
"Ayah!" Teriak seseorang dengan suara keras
"Cena!. Kau kah itu?" Respon Iron seperti tidak percaya
"Benar ayah!. Ini aku, anak mu!" Jawab Cena cepat. Kemudian meluruh ke arah ayahnya, karena rindu ingin di peluk
"Tapi.. tapi.?.Bagaimana kau. bisa ada di sini. Bukankah..?"
"Ya ayah benar!. Dulu Cena ditugaskan oleh tuan besar kita, melalui nyonya besar Ivory, untuk memegang jabatan manajer di salah satu anak perusahaan Birawa Group kota B, provinsi Kep.R" Jawab nya cepat sambil melepaskan pelukan dari ayahnya. Lalu menyambung perkataannya lagi
"Tapi sekarang Cena di tugaskan di sini, bersama dengan saudara sepupu Cena!" Jawab anaknya berterus terang
"Siapa itu, dan yang mana satu?" Tanya Iron penasaran
"Belmond, anak paman Rangga, yang dulu sering ayah marah karena kenakalannya." Jawab Cena apa adanya
"Ternyata begitu!" Respon Iron datar saja
"Cepat beri salam pada tuan dan nyonya besar kita!. Jangan berani bersikap tidak sopan!" Ucap Iron memberi perintah
"Baik ayah!" Jawab Cena patuh. Kemudian berjalan mendekati Dion untuk memberi salam, dengan berkata.
"Salam tuan dan nyonya besar!. Maaf kalau saya tidak cepat menyambut anda dan nyonya!" Ucap Cena tidak enak hati ketika mengucapkannya
"Tidak masalah Cena. Kami datang ke sini khusus untuk mu, karena ingin memberi kejutan pada ayahmu itu!" Jawab Dion berterus terang
"Terima kasih tuan dan nyonya besar. Kebaikan tuan tidak akan pernah kami lupakan!" Jawab Cena cepat, sambil menundukkan kepalanya kembali ke arah Dion dan Ivory
"Salam tuan dan nyonya besar. selamat datang!" Ucap para petinggi perusahaan tambang emas dan intan Birawa Group secara serempak
"Bangunlah dan terima kasih!" Respon Dion datar. Tapi kemudian berkata lagi.
"Apakah cuma ini para petinggi perusahaan ku yang ada di daerah ini?" Tanya Dion penasaran
"Tidak tuan besar!. Enam diantara kami, sedang tidak berada di tempat, karena sedang berada di lokasi pertambangan." Jawab Cena berterus terang
"Apa jabatan mu sekarang Cena?" Tanya Dion ingin tahu
"Untuk sementara, saya dipercayakan oleh nona Emily, untuk memegang jabatan direktur personalia di perusahaan ini tuan." Jawab Cena lancar
"Bagus!. Karirmu semakin naik!" Respon Dion senang. Tapi kemudian berkata lagi.
"Apakah kalian akan terus membiarkan kami berpanas panasan di sini?" Tanya Dion sedikit protes
"Oh!. Maaf kan kami tuan besar!" Ucap Ramadi tidak enak hati
"Kamu siapa?" Tanya Dion ingin tahu
"Saya Ramadi tuan besar!. Untuk sementara memegang jabatan direktur di perusahaan tambang ini." Jawab Ramadi cepat
"Siapa yang merekomendasikan mu?" Tanya Dion pula
"Nona Emily tuan!" Jawab Ramadi keheranan
"Ternyata dia!. Nanti aku akan meminta laporan lengkap tentang perusahaan ini!" Respon Dion enteng, tapi membuat hati Ramadi menjadi berdegup tidak karuan
"Siap tuan besar!" Jawab Ramadi tegas, tapi cemas
"Bagus!.Kalau begitu ayo kita pergi dari sini." Jawab Dion tegas juga
"Mari tunjukkan jalan!" Perintahnya kemudian
"Baik!" Respon Ramadi cepat. Kemudian berjalan duluan, menjadi penunjuk jalan bagi tuannya tersebut
Dalam perjalanan menuju sebuah bangunan besar dan megah itu, Ivory tiba tiba bertanya pada Cena
"Bagaimana kabar istri dan anakmu Cena. Apakah mereka baik-baik saja?" Tanya Ivory ingin tahu
"Alhamdulillah mereka baik-baik saja nyonya. Tapi anak sulung ku, kadang-kadang merasa tidak sehat, kalau penyakitnya itu mendadak kambuh." Jawab Cena apa adanya
"Memang dia sakit apa anakku?" Tanya Iron penasaran
"Cena juga tidak tahu ayah!. Menurut dokter waktu memeriksanya, dia mengatakan bahwa kondisi anakku baik-baik saja!"
__ADS_1
"Tidak ditemukan penyakit yang berbahaya di tubuhnya. Hanya itu."
