
"Tuan muda!" Ucap mereka serempak, dengan posisi badan membungkuk, dan kepala mengarah kepada Dion
"Bangunlah!" Jawab Dion singkat
"Terima kasih tuan muda!" Jawab mereka serempak lagi
Kejadian yang sangat langka tersebut, tentu saja membuat nenek Elina, Danish, Everly serta Chalista menjadi terkejut dan bingung. Bagaimana tidak terkejut, orang yang selama ini mereka anggap sebagai pecundang, gembel, benalu dan sampah tidak berguna di keluarga Wolf, saat ini tengah mendapatkan penghormatan yang begitu besar dari puluhan laki laki yang berbadan tegap dan terlihat kuat
Dalam pikiran dan hati mereka berkata, kalau Dion mendapatkan penghormatan yang sebesar itu, tentu saja Dion sekarang bukanlah orang sembarangan lagi, kalau tidak, bagaimana orang orang yang terlihat kuat itu, tunduk dan begitu hormat kepada nya
Kini pikiran mereka telah terbuka dan baru menyadari, bahwa Dion sekarang bukanlah orang yang bisa mereka singgung dan hina seenaknya lagi
Nenek Elina atau nenek Wolf tercengang, begitu juga dengan yang lain. Mereka sungguh tidak menyangka, akan melihat kejadian yang sangat langka tersebut, di mana puluhan orang yang berbadan tegap dan berpakaian rapi, memberi hormat kepada seorang pecundang seperti Dion
Tidak mau larut dalam pikirannya, dengan terbata bata, nenek Elina menyapa Dion dengan sikap hormat juga, saat ini dia tidak berani lagi untuk bersikap kurang ajar terhadap Dion. Dia juga memberi kode kepada Danish, Everly dan Chalista, agar tidak membuat masalah apapun dengan Dion saat ini
"Dion! Siapa kau sebenarnya?. Selama ini, nenek hanya mengenalmu sebagai pecundang, dan sampah tidak berguna di keluargaku, tapi sekarang di depan nenek, kau telah menunjukkan keagungan mu yang sesungguhnya." Kata nenek Elina dengan hati hati
"Maafkan nenek, jika selama ini telah menghinamu dan tidak menganggapmu ada." Kata nenek Elina lagi penuh penyesalan
Dion yang mendapat pertanyaan seperti itu, menjadi muak, lalu membalas pertanyaan nenek Elina dengan santainya
"Kau tidak perlu berpura pura hormat seperti itu nenek Elina. Apapun yang kalian lakukan terhadapku, aku tidak akan pernah melupakannya." Jawab Dion dingin, dan tidak memperdulikan pertanyaan dari nenek Elina tadi
Kemudian dengan tegas, Dion menyampaikan perintahnya. "Sekarang pergilah dari sini dengan baik baik, sebelum orang orang ku menyeret kalian semua dari sini secara paksa!" Ujarnya
Tidak mau memperpanjang masalah dan menyulitkan diri sendiri, nenek Elina bersedia dan terpaksa pergi dari lokasi itu
Tapi sebelum pergi dia sempat berkata. "Baiklah kalau begitu Dion. Sekarang nenek sudah tahu, bahwa kau bukanlah orang sembarangan. Jika dari dulu nenek tahu tentang mu, maka nenek tidak mungkin memaksamu untuk bercerai dengan Jasmine."
"Sekarang nenek benar benar menyesal, karena telah membuang aset yang sangat berharga dari keluarga nenek." Ucapnya menyesali diri sendiri, kemudian menyambung berkata..
