
"Jangan terburu buru!. Apakah kau yakin anak yang bernama Dragon itu ada di sana?" Tanya Takeda hanya sekedar ingin memastikan saja
"Benar ketua!. Informasi yang kudapatkan pasti tidak salah. karena orang yang menyampaikannya pada ku adalah asli penduduk desa itu, bekas anak buah Arga." Jawab Anderson atau biasa dipanggil oleh Bajra dengan sebutan Andre merasa sangat yakin sekali
"Arga?. Siapa itu?" Tanya Takeda penasaran
"Seorang penjahat seperti kita juga. yang menurut kabarnya, seluruh keluarganya itu terdiri dari penjahat semua!" Jawab Andre atau Anderson menerka saja
"Hus!. Kita bukan penjahat!, tapi perpanjangan tangan rakyat, dan orang orang lemah!" Sambut Takeda marah, karena disamakan dengan penjahat
"Sama saja ketua!" Jawab Anderson merasa geli
"Tapi aku mulai tertarik dengan cerita mu!. yaitu tentang Arga."
"Apakah sekarang dia masih hidup?" Tanya Takeda ingin tahu
"Sayangnya yang bersangkutan sudah mati."
"Namun masih ada beberapa orang saudara jauhnya yang masih hidup, antara lain adalah Brandy. Dan satu lagi yang tinggal di pulau S. Tapi aku sudah lupa namanya." Jawab Anderson apa adanya
"Bisakah setelah ini kau temukan aku dengannya?" Tanya Takeda penasaran, di sela sela kepergiannya ke desa atau kota kecil Argomulyo itu
"Mungkin tidak bisa ketua!. Sekarang dia sudah menjadi bawahan Dion itu!" Jawab Anderson menyesal
"Sekuat apapun orang tersebut. aku pasti bisa menundukkan nya, apalagi seorang Brandy?" Ucap Takeda meremehkan
"Menurut ceritanya, Dia dulunya adalah seorang bos mafia bawah tanah, orang yang paling ditakuti di kota B."
"Tapi setelah seseorang datang dia dan anak buahnya kalah!"
"Mereka dikalahkan oleh penguasa Birawa Group, ayah dari anak yang akan kita culik itu!" Jawab Anderson merasa gentar
"Cukup menarik!"
"Rasanya ingin cepat cepat bertemu dengan orang yang kau sebutkan itu, dan menjewer telinganya!" Reaksi Takeda sangat meremehkan kekuatan orang lain
"Kau belum tahu siapa Dion itu sipit!. Kau pikir kau itu siapa?"
"Melawan anak buahnya saja kau tidak akan mampu!, apalagi melawan bosnya!" Batin Anderson dalam hati
"Aku berharap kau akan mati dalam rencana penculikan ini taik kuda!" batinnya lagi
Rupanya sejak dari awal kedatangan ketua baru, Anderson merasa tidak suka dan nyaman pada Takeda. Begitu juga dengan anak buahnya itu
Mereka terpaksa harus tunduk, karena Takeda mempunyai plakat perintah berbentuk shuriken berwarna emas. dan pemiliknya harus di hormati dan di patuhi perintahnya
Awal mulanya mereka tidak percaya, saat seseorang datang tanpa pengawalan ke tempat mereka bersembunyi itu. Tapi setelah ditunjukkan plakat kecil bergambar shuriken tersebut, mereka langsung mengenalinya , karena Bajra Napoleon juga memilikinya, tapi warnanya biru.