"Tapi entah kenapa, badannya terus-menerus panas tiada menentu." Jawab Cena apa adanya
"Ini aneh!" Batin Ivory dalam hati
"Paman Abi!. Bisakah paman merasakan keanehan pada anak Cena itu?" Tanya Ivory sedikit cemas
"Maaf nyonya besar. Kami harus ketemu dulu dengan anak tersebut, baru menyimpulkan bisa atau tidaknya menangani penyakitnya !" Ucap Abhicandra apa adanya
"Baiklah kalau begitu!. Kita pun sudah sampai." Jawab Ivory cukup paham
"Silakan tuan dan nyonya besar!" Ucap Ramadi bersikap sopan, dengan mempersilahkan tuan besarnya untuk masuk ke dalam bangunan besar itu, yang ternyata adalah wisma khusus tamu penting
"Apakah bangunan ini memang sengaja di bangun oleh kalian?" Tanya Dion keheranan
"Tidak tuan besar!. Nyonya Ivory lah yang memerintahkan pada pimpinan terdahulu, untuk membangun tempat ini, jika sewaktu waktu ada tamu penting dari jauh, agar bisa menginap di wisma ini." Jawab Ramadi berterus terang
"Benarkah itu istriku?" Tanya Dion pula
"Benar pa!. Karena dulu Ivo pernah mengunjungi tempat ini, maka Ivo menyuruh mereka untuk membangunnya."
"Ternyata sekarang sudah siap dan sangat bagus sekali."
"Jadi kita bisa menginap di sini."Jawab Ivory cukup lancar
"Cerdas juga pemikiran mu ma!" Respon Dion senang
"Tentulah!. Siapa dulu?" Jawab Ivory terkesan membanggakan diri. Kemudian berjalan mengikuti suaminya, masuk ke dalam wisma untuk sekedar istirahat
Sementara anak buahnya, berdiri di luar bangunan tersebut untuk berjaga jaga
***
Dua jam kemudian.Tepat pukul 10.30 pagi. Dion memerintahkan pada bawahannya, untuk menghubungi Ramadi juga yang lain, untuk datang ke aula wisma yang cukup luas itu, guna menghadiri pertemuan terbatas dengannya
Satu jam kemudian, mereka yang dipanggil termasuk enam petinggi yang sedang berada di lokasi tambang terlihat sudah berada di aula
Semua yang melihat itu, menjadi ciut nyalinya, Karena prabawa yang ditunjukkan oleh Dion, sangat mendominasi sekali keadaan di ruangan tersebut
Setelah dirasa cukup, Dion segera bersuara. "Saudara saudara semua!. Kalian tentu sudah tahu siapa aku dan istriku ini?"
"Aku dan dia datang, karena ingin melihat secara langsung, bagaimana kalian bekerja di tempat ini, demi majunya perusahaan ku!"
"Kami datang bukanlah untuk menjustifikasi kalian, tapi untuk bersilaturahmi, agar pimpinan dan karyawan menjadi semakin akrab dan mengenal satu sama lain tanpa perbedaan!"
"Jadi bagi yang terlihat takut atau khawatir, singkirkan itu untuk sementara!"
"Namun bagi yang ketahuan bermain api dalam sekam!, maka aku tidak akan segan segan lagi untuk menghabisi orang tersebut, jika terbukti bersalah!" Ucap Dion tegas
"Direktur Ramadi!. Segera laporkan perkembangan perusahaan tambang ini secara lengkap!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawab Ramadi patuh. Kemudian berdiri dari tempat duduknya, dan menyampaikan garis garis besar, perkembangan usaha tambang yang di pimpinnya itu
Hampir satu jam dia menyampaikan apa yang diketahuinya tersebut, dan dia merasa tidak ada yang tertinggal sedikitpun
"Demikianlah laporannya tuan besar!. Mohon dikoreksi jika saya salah." Ucap Ramadi merendahkan diri
"Siapa direktur keuangan di sini?" Tanya Dion tegas
"Saya tuan besar!" Jawab seorang laki laki berbadan subur dengan sedikit kumis di atas bibirnya
"Sebutkan nama!" Ucap Dion tegas
"Prastyo tuan besar." Jawabnya gugup dan takut takut
"Sudah berapa lama kamu memegang jabatan penting itu?" Tanya Dion penuh intimidasi
"Sudah sekitar lima tahun tuan!" Jawabnya ragu ragu
"Apakah kau ada menggelapkan uang perusahaan, bersama dengan manajer pemasaran, pabrik dan pergudangan?" Tanya Dion langsung pada intinya
"Ti ti tidak tuan besar!" Jawab Prasetyo gugup
__ADS_1
"Kenapa kau gugup?" Tanya Dion menohok sekali
"Sa sa saya tidak berani penguasa!" Jawab Prasetyo ketakutan
"Menurut laporan dari direktur mu. semua bagian baik baik saja. Tapi kenapa ada kejanggalan ketika melaporkan tentang keuangan?" Tanya Dion geram
"Kalian jangan coba coba membohongi ku!"
"Laporan keuangan dan seluruh aktivitas perusahaan, telah terkoneksi dengan ruang data dan cyber di kota Emas!"
