
Satu jam kemudian. Keadaan kembali normal. Seluruh penjahat tersebut berhasil ditumpas. Yang berhasil selamat maupun yang tidak, mereka bawa ke rumah sakit. Sedang biaya pengurusannya di serahkan pada pihak Birawa Group
Kini lalu lintas kembali normal. Sewaktu terjadi baku tembak antara petugas, anak buah Robin dengan kelompok Rojak itu. Lalu lintas sempat terhenti di tempat tersebut, dan menghambat perjalanan pengguna jalan lainnya
Ada yang ingin mengabadikan momen tersebut, tapi di cegah oleh kedua kelompok agar tidak timbul preseden buruk ke depannya
Akhirnya berkat koordinasi yang apik dan taktik jitu. Kelompok pertama pimpinan Rojak dua berhasil ditumpas semua
Kini tinggal mencari peran utama sindikat yang meresahkan Dion itu. Jika ada Rojak dua, pasti ada Rojak satu tiga dan seterusnya
Ternyata penggunaan Rojak itu bukan mengarah pada nama seseorang, tapi nama gelar, untuk menunjukkan status mereka dalam komplotan tersebut
***
Sementara itu di lokasi lain, Ratusan pengawal pimpinan Robin, Langit dan Bumi, terus menyusuri jalan LS itu dan jalan jalan lainnya, untuk memancing kelompok pengganggu tersebut agar keluar dari sarangnya
Tapi sudah hampir setengah hari pencarian mereka tidak membuahkan hasil. Akhirnya di putuskan, kelompok besar mereka bagi tiga, dan berpencar untuk memancing para penjahat tersebut agar keluar
Selama pencarian itu, komunikasi terus mereka lakukan, dengan kelompok. pimpinan Burgon juga dengan kelompok lainnya
"Jika dalam tiga jam tidak juga berhasil memancing kelompok lain keluar!. Segera bergabung dengan kelompok induk dan akan kembali melanjutkan pencarian pada malam harinya." Ucap Robin memberi perintah melalui sambungan teleponnya
***
"Siapa mereka?. Bagaimana bisa menghabisi anak buah ku?" Tanya seorang pria berkumis pada anak buahnya bernada marah
"Kami tidak begitu tahu bos!. Tapi menurut mata mata kita, waktu itu seperti biasanya, kelompok pimpinan Rojak dua tengah melakukan aksinya."
"Dengan yakin mereka menghentikan konvoi kendaraan, yang melewati jalan menanjak di tikungan tersebut."
"Tapi kali ini mereka bernasib sial!"
"Puluhan kendaraan yang membawa semen, ternyata dikawal oleh ratusan orang bersenjata lengkap"
"Bahkan menurut kabarnya, diantara mereka itu ada puluhan aparat penegak hukum." Jawab salah seorang anak buahnya berterus terang
"Siapa mata mata tersebut?" Tanya Rojak Babu garang
"Markoni bos!" Jawabnya berterus terang
"Panggil dia kemari!"
"Aku ingin mendengar secara langsung dari mulutnya tentang penyergapan tersebut!" Respon Rojak Babu tegas
"Baik bos!. Akan segera saya hubungi dia!" Jawab Bono, anak buah tersebut patuh. Kemudian mengambil teleponnya, dan menghubungi Markoni, agar datang menghadap Rojak Babu sekarang juga
Satu jam kemudian, Markoni yang dipanggil tadi, sudah berada dihadapan si Babu tersebut, dan melaporkan kejadian yang sebenarnya
"Sial!. Bisa bisanya pemilik semen itu mengirimkan begitu banyak orang!"
"Sebenarnya siapa orang yang sedang kita hadapi itu?"
"Kenapa sampai bisa mengerahkan begitu banyak pengawal, untuk mengawal pengiriman semen semen tersebut?"
