Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Rencana licik


__ADS_3

Hari itu Emily benar benar bahagia, karena disambut dan diterima dengan tulus oleh keluarga barunya itu


Sepanjang sore, setelah habis makan, Emily diajak oleh kakek angkatnya itu, untuk berkeliling kota Golden City, dan singgah dibeberapa toko untuk membeli keperluannya


Ditemani oleh Iron dan beberapa komandan serta pengawal elit, tuan Birawa dan cucunya itu, mengunjungi beberapa hotel, restoran, toko dan lain lain, mereka disambut oleh karyawan, semua tempat yang mereka kunjungi tersebut, dengan penghormatan yang begitu tinggi


Ketika sedang berada di mall mewah miliknya itu, tuan Birawa berkata. "Kau carilah baju dan perlengkapan mu sebagai seorang perempuan, dan cari juga untuk keperluan mu bekerja, karena kakek tak mau, cucu kakek berpenampilan buruk dan tidak menarik." Ucap tuan Birawa tulus


"Tidak usah kek!. Apa yang telah kakek beri itu, sudah lebih dari cukup. Emi tidak mau menyusahkan kakek nanti." Sanggah Emily dengan suara pelan, tapi cukup jelas


"Jangan berani membantah perintah kakek!. dan jangan membuat kakek kecewa!" Protes tuan Birawa tidak senang


Karena sudah diperingatkan seperti itu, Emily tidak berani membantah lagi, dan segera pergi ke bagian perlengkapan wanita, termasuk juga membeli baju baju kasual dan baju baju resmi, yang bisa dipakai nya untuk bekerja


"Nah itu baru cucu kakek. Jadi lain kali, kalau kakek perintahkan, jangan coba coba lagi berani membantah." Ucap tuan Birawa senang


"Baik kek!" Jawab Emily patuh


"Dan kau juga Iron serta kalian semua. Hari ini aku yang belanja untuk kalian, cepat kalian cari!. Kalau tidak ada di tempat ini, maka kalian boleh pergi ke tempat lain, dan jangan berani membantah!" Ucap tuan Birawa memberi kesempatan kepada pengawal pengawal nya itu, untuk membeli keperluannya sendiri


Para pengawal tuan Birawa, yang selama ini selalu setia menemaninya kemana mana, menjadi terkejut sekali, karena belum pernah diperlakukan seperti itu. Apakah ini karena hatinya sedang bahagia, karena mendapatkan cucu angkat baru, atau ada alasan lain, mereka tidak mau tahu


Tanpa di perintah dua kali, mereka pun bergegas menuju ke ke gerai masing masing, yang menjual beberapa produk produk tertentu


Maka riuh rendah lah para pengawal pengawal itu, memilih apa saja yang mereka inginkan, karena ini adalah kesempatan langka, dan mereka tidak berani untuk mensia siakannya


Sebenarnya, mereka bukan golongan orang orang yang memanfaatkan aji mumpung, tapi karena tidak berani menantang perintah dan kebaikan tuan besar mereka, maka mau tidak mau walau terpaksa, mereka memilih barang barang seperlunya saja


Hampir empat jam tuan Birawa dan Emily berada di tempat itu. Sepanjang keberadaannya tersebut, para pengawal yang sebelumnya ada di lokasi tersebut, memberikan pengawalan ekstra padanya


***


Kini malam telah menjelang, Dion dan kakeknya sedang duduk duduk di ruang keluarga, ditemani oleh Emily dan Iron saja, sedangkan pengawal utama lain, saat ini tidak terlihat batang hidungnya, mungkin mereka sedang menjalankan tugasnya masing masing, atau sedang istirahat


"Sebenarnya kakek sangat betah sekali tinggal di kota yang sejuk ini, tapi sudah hampir empat bulan, kakek meninggalkan rumah di kota J itu. Sepertinya kakek ingin pulang untuk sementara waktu ke sana." Ucap tuan Birawa, disela sela acara kumpul kumpul itu, sambil minum teh kesukaannya


Mendengar perkataan kakeknya yang tiba tiba itu, tentu saja Dion terkejut. lalu menjawab "Tunggulah beberapa minggu lagi kek! Karena sejak adanya kakek disini, Dion menjadi semangat, dan tidak begitu sepi lagi." Ujarnya memohon


"Kakek inginnya lama lama disini, tapi kakek tetap harus pulang juga ke kota J, karena ada beberapa urusan yang belum sempat kakek selesaikan, sebelum berangkat ke sini." Jawab tuan Birawa tidak semangat, dan terlihat murung wajahnya


"Apakah ada sesuatu yang merisaukan kakek?" Tanya Dion mencoba ingin tahu


Tuan Birawa tidak langsung menjawab pertanyaan Dion tadi, tetapi malah mengambil nafas dalam dalam, setelah itu baru lah dia menjawab. "Sebenarnya tidak begitu juga, hanya masalah kecil." Jawab tuan Birawa seadanya, seperti sedang menyembunyikan sesuatu


