Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Calon sekumpulan sampah


__ADS_3

"Ti ti tidak tuan Mahesh!. Saya hanya dimanfaatkan saja!" Jawab Arjaya mencoba berbohong


"Berani sekali kau mengkhianati ku Arja!"


"Tahukah kau?, bahwa perbuatan mu itu termasuk melawan ku?" Ucap Bajra marah


"Jangan salahkan aku tuan muda!. Aku juga ingin hidup, dan tak mau terus ada dalam genggaman mu!" Bantah Arjaya mencoba berkelit


"Beraninya kau!" Reaksi Bajra semakin marah, kemudian berlari ke arah Arjaya untuk membunuhnya


Tapi tindakannya itu tidak kesampaian, karena Adiwilaga dengan sigap mencegahnya, dengan sebuah tendangan kuat ke arah dada Bajra


Tubuh yang sedang berlari itu, mendadak berhenti, dan terdorong ke belakang. Tak lama sesudah itu dia jatuh


terjengkang, akibat kuatnya tendangan tersebut


Dari mulutnya keluar setitik darah segar, pertanda organ dalamnya mengalami luka


"Sialan!. Kuat benar orang itu!" Batin Bajra dalam hati, sambil menyeka darah dari mulutnya


"Ku kira kau benar benar kuat Bajra!. Ternyata hanya sekumpulan sampah belaka!" Ucap Adiwilaga menohok sekali


"Kau yang sampah!. Berani menyerang ku ketika aku lengah!"


"Kalau kau berani hadapi aku di arena!" Jawab Bajra emosi


Dia mengira, Adiwilaga orang tua lemah, yang dengan sekali pukul akan tumbang, bahkan mungkin mati


Maka dari itu. Bajra berani menantangnya untuk duel di tengah arena. Sungguh tindakan yang sangat ceroboh dan berani sekali


"Kalau kau sudah bosan hidup, akan aku kabulkan!" Jawab Adiwilaga senang. Kemudian maju melangkah untuk memenuhi tantangan Bajra tadi


"Maaf kakek guru!. Izinkan murid yang menghadapinya!" Ucap Iron datang menyela


"Tidak senior!. Orang seperti itu cukup aku yang menghadapi nya!" Sela komandan Langit datang menimpali pula


"Jangan kotori tangan kakek guru dan senior dengan tubuh kotor orang tersebut!" Sambung kata komandan langit lagi


"Baik!. Lakukan dengan cepat!. Aku sudah muak melihat wajah sombongnya itu!" Jawab Adiwilaga setuju


"Kurang ajar!. Kalian kira aku barang mainan, yang bisa kalian oper ke sana kemari?" Respon Bajra marah

__ADS_1


"Kalau kalian berani, ayo maju tiga tiganya!" Ucap Bajra cukup berani sekali


"Tidak perlu!. Cukup aku seorang, sudah bisa membungkam mulut busuk mu itu!" Jawab Langit jumawa sekali


"Kalau begitu tunggu apa lagi!. Maju dan hadapi aku di sini!" Respon Bajra menantang


"Aku kabulkan!" Jawab Langit singkat. Kemudian tiba-tiba saja tubuhnya menghilang, dan muncul di depan Bajra, serta langsung melancarkan serangan terkuatnya ke arah tubuh lawannya tersebut


Bug!


"Hugh!" Keluh Bajra kesakitan, manakala serangan kuat dari Langit tersebut, telak mengenai dadanya


Bug!


"Arg!" Teriak Bajra lagi kesakitan, ketika sekali lagi pukulan keras lawannya masuk mengenai wajahnya. Disambung pula dengan tendangan kuat kearah perut, sehingga membuat tubuh Bajra terpental dan jatuh di tepi arena


Tidak ingin memberi kesempatan kepada lawannya, Langit segera melenting kan tubuhnya ke udara, dan berniat ingin menghabisi Bajra dengan sekali serangan


Tapi tidak disangka, terdengar kesiur angin dari arah samping, hingga membuat serangan dari langit terhenti. Dia terpaksa menangkis pukulan yang dilancarkan oleh seseorang, yang tiba tiba saja menghadangnya tersebut


"Lawan mu adalah aku!. Biarkan tuan muda ku istirahat, untuk memulihkan tenaganya!"


"Sekarang hadapi aku kalau kau berani!" Ucap seseorang yang terlihat sangat kuat sekali


"Aku Chen Long!, komandan utama para pengawal. orang yang akan mengakhiri hidupmu bangsat!" Jawab Orang yang bernama Chen Long cukup sombong sekali


"Oh!. Ternyata kau anjingnya orang lemah itu ya?" Respon Langit cepat, dan terkesan meremehkan lawannya


"Kurang ajar!. Dasar cari mati!" Jawab Chen long benar-benar marah. Kemudian tubuhnya berkelebat seperti menghilang, dan menuju ke arah langit


Tapi gerakan yang dilakukan oleh Chen Long, dinilai oleh langit sangat lambat sekali. Dengan mudahnya dia menangkis, serta menghindari serangan cepat dari lawannya tersebut. Bahkan satu pukulannya, telak mengenai punggung Chen Long, hingga membuat tubuhnya terbanting ke lantai


