
Kini penghujung tahun telah menghilang, dan tahun baru sudah siap menggantikan.
Setelah kembali dari kota M, Dion dan tuan Birawa, segera mengevaluasi kinerja seluruh anak buahnya selama setahun
Hampir separoh dari mereka, mendapatkan bonus yang lumayan besar, termasuk juga para pengawalnya
Apresiasi tersebut, mendapat sambutan yang sangat meriah dari anak buahnya.
Banyak yang merasa bersyukur, karena telah bekerja pada orang dan tempat yang tepat.
Sampai kapan pun, mereka akan tetap setia pada Birawa Group dan pemiliknya
"Kakek!. Apakah tidak sebaiknya di awal tahun pertama ini, kita mengadakan acara syukuran, untuk mengapresiasi kinerja anak buah kita, terutama para pengawal itu?" Tanya Dion memberi usul
"Kau benar cucuku!. Kakek setuju dengan usul mu tersebut. Lagipula kakek sudah lama tidak berkumpul dengan kawan kawan kakek di kota J itu."
"Dengan adanya acara syukuran tersebut, kakek berharap, mereka akan kau undang untuk datang ke kota emas ini."
"Dengan demikian, kakek bisa berkumpul kembali dengan mereka, dan itu menurut kakek sangat luar biasa sekali!" Ucap tuan Birawa semangat
"Kalau itu yang kakek.mau, maka akan Dion lakukan."
"Tiga hari dari sekarang, acara tersebut akan terlaksana." Respon Dion penuh semangat
"Terima kasih cucuku!. Kau memang yang terbaik!" Ucap tuan Birawa merasa bersyukur
***
Tiga hari kemudian
Acara yang digadang gadang bakal berjalan seru dan meriah, memang benar benar berjalan seperti yang direncanakan
Seluruh petinggi Birawa Group, orang orang penting kota B, dan kota kota sekitarnya, termasuk dari kota J dan sekitarnya juga
Seluruh orang orang penting tersebut, diundang oleh Dion, atas rekomendasi dari kakeknya
Iron dan orang orangnya, mengerahkan pengawalan yang berlapis, demi suksesnya acara tersebut
Bagi yang tidak ada tanda pengenal berupa undangan bertanda khusus, maka mereka tidak akan diizinkan masuk ke tempat acara
Pengamanan yang super ketat itu, membuat para tamu merasa risih, tapi banyak pula yang merasa nyaman karena mereka merasa terlindungi
Walaupun kota Golden City pengamanannya sangat luar biasa, dengan ribuan pengawal dan tiga ratusan anggota polisi serta tentara. Namun hal tersebut tidak mengurangi antusiasme dari para undangan, untuk menikmati segala macam hidangan mewah di tempat pesta
__ADS_1
"Kau lihatlah cucu ku!. Betapa senangnya kawan kawan kakek ini!"
"Karena sudah lama tidak berjumpa, jadi begitu bersua banyak cerita yang berseliweran di antara Kami!" Ucap tuan Birawa senang
"Kakek mu benar tuan Dion!. sudah hampir tiga tahun kami tidak bertemu, mungkin semenjak kepulangannya ke kota J beberapa tahun yang lalu."
"Sejak saat itu, praktis kami seperti terputus hubungan! Sambut salah seorang temannya menimpali
"Paman Wijaya bisa saja!.Padahal boleh dikatakan jarak kota B dengan kota J cukup dekat. Tapi dasar pamannya saja yang tak mau bertandang!" Respon Dion berterus terang
"Hahahaha!. Kau lihatlah Mahesh! Bagaimana cucu mu itu telah berani meledek ku!" Ucap Wijaya sambil bercanda
"Bukankah apa yang dikatakannya itu benar Wijaya.Kaunya sendiri yang tidak mau Sowan pada kami!"
"Padahal kalau kau datang, apalagi kalian ini, maka aku dan cucu ku akan menyambut kalian dengan baik!"
"Tapi sayangnya kalian tak mau datang mengunjungi ku!" Bantah tuan Birawa enteng, menguatkan pernyataan dari cucunya tersebut
"Ah sudahlah. Yang penting sekarang kita sudah berkumpul." Sanggah Wijaya terkesan malas meladeni
"Tapi ngomong ngomong, bagaimana perkembangan perusahaan mu Wi?" Tanya tuan Birawa ingin tahu
"Seperti yang kau lihat, perusahaan ku yang begitu begitu saja!"
