Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
89. Ivory terancam


__ADS_3

Pertemuan dan pembicaraan yang digesa oleh kepala daerah tersebut, berlangsung sukses. Site plan yang digagas oleh Tiger, disetujui oleh kedua belah pihak


Pihak perusahaan Birawa Group, sebagai penyedia modal, pengelola dan penanggung jawab, akan melaksanakan semua hak dan kewajibannya, terhadap ketentuan yang berlaku


Sedangkan pihak pemerintah setempat, bertindak sebagai fasilitator penyedia perizinan dan lain sebagainya. Mereka juga bertindak sebagai penanggung jawab secara umum


Luas lahan yang akan digarap, sesuai dengan site plan yang dirancang oleh Tiger, kurang lebih 400 ratus ribu hektar, yang meliput 7 buah areal perbukitan, empat lembah, yang 2 diantaranya terdapat danau alam, dan seluruh wilayah pantai serta lautnya


Separuh dari wilayah yang akan dikembangkan tersebut, merupakan tanah milik warga, tetapi dengan kesadaran penuh, mereka bersedia menjual tanahnya kepada perusahaan Birawa Group, yang akan dijadikan tempat wisata, dan fasilitas pendukungnya lainnya


Ganti rugi yang akan diterima, oleh pemilik tanah tersebut cukup tinggi, karena harga permeter nya, sama seperti harga tanah di perkotaan


Pihak Birawa Group, bersungguh sungguh untuk mengembangkan daerah itu, menjadi daerah maju, karena potensinya yang sangat besar, ditambah dengan pemandangan alamnya yang sangat bagus dan indah


Boleh dikatakan, hampir separuh wilayah desa tersebut, juga seperempat wilayah desa di kabupaten lain, akan di kembangkan menjadi daerah wisata. Hal itu tentu saja sangat menggembirakan warga di sekitar desa tersebut


Pihak perusahaan berjanji, akan memperbaiki infrastruktur jalan dan yang lainnya. Proyek tersebut akan dilaksanakan, berbarengan dengan proyek daerah wisata lainnya


Di dalam site plan yang dirancang oleh Tiger, seperempat lahan yang dimilikinya, juga terkena dampak pengembangan itu, tetapi Tiger dengan sukarela, akan menyerahkan tanah tersebut tanpa mau dibayar sedikitpun


Tapi pihak perusahaan Birawa Group, tidak mau seperti itu, mereka tetap akan membayar tanah milik Tiger


Pendek kata, segala sesuatu yang di rencanakan, diharapkan akan berjalan dengan baik. tanpa ada hambatan yang cukup berarti


Itulah beberapa poin, yang menjadi pembicaraan mereka, dalam waktu kurang lebih 2 jam, dalam pertemuan yang di adakan di lapangan bola milik desa BS


Hari itu juga, akan diadakan pemetaan dan penelusuran, terhadap pemilik separuh wilayah yang akan dikembangkan oleh perusahaan tersebut


Tetapi tanpa mereka sadari, ada bahaya yang akan mengancam kelancaran proyek itu, yaitu dengan munculnya orang orang misterius, yang saat pertemuan itu juga hadir, saat itu, mereka hanya berdiri di sudut lapangan


Setelah pertemuan itu selesai, orang orang yang disusupkan oleh ketua kelompok itu, melaporkan apa saja yang menjadi pembicaraan mereka


Mendengar berita tersebut, ketua kelompoknya, segera memerintahkan kepada bawahannya, untuk memasang patok lama, di tanah yang akan perusahaan itu beli, terutama tanah yang tidak dilengkapi dengan surat surat tanah


"Bagaimana perkembangan rencana mereka itu, apakah berjalan sesuai dengan rencana? Tanya ketua kelompok yang bernama Arga, disebuah bangunan kayu, yang terletak di pinggiran hutan, terisolir sendiri dari perumahan warga lainnya


"Benar bos!. Sesuai perintah, tanah warga yang akan mereka beli itu, terutama yang tidak dilengkapi dengan surat menyuratnya, sebagian besarnya sudah kita kuasai, dengan cara memasang patok lama."


"Bagus! dengan demikian, tanpa bersusah payah dan kerja keras, kita akan mendapatkan pembayaran yang cukup besar, dari penjualan tanah itu."


"Hahahaha!. Kau memang bisa diandalkan Doni!" Ucap Arga senang, sambil menepuk bahu Doni


"Sudah tentu bos!. Karena kita bisa mengambil keuntungan dari kebodohan warga tersebut, tanpa mereka sadari, tanah mereka sudah kita ambil." Jawab Doni senang, dan terkesan membanggakan diri

__ADS_1


"Apakah perempuan yang dipanggil Sanders itu, masih ada di desa ini?" Tanya Arga tiba tiba


"Masih bos, kalau tidak salah, saat ini dia sedang berada di rumah juragan Ti. Sepertinya belum berniat kembali ke kotanya, karena helikopter yang mereka tumpangi, masih ada di tengah lapangan itu" Jawab Doni tanpa di tutup tutupi


"Apakah helikopter itu dijaga?" Tanya Arga penuh dengan rencana jahat


"Tentu saja bos!. Ada puluhan orang yang duduk duduk di sana sambil mengobrol" Jawab Doni cepat


"Bagaimana dengan rumah si tua Tiger itu, apakah juga di jaga?"


"Di rumah Tiger justru penjaganya sangat banyak bos, mereka berada di setiap sudut rumah itu secara berkelompok, nyamuk saja sangat sulit untuk bisa masuk kedalamnya."


"Sial!"


"Ada apa bos?"


