Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Mulai mencari gara gara


__ADS_3

Sudah dua bulan Elina dan keluarganya tinggal di Hongkong. Perusahaannya pun sudah resmi berdiri, yang bergerak di bidang properti dan ritel


Kolega nenek Elina, yang dulu meminta untuk ditransfer sejumlah uang, memang benar benar menepati janjinya, untuk membantu menguruskan perizinan pembuatan perusahaan baru di kota Hong Kong tersebut


Tentu saja uang yang dikirimkan oleh Elina tersebut, tidak mencukupi untuk membuat sebuah perusahaan baru di kota Hongkong tersebut, karena biaya perizinannya di sana terkenal mahal, terutama saat menyewa bangunan untuk dijadikan kantor dan lain sebagainya


Jadi kolega nenek Elina itu, juga menambahkan uangnya, agar perusahaan yang diinginkan oleh temannya itu, bisa berdiri di sana, dengan pembagian saham sebesar 60 - 40


Saham yang 60%, dikuasai oleh nenek Elina, sedangkan yang 40% lagi, dikuasai oleh temannya itu


Brian sebagai seorang menantu, yang dulu pernah menjabat sebagai seorang manajer di perusahaan Birawa Group, dipercayakan untuk mengelola perusahaan yang baru didirikan oleh nenek mertuanya itu


Selama dua bulan ini, perusahaannya terus berkembang pesat, karena Brian benar benar menggunakan keahliannya, untuk mengatur perusahaan itu, agar terus berkembang, dan mendapat kepercayaan dari masyarakat kota Hongkong


Karena perusahaannya bergerak di bidang properti dan ritel, tentu saja dalam masa singkat, perusahaan tersebut telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat kota Hongkong, terutama masyarakat kalangan bawah, karena mereka bergerak di bidang properti, yang menyasar masyarakat menengah ke bawah


Sedangkan usaha di bidang ritel itu, menyasar ke semua golongan, hingga usaha supermarket yang mereka bangun itu, sudah dikenal luas, bahkan sampai saat ini, sudah ada 1 cabang baru yang didirikan di wilayah lain, atau tepatnya di pusat perbelanjaan Dragon Center


"Nenek sangat puas atas pencapaian perusahaan kita itu, walaupun masih berskala kecil, tapi nenek yakin! beberapa bulan atau tahun kedepannya, perusahaan kita akan menjadi salah satu perusahaan yang diperhitungkan di kota Hongkong ini!" Ucap nenek Elina bangga dan senang hati, saat Brian dan Jasmine mengunjunginya


"Itu semua berkat kerja keras nenek, dan tekad nenek yang sangat kuat beberapa bulan yang lalu." Jawab Brian ingin mengambil hati neneknya


"Kalau saat itu kita tidak keluar dari negara tersebut, maka kita akan terus menjadi budaknya Dion, dan hidup di bawah bayang bayangnya." Sambung Brian lagi sampai membuat nenek Elina tersenyum


"Sedari awal aku sudah setuju dan gembira, ketika mendengar nenek berencana ingin pindah ke luar negeri, dan membuat perusahaan di sini. Ternyata apa yang nenek perhitungkan itu memang terbukti benar


"Sekarang ini, nenek dan kita semua, bukan orang miskin lagi. Secara berangsur angsur, harta kekayaan kita sudah semakin banyak. Mungkin beberapa bulan kedepan, nenek bisa mewujudkan niat nenek, untuk membalas dendam pada Dion keparat itu!" Ujar Brian memprovokasi nenek Elina


"Masih belum cukup untuk membuat perusahaan Dion bangkrut, karena Dion mempunyai orang orang yang ahli di bidang teknologi, sementara kita, belum punya sama sekali." Jawab nenek Elina seperti putus asa


"Nenek tenang saja!. Aku mengenal beberapa orang hacker, yang kemampuannya sudah tidak diragukan lagi. Sudah banyak perusahaan besar yang dibuat hancur oleh mereka."


