Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
81. Dominasi kekuasaan


__ADS_3

"Jaga sikapmu Emily! beraninya kau memanggil tuan muda dengan namanya saja!" Ucap Ivory memotong kata kata dari Emily secara tiba tiba


"Maafkan aku nona Ivory. Aku cuma terkejut saja, ketika mendapati, orang yang sangat ku kenal, saat ini sedang duduk di sana." Jawab Emily tidak enak hati


"Untuk kau ketahui Emily juga yang lain, terutama kau Leo!. Lelaki yang sedang duduk di kursi kebesaran itu adalah tuan muda Dion, pemilik hotel ini, sekaligus perusahaan Birawa Group.Paham?" Ucap Ivory emosi,


"Nama lengkapnya adalah Dion Mahesa Birawa, cucu kandung satu satunya dari tuan besar Mahesa Birawa, yang saat ini menguasai perusahaan raksasa Birawa Group."


"Jika kalian berani menyinggungnya, maka bersiaplah untuk menerima hukuman yang berat darinya."


"Untuk kau Leo! mulai hari Ini kau dipecat! dan tidak akan menerima pesangon apapun, seluruh hak hak mu di perusahaan ini dicabut !" Ucap Ivory geram sambil membuka handphone, yang sejak tadi diletakkan diatas meja, lalu menghubungi pihak security atau satpam hotel tersebut untuk datang


"Seret si Leo brengsek itu dari sini!, dan lempar kan dia di jalanan, biar dia tahu sedang berhadapan dengan siapa!" Perintah Ivory dengan nada marah, kepada empat orang satpam yang baru saja datang itu


Empat orang satpam yang dipanggil oleh Ivory tadi, segera menangkap tubuh Leo yang sudah sangat lemah itu dengan kasar, kemudian menyeretnya seperti anjing


Kondisi Leo seperti itu karena ditampar oleh Ivory sebanyak tiga kali, dua tamparan terakhir, membuat tubuhnya sempat jatuh karena menabrak kursi yang ada di belakangnya


Emily yang melihat kejadian itu bergidik ngeri, dia tidak menyangka, Dion melalui Ivory, akan bertindak kejam seperti itu terhadap Leo, Walaupun hatinya menolak, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa


Setelah keluar dari hotel, tanpa aba aba lagi, 4 orang satpam, melemparkan Leo ke jalanan seperti karung yang berisi sampah, kemudian memberi peringatan agar tidak bersikap kurang ajar lagi


"Awas kau Dion juga Ivory! Aku tidak akan mati sebelum membalaskan dendamku pada kalian!" Gumamnya lirih, sambil berusaha berdiri dengan sisa tenaganya


Tapi sayangnya ucapan itu didengar oleh Hans si tangan kilat, juga puluhan anak buahnya, yang saat itu kebetulan sedang lewat di dekatnya, sehingga membuat Hans berhenti


"Coba ucapkan sekali lagi, apa maksud perkataanmu tadi!" ucap Hans mengintimidasi


"Apa urusannya denganmu! urus saja urusanmu sendiri!" Jawab Leo ketus


"Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa? Orang yang sedang kau ancam itu, adalah tuan muda kami, sedikit saja kulitnya lecet, maka aku jamin, dunia akan kami buat tunduk kepadanya!" Ucap Hans bersungguh sungguh


"Memangnya siapa kau?, berani beraninya mengancamku!" Jawab Leo membantah dan melawan perkataan Hans tadi


"Kau tidak pantas mengetahui siapa aku. Jika sekali lagi ku dengar ucapan buruk mu terhadap tuan muda ku, maka ku pastikan, saat ini juga kau mati!" Ucap Hans sambil menatap tajam ke arah Leo, dengan tatapan penuh niat membunuh


Mendapat tatapan maut seperti itu, bukan membuat Leo semakin takut, tapi malah semakin nekat dan berani dengan berkata. "Dion yang kalian agung agungkan itu, bagiku tak lebih seperti anjing, dan iblis jahat yang harus di bunuh!" Ujarnya tidak kenal takut

__ADS_1


"Buk!


"Buk!


"Aaaarrrkkhh..!


Dua kali bunyi tendangan yang cukup keras mengenai tubuh Leo, sehingga membuatnya terjatuh dan berguling guling di aspal, lalu merangkak ke tepi jalan,


Orang orang yang lalu lalang di jalan, cuma melihat kejadian itu sekilas. Mereka cuma tersenyum sinis kearah Hans dan orang orangnya, yang sedang menyiksa Leo


Di dalam hati mereka cuma mengatakan, mungkin orang yang sedang disiksa itu adalah seorang pencuri, yang ketahuan ketika melancarkan aksinya di hotel tersebut


Orang orang yang menyiksa nya, adalah security atau satpam, ataupun kelompok pengamanan hotel itu, maka mereka tidak berani ikut campur


Sementara Leo yang tubuhnya di dipukul tadi, saat ini masih terduduk di pinggir jalan, sambil merintih kesakitan, dari sudut bibirnya, mengalir darah segar, walau tidak begitu banyak


Tak lama sesudah itu, Hans berkata. "Urus manusia sampah ini!. Jangan sampai tuan muda melihatnya lagi!" Ucap Hans dingin


"Baik bos!" Respon empat orang anak buah Hans cepat, kemudian mengangkat tubuh Leo, yang masih terduduk di tepi jalan, dan memasukkannya ke dalam mobil, lalu membawanya pergi entah kemana


"Dasar manusia tidak tahu diri!. Berani beraninya mau mengancam tuan muda!" Ucapkan geram


"Siap bos! Jawab mereka serempak


***


Sementara itu di ruang pertemuan, terjadi pembicaraan sepihak, yang berasal dari Dion dan Ivory


