
"Beraninya kau membuat masalah dengan kami. Tak tahukah kau siapa kami, dan orang yang telah merekrut kami untuk bekerja di sini?" Ucap salah seorang pelayan itu mengintimidasi Dion
"Aku tidak peduli siapa kalian, dan orang yang membawamu kesini!" Jawab Dion lantang
"Kau!" Ucap pelayan itu geram
"Ya! aku, kenapa?. Mau membalas tamparan ku, sini, akan ku tambah lagi, jauh lebih kuat dari tadi." Jawab Dion enteng
"Kau tunggulah disini!, aku akan menghubungi seseorang. dan bisa ku pastikan, setelah dia datang, kau akan habis" Ucap pelayan yang barusan berdebat dengan Dion semakin geram, sambil menelepon seseorang
"Baik, aku akan tunggu dan lihat, apa yang bisa orang itu lakukan terhadapku." Ucap Dion menantang
Sementara itu, orang orang yang berlalu lalang di jalan, sengaja berhenti, karena ingin melihat apa yang terjadi di depan pintu masuk restoran kelas atas tersebut
Mereka penasaran, siapa orang yang tengah bersitegang dengan dua orang pelayan restoran mewah itu. Dari penampilannya, kalau dilihat dari jauh, orang itu hanya orang biasa saja, bukan terlihat sebagai orang kaya, tapi kenapa dia berani membuat masalah di sana, itu pertanyaan yang ada di hati mereka masing masing
Mereka tidak tahu siapa Dion yang sebenarnya, andai dua orang pelayan itu tahu siapa Dion, tentu mereka tidak akan berani bersikap seperti itu padanya
Bisa dipastikan, kedua pelayan itu akan bersimpuh di tanah, waktu Dion keluar dari mobil mewahnya dilihat oleh mereka
Tapi sayangnya, mereka tidak melihat kejadian itu, jadi mereka menganggap, Dion adalah orang biasa, atau seseorang yang ingin mencari kerja di situ
Sedangkan orang orang yang sedang makan di dalam restoran, juga yang sudah selesai makan, atau yang ingin masuk ke dalam, menghentikan aktivitas makannya
Mereka juga penasaran, dan ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi, apakah ada seorang pengemis atau yang lainnya, yang ingin masuk kedalam atau ada masalah lain
Selama mereka makan di sana, belum pernah ada kejadian seperti itu, jadi mereka sangat tertarik untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya
Tak lama sesudah itu, orang yang dihubungi oleh salah seorang pelayan pun tiba, terlihat dia menaiki mobil mewah dan memasuki pelataran restoran tersebut
Setelah dia sampai, orang tersebut tidak memarkirkan mobilnya di tempat yang tersedia, tetapi malah membiarkan mobilnya tetap terparkir tak jauh dari depan restoran itu
Begitu dia keluar dari dalam mobil, langsung saja dia membanting pintu mobilnya kuat kuat, hingga membuat orang yang ada di sekitarnya kaget
Dion yang saat itu membelakangi orang tersebut, dan sempat melihat siapa orang yang datang itu, tidak mempedulikan kedatangannya, Dion tetap membelakanginya, dan menunggu, apa yang akan dilakukan oleh orang yang baru datang tadi itu
Setelah orang yang baru datang itu dekat, kedua pelayan yang sebelumnya sombong, membungkuk kan setengah badannya, ke arahnya sambil berucap
"Syukurlah tuan datang, kalau tidak, kami tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kami di sini. Dari tadi kami dianiaya oleh badjingan ini." Ucapnya memprovokasi orang tersebut
__ADS_1
Sekilas orang yang baru datang itu mengamati tubuh Dion, dari atas sampai ke bawah, sepertinya dia pernah bertemu dengannya, tetapi dia masih ragu, siapa dan di mana
Untuk menunjukkan eksistensinya, orang tersebut berkata." Apakah benar kau yang telah menganiaya kedua pengawal ku ini? Ucapnya dibuat segarang mungkin
"Apakah kau orang yang telah merekomendasikan kedua pelayan tidak berguna dan sombong itu, untuk bekerja di restoran ini?" Ucapkan tanpa memperdulikan pertanyaan orang tersebut
Dion berani melakukan semua itu, karena dia yakin, seluruh kekuasaan, kekuatan dan kekayaan di kotanya sendiri itu, adalah mutlak miliknya, termasuk bangunan restoran yang saat ini ada di depannya
"Kalau iya memangnya kenapa? Apakah kau Dewa yang diutus dari langit untuk mengadili ku hari ini?" Tanya orang tersebut angkuh sambil berusaha memegang bahu Dion untuk membalikkan tubuhnya
Dion tidak sudi dan terima, jika tubuhnya dipaksa orang lain untuk berputar. dengan kasar, Dion menepis tangan orang tersebut, hingga terpelanting ke belakang, lalu segera membalikkan badannya, menghadap orang yang tadi berusaha memegang bahunya
Begitu dia memperlihatkan wajahnya, orang tersebut tercekat diam, terlihat sekali dia sangat gugup dan ketakutan, ketika melihat wajah Dion, lalu dengan terbata bata dia berkata
"Tu..tu.. tuan muda! Apakah ini engkau? Ucapnya gugup
"Kalau benar aku ini orang yang kau maksud, memangnya kenapa? Tanya Dion sinis
"Sungguh keberuntungan dan kehormatan yang besar bagiku, bisa bertemu dengan tuan disini." Ucapnya sambil membungkuk hormat ke arah Dion, tanpa menjawab pertanyaan Dion tadi
