
"Kecil menjadi kawan, besar menjadi lawan". Itulah realita kehidupan seorang manusia, yang bernama Dion saat ini
Akibat tidak tertangkapnya Tommy 3 bulan yang lalu, membuat kehidupan Dion mulai terusik. Hari hari yang dilaluinya penuh dengan intrik dan ketegangan. Walau tidak sampai membuatnya panik
Ada saja masalah yang timbul, baik besar maupun kecil, walau belum menimpa keluarganya langsung, tapi cukup membuat Dion gerah
Salah satu diantaranya adalah, terbunuh nya dua orang pengawal level prajurit, atau level rendah, ditangan seseorang yang sangat misterius. Cepat datang cepat pula pergi
Cara yang mereka gunakan tidak umum pada pengajaran pengawal itu. Mereka tidak berhadapan secara langsung dengannya, tapi menggunakan trik curang, mencari sisi lemah dari pengawal tersebut
Saat pengawal itu mengunjungi keluarganya, kesempatan itu digunakan oleh para peneror tersebut untuk menghabisinya
Menggunakan senjata api peredam otomatis, nyawa pengawal itu dihabisi dengan sekali tembakan. dan tepat mengenai organ vital nya. Seketika itu juga pengawal tersebut mati
Kemudian tanpa memastikan korbannya mati atau belum, penembak itu segera pergi meninggalkan pengawal tersebut, dan bersikap seolah olah tidak pernah terjadi apa apa. Lalu berbaur dengan orang yang berlalu lalang dijalan
Sudah satu bulan ini, teror itu terus saja terjadi, ada saja yang dilakukan oleh orang tersebut, tapi yang disasarnya adalah pengawal kelas rendahan, yang terpisah dari kelompoknya
Dion yang merasa dipermainkan, menjadi sangat marah sekali, karena ada orang yang telah berani memprovokasinya, dan tidak tanggung tanggung lagi, langsung menghabisi para pengawal nya itu tanpa kenal ampun
"Salam tuan muda!" Ucap Iron hormat
"Ya, terima kasih!. Silakan duduk paman Iron, dan juga kau Burgon!" Jawab Dion datar
"Maaf tuan muda, jika aku lancang." Ucap Iron lagi seperti ragu ragu
"Katakan saja paman!, jangan ragu seperti itu!" Sambut Dion tegas
"Terima kasih tuan muda!. Hari ini, masuk lagi banyak laporan pada ku, juga pada Burgon ini, rata rata tentang teror dari kelompok misterius itu."
"Jika ini dibiarkan terus terjadi, aku khawatir, mental pengawal yang lain akan jatuh, walau mereka sudah cukup terlatih, tapi menghadapi cara gerilya seperti ini, mereka sama sekali belum berpengalaman." Ucap Iron cukup masuk akal, ketika dia menghadap Dion untuk memberi laporan
"Apakah orang orang mu, sudah kau sebar di seluruh penjuru negeri Burgon, untuk mencari keberadaan orang misterius itu?" Tanya Dion sedikit kesal
"Lebih 1.000 orang mata mata, sudah disebar di tempat tempat yang dicurigai sebagai tempat persembunyian mereka tuan muda, tapi sampai saat ini, keberadaan mereka belum juga ditemukan." Jawab Burgon apa adanya
"Wilayah sebaran teror, semakin hari semakin meluas, bukan hanya di kota J, tapi juga merambah ke kota M, kota S, dan kota B." Sambungnya lagi
__ADS_1
"Yang aku heran kan!, kau dijuluki di mata dewa, tapi kenapa sekarang mata dewa mu tidak berfungsi dengan baik. Malah sudah ada korban jiwa yang jatuh di pihak kita. Kemana kemampuan mu yang selalu di puji puji orang itu?" Tanya Dion langsung menyinggung kegagalan anak buah nya itu.
"Maafkan kesalahan ku tuan muda. Saya dan seluruh mata mata, bekerja siang malam tanpa henti secara bergiliran, demi mencari pelaku teror itu, tapi sampai sejauh ini, belum ada petunjuk pasti siapa kelompok tersebut." Ucap Burgon membela diri
"Cuma dari hasil penyelidikan didapati, mereka bukan berasal dari kelompok yang sama, tapi ada dua kelompok yang berbeda."