"Kedengarannya bagus!. Apakah kau bisa merekrut aker tersebut, untuk bekerja pada kita?" Tanya nenek Elina senang


"Bukan aker nek, tapi hacker" Ucap Brian sedikit geli dengan kepoloson nenek mertuanya itu


"Ya, itu maksud nenek!" Bela Elina kesal


"Itu bisa diatur nek!. Cuma masalahnya adalah, mereka meminta bayaran yang cukup besar kepada kita. Apakah nenek sanggup?" Jawab Brian sambil tersenyum licik


"Nenek masih mempunyai uang tabungan yang cukup banyak, uang yang diberikan oleh Dion dulu, seperempatnya masih nenek simpan, hanya untuk berjaga jaga saja."


"Kalau begitu akan lebih mudah. Kalau nenek memang benar benar mempunyai cadangan uang itu, kita bisa menyewa beberapa orang hacker untuk bekerja pada kita. Tapi, berapa orang hacker yang nenek perlukan?"

__ADS_1


"Kau aturlah sendiri, berapa yang dibutuhkan, Nenek tidak tahu dalam masalah itu." Sungut nenek tak mau tahu


"Baik nek! Sampai saat ini, ada tiga orang hacker yang aku kenal di Hongkong ini, dan kinerja mereka, sudah tidak diragukan lagi, karena mereka sudah menunjukkan hasil yang sangat memuaskan bagiku!" Jawab Brian sedikit keceplosan bicara, untung nenek Elina tidak menanggapinya, tapi malah bertanya masalah lain


"Di mana tempat tinggal mereka?" Ujarnya


"Itu rahasia nek!. karena mereka hacker tanpa nama, dan bekerja di tempat tempat rahasia, Jadi mereka tidak mau rahasianya terbongkar, tapi hasil kerjanya, bisa membuat sebuah perusahaan besar bangkrut seketika."


"Bagus!. nenek senang mendengarnya. Nenek ingin dalam 10 hari ini, para aker itu sudah berhasil kau rekrut untuk bekerja pada kita!" Balas nenek Elina kegirangan


"Bukan aker nek, tapi hacker!" Sambung Brian kesal, karena kebodohan nenek mertuanya itu


"Ah! terserah kau sajalah, apapun namanya itu, yang penting mereka mau bekerja pada kita!" Bela nenek Elina tetap ngotot Dan menganggap perkataannya benar


"Beres nek!. Nenek tinggal menikmati hasilnya saja!" Ucap Brian, sambil mengepalkan tinjunya ke udara, pertanda dia sangat senang saat ini


Setelah nenek Elina pergi dari hadapan Brian, dia membatin sendiri dalam hati. "Hehehe!. Kau pikir aku akan selalu tunduk pada perintah mu nenek peot!"


"Kau tidak tahu, kalau aku secara diam diam, telah mengalihkan sebagian besar uang mu ke rekening pribadi ku, melalui para hacker yang ingin kau sewa itu. Dasar bodoh!"


"Sedikit demi sedikit, uangku akan bertambah banyak, dan saat hacker itu telah memulai aksinya, pada saat itulah, aku akan menguras semua harta kekayaan mu itu nenek tua!" Batin hati Brian penuh dengan kelicikan


Iblis jahat yang ada di hati Brian, benar benar telah hidup, dan menguasai hatinya kembali. Brian yang dulunya memang terkenal licik, tamak dan serakah, sekarang sifatnya telah kembali lagi, setelah ada uang yang tidak seberapa itu


Itupun diperolehnya dari kebaikan hati nenek Elina, yang mempercayakan pengelolaan perusahaan baru itu kepadanya


***


Delapan hari kemudian, di Clear Water Bay, bagian timur Territorial Hongkong, Mension Danau biru milik Elina


"Inilah orang orang yang kumaksudkan beberapa hari yang lalu nek, mereka bersedia bekerja pada kita, tapi dengan bayaran tinggi, Ucap Brian sedikit ragu ragu


"Tidak masalah! asal kalian bisa membuat perusahaan musuhku bangkrut, maka aku akan memberikan bayaran yang besar kepada kalian!" Jawab Elina tanpa ragu ragu lagi, sambil melihat satu persatu hacker yang dibawa oleh Brian tersebut