"Sungguh aku tidak menyangka, akan bertemu dengan tuan di sini. Sudah sekian lama aku mencari tuan. tapi tidak ketemu juga." Sambungnya lagi
"Aku tidak berani tuan. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih, karena tuan telah memberi muka kepadaku waktu itu." Jawabnya tanpa ragu tapi takut
"Oh begitu, kukira ada masalah penting apa." Jawab Dion enteng
"Lalu! apa yang menyebabkan kau datang ke sini?" Tanya Dion lagi
"Maaf tuan muda, jika aku tahu, siapa orang yang dilaporkan pelayan itu, yang katanya membuat keributan di restoran ini, maka aku tidak akan berani datang ke sini." Jawabnya
Dion hanya diam saja, setelah mendengar penjelasan dari orang tersebut, dia hanya sedikit heran dan bertanya tanya, apakah benar kedua satpam itu bekerja atas rekomendasinya
Untuk menghilangkan rasa penasarannya, Dion kembali mengajukan pertanyaan kepada orang tersebut." Apakah kau yang telah merekomendasikan kedua pelayan arogan ini?" Tanya Dion, sambil mengarahkan pandangannya, kepada kedua pelayan tersebut
"Maaf tuan!. Memang benar aku lah orangnya, tapi aku akan segera memberi pelajaran pada keduanya agar kedepannya bekerja lebih baik lagi" Jawab orang tersebut ragu ragu
"Tidak perlu, bukan hanya memberikan pelajaran, tapi pecat dia, atau aku sendiri yang akan turun tangan!" Ucap Dion mengancam
"Baik tuan." Jawabnya singkat dan gugup
__ADS_1
Kejadian itu sukses membuat kedua pelayan yang tadi bersikap arogan menjadi keheranan, mereka tidak menyangka, bahwa orang yang diharapkan untuk bisa membelanya, tapi ternyata ketakutan dan gemetaran seperti itu, ketika berhadapan dengan Dion
Dengan takut takut dan berharap banyak, pelayan itu menghampiri orang yang baru datang tersebut, lalu berkata
"Tuan!. Orang inilah yang ku maksud telah membuat kekacauan di restoran ini." Ucapnya kembali memprovokasi
"Diam kau!. plak ! plak ! " Teriaknya garang sambil menampar pipi kedua pelayan arogan tersebut, hingga kembali terdorong ke belakang
"Tu..tuan! Kenapa kau malah memukul kami, bukan badjingan itu?" Tanya mereka serempak tanpa mempelajari situasi lagi
"Buk! buk!. Ini peringatan untuk kalian, kalau masih berani merendahkan tuan itu, maka aku sendiri yang akan menghabisi kalian!" Ancam orang tersebut tidak main main
"Mulai hari ini kalian aku pecat, dan aku tarik kembali ke kelompok kalian, tapi bukan sebagai pengawal keluargaku, kalian akan ditempatkan di bagian tukang kebun, dan kerja kalian sehari hari adalah membersihkan selokan, yang ada di sekitar komplek perumahan sebagai hukuman kekurangajaran kalian kepada tuan muda itu." Ucap orang tersebut panjang lebar kepada anak buahnya
"Hebat juga kau ya!, bisa memecat pelayan yang bekerja di tempat orang lain." Ucap Dion sedikit kagum
"Maaf tuan, kebetulan keluargaku, menanamkan sahamnya sebesar 10% di restoran ini, jadi sedikit banyaknya, aku bisa menempatkan orang orang ku, walaupun hanya sebagai pelayan di sini." Jawabnya merendah
"Ternyata begitu, baiklah kawan, karena tadi ada masalah di restoran mu ini, aku sudah kehilangan selera makan ku. Aku akan makan di tempat lain saja." Jawab Dion sambil melangkah pergi
"Tunggu tuan!. Sebagai bentuk permohonan maaf ku, dan untuk merayakan pertemuan ini, maka aku akan mentraktir tuan di restoran ini. Bagaimana?" Ucap orang itu penuh harap
"Tidak usah dan terima kasih! mungkin lain kali saja, ketika ada waktu, aku akan menerima tawaranmu itu, kali ini, aku benar benar sudah kehilangan selera makan ku." Sanggah Dion lalu bergegas melangkah pergi
"Sayang sekali, kesempatan yang sangat langka ini, tidak bisa aku manfaatkan dengan baik. ini semua gara gara kedua pelayan bodoh itu!" Batinnya dalam hati geram
"Dasar badjingan tidak tahu diri. awas kalian berdua!, setelah aku sampai di rumah, aku akan memberikan pelajaran yang keras kepada kalian." Ucapnya sambil melangkah menuju ke arah mobilnya
***
Siapakah orang yang barusan tadi dipanggil tuan oleh kedua pelayan itu, dan yang saat itu tengah berada di hadapan Dion dengan badan gemetaran
Ternyata dia adalah Wills, pewaris kekayaan keluarga terkaya nomor 2 di kota B, yang dulu pernah bertemu dengan Dion di showroom mobil, ketika Dion ingin membeli mobil Lamborghini nya di sana
Keluarganya telah menanamkan sahamnya sebesar 10%, di restoran mewah itu, begitu juga di tempat tempat lain
Aturan yang diterapkan oleh pengelola seluruh bangunan di kota Golden City itu memang sangat ketat sekali, dan tidak bisa ditawar tawar lagi
Jika orang luar ingin menanamkan sahamnya di semua bentuk usaha yang ada di kota tersebut, mereka hanya diizinkan untuk membeli saham sebesar 10%, dan itu pun hanya 1 orang saja, sementara yang 90% masih tetap di miliki oleh pemilik kota tersebut
__ADS_1