Sedangkan yang ditunjukkan oleh Takeda itu berwarna kuning, pertanda pemiliknya bukan orang sembarangan. Pantas dia bisa sesumbar seperti itu
Tanpa terasa. Mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki wilayah kota kecil Argomulyo, ditandai dengan jalanan nya yang lebar, mulus dan penerangan jalannya sangat banyak dan terang
Tapi kedatangan mereka sudah diketahui oleh Dragon melalui pantauan kesadarannya, dan langsung di teruskan pada Abhicandra untuk disampaikan pada Dion
__ADS_1
"Beraninya mereka mau menculik anak ku!" Ucap Dion sesaat setelah diberi tahu oleh Abhicandra, saat dia sedang bersama dengan tuan Birawa, Ivory. Madara, Sasmita, Asykar Sanders dan Lasmi
Sedangkan Evan juga istrinya, tidak kelihatan malam itu
"Ada apa cucu ku?" Tanya tuan Birawa penasaran
"Ada masalah kecil kek?. Sekelompok orang sedang menuju desa Argomulyo berniat ingin menculik Draco!" Jawab Dion berterus terang
"Apa?" Reaksi Ivory khawatir
"Bagaimana bisa pa?. Bukankah kelompok orang orang itu sudah papa hancurkan?" Tanya Ivory lagi
"Tenang ma!. Masalah ini sedang dihadapi oleh para pengawal anak kita!"
"Mereka cuma berjumlah kecil, sedangkan para pengawal kita yang ditempatkan di sana jumlahnya ribuan!"
"Jadi kecil kemungkinan kelompok tersebut bisa mendekati lokasi perguruan, apalagi memasukinya!" Jawab Dion enteng, dan berusaha menenangkan kegusaran dari Ivory tersebut
"Benarkah begitu pa?" Tanya Ivory belum juga percaya
"Benar ma!. Jadi mama tenang saja ya." Jawab Dion teduh. Tapi dalam hatinya khawatir juga
Sementara itu di perguruan Wahyu Taqwa. Dragon, Gentala, Leon, Robin, Bumi dan Eric serta guru guru lainnya, dan lima murid andalan perguruan, terlihat sedang berbincang bersama di ruang pertemuan
Saat itu Dragon yang lebih banyak menjadi pembicaranya
"Sekelompok orang sedang menuju ke sini, berniat ingin menculik ku!"
"Mereka diketuai oleh seorang laki laki bermata sipit, dan seorang laki laki bertubuh besar!"
"Kalau begitu izinkan kami menyusul mereka tuan muda!" Ucap Robin meminta izin
"Tidak perlu paman Robin!. Langkah mereka akan terhenti, saat memasuki formasi merah yang telah aku pasang."
"Sekuat apapun orang itu, jika niatnya tidak baik, apalagi ingin menculik ku. Maka orang tersebut akan merasa kesakitan, bahkan penglihatan mereka akan menjadi lain!"
"Kalian tinggal memantau saja apa yang akan mereka lakukan, atau bisa juga memasuki formasi itu, dan menghabisi mereka di dalam nya." Jawab Dragon enteng
"Lalu apakah sekarang kami boleh pergi ke sana tuan muda?" Tanya Bumi sudah tidak sabaran
"Silakan!. Mari kita sama sama pergi ke sana, untuk melihat siapa mereka!" Jawab Dragon ramah
Tak lama sesudah itu, mereka sudah berada di dekat gerbang perguruan, yang dijaga oleh dua ratusan pengawal, dibantu oleh seratusan murid murid perguruan, yang memang sengaja ditempatkan di sana untuk sementara waktu selama sebulan ini
Sementara di luar perguruan. Ada empat titik pos penjagaan yang disebut ring satu dan ring dua. Di masing masing pos, dijaga oleh 110 orang pengawal dengan persenjataan lengkap
Di sekitar pos luar itulah, Dragon memasang formasi merah. Bahkan bukan hanya di tempat itu saja dipasang formasi atau jebakan seperti itu. di tempat lain juga Dragon meletakkan formasinya, atau lebih tepatnya melingkupi seluruh areal perguruan
Jadi ketika aura spritual kesadarannya menangkap kehadiran orang-orang tersebut, Dragon hanya tersenyum tipis saja. karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Bahkan jika dia sendiri yang ada di dalam perguruan tersebut, dia juga tidak akan merasa takut
Benar saja apa yang dia katakan. Ratusan orang-orang yang berniat ingin menculiknya, sudah mendekati pos penjagaan di ring dua, dan sudah memasuki formasi yang sudah dipasang
Mobil-mobil mereka mendadak berhenti, karena mesin mesinnya mati secara mendadak juga
__ADS_1
Takeda yang merasa ada ketidakberesan disekitarnya, memerintahkan pada seluruh anak buahnya untuk keluar dari dalam mobil, dan menembakkan peluru yang ada di senjata mereka masing masing
Tapi begitu mereka keluar dan ingin menembakkan senjatanya. tiba-tiba saja senjata-senjata tersebut terlepas dari tangan, melayang layang di udara.