"Hal itu bisa disimpulkan, dari lambang yang mereka kenakan di dada, berbentuk pin kecil berlainan warna." Ucap Burgon tetap memberikan laporannya
"Berapa orang yang sudah berhasil ditangkap?" Tanya Dion penasaran
"Sampai saat ini belum ada tuan muda!. Ketika mereka sudah terpojok, langsung mengakhiri diri sendiri, sehingga kita tidak sempat untuk mengintrogasi mereka, dan yang kami dapatkan, hanya jasadnya saja." Jawab Burgon terus terang
"Bagaimana menurut paman?. Apakah kejadian ini, ada hubungannya dengan Tommy, atau dengan kedua anak kakek jauhku, yang keinginannya telah ku tolak mentah mentah itu?" Tanya Dion dengan prediksi jitu
"Aku juga berpikiran demikian tuan muda. Semua kejadian ini, pasti ada kaitannya dengan si Tommy, juga kedua orang itu." Jawab Iron menguatkan prediksi Dion
"Tapi yang aku heran kan, dari mana dia bisa mendapatkan orang orang yang terlatih itu. Padahal seluruh kekayaan orang tuanya, sudah diambil alih oleh Birawa Group." Jawab Iron ragu ragu
"Kalau benarlah itu perbuatan Tommy, ada kemungkinan besar, tidak semua uang mereka kita ambil, tapi masih ada rekening atas nama orang lain dan bisa jadi itu Tommy!" Sambungnya lagi
"Kalau begitu, mari kita keruang operator. Cari tahu melalui Rams!" Perintah Dion cepat
Setelah mereka sampai di sana, Dion langsung memerintahkan Rams, untuk mencari data data yang tertinggal, tentang perusahaan Agam Group dan segala kemungkinannya
Tak lama kemudian, Rams melaporkan. "Dari hasil analisa data komputer, tidak ada rekening atas nama Tommy, kecuali satu rekening kosong yang sudah tiga bulan ini tidak aktif, Tapi ada dua transaksi yang sangat mencengangkan tuan muda!" Lapor Rams segera
"Coba kau perbesar tanggal dua transaksi tersebut. Cari tahu, kemana dana itu mengalir!" Perintah Dion tidak sabaran
"Transaksi besar pertama sebesar 2 milyar rupiah, mengalir ke rekening atas nama Mona. Transaksi kedua bukan transfer, tapi ditarik langsung oleh pemiliknya, sebesar 7.5 milyar rupiah."
"Saldo awalnya sebesar 9.5 milyar. ditarik pada hari yang sama, dengan hari pengambilalihan perusahaan Agam Group itu." Ucap Rams lancar
"Jika demikian, uang sebanyak itu, pasti disimpan di rumah saudara jauh ayahnya waktu itu, dan setelah kondisi aman, baru dipindahkan ketempat lain." Ucap Dion dengan prediksi yang hampir mendekati keadaan yang sebenarnya
"Mengandalkan uang itulah, Tommy merekrut sejumlah penembak jitu, atau orang yang ahli dalam strategi perang gerilya." Sambung Dion lagi dengan prediksi nya yang akurat tersebut
"Cuma yang diherankan, sebanyak itu mata mata yang disebarkan, tapi tidak bisa juga menemukan keberadaan Tommy dan orang orangnya itu." Ujar Dion sambil menarik nafas dalam dalam
__ADS_1
"Benar benar musuh yang menantang adrenalin ku!" Ucap nya lagi sambil mengepalkan tinjunya erat erat
"Paman Iron, besok kembali ke kota J, untuk memastikan keselamatan kakek ku itu."
"Gantikan posisi Robin disana. Jangan lupa, bawa orang orang terbaik mu juga!"
"Panggil pulang Leon, dan gantikan dengan Eric untuk mengawasi proyek kita di daerah timur itu!"
"Jangan lupa panggil juga Rudolf, untuk memperkuat tim mu. Sudah lama dia tidak berkembang, karena hanya menjaga satu wilayah kota Teluk Berlian saja!"
"Perintahkan padanya, untuk berangkat dari sana saat ini juga!" Titah Dion tegas
"Baik tuan muda!" Sahut Iron cepat, kemudian pergi ke sudut ruangan operator yang cukup luas Itu
Disudut ruangan tersebut, Iron menelpon Leon, Eric dan James serta yang lain, menyampaikan perintah dari tuan muda Dion
Sementara itu, Dion belum merasa puas, jika belum menemukan Tommy, atau orang lain, yang selama kurang lebih sebulan ini, selalu meneror orang orangnya
Dengan mantap, Dion memberi perintah pada Rams, dengan berkata. "Rams!. Pindai setiap parimeter yang dicurigai, sebagai tempat markas mereka. Siapa tahu dengan cara ini, kita bisa mendeteksi keberadaan para peneror itu." Ujarnya
"Baik tuan muda!" Jawab Rams cepat
Tak lama kemudian, muncul berbagai macam lokasi di Provinsi SU, di layar komputer Rams, dan diperbesar hingga 50 kali, sampai setiap kegiatan manusia diluar ruangan, bisa terlihat dengan jelas oleh Dion, melalui layar komputer itu
"Berhenti!, coba kau ulang lokasi yang tadi muncul, dan perbesar sedikit lagi. Aku mencurigai sebuah bangunan, yang di halaman belakangnya terdapat banyak orang seperti sedang latihan menembak." Ucap Dion penasaran
"Ya, itu bangunannya!. Sekarang kau perbesar lagi, agar orang yang sedang melakukan kegiatan itu bisa terlihat dengan jelas!" Perintah Dion penasaran, seperti sedang menemukan sesuatu yang sangat berharga
"Itu dia orangnya!. Tenyata mereka sembunyi di tempat itu!" Ucap Dion tiba tiba
"Cepat cari nama lokasinya!, dan tentukan titik koordinat tempat itu. Aku yakin, mereka berada jauh dari kota M tersebut. Cepat!" Perintah Dion buru buru
"Si..siap tuan!" Jawab Rams gelagapan. Kemudian memperbesar tampilan peta wilayah yang ada di komputernya itu, lalu melaporkan
"Mereka saat ini ada di daerah pinggiran kabupaten S, berjarak sekitar 152.7 kilometer dari kota M. Jika ditempuh dengan jalan darat membutuhkan waktu sekitar 3 jam 20 menit."
"Itu yang sementara bisa dilaporkan tuan muda!" Ucap Rams senang
__ADS_1
"Akhirnya ketemu juga kau badjingan!. Tunggu serangan balasan ku sebentar lagi!"