
Satu minggu kemudian. Perintah untuk menangkap Dragon baru bisa mereka laksanakan, setelah dua orang yang dimarahi oleh Jundan Miyazawa, kembali ke kota J
Ternyata mereka berdua adalah Miyazaki Ozawa si ketua satu, yang memang di tempatkan di kota itu. dan yang satunya lagi adalah Tanawat Virote, ketua dua, seorang laki laki yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, wilayah yang tak jauh dari negara ini
Siang itu sekitar pukul 1 sore, Dion mengajak Draco untuk berkeliling keluar dari kota Golden City, yang tentunya dengan pengawalan yang super ketat, walau sebenarnya itu masih penuh dengan resiko juga
Tak lama setelah mereka keluar dari gerbang kota Golden City, dan sudah memasuki wilayah kota B, tiba tiba dari arah belakang, terdengar deru mesin motor yang cukup banyak.Tidak diketahui siapa pengendaranya
Brum! Brum!
Ciiit!.
Brum! Brum!
Bunyi deru mesin motor trail, dan rem roda motor mereka terdengar, mengaspal di jalanan yang cukup ramai di pinggiran kota B, hampir memasuki tengah kotanya
"Bersiap!. Itu sepertinya para pemburu tersebut!"
"Mereka sudah mulai melaksanakan aksinya!" Ucap Langit memberi perintah pada 60 anak buahnya, melalui earphone khusus yang biasa digunakan oleh mata-mata, atau oleh pilot pesawat terbang, tapi bentuknya kecil dan simpel terlihat
"Mereka semakin mendekat ketua. Apa tidak sebaiknya kita berhenti, agar mudah melakukan perlawanan?" Tanya salah seorang wakil komandan memberi usul
"Belum ada perintah dari tuan besar. Jadi kita terus saja berada di dalam mobil, tapi tetap waspada!" Jawab komandan Langit cukup tegas
"Baik!" Jawab wakil komandan itu tegas dan singkat
Sementara itu, belasan kendaraan bermotor jenis trail, sudah mendekati mobil mobil yang Dion dan anak buahnya tumpangi, dan menyebar seperti sedang mencari keberadaan seseorang di dalamnya
Terlihat dari balik kaca mobil, pengendara motor motor tersebut memakai helm standar mirip seperti pembalap profesional, dan baju yang mereka pakai juga mirip seperti para pembalap itu.
Senjata yang mereka bawa berupa katana pendek, yang mereka ikatkan di punggung. Ada yang menggunakan senjata otomatis kaliber berat, yang disangkutkan di motor trail nya, bahkan ada yang di gantung di punggungnya
Walau kegiatan itu dilarang, tapi para raider tersebut tidak mau tahu. Mereka terus mengejar kendaraan yang ditumpangi oleh Dion serta Draco, dan berusaha memepet mobil itu agar menepi
Para pengawal yang melihat itu menjadi geram. Ingin mereka berhenti dan melabrak mereka. Tapi para pengejar tersebut bersenjata, dan posisi mereka terbuka jadi mudah jika ingin menembak
Saat kejadian itu, mobil pengawal yang mengiringi Dion jumlahnya ada 10 unit, dengan 6 orang pengawal di masing masing mobil yang mereka tumpangi itu. Tapi sayang nya mereka menggunakan mobil mewah, jadi ruang geraknya jadi terbatas
Beda dengan para raider motor trail itu. Dengan leluasa setelah dekat, mereka menembaki mobil yang ditumpangi oleh Dion juga para pengawalnya. Beruntung mobil tersebut anti peluru terutama kacanya
Menyadari akan hal itu, Dion memerintahkan pada pengawal nya untuk berhenti, atau berbelok arah untuk menabrak motor trail tersebut agar penumpangnya jatuh, ataupun menembak pengendaranya biar mati
Dragon yang juga ada di dalam mobil yang mereka tembaki itu menjadi geram.Terpaksa dia melanggar janjinya, agar tidak membunuh orang dengan kemampuan metafisika tingkat tingginya
