
Dion tidak menggubris pertanyaan Chalista, tapi malah mengarahkan pandangannya ke arah nenek Wolf kemudian berkata..
"Mana kesombonganmu nenek Elina?" Ujar Dion menyebutkan nama asli nenek Wolf, yang sudah lama diketahuinya dari kakek, suami dari Elina tersebut
"Dulu kau begitu sombong, angkuh dan tidak kenal takut, tapi sekarang, kau tidak ubahnya seperti anjing yang ketakutan, ketika berhadapan dengan tuannya." Ucap Dion merendahkan kedudukan nenek Wolf atau Elina. Yang bersangkutan marah dan ingin menjawab pertanyaan Dion, tapi Dion segera memotongnya, dengan perkataan yang cukup mengena dihati
"Tanpa belas kasihan dan berpikir jernih, Kau membiarkan anak anakmu, juga keturunanmu menghina ku sesuka hati, dan pada akhirnya, kau termakan oleh kebodohan mereka sendiri." Ucap Dion tegas, lalu terus melanjutkan ucapannya
"Kau nenek tua yang tidak punya otak. Kalaupun punya. tapi tidak kau pergunakan dengan baik. Kau termakan bujuk rayu mereka, sehingga kau dengan teganya mengusirku dari rumahmu, serta memaksaku untuk bercerai dengan Jasmine si jalang itu."
"Semua itu dilandaskan oleh kegilaanmu akan harta, tapi apa buktinya, harta yang kau bangga banggakan itu, sekarang mana?" Ucap Dion sambil berteriak cukup keras, kemudian berkata lagi
"Kau tidak sadar, bahwa dunia ini berputar, sama seperti perputaran nasib manusia, kadang di atas dan terkadang pula di bawah."
"Dulu kalian dengan kekayaan yang melimpah ruah, perusahaan di mana mana, dengan bangganya mengklaim, bahwa kalian adalah keluarga terkaya nomor 2 di kota B ini."
"Semua orang berduyun duyun menjilat kalian, dan meminta dukungan kalian, karena mereka menganggap, kalian seperti gula, dan mereka adalah semut nya."
"Tapi ketika gula nya habis, ke mana mereka yang selama ini menjilat kalian, apakah setelah kalian menjadi gelandangan seperti ini, mereka datang membantu kalian?" Tanya Dion melepaskan kekesalannya selama ini. beberapa saat kemudian dia melanjutkan perkataannya
"Nah! karena dulu kau dengan sombongnya mengusirku dari rumahmu, maka sekarang giliranku mengusir kalian dari sini, karena tempat ini sudah aku beli, dan aku akan mendirikan perusahaan di sini." Ucap Dion mengarang cerita
Lepas sudah segala ganjalan yang selama ini ada di hati Dion. Beberapa saat dia mengambil nafas dan menenangkan diri, untuk memberi kesempatan kepada mereka untuk merenungkan semua perkataannya
Hasilnya, mereka berempat yang mendengar ucapan Dion menjadi terpaku, terpana dan tidak bisa berkomentar apapun
Apa yang dikatakan oleh Dion itu semuanya benar. Kekayaan, kekuasaan dan nama besar, itu mirip seperti gula, ketika dia menumpuk, banyak semut yang datang berduyun duyun untuk mencicipinya, tapi ketika gula itu habis, maka semut itu pun pergi, seperti itulah nasib yang mereka alami sekarang ini
Nenek Wolf yang mendengar semua perkataan Dion tidak tahan, kemudian dengan berurai air mata, dia berjalan tertatih tatih dengan bantuan tongkatnya, menuju kearah Dion
__ADS_1
Ketika jaraknya tinggal dua meter lagi dari Dion, nenek Wolf menghentikan langkahnya, dan langsung berkata
"Dion!. Berilah muka kepada nenek yang tua ini. Sekarang nenek bukan siapa siapa lagi. Walaupun kau itu bekas menantuku, tapi bagaimanapun, kau dulu pernah berhutang budi kepada nenek."