"Yang aku heran kan, Kenapa informasinya tidak sampai ke telinga kita?" Respon Rojak Babu tidak senang. Kemudian mengalihkan pandangannya pada mata mata yang dipanggil tadi
"Markoni!. Apakah kau tidak tahu siapa mereka?" Tanya Rojak Babu ingin jawaban
"Saya tidak begitu tahu bos!. Tapi dari lambang yang mereka gunakan, sepertinya mereka itu bodyguard." Jawab Markoni apa adanya
__ADS_1
"Bodyguard?. Bisa sebanyak itu?. Bersenjata pula!" Respon Rojak Babu penasaran
"Itu yang saya tahu bos!"
"Bahkan senjata yang mereka gunakan, adalah senjata standar, yang biasa digunakan di medan perang." Jawab Markoni menambahkan
"Gawat!. Jika mereka bertemu dengan kelompok Rojak tiga, bisa bisa mereka akan mengalami nasib yang sama!"
"Cepat hubungi Rojak tiga!, agar untuk sementara menarik orang orangnya dari jalanan!"
"Aku takut mereka akan bernasib sama seperti Rojak dua!" Perintah Rojak Babu tegas
"Siap bos!" Jawab anak buahnya tegas juga. Kemudian menghubungi Rojak tiga, agar melakukan seperti yang diperintahkan
Pantas saja kelompok Robin tidak bisa menemukan mereka, karena sebelum Robin sampai, mereka sudah membubarkan diri terlebih dahulu
"Sudah seharian kita sembunyi di tempat ini. Aku rasa keadaan sudah aman." Ucap Rojak tiga pada anak buahnya
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang bos?" Tanya anak buahnya ingin tahu
"Ya tentu saja kembali ke markas bodoh!" Jawab Rojak tiga marah
"Bukan itu maksud saya bos!. Saya khawatir kelompok bersenjata itu masih berkeliaran di jalan."
"Jika kita keluar, saya takut mereka bisa menemukan kita." Jawab anak buahnya membela diri
"Bos besar sudah memberi perintah. Berarti keadaan sudah aman!"
"Lagi pula ini sudah menjelang senja. Aku yakin mereka sudah tidak ada lagi di jalanan!" Jawab Rojak tiga enteng
"Jadi bos?" Respon anak buahnya ragu ragu
"Setengah jam lagi kita pergi dari sini!. Paham?" Jawab Rojak tiga emosi
"Paham bos!" Jawabnya malu malu
***
Kota Golden City, tiga hari sebelum Robin dan Burgon berangkat ke kota P dan L
"Dewa obat!. Apakah kau tahu kenapa paman aku panggil kemari secara pribadi?" Tanya Dion dengan ekspresi serius
"Saya tidak tahu tuan besar!. Mungkin karena saya ada berbuat salah, sehingga saya dipanggil kemari." Jawab dewa obat atau Pai Zu Xian kebingungan
"Bisa ya bisa juga tidak." Respon Dion penuh mengandung teka teki
"Kalau boleh tahu, apa kesalahan hamba yang hina ini tuan besar?" Jawab dewa obat merendah
"Pertama. Sudah banyak obat serta ramuan yang kau buat, tapi tidak ada satupun obat untuk memulihkan stamina serta kejantanan pria!"
"Kedua. Dari ribuan bahkan mungkin jutaan jenis ramuan, pil serta serbuk di paviliun obat kita. belum ada satupun ramuan obat, atau pil perangsang kesuburan pria dan wanita!"
"Apakah perkataan ku ini benar dewa obat?" Ucap dan tanya Dion bersandiwara
"Benar tuan besar!, dan baru dalam tahap rencana, jadi belum ada resepnya." Jawab Pai Zu Xian berterus terang
"Nah!. Karena alasan itu, aku panggil paman kemari, dan memerintahkan saat ini juga, agar paman menuliskan resepnya, lalu dibuat obatnya, serta di uji coba."
"Obat itu sangat berguna bagi pasangan yang belum punya anak."
__ADS_1
"Kalau mereka tidak bersedia menjadi bahan percobaan, aku bersedia menjadi taruhannya!" Ucap Dion bersemangat
"Baik tuan besar!"