Geram dengan usaha kerasnya tidak berhasil, Chen Long menggulingkan tubuhnya di lantai, kemudian dengan bersalto dia bangkit berdiri, lalu melancarkan serangannya kembali ke arah Langit


Sekali ini gerakannya jauh lebih cepat dari gerakan pertama tadi, hingga sempat membuat Langit tidak bisa mendeteksi keberadaan lawannya itu


Namun berkat insting serta pengalaman bertarungnya selama bertahun-tahun, serangan yang dianggap kuat serta cepat oleh Chen Long itu, berhasil ditangkis kembali oleh Langit, dan membuat serangannya gagal total


Terpancing emosi karena berkali-kali diserang seperti itu, membuat komandan Langit menjadi geram. Kemudian dengan mengerahkan kekuatannya sekitar 65 persen, dia melancarkan serangan balasan ke arah Chen Long, yang mengakibatkan, dua pukulan telak mengenai tubuh lawannya


Tubuh Chen Long terjerembab jatuh, dan berguling-guling di lantai. Dari mulutnya keluar darah segar yang lumayan banyak, pertanda organ dalamnya mengalami luka yang sangat parah

__ADS_1


Melihat kejadian itu, tuan muda Bajra menjadi sangat ketakutan sekali, begitu juga dengan ratusan anak buahnya, yang sedang disandera oleh anak buah Dion


Tidak ada lagi harapan untuk bertahan hidup, dengan kabur dari hadapan Dion dan orang-orangnya. kalau seorang komandan kuat harapan mereka saja, kalah hanya dalam waktu yang cukup singkat


Tapi tidak begitu adanya dengan diri Bajra. Tiba tiba terlihat senyumnya mengembang, yang mirip dengan seringai iblis dalam film film tentangnya


Ada sebuah rencana yang cukup jitu, serta tidak ada siapa pun yang tahu, kecuali dua orang kepercayaannya termasuk juga Arjaya


"Tuan Dion!. Aku akui kau dan orang-orang mu sangat kuat sekali!"


"Tapi jangan senang dulu!. Masih ada lagi orang orang ku yang benar-benar kuat!"


"Aku khawatir, tidak ada satupun diantara kalian ini, yang mampu menghadapi mereka!" Ucap Bajra Napoleon cukup jumawa sekali, dan sangat yakin dengan ucapannya


"Benarkah?. Kalau begitu kami sangat takut sekali!" Jawab Dion dengan ekspresi wajah yang terlihat lucu


Sikap Dion yang tidak seperti biasanya tersebut, membuat seluruh anak buahnya tertawa, tapi tertawa bukan karena mengejek ekspresi dari tuan besar mereka, namun setuju dengan reaksi yang ditunjukkan oleh tuan mereka itu


Selama ini, belum ada yang mampu mengalahkan para petinggi pengawal Birawa Group, apalagi penguasanya.


Tapi hari ini, seorang Bajra sangat berani mengatakan, bahwa diantara mereka, tidak akan ada yang sanggup dan mampu untuk menghadapi orang orang yang disebutkan oleh Bajra tadi


Mereka benar-benar penasaran dengan orang yang disebutkan oleh pemilik perumahan mewah tersebut. Maka dengan tidak sabar, Dion menyuruh Bajra, untuk mendatangkan orang yang dimaksud


"Kalau memang orang yang kau maksudkan itu ada!. Cepat keluarkan! dan tunjukkan kepada kami, biar kami segera bisa menghabisinya!" Ucap Dion sangat yakin sekali


"Dengan senang hati tuan yang sombong!" Jawab Bajra cepat, sambil menyeringai penuh misteri


Kemudian dengan sigap menekan tombol, di atas permukaan seperti arloji di pergelangan tangannya. dan terlihat seperti sedang mengoperasikan sebuah remote control, yang biasa digunakan untuk menghidupkan atau mematikan alat elektronik


Sesaat setelah dia menekan tombol tersebut, tiba-tiba dari arah kanan dan kiri, terbuka pintu yang cukup lebar, yang jika diperhatikan secara seksama, tidak terlihat sama sekali pada awalnya


Namun keberadaan pintu dan ruangan dibelakangnya tersebut, sudah terdeteksi oleh Abhicandra sejak awal, dan dia mengetahui ada dua orang di masing-masing ruangan tersebut, yang sepertinya sengaja dikurung di dalam ruangan itu. Dion juga mengetahuinya, lalu disampaikan pada anak buahnya yang lain


Tak lama setelah pintu rahasia itu terbuka, muncul empat orang dari pintu pintu tersebut, berperawakan tinggi besar serta berotot, mirip seperti binaragawan atau pemain gulat profesional


Melihat pemandangan itu Dion dan orang-orangnya, sempat mengernyitkan kening pertanda keheranan. Tapi sedetik kemudian, rasa terkejut mereka hilang begitu saja, dan kembali seperti biasa


"Itukah orang-orang yang kau maksudkan Bajra?" Tanya Dion sekedar menguji saja


"Benar!. Mereka lah orang yang aku maksudkan!

__ADS_1


"Jaga nyawa kalian, agar tidak tanggal dari badan! Hahahaha!" Jawab dan tawa Bajra senang


__ADS_2