Berhenti sebentar untuk mengambil nafas, kemudian berkata lagi
"Jadi nenek mohon, tolong serahkan mobil mewah mu itu, agar nenek bisa menjualnya, untuk membiayai kehidupan nenek dan mereka semua." Ucap nenek Wolf memelas, dan memohon belas kasihan dari Dion
Suatu hal yang dulu tidak pernah dan pantang dilakukan olehnya, sekarang di hadapan Dion, dia terpaksa melakukan itu, demi untuk kelangsungan hidup dia dan keluarganya
Dion yang mengetahui akan niat busuk dari nenek Wolf, tidak menanggapinya dengan serius, dia malah menjawab nya dengan sinis
"Atas dasar apa aku harus menyerahkan mobil mewah ku itu?. Kalian sungguh tidak pantas untuk memilikinya." Jawab Dion acuh
Nenek Wolf yang mendapat jawaban seperti itu menjadi emosi, kemudian meluapkan kemarahannya. Dia lupa dengan tujuan nya semula untuk mendekati Dion
"Ternyata kau manusia yang tidak tahu membalas Budi!. Aku menyesal, karena telah menerimamu sebagai cucu menantu ku dulu." Balas nenek Wolf ketus bercampur geram
Tak mau kalah dan terus menerus direndahkan oleh nenek Wolf, Dion pun balas berkata. "Siapa yang sudi menjadi cucu menantu mu. Kalau bukan karena permintaan dari kakek Wolf, maka aku tidak akan pernah sekalipun untuk menikah dengan Jasmine si jalang itu!" Ucap Dion tak kalah ketus dari perkataan nenek Wolf
Danish yang mendengar Dion berkali kali mengatakan Jasmine sebagai si jalang, menjadi emosi, kemudian Dia mendekati Dion untuk menamparnya
Tapi belum sampai dihadapan Dion, Dion sudah menatap Danish dengan tatapan maut, sehingga membuat langkah Danish terhenti, dan secara refleks, mundur ke belakang ketakutan
"Sekali lagi kau berani mengancam ku, maka aku tidak akan segan segan untuk mematahkan tangan mu, dan merobek mulut mu itu." Ucap Dion dingin dan terkesan mengancam Danish, lalu dia berkata lagi
"Walaupun kau pernah menjadi ayah mertuaku, tapi sekarang, aku tidak akan pernah menghargai mu lagi!." Kata Dion tegas
"Sekarang pergilah dari sini sebelum pikiranku berubah!" Titah Dion mengancam mereka semua
__ADS_1
"Dan jangan lupa, bawa juga si pecundang itu jauh jauh dari sini."
"Dion!. Tolong maafkan nenek. Nenek benar benar menyesal, karena telah memaksa Jasmine untuk bercerai dengan mu, dan mengusirmu dari rumah nenek dulu." Ucap nenek Wolf bersiasat dan berharap agar Dion mengasihinya
Ucapan nenek Wolf, juga didukung oleh Everly. Dia dengan bermuka manis mendekati Dion, bersebelahan dengan nenek Wolf kemudian berucap
"Ibu juga sangat menyesal Dion, karena ibu terlambat menyadarinya. Selama ini ibu telah dibutakan oleh harta dan kedudukan, sehingga sedikit pun kami tidak menghargai keberadaan mu di rumah itu." Ucapnya penuh dengan penyesalan, walaupun sebenarnya palsu
"Sebagai permintaan maaf ku, dan memandangku sebagai orang yang pernah menjadi ibu mertua mu, tolong berikanlah mobil itu kepada ibuku ini, agar dia bisa menjualnya, untuk berbelanja kebutuhannya sehari hari." Katanya merendah penuh dengan kepalsuan dan tipu daya, sambil mengedipkan matanya ke arah Dion
Tapi apa yang terjadi?. Sekali Dion tetaplah Dion. Apapun yang mereka katakan, tidak akan bisa lagi menggoyahkan pendiriannya, lalu dengan angkuhnya Dion berkata
"Dasar perempuan rendah! Kau tidak ubahnya seperti Jasmine si jalang itu. Disaat seperti ini, bisa bisanya kau menggodaku dengan wajah sampahmu itu!" Ucap Dion geram dan tanpa ditutup tutupi lagi, apa yang telah dilakukan oleh Everly kepadanya
Kepalang malu dan takut ketahuan oleh suami, nenek juga anaknya, dengan licik Everly berkata
"Kau yang manusia rendah, dan bekas menantu yang kurang ajar!. Berani beraninya kau menuduhku seperti itu. Aku berhadapan dengan mu ini, adalah untuk membantu ibuku meminta mobil buruk mu itu!" Jawabnya membalas penghinaan Dion
Chalista yang sedari tadi hanya diam saja, tidak terima ibu dan kakaknya dihina seperti itu oleh Dion, maka dengan emosi yang meluap luap, dia melampiaskan kemarahannya dengan berkata
"Kau sadar sedang berbicara kepada siapa. Dia ini nenekku! dan orang yang kau hina ini adalah ibuku!. Kau tidak berhak untuk menghinanya sedemikian rupa. Ngerti kau!" Ucap Chalista berapi api
"Aku tak peduli dia dan dia ini siapa!. yang aku peduli sekarang ini adalah, segera tinggalkan tempat ini, karena aku tidak mau melihat muka kalian lagi." Jawab Dion bengis
Bertepatan dengan itu, belasan mobil mewah datang mendekati mereka, berhenti, dan segera mengeluarkan puluhan orang dari dalamnya
Semua orang yang keluar dari mobil mobil mewah tersebut, rata rata berperawakan tegap, berpakaian necis berwarna putih, dan dilapisi dengan jas mahal berwarna hitam, khas penampilan pengawal orang penting
Begitu mereka mendekati Dion, serentak puluhan laki laki yang berbadan tegap itu, membungkukkan setengah badannya ke arah Dion sambil berkata..
__ADS_1