
"Yang satu bernama Adi, bergelar dewa angin utara, atau kaisar perang dari timur!"
"Yang satunya lagi bernama Abhicandra, bergelar dewa metafisika!"
"Mereka pernah berlawan dengan kita beberapa minggu yang lalu dan kalah!" Jawab Angkara tepat dan apa adanya
"Kalau begitu guru mereka itu adalah..?"
"Aku juga kurang tahu atau lupa!"
"Guru mereka bukan hanya satu tapi banyak!"
"Tapi yang penting!. Kita sudah tahu bahwa mereka satu seperguruan dengan kita!"
"Kalau dihitung hitung kita ini termasuk paman gurunya." Jawab Angkara tepat sekali
"Tapi apa yang membuat mereka ada di negara ini?"
"Mungkinkah mereka datang karena ingin membalas dendam, atau ingin menghancurkan organisasi kita?" Tanya Ronin sangat penasaran sekali
"Dari gelagatnya, mereka memang dipersiapkan untuk itu!"
"Namun siapa yang menyuruh mereka perlu kita selidiki lebih seksama!"
"Aku khawatir mereka berdua merupakan anak buah nya orang yang pernah mengalahkan kita tempo hari!" Jawab Angkara tepat, sambil memperhatikan layar monitor secara teliti. Kemudian berkata dengan antusias sekali
"Tunggu dulu!. Sepertinya ada sesuatu yang hilang di ruangan itu!" Ucapnya cukup kuat
"Apa yang kau lihat adik ku?" Tanya Ronin penasaran
"Seharusnya ada satu ruang VIP khusus, dan terhubung ke ruangan kita ini!"
"Tapi sekarang telah menghilang, dan tidak bisa melihat isi dalamnya!" Jawab Angkara keheranan
"Kau benar!. Pasti ada seseorang yang telah mematikan jaringan cctv di sana!"
"Orang tersebut pasti ada hubungannya dengan kedua murid durhaka itu!"
"Kita harus menyelidikinya, dan cepat mencari jawabannya!" Ucap Ronin merasa geram. Kemudian duduk bersila serta merilis aura kesadarannya, untuk memindai ruang yang digunakan untuk bertarung itu
"Aneh!. Kenapa aura kesadaran kita, tidak mampu menembus dan melihat ruang itu!"
"Apa yang sebenarnya terjadi di sana!"
"Siapa orang yang telah menghalangi kita untuk melihat ruang milik kita sendiri?" Tanya Ronin sangat penasaran
Sementara itu diruang VIP, yang ditempati oleh tamu khusus dan orang orangnya. Dragon bisa merasakan, bahwa seseorang atau lebih sedang memindai ruang yang ditempatinya, karena ingin tahu siapa yang ada di tempat itu. Tapi dia diam saja dan tidak bereaksi apa apa
Dragon yakin, mereka itu tidak akan mampu menembus formasi yang telah ia pasang di ruangan tersebut, apalagi melihat ruang yang ia tempati itu
Sekalipun ada yang datang ke ruangan itu. Dia atau mereka tidak akan bisa menemukan keberadaan ruangan tersebut
Dragon dan orang orangnya bisa melihat seluruh orang yang ada di ruangan tersebut, tapi mereka tidak bisa melakukannya
Jadi keadaan mereka aman aman saja, tanpa perlu khawatir ada gangguan sewaktu waktu yang datang pada mereka
Sebaliknya, karena usaha Ronin serta Angkara tadi gagal. Mereka mencoba sekali lagi memindai seluruh ruang yang ada di bangunan milik mereka tersebut. Tapi tetap tidak bisa menemukan apa apa
Malah tubuh mereka sendiri yang mengalami tekanan teramat kuat, dan membuat organ dalam mereka terluka. Lalu memuntahkan darah segar cukup banyak dari mulutnya
"Gawat!. Ini pasti kekuatan orang yang pernah mengalahkan kita tempo hari!"
"Jika perkiraan ini benar!. Maka kita dalam bahaya besar!"
"Kita harus lari, dan pergi jauh jauh dari negara ini, serta bersembunyi dari pandangan orang tersebut!"
__ADS_1
"Jika kita nekat melawan, maka kita sendiri yang akan mati!" Ucap Ronin berterus terang
"Senior benar!. Orang yang kita lawan barusan pasti orang yang sama!"
"Kekuatannya sungguh besar!. dan kekuatan kita berdua belum ada apa apanya buat dia!"
"Berarti saat ini orang tersebut sedang berada di negara ini, dan sedang memantau kita dari jauh!"
"Apa yang harus kita lakukan kak?" Tanya Angkara ingin penjelasan, dan sudah merasa sangat khawatir sekali
"Kita lihat dulu perkembangannya!" Jawab Ronin kalem, dan mencoba menenangkan hati adik seperguruannya tersebut. Kemudian berkata lagi dengan intonasi putus asa
"Jika keadaan merugikan pihak kita. maka mau tidak mau kita harus lari, dan bergabung dengan saudara saudara kita yang lain!" Ujarnya lagi
"Mau lari kemana kak?. Lihatlah di sana!. Anak buah kita dibantai seperti itu, dan menjadi bulan bulanan mereka!"