"Tidak maju tidak juga mundur, monoton begitu saja sepanjang tahun."
"Semua itu berkat kerja keras dari cucu ku ini. Dialah yang telah mengadakan inovasi dan restrukturisasi, di tubuh perusahaan."
"Jadi semenjak dia memegang Birawa Group. Perusahaan ku berkembang begitu pesat, bahkan mendapat peringkat pertama di dunia, mengalahkan perusahaan yang telah bercokol selama satu dekade, dalam hal kekayaannya ." Jawab tuan Birawa apa adanya
"Tapi tetap saja itu berkat dukungan mu juga kan?" Sanggah Wijaya cuek
"Kalau kau mau mengatakan seperti itu, ya terserah!. Yang penting aku sudah mengatakannya secara jujur! Ucap tuan Birawa ngambek
"Hahahaha!" Reaksi teman temannya geli
"Kalau menurut ku, kemajuan perusahaan itu, tergantung dari sumber daya manusianya."
"Didukung oleh sumber dana, bahan dan pangsa pasar yang ada!"
"Jika itu semua tersedia, maka aku yakin, sebuah perusahaan akan berkembang dengan pesat,dan akan meninggalkan pesaingnya."
"Contohnya Birawa Group, SDM nya ada. dana ada, sumber daya mineral juga tersedia bahkan melimpah pula!"
__ADS_1
"Tapi yang terpenting dari semua itu adalah dana!"
"Jika ada sumber daya, manusia, ada bahan yang akan diolah, tapi dana, alias modal kerja tidak ada, ya percuma saja!" Ucap Togar panjang lebar
"Betul apa yang dikatakan oleh si Togar itu!. Aku setuju dan mendukung pendapatnya!" Sambung Delvin terkesan menyembunyikan niatnya
"Kau setuju tentang apa sih?. Bilang saja kalau kau ingin mendapat dukungan dana dari sahabat kita ini. Begitu kan?" Ucap Irfan datang menyela
"Kau ini apa apaan Ir?. Sejak kapan kau peduli padaku dan mau mengurusi urusan ku?" Respon Delvin kurang senang. Kemudian menyambung perkataannya
"Kalau memang ya aku butuh dana, kau mau apa?. Uang uangnya senior Birawa, bukan uang mu!. Kenapa malah kau yang sewot?" Sambung Delvin kesal
"Sudah! sudah!. Kenapa kalian malah bertengkar di sini?"
"Apakah kalian tidak malu dilihat oleh anak anak muda itu?" Ucap tuan Birawa menengahi
"Hehe!. Respon keduanya cengengesan, tak berani membantah ucapan senior mereka
"Oh ya!. jika perusahaan kalian berenam ini, butuh suntikan dana buat modal kerja, atau membeli aset perusahaan, silakan sampaikan saja pada cucu ku ini!"
"Mumpung dia masih bersedia menemani yang tua tua ini. Sampaikan saja keluhan kalian dan jangan malu malu."
"Oh ya!. Sekedar informasi, cucuku ini telah dipanggil tuan besar oleh orang orangnya, sedangkan aku dipanggil tuan senior oleh mereka."
"Jadi aku tegaskan pada kalian. Cucuku ini orangnya sedikit berbeda."
"Baik pada orang baik, jahat dan kejam pada yang menyakitinya."
"Jadi pandai pandai lah mengambil hati, dan bersikap tidak sembrono ketika berbicara dengannya."
"Kau lihat itu!. Orang yang ada di belakangnya itu, adalah pengawal yang selalu setia pada cucu ku."
"Jangan coba coba mengganggu, apalagi memprovokasi nya."
"Jika kurang percaya cobalah!" Ucap tuan Birawa melebihi lebihkan kata
"Cucu ku!. kau kemari lah!" Ucap tuan Birawa pada Dion
"Ada apa kek?" Tanya Dion penasaran
"Teman teman kakek ini ingin.." Ucap tuan Birawa terputus secara sengaja, agar teman temannya menjadi tegang
Entah mengapa, Prabawa yang dimiliki oleh Dion, mampu membuat mereka bersikap segan padanya
__ADS_1
Sama seperti saat ini, hati mereka dag dig dug tidak karuan. Padahal Dion tidak melakukan apa apa
"Kakek tadi mau berkata apa sih?" Tanya Dion kembali keheranan