__ADS_1
"Kami semua akan pergi dari sini, tapi bagaimana dengan anak itu, dia sekarang sedang pingsan, kalau disuruh untuk mengangkatnya, tentu saja nenek tidak akan kuat." Ucapnya bingung
"Kau tidak perlu khawatir, orang orang ku akan membangunkannya dengan paksa." Jawab Dion enteng
Kemudian dia memberi kode kepada salah seorang di antara mereka, untuk mengambil air, dan menyiramkannya ke wajah Brian
Begitu air yang disiramkan dari botol minuman membasahi wajahnya, Brian terbangun dengan gelagapan. Masih dalam keadaan lemah, dia mengucek ngucek matanya, menghapus air yang berusaha memasuki mata
Belum juga dia sadar apa yang sebenarnya terjadi, tiba tiba dia mendengar sebuah suara yang begitu dingin memecahkan suasana hening di sekitarnya
"Aku memberi kesempatan kepadamu satu kali lagi, jika kau masih berani menghina ku, dan memprovokasi ku dengan kata kata kotor mu itu, maka percayalah, orang orang ku akan membuatmu musnah dari muka bumi ini dalam sekejap!" Ucap Dion dingin
Brian yang mendapatkan ancaman seperti itu, berusaha bangun dan berdiri, tapi alangkah terkejutnya dia, begitu melihat di sekelilingnya, terdapat puluhan orang laki laki yang berbadan tegap dan berpakaian rapi, sedang menatapnya dengan tatapan yang tajam
Kali ini Brian tidak berani lagi menjawab kata kata Dion, dia hanya menundukkan kepala ke arah kakinya. Perlahan lahan dia mulai bangkit dari duduknya, dan berusaha untuk berdiri
Kondisi tubuhnya benar benar lemah, karena habis dihajar oleh Dion tadi, tapi sejujurnya, Dion bukanlah orang yang kejam dan tidak berhati, dia jelas menyadari, dengan kondisi Brian seperti itu, tentu saja dia tidak akan sanggup untuk berjalan jauh
Hanya dalam waktu 1 menit, kondisi tubuh Brian sudah kembali pulih, luka luka yang dialaminya, telah hilang dan tersamarkan oleh obat obatan yang dioleskan ke seluruh lukanya
Orang yang ditugaskan oleh Dion tadi ternyata adalah si dewa medis, Govin
Dia ternyata datang bersama dengan rombongan itu, berikut bersama dengan ke 8 rekan rekan utamanya, seperti Iron.Hans, Robin dan lain lain
Dengan keahlian medis dan obat obatan, ditambah dengan aura spritual nya. luka luka yang dialami oleh Brian, menghilang dalam sekejap, dan tubuhnya pun kembali bugar, setelah disuruh untuk meminum ramuan yang disodorkan kepadanya
Setelah selesai si dewa obat menghampiri Dion, dan membungkuk ke arahnya sambil berkata
"Tugas sudah selesai tuan." Katanya sambil membungkuk ke arah Dion
"Terima kasih." Jawab Dion singkat, kemudian dia mengalihkan pandangannya ke arah nenek Elina, dan berkata
__ADS_1
"Kesempatan yang telah kuberikan ini, pergunakanlah dengan baik, jangan pernah lagi menampakan wajah kalian di depanku." Ucap Dion sambil melemparkan bungkusan kecil ke arah Everly
"Sekarang pergilah!" Kata Dion tegas
"Terima kasih Dion." Kata nenek Elina, sambil menundukkan kepalanya ke arah Dion, lalu dengan berat hati, dia mengajak anak dan cucunya, untuk pergi dari situ dengan baik baik, tentu saja setelah mengambil bungkusan yang tadi dilemparkan oleh Dion
Sepeninggal mereka, Dion mengalihkan pandangannya kearah orang orang yang baru datang tersebut, kemudian menyampaikan protesnya
"Kenapa ketika ada peristiwa yang tidak mengenakkan di sini, kalian malah terlambat datang." Tanya Dion geram
"Maafkan kami tuan muda, keterlambatan kami dikarenakan jalanan yang macet, dan kebetulan ketika kami hampir sampai disini, telah terjadi kecelakaan yang hampir merenggut nyawa seorang gadis muda pengemis disana." Jawab orang yang ditanya itu, yang ternyata adalah Iron si tangan besi
"Baiklah alasanmu bisa ku terima." Jawab Dion singkat
"Rams!. Apakah kau sudah melacak, siapa pemilik tanah dan bangunan ini sebelumnya?" tanya Dion kepada si otak jenius, Rams
"Sudah tuan muda. Pemilik resmi tanah dan bangunan ini adalah Tiger, seorang pengusaha kaya raya beberapa tahun yang lalu." jawab Rams tanpa ragu ragu, dan melanjutkan berkata
"Usahanya bangkrut karena di khianati oleh rekan kerjanya sendiri, ditambah dengan kelakuan anaknya yang suka berfoya foya dan bermabuk mabukan."
"Lalu kenapa tempat ini dibiarkan begitu saja, tanpa ada perawatan sama sekali?" Tanya Dion penasaran
"Menurut penelusuran yang berhasil kami temukan, pengusaha yang bangkrut tersebut, telah difitnah oleh rekan kerjanya sendiri, dan selama 3 tahun mendekam dalam penjara."
"Setelah bebas, dia tidak mau lagi melanjutkan usahanya, dan memilih untuk pindah dari kota B ini, ke sebuah desa di kota sebelah.dan menjadi petani"
"Sementara anaknya, menurut kabar, telah menjadi seorang anak yang cacat, karena telah dianiaya oleh orang orang suruhan rekan kerja ayahnya sendiri."
"Sedangkan ayahnya, tidak jarang juga mendapat ancaman dan intimidasi, dari orang orang suruhan rekan kerjanya dulu, karena tidak mau melepaskan aset tanah dan bangunan yang masih tersisa di tangannya sampai saat ini."
"Dengan berbagai macam cara, rekan kerja pemilik tanah ini, terus berusaha untuk mendapatkan, bahkan berniat merampas surat tanah dan bangunan, yang kabarnya disimpan di sebuah bank ternama di kota B ini." Jawab Rams dengan penjelasan panjang lebar kepada Dion
__ADS_1
"Memangnya siapa rekan kerja pemilik tanah ini?" Tanya Dion geram