__ADS_1
Dengan sekali menggerakkan tangan dan masih berada di dalam mobil mewahnya. 2 unit motor trail yang memepet mobilnya, tiba tiba hilang keseimbangan akibat aksinya
Tentu saja orang yang sedang mengendarai nya terjatuh di jalanan beraspal, dan menabrak pengendara motor trail lainnya di bagian depan
Tidak sampai disitu saja. Mobil yang ditumpangi oleh Draco, tiba-tiba disuruh berhenti oleh nya. tak lama setelah mobil tersebut menepi di pinggir jalan, penumpangnya pun bergegas turun
Di dalam mobil mewah tersebut, ada Dion, Dragon, Hans juga Leon. Mereka berempat memang berada di mobil paling depan setelah satu unit mobil yang berisi 6 orang pengawal elit lainnya
Setelah mereka turun itu, Hans serta Leon, langsung bertindak cepat, dengan membalas tembakan dari para raider itu. sementara pengawal-pengawal lainnya, juga sudah pada turun dan berlindung di balik mobil yang mereka tumpangi sambil menembaki para raider yang bersenjata katana dan senjata otomatis tersebut
Enam orang raider, yang kemungkinannya adalah para ninja tersebut jatuh tersungkur, dan mati seketika, saat dada, punggung dan kepala mereka ditembus oleh peluru tajam, yang ditembakkan oleh para pengawal Dion
Empat orang pengendara motor trail yang masih tersisa, tidak terpengaruh oleh kematian 6 orang temannya. Mereka masih terus saja berusaha untuk melumpuhkan para pengawal Dion, dengan tujuan untuk menculik Dragon
Baku tembak terus saja terdengar. 4 orang pengejar itu ternyata liat juga. Dengan lihainya mereka berbelok arah, dan zig-zag ketika sedang ditembaki oleh para pengawal Dion. Bahkan tembakan salto dari salah seorang pengejar itu berhasil mengenai 1 pengawal Dion, hingga membuatnya terpental, dan jatuh ke pinggir jalan. Besar kemungkinan dia sudah mati
Melihat itu Dion menjadi marah, apalagi Dragon. Dengan geram dia mengarahkan jari telunjuknya ke arah penembak itu, kemudian meremas tangan kanannya, seperti ingin menghancurkan sesuatu
Orang yang sedang diinginkan oleh Dragon untuk mati, tiba-tiba saja tubuhnya meledak, dan motornya terbakar. tidak cukup sampai disitu saja, kali ini Dragon mengarahkan dua tangannya sekaligus, untuk menghabisi dua pengendara lainnya
Apa yang dilakukan pada pengendara pertama juga dilakukan pada dua lainnya. Tubuh dan motor mereka juga meledak dan hangus terbakar
Melihat kejadian itu, satu pengendara yang masih tersisa, tiba-tiba berhenti, dan menoleh kearah 3 temannya yang sudah mati, yang dia sendiri tidak tahu bagaimana teman-temannya itu bisa terbunuh
Tubuh pengendara motor trail itu hilang keseimbangan, dan motor yang dikendarainya oleng, kemudian jatuh di jalanan beraspal, dan menabrak satu unit mobil yang sedang terparkir di sana, meledak lalu terbakar
Orang-orang yang berlalu lalang di jalanan itu berusaha menepi atau menghindar, bahkan ada juga yang berbalik arah, karena takut terkena peluru nyasar atau imbas dari pertempuran tersebut
Kini semua pengendara motor trail tersebut telah tewas, yang menyisakan jasad jasad tidak bernyawa, dan puing puing rongsokan besi dari motor motor yang mereka kendarai tadi
Tak lama setelah kejadian itu, dan setelah kerusuhan usai. 7 unit mobil polisi datang ke lokasi kejadian, dan langsung memblokade jalan tersebut, untuk memudahkan investigasi, peristiwa yang terjadi di tempat itu barusan
Setelah memberi hormat pada Dion, dan menanyakan tentang duduk perkara yang sebenarnya, walau mereka terpaksa melakukan itu. Akhirnya mereka mendapatkan kesimpulan, bahwa Dion dan para pengawalnya tersebut, adalah korban penyerangan dari sekelompok orang tidak di kenal