Begitu juga dengan senjata yang ada di balik baju mereka. semuanya tertarik keluar dan tidak bisa dicegah oleh siapapun
"Ada apa ini?. Sihir apa yang mereka gunakan?" Ucapnya keheranan
"Itu bukan sihir pria bermata sipit, tapi formasi!" Ucap Dragon dari jarak jauh melalui mata batinnya. Tapi bisa di dengar oleh Takeda dan anak buahnya
"Siapa yang berbicara padaku?. Tunjukkan wajah jelek mu itu!" Reaksi Takeda marah
"Kau tidak pantas melihat wajah rupawan ku. Kau pantasnya melihat wajah hewan liar di hutan sekitar mu!" Jawab Dragon enteng
Tak lama sesudah itu, di hadapan Takeda muncul ratusan serigala liar, yang siap untuk memangsanya.
Bukan hanya itu saja. Dalam pandangan Takeda, juga ada puluhan monyet yang ingin mencabik cabik tubuhnya, dengan kuku kukunya yang tajam
Melihat pemandangan itu. Takeda menjadi panik. Teriakannya keluar sangat keras sekali. Membuat seluruh anak buahnya menjadi keheranan
"Ada apa ketua!. Kenapa ketua berteriak-teriak seperti itu?" Tanya Anderson keheranan
"Pergi dari sini binatang hina!. Jangan coba mendekati ku!"
Bug!
"Hugh!" Teriak Anderson kesakitan, ini manakala perutnya ditendang cukup kuat oleh Takeda
"Kenapa ketua menendang ku?" Tanya Anderson merasa tidak senang
"Kau bukan manusia, tapi serigala!" Jawab Takeda ketakutan
"Pergi dari sini badjingan!. Jangan mendekati ku!" Teriak nya kuat kuat
Kemudian secara membabi buta, Takeda menyerang sekawanan serigala, yang dimatanya ingin menyerang dan menerkamnya
Dia telah terkena pengaruh ilusi yang ada dalam formasi yang dimasukinya, dan menganggap orang lain sebagai binatang liar dalam hutan yang di masuki nya
Maka dengan liarnya dia merangsek ke arah anak buahnya sendiri, hingga banyak dari mereka yang menjadi korban. Bahkan ada yang langsung mati, karena sabetan senjata tajam yang melayang layang di udara
Tak mau menjadi korban, Anderson terpaksa harus melawan bos nya sendiri, dari pada anak buahnya yang mati karena kegilaan nya
Pemandangan itu, tentu saja membuat para pengawal yang ada di dalam pos, juga di luarnya menjadi heran. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?. Pikirnya
Tapi mereka tidak berani untuk mendekat atau melerainya, karena pada penjaga pos di ring luar sudah diberitahu, bahwa jika ada seseorang ataupun kelompok, yang tiba-tiba berhenti dan mengamuk tanpa sebab, mereka tidak boleh ikut campur
Walaupun bingung dengan intruksi dari tuan mudanya, mereka tetap patuh, dan tidak berani melanggarnya
Ternyata apa yang dikatakan oleh tuan muda tersebut memang benar. Orang yang berniat jahat, yang ingin memasuki areal perguruan, maka mereka akan terkena kutukan, atau masuk dalam jebakan formasi ilusi berlevel tinggi
Hampir 10 menit kejadian itu berlangsung, dan belum ada dari mereka, yang berniat untuk ikut campur. Para pengawal itu hanya melihat saja dari jarak jauh
Dalam pandangan mereka Takeda bergerak sangat liar sekali, seperti ingin menghabisi anak buahnya sendiri, yang dia sangka adalah sekawanan serigala juga sekumpulan monyet
__ADS_1
Tak lama sesudah itu. Dragon dan orang orangnya pun datang, dengan menaiki mobil mobil mewah, yang memang sengaja disiapkan untuknya