"Hari ini juga saya akan membuatkan resepnya, dan besok sudah boleh di uji cobakan!" Jawab dewa obat juga semangat
"Bagus!. Aku hargai usahamu dewa obat!"
"Selain itu, aku juga ingin kau membuat obat khusus untuk kakek ku, agar penyakitnya tidak kambuh lagi!" Respon Dion senang
"Akan saya usahakan tuan besar!"
"Ramuan atau obat yang tuan minta untuk dibuatkan segera. akan saya buat secepat mungkin, dengan bahan bahan terbaik, yang sengaja di impor dari negara lain."
"Begitu juga dengan obat khusus untuk tuan senior. Bahan bahannya juga menggunakan bahan impor."
"Sebesar 50 persen, bahan bahannya tidak tumbuh di negara tropis seperti negara kita."
"Tapi lebih banyak tumbuh di negara yang mempunyai iklim dingin."
"Oleh karena itu saya berharap, tuan bisa sedikit bersabar, untuk mendapatkan obat tersebut." Jawab Pai Zu Xian apa adanya
"Bagus!. Setelah obat itu jadi, dan kau yakini sangat berhasiat. Segera tunjukkan padaku, agar aku bisa menjadi orang pertama, yang akan menjadi kelinci percobaan obat tersebut!"
"Setelah itu, panggil belasan pasangan pengawal keluargaku, untuk meminum ramuan tersebut!"
"Setelah satu bulan atau lebih, dan ternyata obat tersebut sangat manjur, maka aku merekomendasikan, menjual obat tersebut kepada dunia, dan kepada pasangan yang membutuhkan!" Reaksi Dion sangat semangat sekali
"Siap tuan besar!. Kalau begitu saya mohon pamit untuk undur diri." Jawab Dewa obat cukup sopan sekali
"Silakan paman Xian!. Aku menunggu berita mu!" Sambut Dion senang
"Siap tuan besar!. Jawab Pai Zu Xian tegas, tanpa curiga sedikitpun
"Hahahaha!. Usahaku berhasil!, dan dewa obat tidak tahu akan masalah ku!"
"Dua atau tiga hari lagi. Aku akan mendapatkan kejantanan ku kembali!" Monolog Dion dalam hati
"Beruntung aku bisa memutar balikkan fakta!"
"Kalau tadi aku berterus terang pada dewa obat tentang masalah ku, tentu berita ini akan tersebar di kalangan anak buah ku sendiri!"
"Alangkah malunya aku, jika itu benar-benar terjadi!"
"Untunglah aku bisa bersandiwara di depan Pai Zu Xian, si dewa obat itu!" Monolog Dion kembali dalam hati
"Setelah ini, aku akan menyuruh dewa obat untuk membuat berbagai macam ramuan,pil, obat-obatan, untuk penyakit penyakit yang belum ada obatnya."
"Dengan demikian, kebohongan sunat ku, tidak akan ketahuan sampai kapanpun, dan harapan kakekku serta Ivory, akan menjadi kenyataan!" Guman Dion lirih untuk diri sendiri
Setelah berkata seperti itu, Dion pergi menemui kakeknya, untuk membicarakan pengiriman 3 sampai 4 ratus pengawal, guna meringkus komplotan yang selalu mencegat kompoi kendaraan pengiriman semen milik Birawa Group
***
Waktu kembali ke tiga hari sesudahnya
Kelompok begal yang dipimpin oleh Rojak tiga, kini telah kembali, dan selamat sampai tujuan
Tidak ada penghadangan atau dibuntuti oleh kelompok yang sedang mencari-cari mereka
__ADS_1
Tapi tanpa mereka sadari, tak jauh dari markas kelompok itu, ada dua orang yang sedang menyamar sebagai pedagang keliling, yang tengah melayani seorang pelanggan, dan berpura-pura tidak tahu, bahwa di depan juga belakang mereka, adalah markas besar kelompok para begal tersebut