"Mulai hari ini, kalian sudah tahu siapa pemilik hotel ini yang sebenarnya. Kapanpun dan dimanapun kalian bertemu dengan tuan muda, jangan berani bersikap kurang ajar seperti Leo tadi!. Apapun alasannya, tidak akan bisa ditolerir lagi." Ujar Ivory mengingatkan para petinggi hotel


"Mulai hari ini juga, pasang foto tuan muda Dion, di setiap ruangan kerja kalian, juga di front office, dan di tempat tempat strategis lainnya, agar seluruh karyawan tahu, siapa tuan pemilik hotel ini!" Sambung Ivory lagi bersemangat


"Dan untukmu Emily! mulai saat ini, walaupun kau sudah lama mengenal tuan muda Dion, tapi kau tetap harus bersikap sopan kepadanya, jangan lagi berani memanggil namanya saja." Ucap Ivory mengintimidasi Emily


"Baik nona!. Untuk kejadian tadi, aku benar benar minta maaf, karena aku tidak tahu, siapa tuan muda sebenarnya." Jawab Emily tenang dan terdengar tulus


Entah kenapa, kali ini pembawaan Ivory kebanyakan marah marah saja, mungkinkah karena sikap Leo tadi, yang menuduh Dion sebagai pencuri, atau karena kehadiran Emily, orang yang dia tahu bakal menjadi saingan beratnya

__ADS_1


Mungkinkah kedua hal tersebut, yang telah memicu emosinya naik, padahal selama ini, dia dikenal kalem dan tegas, tapi kali ini, terlihat benar, emosinya tidak bisa dikontrol lagi


Dion yang melihat kejadian itu pun tidak bisa berkata apa apa, karena dia masih menghargai status Ivory dihadapan orang orangnya. Dion tidak mau menjatuhkan nama baik Ivory di depan mereka


Jadi Dion membiarkan saja apa yang diucapkan oleh Ivory, karena menurutnya, apa yang dikatakannya itu memang benar adanya


Sama seperti di empat perusahaan yang sudah dikunjunginya, Ivory lebih banyak berbicara daripada Dion sendiri. Boleh dikatakan 60%, Ivory lah yang banyak penyampaiannya, karena dia ingin menegaskan dominasi kekuasaan dari tuan muda Dion terhadap mereka, juga perusahaannya


Para petinggi perusahaan yang sudah dikunjungi oleh Dion dan Ivory, semuanya tidak berani membantah apa yang disampaikan oleh Ivory itu, karena apa yang dikatakannya itu memang benar


Ditambah lagi, selama ini, mereka belum mengetahui, siapa pemilik perusahaan Birawa Group, setelah diturunkan oleh tuan Mahesa Birawa


Mereka hanya mengetahui, bahwa nama pewaris perusahaan Birawa Group adalah Dion, tapi mereka sama sekali belum pernah bertemu dengannya


Jadi ketika Ivory menjelaskan tentang tata aturan bersikap kepada pemilik perusahaan tersebut, mereka cukup maklum, karena status mereka adalah sebagai karyawan, sekaligus bawahan dari pemilik perusahaan Birawa Group itu


Sama seperti di perusahaan lain, saat ini, Ivory pun menjelaskan tentang dominasi kekuasaan dari tuan muda Dion, agar mereka kedepannya bersikap sopan, dan melayani keperluan tuan muda Dion dengan baik


"Terima kasih atas dedikasi kalian terhadap perusahaan Birawa group ini."


"Aku sebagai pemilik dan pewaris sah dari kakekku, dengan ini menyatakan, mulai hari ini, gaji seluruh karyawan, termasuk para petinggi hotel ini, akan dinaikkan sebesar 25%, ditambah bonus setengah gaji, yang berlaku mundur mulai awal tahun, dan dibayarkan penuh selama setahun."


"Terima kasih tuan muda!" Ucap mereka serempak tanpa sadar, karena mereka sangat senang mendengar berita bagus tersebut


Bagaimana tidak senang, gaji mereka saat ini saja, sudah cukup tinggi, kalau dinaikkan sebesar 25%, maka setiap bulannya, mereka akan menerima gaji yang lumayan besar, cukup untuk digunakan selama sebulan bahkan lebih, ditambah lagi dengan bonus setengah bulan gaji selama setahun


"Karena aku sudah menaikkan gaji kalian sebesar 25%, maka aku juga menuntut kinerja kalian yang jauh lebih baik dari saat ini"


"Tapi barang siapa yang berani bermain kotor dibelakang ku, maka aku tidak akan segan segan lagi membunuhnya."


"Dan satu lagi, siapapun yang datang ke hotel ini, baik dia orang kaya, ataupun orang biasa biasa saja, layani mereka dengan baik, jangan membeda bedakan orang dari status sosialnya."


"Aku tidak mau mendengar ada keluhan dari pelanggan hotel ini. Apakah bisa dipahami?" Tanya Dion tegas


"Dimengerti tuan muda!" Jawab mereka serempak


"Baiklah!. Karena sudah hampir waktunya untuk pulang dan berganti shift, maka pertemuan ini, kita cukupkan sampai di sini saja!" Ucap Dion penuh wibawa

__ADS_1


Setelah Dion mengucapkan kata kata tersebut, sebagian besar petinggi hotel, meninggalkan ruang pertemuan itu dengan wajah yang berseri seri dan takjub, karena gaji mereka naik, dan bisa bertemu langsung dengan pemilik hotel tempat mereka bekerja


"Untuk Emily! Aku harap kau tetap berada di ruangan ini, karena ada sesuatu hal yang ingin aku dan Ivory bicarakan denganmu." Ucap Dion menahan langkah Emily, ketika hendak meninggalkan ruang pertemuan tersebut


__ADS_2