Setelah memeriksa sana sini, baru bisa diambil kesimpulan. Ternyata mereka diburu serta diserang oleh para ninja raider, yang dikirim oleh seseorang untuk menghabisi Dion dan orang-orangnya
Para polisi itu tahu siapa Dion terutama komandannya. Dia secara tidak langsung adalah wali dari kota B, dan pemilik kota Golden City, serta penguasa Birawa Group. Jadi mereka tidak berani bersikap sembarangan di hadapannya
Pemimpin tertinggi mereka saja, harus memberi hormat pada Dion, apalagi aparat yang bertugas di daerah. Mereka mau tidak mau harus menaruh rasa hormat dan patuh pada perintah komandan tertingginya tersebut. agar bersikap baik dan ramah, serta melindungi Dion serta orang-orangnya, agar tidak terkena masalah
Setelah investigasi itu selesai, komandan yang mengepalai tim kecil itu memberi hormat pada Dion lagi, dan meminta izin untuk meninggalkan lokasi tersebut, dengan membawa 7 mayat raider tersebut untuk di teliti
Dion menyambut niat baik mereka, dan mencoba bersikap ramah pada orang-orang tersebut, walau sebenarnya hatinya sangat kesal sekali, karena telah menjadi target serta penembakan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab tadi
__ADS_1
"Cepat berbelok arah!. Kita kembali ke kota Golden City, dan batalkan kunjungan kita ke lokasi bangunan tersebut!" Ucap Dion tegas memberi perintah
"Bawa satu teman kalian ke rumah sakit. Siapa tahu masih bisa diselamatkan!" Ucap Dion tegas memberi perintah
"Maaf tuan besar!. Teman kami sudah tidak bernyawa lagi!" Jawab salah seorang pengawal menjelaskan dengan ekspresi sedih
Mendengar itu Dion juga menjadi sedih. Seorang pengawalnya harus kehilangan nyawa, karena melindungi keselamatan tuannya sendiri
Tapi mau bagaimana lagi. kematian itu telah terjadi, dan menimpa pengawalnya tersebut
Tidak mau berlarut larut dalam kesedihan itu, beberapa saat kemudian Dion membuka suara sekaligus memberi perintah. "Aku yakin ini perbuatan anak buah Miyazawa!"
"Ternyata mereka sudah memulai perburuan terhadap anak ku!"
"Ini tidak bisa di biarkan!"
"Tunggulah!. Aku akan membuat perhitungan dengan kalian!" Ucap Dion cukup keras dengan ekspresi marah
"Ayo kembali!" Perintah tegas Dion pada anak buahnya
"Kalian tinggallah di sini dan bersihkan kekacauan tadi!"
"Buat seolah olah tidak ada kejadian apa apa di sini!" Ujarnya lagi para 12 orang pengawal yang kebetulan ada di dekatnya
"Siap tuan besar!" Jawab mereka serempak
Tak lama sesudah itu mobil yang ditumpangi oleh Dion dan delapan mobil pengawalnya yang lain, terlihat sudah meninggalkan lokasi kejadian, dan kembali ke kota Golden City untuk mengevaluasi dan kembali menyusun rencana agar mudah bertindak nantinya
***
"Dasar orang orang tidak berguna!. Mengerjakan pekerjaan kecil saja tidak becus!" Maki Miyazawa emosi
"Ini tidak boleh jadi, dan tidak bisa di biarkan!"
"Kita harus membuat terobosan berani, dengan menyerang secara langsung kota itu, untuk mendapatkan anak tersebut!"
"Aku tidak mau tahu dengan resikonya!. yang penting anak yang bernama Draco itu harus kita dapatkan, agar bos tidak marah lagi pada kita!" Ucap Miyazawa pada Tanawat Virote si ketua dua tersebut dengan ekspresi marah
"Nanti malam!. Bawa 1.000 orang orang mu, untuk menyerbu kota tersebut!"
"Kerahkan seluruh ninja yang kita punya. Ratakan tempat itu, dan bunuh semua penghuninya!" Ujarnya memberi perintah
"Siap laksanakan!"
__ADS_1