"Kalau Dion boleh tahu, masalah kecil apa itu kek, agar Dion bisa membantu menyelesaikannya." Tanya Dion mendesak kakeknya untuk berterus terang


"Baiklah, kakek akan berterus terang pada mu. Seminggu sebelum kakek berangkat ke sini, kakek ada membuat janji, kepada seseorang, yang menginginkan suatu jabatan, di perusahaan kita, dan orang itu, masih ada hubungan kekerabatan dengan kakek. walau saudara jauh." Jawab kakeknya berterus terang

__ADS_1


"Maksud kakek bagaimana?" Tanya Dion penasaran


"Orang itu adalah kakek jauh mu, atau boleh dikatakan sepupu jauh kakek. Usianya sekitaran 51 tahun, tapi dia mempunyai dua orang anak, yang sifat keduanya tidak tergolong baik." Jawab tuan Birawa sedih


"Jadi maksud kakek, orang itu menginginkan, sebuah jabatan, yang mungkin akan diberikan kepada kedua anaknya tersebut, begitu?" Desak Dion agar kakeknya berterus terang lagi


"Benar sekali tebakan mu. Itulah yang membuat kakek risau." Jawabnya singkat


"Sebelum kau ditemukan, kakek sudah sangat khawatir sekali, kalau setelah kakek tiada, maka mereka akan menguasai perusahaan kakek itu.Tapi syukurlah, akhirnya kakek menemukan mu, sehingga bisa menyelamatkan perusahaan kakek yang kau pegang sekarang ini." Jawab tuan Birawa apa adanya


"Kenapa kakek tidak memanfaatkan kekuatan orang orang kakek, untuk mengatasi mereka?" Tanya Dion dengan analisa cepatnya


"Ini bukan masalah kuat atau tidak, tapi kakek sudah terlanjur terutang budi pada mereka. Sejujurnya kakek katakan, waktu kakek muda dulu, kakak belum sekaya seperti sekarang ini."


"Dulu waktu kakek masih kuliah, sama sepertimu, kakek pernah tinggal bersama dengan mereka, walau tidak terlalu lama. tapi kakek merasa tetap terutang budi, walau rumah yang kakek tumpangi itu, bukan rumahnya sendiri, melainkan rumah mertuanya, namun tetap saja kakek merasa tidak enak."


"Waktu kakek tinggal di sana. Sepupu jauh kakek itu belum mempunyai anak, walau mereka sudah menikah cukup lama."


"Setelah beberapa tahun, barulah mereka mempunyai anak, dan langsung diberi dua, atau kembar. Kedua anak itulah, yang perilakunya kurang terpuji, dan sekarang melalui orang tuanya, mereka ingin masuk di perusahaan kita, dan mendapatkan posisi tinggi, walau belum berpengalaman sama sekali"


"Walaupun ketika tinggal di sana kakek tidak makan gratis, tapi tetap tidak enak saja."


"Sambil kuliah dulu, kakek juga bekerja, di samping mendapat beasiswa dari kampus. Uang yang kakek dapatkan dari bekerja dan beasiswa itulah, sebagiannya kakek berikan kepada mertua sepupu jauh kakek itu."


"Dengan uang itulah, kakek makan. Jadi boleh dikatakan kakek sedikit berutang budi pada mereka." Ucap tuan Birawa, menceritakan semua kisahnya pada masa lalu, dan tidak satupun yang ditutup tutupi nya


"Benar sekali seperti tebakanmu itu. dan itulah yang kakek risau kan." Ucap tuan Birawa lemah


"Kenapa kakek tidak mengatakannya padaku sejak awal?" Tanya Dion menyesali keterlambatan informasi tersebut


"Sebenarnya kakek ingin berterus terang, tapi kakek khawatir akan membuat mu risau, atau menyebabkan mu bertindak sesuai dengan darah muda mu itu!" Jawab tuan Birawa khawatir


"Karena kakek merasa, sepupu jauh kakek itu, ada indikasi ingin menguasai perusahaan Birawa Group secara perlahan, melalui kedua anaknya tersebut. Maka mau tidak mau, kakek harus menceritakannya padamu, karena kendali atas perusahaan tersebut, berada di tanganmu sekarang."


