya, tapi jelas tidak melalui jalur hukum. Aku akan bermain cantik dalam masalah ini!" Batin Arnold dalam hati


"Sekarang kalian boleh pergi, dan cepat tinggalkan tempat ini!. Aku tidak mau melihat wajah orang orang naif seperti kalian!. Pergi!" Bentaknya mengusir Rocky dan enam kawannya itu


Ketika Rocky ingin bergerak, tiba tiba Arnold menghentikan langkahnya dengan berkata. "Tunggu!. Berikan ini pada adik ipar brengsek ku itu, agar dia tidak menjadi pengemis!" Ucap Arnold sambil menyodorkan sebuah kartu ATM kepada Rocky


"Kau tunggulah Dion dan Birawa!. Aku akan membuat perhitungan denganmu, dan bertekad, akan menjatuhkan dan menghancurkan perusahaan mu, kau tunggu saja!"

__ADS_1


__ADS_2