"Jadi sedikit saja ada kejanggalan dalam laporan lisan, maka akan cepat ketahuan
"Anak buah ku, telah melacak aktivitas kalian melalui citra satelit, dan itu tidak bisa dibohongi!"
"Tujuh dari orang penting perusahaan tambang ini, ditambah dengan 21 karyawan pembantu kalian itu, telah melakukan kecurangan besar!"
"Mereka telah berani memanipulasi data perusahaan, serta jumlah laporan perolehan bahan tambang per ton nya setiap bulan."
"Hingga merugikan perusahaan sebesar 35 triliun rupiah."
"Mereka itu adalah direktur keuangan. manajer pemasaran, manajer pabrik, ADM dan pergudangan. Insinyur lapangan dan manajer lapangan"
"Tapi yang paling mencengangkan adalah, keterlibatan Ramadi dalam persekongkolan itu."
"Dia dengan sengaja membiarkan anak buahnya, menggelapkan uang perusahaan, dan dia berpura pura tidak tahu tentang itu!"
"Tapi secara diam diam, dia menerima komisi dalam jumlah yang jauh lebih besar dari pelaku utamanya!"
"Untuk itu!. Tanpa belas kasihan lagi, kalian bertujuh, para petinggi perusahaan ini, aku pecat dengan tidak hormat, dan akan diserahkan pada polisi!"
"Seluruh properti, uang tabungan dan aset aset lain yang kalian miliki, akan di sita oleh perusahaan." Ucap Dion sangat menakutkan serta mengejutkan sekali
Bam!
Bagai menerima hantaman batu besar, udara sekitar mereka menjadi sesak dan keadaan menjadi gelap gulita
Rata rata mereka terjatuh heran, dari mana tuan besarnya bisa tahu, ada penyelewengan uang perusahaan, dan hasil produksi intan dan emas di perusahaan tempat mereka bekerja tersebut. Padahal jaraknya sangat jauh sekali
Mau membantah jelas tidak berani. Jadi mereka hanya duduk diam dan gemetaran, bahkan ada yang ngompol di celana saking takutnya
Mereka ingin berdiri dan meminta pengampunan. Tapi peristiwa sudah terlanjur terjadi, dan perintah pun sudah di keluarkan oleh Dion. Mau tidak mau mereka harus menyerah juga, atas tuduhan dan keputusan tersebut
"Pengawal!. Tangkap ketujuh orang itu dan buru yang lainnya!" Perintah Dion tegas
"Baik!" Jawab puluhan orang pengawal sigap, kemudian mendekati ketujuh orang itu, serta 21 karyawan lainnya
Setelah mereka di bawa pergi, Dion memerintahkan pada Rams dan gurunya serta Austin, melalui sambungan telepon, untuk membekukan, menyita serta menarik seluruh uang yang dimiliki oleh para pengkhianat tersebut
Dalam sekejap saja. Seluruh tabungan yang mereka punya senilai kurang lebih 47 triliun, telah raib dari rekeningnya masing masing
Mereka itu menyimpan uang hasil penggelapan di berbagai bank yang terdaftar di negara ini, bahkan ada yang menyimpan di dua bank luar negeri
Tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi legenda cyber dan Austin, untuk terhalang keinginannya dalam menarik uang uang tersebut dari rekening pemiliknya
Hanya membutuhkan waktu selama satu setengah jam. Seluruh usaha penarikan tersebut, sudah selesai dilakukan
Kejadian itu sontak saja menimbulkan kegaduhan besar, pada bank tempat mereka menabung itu
Tapi karena si penarik adalah pemiliknya sendiri, maka pihak bank tidak bisa berbuat apa apa, termasuk dua bank luar negeri tersebut
Para manajer serta direkturnya, hanya membiarkan saja kejadian itu, karena prosesnya terjadi secara wajar, dan tidak ada tanda tanda sabotase atau pencurian dari orang lain
Tapi tidak begitu dengan para pemiliknya. Mereka tentu saja gusar, karena selain uang hasil penggelapan, ada juga uang hasil komisi atau tunjangan dari perusahaan
Tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa. Yang mereka bisa lakukan adalah, menyesali apa yang telah mereka lakukan. dan terus berpikir, kenapa mereka sampai melakukan penyelewengan dan pengkhianatan besar tersebut
Padahal gaji mereka sudah sangat tinggi, mengalahkan gaji pejabat atau gaji raja dan presiden yang ada
Tapi nasi sudah menjadi bubur. Sekarang mereka sedang di giring ke kantor polisi, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya
"Paman Iron!. Inilah kejutan kedua yang akan aku berikan pada paman!"
"Anak mu Sena, mulai hari ini, aku angkat menjadi direktur pada perusahaan tambang ini, dan akan menerima gaji pokok sebesar 5.7 milyar pertahun, ditambah dengan insentif dan tunjangan tunjangan lainnya, termasuk pembagian deviden akhir tahun." Ucap Dion mantap
__ADS_1