"Bahkan ratusan petarung yang mencoba menangkap atau melawan mereka, juga dibuat tidak berdaya!"
"Seluruh penonton sudah panik, dan ingin keluar dari ruangan itu!"
"Tapi sepertinya kondisi tubuh mereka terkunci, hingga tidak mampu bergerak untuk melarikan diri!"
"Ini pasti perbuatan orang kuat itu!. Tapi siapa dia?" Jawab Angkara merasa penasaran
"Ayo kita datangi tempat itu!, dan temukan siapa yang telah berani bermain main dengan kita!" Respon Ronin cukup nekat sekali
"Jangan cari mati kak!"
"Lihatlah ke ruangan itu!. Seluruh petarung dan pengawal pengawal kita, sudah mereka taklukan!"
"Yang tinggal hanya penonton, serta beberapa pejabat yang juga sudah mereka tawan."
"Enam orang tamu penting lainnya juga sudah ditaklukkan oleh mereka."
"Jadi apa lagi yang harus kita perjuangkan di sana?" Jawab Angkara apa adanya
"Tapi belum tahu dengan arena pertarungan bagian laki laki!"
"Mungkin masih aman dan sedang berlangsung duel antara para petarung." Respon Ronin baru menyadari
Benar apa yang dikatakan oleh Ronin serta adik seperguruannya itu. Arena pertarungan bagian perempuan, sekarang seluruhnya telah dikuasai oleh orang orangnya Dragon
Seluruh petarung yang belum sempat bertanding itu. Kini kondisi mereka sangat memprihatinkan. Tidak ada yang mampu bergerak lagi, karena sebelumnya telah dihajar oleh Adiwilaga dan anak buahnya
Bukan hanya para petarung itu saja yang mendapat siksaan. Empat orang pejabat, enam orang ketua gangster dan mafia, serta beberapa orang pengusaha mata keranjang itu juga telah mereka hajar, termasuk para pengawalnya
Kini kondisi mereka sungguh menggenaskan. Luka yang mereka alami merupakan luka serius, dan bisa membawa kematian buat mereka
Hal itu bisa terjadi karena Dragon telah memerintahkan, agar para pengawal yang mengawasi jalannya pertandingan, termasuk sepuluh komandan elitnya untuk turun tangan. Kecuali Leon
Dengan turut campur nya puluhan pengawal elit itu, ditambah dengan hadirnya assassin, samurai serta ninja yang ada, membuat kondisi pertarungan di tempat itu menjadi tidak seimbang
Tapi para penonton yang tidak tahu apa apa itu, tidak di usik oleh pengawal pengawalnya Dragon. Mereka dibiarkan tetap hidup, dan bisa melihat jalannya pertarungan berat sebelah tersebut
Kini keadaan didominasi oleh orang orangnya Dragon. Mereka yang telah dikalahkan, menjadi tawanan. Tapi ratusan bodyguard milik organisasi, terpaksa mereka habisi saat itu juga. Namun mata seluruh penonton, dibuat tidak bisa melihat serta menyadarinya
Pengaruh formasi yang Dragon pasang di tempat itu, sangat berperan sekali. Tanpa disadari tubuh tubuh bodyguard menghilang, termasuk pengelola tempat itu, dan yang tinggal hanya para petarung dan beberapa orang lainnya saja
Namun kondisi mereka sudah tidak berdaya. Ada kengerian yang ditanamkan di hati masing masing oleh Dragon, dan itu sangat membekas sekali pada mereka
Maka setelah semuanya usai. seluruh penonton yang ada termasuk beberapa pejabat disuruh keluar. Tapi sebelumnya ingatan mereka. telah dicuci oleh Dragon dengan formasi yang dia pasang itu, hingga diluar nanti, mereka tidak menyadari apa yang telah terjadi di ruangan tersebut
Setelah penonton keluar, Dragon langsung menampakkan diri di hadapan 350 petarung. Enam orang ketua organisasi dan beberapa orang pengusaha lainnya
Prabawa yang ditampilkan oleh Dragon sangat luar biasa sekali. Dalam pandangan orang orang itu, termasuk anak buahnya sendiri. Dragon bukanlah anak kecil lagi, tapi telah berubah menjadi seorang pangeran berwajah tampan, dan terlihat sangat berkharisma sekali
__ADS_1
Dalam mode seperti itu, Dragon pun berkata." Aku adalah penguasa kalian, juga beberapa orang yang ada di sini!"
"Jika kalian mengaku kalah dan tunduk pada kekuatan ku!. Maka nyawa kalian akan aku ampuni!"