"Lalu apa keputusan kakek?" Tanya Dion tidak sabar


"Kakek juga belum tau, keputusan apa yang akan kakek ambil nanti. Apakah akan memberikan jabatan itu atau tidak." Jawab kakeknya penuh keraguan


"Apakah kedua anak kakek jauh itu, selama ini bekerja di perusahaan Birawa Group?" Tanya Dion cepat


"Tidak!. Mereka selama ini hanya nganggur, dan bekerja ketika mereka suka saja. Hal tersebut membuat orang tuanya risau dan khawatir. Oleh karena itu, dia meminta bantuan kakek, agar menempatkan mereka di perusahaan kita, tapi meminta jabatan tinggi." Jawab tuan Birawa kurang senang


"Jabatan apa yang mereka minta kek?" Tanya Dion sambil tersenyum licik


"Kalau tidak manager umum, direktur atau wakil direktur." Jawabnya cepat


"Memang apa keahlian mereka?. Apakah mereka selama ini mempunyai keahlian?"

__ADS_1


"Menurut penjelasan dari sepupu jauh kakek itu, kedua anaknya putus sekolah, alias tidak sampai menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi. Katanya baru sampai tingkat tiga awal."


"Kalau begitu baru dua tahun setengah, mereka berada di kampus, tapi sudah berani beraninya menuntut kakek, untuk memberikan jabatan tinggi padanya. Cari penyakit saja!" Respon Dion sambil mengepalkan tangannya erat erat


"Lalu bagaimana pendapat mu, apakah kakek harus menjawab iya atau tidak?"


"Kakek sudah mempercayakan perusahaan Birawa Group itu pada Dion, Jadi mohon maaf kalau Dion katakan, bahwa dion tidak setuju, dan menolak permintaan mereka. Apakah kakek keberatan?"


"Tidak sama sekali. Justru jawaban tegas seperti itu yang kakek inginkan. Jadi kakek sudah punya jawabannya kepada mereka nanti."


"Kakek tenang saja!. Setelah ini, Dion akan menyusun strategi, agar mereka tidak berbuat macam macam."


"Paman Iron!. paman yang selalu ada bersama dengan kakekku. Perketat penjagaan pada kakek ku di kota J. Kerahkan seluruh kekuatan yang kita punya di sana!"


"Aku yakin!, penolakan ku itu, akan membuat mereka sakit hati, dan berusaha untuk membalas dendam." Ucap Dion memberi perintah pada Iron, pemimpin tertinggi tim pengawal keluarganya tersebut


"Baik tuan muda!. Anda jangan khawatir. Keselamatan tuan Birawa, adalah yang paling utama bagi ku!" Jawab Iron tegas


"Bagus!. Dengan demikian, aku tidak perlu khawatir lagi." Respon Dion senang


"Jadi kapan rencana kakek untuk kembali ke kota J." Tanya Dion tiba tiba


"Mungkin seminggu lagi, karena kakek ingin berlama lama dengan cucu kakek ini. agar dia dapat jodoh" Jawab tuan Birawa bercanda, sampai membuat wajah Emily bersemu merah karena malu


"Apakah cucu kakek cuma Emily saja?" Tanya Dion cemburu


"Ya jelas tidak!. Kau adalah cucu utamaku, dan ini adalah cucu ketiga ku." Jawab kakeknya diplomatis


"Siapa yang kedua kek?" Tanya Dion penasaran


"Ya jelas saja Maya lah!. Apakah kau sudah lupa?" Protes kakeknya heran


"Oh iya, hampir lupa!." Respon Dion sambil cengengesan, kemudian meminum minuman dingin kesukaannya itu


Hampir dua setengah jam, Dion dan kakeknya serta Emily dan Iron, berbincang bincang di ruang keluarga itu. Tapi Emily, hanya menjadi pendengar setia saja, karena dia tidak tahu, apa yang harus dibicarakan dengan orang orang yang selama ini dikaguminya itu


Setelah masing masing merasa lelah dan mengantuk, walau saat itu waktu baru menunjukkan pukul 10 malam, tapi masing masing dari mereka, terutama Dion, Emily dan tuan Birawa, sudah merasa mengantuk dan ingin cepat tidur, karena besok pagi, banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan


***


Hotel bintang 4, Kota Golden City, tempat di mana Riska dan teman temannya itu menginap


Pada waktu yang bersamaan, dengan aktivitas Dion dan kakeknya. Di hotel tempat Riska dan teman temannya menginap. Tommy yang sudah terlanjur sakit hati pada Mona, sedang menyusun rencana liciknya, untuk membalaskan sakit hatinya tersebut


Dengan alasan ingin mentraktir sekali lagi, Tommy mengajak mereka, untuk makan di restoran lain malam itu juga, walau di hotel tempat mereka menginap, disediakan menu makan malam


Sambil tersenyum licik, Tommy berucap lirih, yang hanya bisa didengar oleh telinga nya sendiri

__ADS_1


"Kau tunggulah pembalasan ku Mona!. Aku pastikan, malam ini kau akan jatuh ke tangan ku. Tunggu saja!" Ujarnya sambil menyeringai


__ADS_2