Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Diawasi


__ADS_3

"Selamat datang tuan dan nyonya besar!" Sapa dewa obat dan anak buahnya serempak, sambil menundukkan kepala nya kearah tuannya tersebut


"Apa kabar paman Pai Zu dan kamu Govin?"


"Kenapa pergi tak bilang bilang lagi?" Respon Dion pura pura marah


"Kabar kami baik baik saja tuan besar!. Maaf kalau kami bertindak lancang, dengan tidak menginformasikan kepergian kami sebelumnya pada tuan besar." Jawab dewa obat merasa bersalah


"Sudahlah!. Sekarang kita pun sudah ada di sini!" Ucap Dion merasa tidak enak hati pula


"Mana tenda kami?" Tanya Dion mengalihkan cerita hingga mengagetkan mereka semua


"Maaf tuan dan nyonya besar.Tenda yang paling besar dan tinggi itu adalah tempat anda." Jawab dewa obat cepat, sambil menunjuk ke arah tenda yang terletak di tengah tengah puluhan tenda yang lain


"Mari bawa kami ke sana!" Ucap Dion tegas


"Silakan tuan dan nyonya besar." Sambut dewa obat dan Govin penuh hormat


Tak lama berselang. Dion dan Ivory sudah berada di dalam tenda yang cukup luas dan besar itu, walau belum ada tempat tidur bagusnya. hanya alas tidur yang tersedia, terbuat dari kayu bulat saja, tapi terlihat cukup nyaman


Segera setelah menyadari itu semua, Dion meminta pada Iron, agar mengerahkan anak buahnya, untuk mengambil busa tipis, yang memang sengaja dibawanya, dan bisa di isi dengan udara untuk tempat tidur Ivory dan dia, juga untuk mereka semua


Setelah dua diantaranya dimasukkan ke dalam tenda, Iron mengisi busa tipis tersebut dengan udara, menggunakan pompa otomatis yang memang tersedia dan dibawa oleh Dion juga


Sekejap saja busa yang tadinya tipis dan kecil, kini menjadi tebal, besar dan empuk


Ada dua buah busa besar, yang diletakkan di dalam tenda Dion dan Ivory, sedangkan ratusan yang lain, diberikan pada anak buahnya, agar mereka tidur tidak kesakitan, serta kedinginan, karena bersentuhan langsung dengan tanah


"Luar biasa!. Tuan besar telah mempersiapkan segalanya secara teliti, sampai busa lengkap dengan bantalnya pun di bawa juga."


"Benar benar suami dan pemimpin yang bijaksana, yang tidak mementingkan diri sendiri." Ucap Pai Zu Xian dalam hati kagum, dan memuji tuan besarnya tersebut


"Ada apa paman Xian?. Apakah merasa tidak enak karena kedatangan kami?" Tanya Dion apa adanya


"Ti ti tidak tuan besar!. Justru kami merasa sangat beruntung dan bersyukur, dengan kedatangan anda ke sini!" Jawab Pai Zu Xian gelagapan


"Kalau begitu kenapa kau melamun tadi?" Tanya Dion tegas


"Tidak ada tuan besar. Kami cuma merasa kagum, karena tuan besar telah mempersiapkan segalanya untuk kepentingan kami." Jawab dewa obat berterus terang, dan merasa bersalah


"Itu suatu hal yang tidak boleh ditinggalkan, jika kita mampu dan bisa membawanya."


"Kebetulan benda seperti itu cukup banyak tersedia, dan jumlahnya sangat banyak sekali di gudang penyimpanan kita"


"Kalian nya saja yang pergi tanpa persiapan!" Jawab Dion apa adanya


"Maafkan kami tuan!. Lain kali jika bepergian seperti ini lagi, kami akan membawanya." Jawab dewa obat semangat


"Oh ya!. Apa sebenarnya yang ingin kalian cari di hutan ini?"


"Apakah ada sesuatu hal yang berharga?" Tanya Dion ingin tahu


"Benar tuan besar!. Menurut referensi dari buku buku kuno yang pernah saya baca. Pegunungan M ini, sepanjang 600 kilometer persegi, terdapat banyak sekali tanaman obat obatan langka, yang sangat berkhasiat, untuk mengobati berbagai macam penyakit."


"Bahan obat obatan itu, sangat berguna di dunia medis, apalagi tabib seperti saya ini!"


"Selain itu, saya juga penasaran dengan berita yang santer terdengar akhir akhir ini, katanya ada sejenis tumbuh tumbuhan langka, yang baru di temukan, oleh penduduk lokal belum lama ini."


"Menurut kabarnya, tumbuhan tersebut mampu mengobati 17 jenis penyakit, yang sampai saat ini belum ada obatnya secara instan."


"Mendengar itu, saya buru buru menghubungi murid ku, dan mengajaknya untuk mendatangi lokasi, dimana tumbuhan tersebut berada."