"Tapi jika kalian tetap melawan, dan berniat mencelakai kami!. Maka kalian akan kami hancurkan!"
"Sekarang pilih!. Menyerah atau mati!" Ucap Dragon sangat berwibawa sekali. Dan sangat mengintimidasi
Bruk!
Bruk!
Tanpa dikomando atau diperintah, ratusan petarung yang ada, langsung menjatuhkan lututnya di lantai arena, termasuk juga enam ketua mafia. Lima pengusaha dunia, serta belasan bodyguardnya
Mereka tunduk dan menyerah seperti itu, karena menyadari, bahwa orang yang ada didepan nya tersebut bukanlah orang sembarangan
Kekuatannya tidak bisa mereka ukur dan lawan. Baru melihatnya saja, hati mereka sudah bergetar dan takut atas Prabawa nya
Kepala mereka tetap menunduk dalam. Kaki tetap berlutut tanda menyerah, dan hati bergetar tanda takut
Dragon yang melihat itu hanya tersenyum dingin, Lalu berkata. "Aku terima penyerahan kalian!"
"Kedepannya kalian adalah orang orang ku, dan akan bekerja untuk ku!"
"Tapi sebelum aku terima kalian sepenuhnya!. Aku ingin mengetahui isi hati kalian masing masing!" Ucap Dragon sangat mengintimidasi sekali
Tak lama Kemudian. Dari tangannya keluar seberkas aura, yang sangat terang sekali. Lalu dikirimkan pada orang-orang tersebut, yang masih tetap berlutut di depannya
Reaksi yang terlihat adalah, kepala mereka semakin menunduk, kecuali beberapa orang diantara mereka. Yaitu dua orang ketua mafia dan satu orang pengusaha, yang masih mencoba melawan dengan kekuatan aura kesadarannya
Tapi tak lama sesudah itu, tubuh mereka terpental dari sikap berlutut nya, dan muntah darah, pertanda organ dalam mereka terluka. Tak lama kemudian, tubuh mereka berhenti menggelepar. Mati!
Melihat peristiwa itu. Kepala para petarung juga yang lain, semakin dalam menunduk. Hati bergetar merasa takut, dan tidak berani lagi mencoba melawan kekuatan orang yang ada di depan mereka
Tapi tidak begitu adanya dengan Ronin serta Angkara, yang memang sengaja dibiarkan untuk melihat peristiwa yang terjadi di ruangan tersebut, melalui saluran CCTV, yang terpasang di setiap sudut ruangan
Dragon berbuat seperti itu, karena ingin menunjukkan, bahwa kekuatannya tidak bisa dianggap remeh, dan hal tersebut memang terbukti benar
Ronin dan Angkara di tempat persembunyiannya, tubuh mereka bergetar tidak karuan. Keringat dingin langsung keluar dari tubuh masing masing
Ternyata orang yang selama ini ingin diketahui oleh mereka, adalah seorang pemuda yang sangat tampan sekali, dengan Prabawa nya yang sangat luar biasa
Menyadari akan hal tersebut, mereka bertekad untuk menyerah saja, dan tidak akan berani melawan apapun yang diperintahkan oleh Dragon nanti
Di tengah mereka kebingungan serta ketakutan seperti itu. Dragon memandang ke arah kamera CCTV, dengan sorot matanya yang sangat mengancam, hingga membuat Ronin serta Angkara mundur beberapa langkah ke belakang, dan menabrak meja komputer yang ada di belakangnya
Lima orang anak buahnya yang sedang bekerja mengoperasikan komputer tersebut, menjadi pelampiasan kemarahan nya
Tanpa angin tanpa hujan, mereka langsung ditampar serta ditendang cukup kuat oleh Ronin serta Angkara tersebut. Tapi mereka tidak berani melawan, karena kekuatan mereka tidak sebanding dengan kekuatan tuannya
Sementara itu di bagian Dragon. Dia masih tetap mengarahkan pandangannya ke kamera CCTV, dan ingin memastikan, bahwa Ronin serta Angkara masih berada di tempat tersebut
Setelah melakukan itu, Dragon menyudahi pandangannya, dan mengirimkan aura kesadarannya berbentuk formasi pengunci, ke tempat Ronin serta Angkara berada
Tak lama kemudian. Dragon memberi perintah pada anak buahnya, untuk menggiring para petarung serta beberapa orang lainnya ke arah tribun, serta membiarkan mereka duduk
"Kalian tetap berada di ruangan ini!. Sementara aku dan beberapa orang pengawal ku, akan pergi ke ruang sebelah!" Ucap Dragon pada seluruh anak buahnya, yang ada di ruangan itu cukup tegas
"Baik tuan muda!" Jawab mereka serempak
Wus!
Bam!
Bam!
__ADS_1
Blar!
Hanya dengan sekali lambai saja, seluruh kamera CCTV yang ada di ruangan tersebut hancur, dan menyisakan kabel kabelnya saja