"Kalau begini caranya, bagaimana aku bisa menangkap perempuan itu!" Ucap Arga geram


"Kita tunggu kalau ada kesempatan lagi bos! kalau tidak siang ya malam, atau keesokan harinya."


Kalau besok, ya tentu saja dia sudah pulang bodoh!"


"Lalu bagaimana bos?"


"Tapi bos!"


"Hah sudah!. Tidak ada tapi tapi. Sekarang kau boleh pergi!, dan bawa kawan kawanmu, untuk mengintai pergerakan mereka, terutama di Sanders itu. Kalau dia keluar tanpa pengawalan, cepat kasi tahu!"


"Baik bos!"


Setelah anak buahnya pergi, Arga berjalan mondar mandir dalam ruangan tengah bangunan itu, sesekali melongok melalui jendela yang terbuka lebar, sambil memperhatikan beberapa anak buahnya, yang sedang berjaga di luar


Pikirannya melayang kemana mana, bahkan ke masa lalu. Dia teringat ketika pertama kali datang ke desa ini, banyak warga yang menolaknya. Mereka menunjukkan ketidaksukaannya, dengan cara meludahi, memaki, bahkan mengatainya dengan terang terangan


Ketika saat itu, Arga hanya diam saja, karena dia ingin mendapatkan simpati dari warga. Dia berharap, dengan bersikap baik, mereka akan menerimanya


Tapi ternyata perkiraannya salah. Warga tidak bergeming, sikap mereka tetap seperti itu, bahkan lebih intens lagi membullynya


Menyadari sikap warga yang tidak berubah juga, Arga menjadi bosan dan marah. Suatu ketika, saat belasan pemuda setempat hendak memukulnya, Arga melawan, hingga mengakibatkan kelompok pemuda itu cedera cukup parah


Setelah di selidiki, ternyata perkelahian itu dipicu oleh keisengan belasan pemuda desa, yang berniat ingin mencelakai Arga. Dan bagi Arga, dia melakukan itu karena membela diri


Selama ini, warga desa, termasuk para pemuda yang mengeroyok Arga tadi, menganggap, bahwa Arga adalah orang lemah, walau berbadan tegap, tapi lembek. Jadi mereka selalu membullynya

__ADS_1


Tapi ketika Arga berhasil mengalahkan belasan pemuda itu seorang diri, barulah mata mereka terbuka lebar. Dari situ mereka tahu, bahwa Arga bukanlah orang lemah, dan juga bukan orang sembarangan


Sejak saat itu, tak satupun warga yang berani mengganggunya lagi, apalagi mengatainya seperti dulu


Setiap kali bertemu dengannya, mereka menganggukkan kepalanya, tanda menegur ramah, khas orang desa yang ketakutan


"Aku harus hati hati dan tidak boleh ceroboh.Kelihatannya ratusan pengawal itu bukan orang sembarangan." Ucap Arga pada diri sendiri, setelah sadar dari lamunannya yang cukup lama itu


"Kalau aku bertindak di luar perkiraan, bisa bisa tamat riwayatku."


"Walaupun aku kuat menurut warga desa, tapi kalau berhadapan dengan sekian banyak orang kuat, lama lama, mati juga aku!" Ujarnya


"Tapi tunggu dulu, baru aku ingat, kalau tidak salah, si tua Tiger itu, mempunyai anak laki laki yang cacat, tapi kenapa waktu ayahnya tiba, dia tidak kelihatan?. Apakah mungkin dia tidak ikut, atau memang tidak boleh ikut, dengan alasan berobat di kota."


"Ah masa bodoh lah!" Ucapnya sedikit kuat, hingga terdengar oleh anak buahnya yang sedang berjaga di luar


"Ada apa bos!" Tanya anak buahnya yang tiba tiba datang dari belakangnya keheranan


"Tidak ada apa apa. lanjutkan saja penjagaan di luar!" Jawab Arga sedikit kesal


"Siap bos!" Jawab mereka serempak


"Orang tua itu?. Ternyata besar juga nyalinya, pulang pulang membawa banyak orang. tapi aku Arga, tidak takut kepada mereka, karena mereka bukan ancaman berarti bagiku" Gumamnya sambil menyeringai


***


Musim panas di desa BS, cukup terasa bagi orang orang kota seperti Ivory. Dengan alasan ingin mencari udara segar, Ivory memutuskan untuk berkeliling desa seorang diri, sambil melihat lihat, seperti apa suasana desa di malam hari


Tiger sebenarnya keberatan, kalau Ivory keluar sendirian, Dia meminta agar Ivory di kawal oleh anak buahnya, untuk menjaga keselamatannya, tapi Ivory menolak, dengan alasan desa cukup aman


Kemudian, dengan tidak ditemani oleh siapapun, Ivory berjalan sendirian di pinggiran desa itu, Sinar bulan yang saat itu sedang bersinar sangat terang, membuat suasana desa seperti siang hari


"Malam bos, mau melapor!" Ucap anak buah Arga dengan nafas tersengal sengal


"Lapor apa?" Jawab Arga ketus


"Perempuan yang di panggil Sanders itu, saat ini tengah berjalan sendirian di pinggiran desa. Apakah kita akan menyergapnya bos?"


"Apakah situasi di dekatnya aman?" Tanya Arga senang


"Aman bos!. Kami sudah mengintainya selama satu jam, tidak ditemui seorang pun pengawal di dekatnya."


"Kalau begitu, Segera Kumpulkan orang orang kita, untuk menangkap perempuan bodoh itu!"

__ADS_1


"Baik bos!"


__ADS_2