Ketiga orang hacker yang saat ini berada di hadapan nenek Elina, tidak bergeming sedikitpun, mereka hanya mengangguk kecil, ketika ditatap oleh nenek Elina


Wajah ketiganya separuh tertutup oleh kain, yang langsung menyatu dengan penutup kepala mereka, berbaju hitam, kacamata juga hitam, semakin meyakinkan bagi siapa saja yang melihatnya, bahwa mereka memang benar benar hacker yang berkemampuan tinggi


"Baik!. Mulai hari ini, kalian resmi bekerja padaku. Brian! bawa orang orang ini ke apartemen yang sudah kita sewakan untuk mereka!" Perintah nenek Elina tegas


"Baik nek!" Jawab Brian singkat


***

__ADS_1


Sementara itu di kota Golden City, tepatnya di ruang kendali milik Dion


Saat ini, Rams dan anak buahnya, tengah memantau satu pergerakan yang mencurigakan, berasal dari wilayah Asia Timur


"Bos lihat! ada anonymous hacker, yang sedang berusaha menembus sistem pertahanan kita!" Lapor salah seorang anak buah Rams gugup


"Cepat tangkis dan blokir pergerakan mereka, dan cari tahu, di mana lokasinya!" Perintah Rams sigap


"Yang lain!. Cepat buat pertahanan berlapis, untuk memperkuat pertahanan yang ada!" Perintah Rams lagi


"Baik bos!" Jawab mereka serempak, dan langsung mengoperasikan komputernya masing masing, dengan memasukkan berbagai macam kode rumit, ke dalam aplikasi yang ada di komputer tersebut


"Ini tidak bisa dibiarkan!. Aku harus melaporkannya pada tuan muda." Batin Rams dalam hati


"Kalian terus pantau, dan buat pertahanan berlapis, dan blokir usaha mereka, agar tidak masuk ke sistem pertahanan kita. sementara aku akan menemui tuan muda!"


"Baik bos!. Percayakan saja pada kami!" Ucap para hacker itu senang


Rams bergegas keluar dari ruang kendali, atau ruang operator para hackernya itu, dan bergegas untuk menemui Dion


Setelah mendapat izin untuk masuk, Rams segera menemui tuan mudanya, untuk melaporkan kejadian yang barusan terjadi di ruang operator tersebut


Setelah mendapatkan laporan dari anak buahnya, Dion bergegas pergi menuju ke ruang operator miliknya itu. Di sana Dion mendapati, beberapa anak buah Rams, sedang berjibaku membuat pertahanan berlapis lapis untuk menangkis serangan hacker dari luar itu


"Apakah sudah diketahui, dari mana lokasi hacker tersebut?" Tanya Dion penasaran


"Sudah tuan!. Lokasinya berada di Sham Shui Po, Hongkong, atau tepatnya, di Micro Apartemen" Jawab salah satu bawahan Rams


"Apakah selama ini usaha mereka sudah berhasil?" Tanya Dion lagi penasaran


"Belum tuan!. Sistem pertahanan kita, tidak akan mudah ditembus oleh siapapun, jadi tuan tenang saja!" Jawab Rams, mewakili anak buahnya


"Cepat retas, dan kenali siapa para hacker itu!. Aku yakin, ini ada hubungannya dengan nenek yang tidak tahu diri itu!" Ucap Rams kesal


"Baik tuan!"


"Rams tampilkan lokasi dan titik koordinatnya, agar aku bisa melihat, siapa orang yang telah berani melawanku itu!" Perintah Dion sambil mengepalkan tangannya erat erat


"Siap tuan! Jawa Rams singkat


Dengan cekatan, Rams mengoperasikan komputernya, dengan memasukkan beberapa kode kode rumit ke dalam komputernya


Beberapa saat kemudian, di layar komputer Rams, juga yang lain, serta di layar lebar, ruang operator itu, terpampang lokasi, atau apartemen tempat hacker itu bekerja, bahkan ruang yang mereka gunakan pun telah di ketahui lokasinya

__ADS_1


"Itu lokasinya tuan, dan itu para hackernya, mereka ada 3 orang, tapi..!"


"Tuan lihat itu!" Teriak Rams kuat


__ADS_2