__ADS_1


"Itulah awal ceritanya tuan besar, kenapa kami bisa ada di sini" Ucap dewa obat lancar, ketika menjelaskan secara panjang lebar, sebab musabab dia berada di kawasan pegunungan M itu


"Cukup menarik!" Respon Dion dalam hati


"Tapi kapan rencananya kalian akan meneroka kawasan hutan ini, untuk mencari tumbuh tumbuhan tersebut?" Tanya Dion sudah tidak sabaran ingin ikut


"Rencananya hari ini tuan besar!. Tapi karena mendapat kabar tuan beserta nyonya akan datang menyusul, maka pencariannya di lakukan besok." Jawab dewa obat apa adanya


"Kalau begitu!. Mumpung ini masih pagi, dan belum terlalu siang. Sebaiknya kalian bersihkan tempat ini, lebih luas dari yang kalian bersihkan sebelumnya."


"Tapi jangan tebang pohon pohonnya ya?"


"Cukup bersihkan semak semak nya saja, untuk didirikan tenda tenda cadangan, buat para pengawal istirahat, termasuk untuk gudang penyimpanan"


"Selain itu, pasang pagar tinggi di sekeliling tempat ini, agar binatang buas atau binatang melata, tidak masuk ke lokasi tenda." Ucap Dion memberi perintah


"Siap tuan besar!. Perintah tuan akan kami laksanakan!" Jawab dewa obat tegas, cepat dan tanggap. Serta di amin kan oleh Iron, Adiwilaga, Abhicandra, Hans, Eric dan Bumi, serta oleh dua ratusan lebih pengawal yang ada di situ


Segera setelah itu, ratusan pengawal laki laki, dibantu oleh para komandannya, membersihkan lokasi perkemahan, agar lebih luas dan lapang, demi keselamatan dan kenyamanan tuan dan nyonya besarnya itu


Tapi mereka tidak melakukan penebangan pohon pohon, walau tumbuhnya jarang jarang, yang ada di lokasi tersebut. Mereka hanya membersihkan semak perdu yang ada di sekitarnya saja


Kebetulan lokasi tempat mereka berkemah itu, berada di puncak bukit, yang cukup besar serta luas, dan dekat pula dengan sumber mata air pegunungan


Tempat tersebut tidak banyak ditumbuhi oleh pohon pohon besar, hanya pohon pohon kecil saja yang ada, hingga memudahkan pekerjaan mereka dalam membersihkan lokasinya


Hampir tiga jam mereka berjibaku membersihkan areal tersebut, dan hasilnya sangat luar biasa sekali


Dalam radius 250 meter persegi, tidak terlihat semak belukar lagi. Yang ada hanya pohon pohon kecil, yang memang sengaja tidak di tebang, untuk menjaga kelestarian alam semula jadinya


Tapi untuk tempat helikopter mendarat, mau tidak mau, beberapa pohon kecil, terpaksa harus di tebang juga


Dion yang melihat itu sangat senang sekali, dan mengapresiasi kerja keras anak buahnya tersebut


***


Jam pada saat itu sudah menunjukkan pukul 1.10 sore. Setelah selesai santap siang, yang disiapkan oleh pengawal Ivory, Dion menyuruh mereka untuk istirahat, guna memulihkan tenaga yang sempat terkuras tadi


Dua jam kemudian, setelah istirahat siang itu habis, Dion menyempatkan diri untuk menemui para pengawalnya, termasuk para petinggi yang bertindak sebagai komandan mereka


Setelah sampai dan duduk di tengah-tengah mereka, Dion pun berkata.


"Pemandangan di tempat ini sangat bagus sekali. Sangat cocok sebagai tempat untuk menenangkan diri." Ucap Dion pada anak buahnya itu, untuk memulai pembicaraan


"Tuan benar!. Rasanya saya pun kepingin berlama-lama disini. dan tidak ingin cepat cepat pulang" Jawab Adiwilaga berterus terang


"Kalau tidak mau pulang, bagaimana dengan tanggung jawab senior, pada anak buah yang lain di kota emas itu?" Bantah Dewa obat cukup menohok sekali


"Ya mau bagaimana lagi?. Habisnya tempat ini enak sih!"


"Selain masih asri dan tenang. Tempat ini pun terasa sejuk sekali!. Tidak seperti di kota kota besar!" Jawab Adiwilaga tidak mau kalah


"Tapi senior jangan lengah!. Walaupun tempat ini sejuk dan tenang, tapi aku merasakan banyak energi negatif yang sangat kuat sekali di sini!"


"Kalau aku tidak pandai pandai mensiasatinya, kemungkinan kita semua tidak akan betah berlama lama di tempat ini!" Bantah Abhicandra sedikit khawatir


"Paman benar!. Aku juga merasakan energi negatif itu. walau masih tidak terlalu kuat" Jawab Dion apa adanya dan membenarkan ucapan dari Abhicandra tersebut


"Benarkah itu tuan besar?" Tanya Dewa obat penasaran


"Tanyakanlah pada rekanmu itu!. Bukankah dia tadi sudah mengatakan, bahwa di tempat yang kalian pilih ini, banyak sekali terdapat energi negatif, walau tidak terlalu kuat."

__ADS_1


"Benarkan begitu penatua Omi?" Tanya Dion pada seorang cenayang, yang dibawa dan di dapatkan oleh Adiwilaga malam tadi


"Benar sekali tuan!. lokasi ini dulunya adalah tempat tinggal suku pedalaman yang tidak di kenal."


"Tapi karena tanahnya gersang serta berbatu hitam walau dekat dengan sumber mata air, tapi mereka tidak betah tinggal berlama lama di sini."


"Dan akhirnya mereka memutuskan pindah ke tengah hutan, yang cukup jauh dari sini." Jawab Omi si cenayang tersebut apa adanya


"Lalu dimana mereka sekarang penatua?" Tanya dewa obat penasaran


"Omi juga tidak tahu tuan. Menurut kabar, mereka sudah hampir punah, karena berbagai sebab."


"Diantaranya adalah terserang penyakit menular, hingga banyak yang mati."


"Apakah mungkin mereka suku yang sangat misterius itu?" Batin Pai Zu Xian dalam hati. Kemudian berkata.


"Maaf tuan besar!. Jika tuan mengizinkan, saya ingin menemukan lokasi mereka, dan melihat apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Pai Zu Xian cukup berani


"Untuk sementara, singkirkan dulu keinginan mu itu, dan fokus pada tujuan mu semula."


"Kakek ku sedang menantikan kepulangan kalian, agar mengobati penyakitnya yang mulai kambuh itu."


"Jadi aku sarankan, kalian harus memanfaatkan waktu yang tersedia, untuk menemukan bahan obat obatan sebanyak banyaknya."


"Pakal saja ini sudah menjelang sore. Kalau tidak, hari ini juga kita masuk ke dalam hutan dan menemukan bahan bahan itu!" Jawab Dion cukup panjang sekali


"Maaf tuan besar jika saya terlalu semangat, dan melupakan tujuan utamanya." Respon Pai Zu Xian tidak enak hati


"Govin!. Bukankah kau pernah mengobati penyakit kakek ku itu?"


"Sedikit banyaknya kau tentu tahu, obat obat herbal apa saja, yang diperlukan untuk menyembuhkan penyakit kakekku tersebut." Ucap Dion tiba-tiba


"Tuan benar!. Untuk itulah kami datang ke sini tuan besar, dengan harapan, bisa menemukan tanaman herbal langka yang tumbuh ditempat ini."


"Selain untuk membuat obat menyembuhkan penyakit tuan senior, kami juga berencana untuk melakukan riset, pada berbagai macam jenis tanaman-tanaman langka yang tumbuh di hutan ini."


"Setelah ditemukan dan terbukti berkhasiat, maka kami akan mengambil sebanyak banyaknya tumbuhan tumbuhan herbal tersebut untuk dibawa ke kota emas."


"Apakah kalian berencana untuk menambah koleksi, obat obatan yang ada di paviliun obat kita?" Tanya Dion ingin tahu


"Benar tuan besar!. Karena permintaan sangat tinggi sekali, akan obat-obatan langka dari kita, terutama obat penyembuhan mioma tersebut."


"Peminat dan pemesannya, sangat luar biasa sekali. Hingga kami merasa kewalahan, dan kehabisan stok tanaman-tanaman herbal, yang digunakan untuk campuran pembuatan obat tersebut."


"Untuk itu, kami perlu datang ke sini, untuk mendapatkan bahan-bahan tersebut tuan besar!" Jawab Govin apa adanya


"Hum!. Ternyata begitu. Tidak ku sangka, paviliun obat yang dulu hanya angan angan ku saja, sekarang telah menjadi kenyataan. dan berkembang sangat pesat sekali " Ucap Dion senang


"Baiklah semua!. Karena hari sebentar lagi menjelang petang. kalian boleh bubar dan persiapkan segala sesuatunya dengan baik." Ucap Dion memberi perintah


"Baik tuan besar!" Jawab semua yang ada di tempat itu patuh dan serempak


***


Dua setengah jam kemudian, hari benar benar telah menjadi gelap, beruntung ditempat itu, telah dipasangi lampu yang cukup banyak, dari mesin genset, yang sengaja dibawa oleh Dion juga dewa obat


Jadi lokasi perkemahan tersebut tidak terlalu gelap, dengan jumlah lampu yang terpasang lumayan banyak


Selain itu, di sekeliling perkemahan tersebut, juga telah dipasangi pagar, terbuat dari kayu bulat yang cukup tinggi


Pos-pos penjagaan pun telah mereka bangun, di delapan penjuru mata angin, yang bangunannya sedikit lebih tinggi dari pagar, supaya mudah mengawasi pergerakan dari luar

__ADS_1


Tapi tanpa mereka sadari, dalam radius 300 meter dari mereka, ada belasan pasang mata, terlihat sedang mengawasi perkemahan tersebut dari atas pohon, dengan sorot mata penuh kemarahan


__ADS_2