Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Rencana penyerangan


__ADS_3

"Dafa. Dimana kau ?" Teriak Aminata dengan ekspresi kesal


Karena sudah cukup lama dia mencari keberadaan anak buahnya, tapi sekian lama di cari belum ketemu juga


Namun tak lama kemudian, dari arah kejauhan, dia melihat beberapa buah mobil, sedang mengarah ke villa nya, dan sebentar lagi akan memasuki villa tersebut


Ternyata orang yang dicari sedari tadi, ada dalam rombongan mobil


mewah itu


Setelah kelima mobil mewah tersebut berhenti, bermunculan lah belasan orang berseragam pengawal, dan bergegas mendekati Aminata yang sedang berdiri diam, dengan ekspresi marah


Di balik baju masing masing orang tersebut, terselip sepucuk senjata laras pendek, yang selalu dibawa kemanapun mereka pergi


"Salam hormat tuan besar!" Sapa seluruh pengawal tersebut hormat dan serentak sambil membungkuk


"Cepat laporkan!. Kemana saja kalian seharian ini?"


"Kenapa tidak ada satupun pengawal yang berjaga di sekitar villa ku?" Tanya Aminata penuh amarah


"Maaf tuan besar kalau kami salah!."


"Kami pergi secara terburu buru, karena mendengar kabar bahwa tuan muda Sagara mati terbunuh, ketika ingin memasuki kota Birawa!" Jawab Anto berterus terang


"Apa!. Siapa yang berani menghabisi cucu kesayangan ku?" Reaksi Aminata terkejut dan tak percaya


"Cepat katakan siapa orangnya?' Desak Aminata tidak sabar


"Eric dan orang orangnya!' Jawab Anto berterus terang


"Kurang ajar, datang dengan niat baik, tapi malah dicelakai seperti itu!"


"Cepat kumpulkan orang orang mu, dan berangkat ke kota sialan tersebut!"


"Ratakan tempatnya, dan bunuh orang orang yang ada hubungannya dengan Birawa!" Perintah Aminata tegas


"Baik tuan besar!" Jawab mereka semangat


"Mau mencoba mencari gara gara dengan serigala api kau Birawa!"


"Mimpi!. Tunggu dan saksikanlah!. Aku akan menghancurkan kota mu, dan membunuh semua orang orang yang kau sayangi!"


"Terlanjur basah ya mandi sekali!" Teriak Aminata kuat, hingga terdengar sampai ketempat jauh, dan di sambut oleh suara petir sampai dua kali


Duar!


Duar!


***


Wus!


Deg!


"Uuh!" Pekik Draco seperti kesakitan


"Ada apa anak ku?"Tanya Dion dengan ekspresi khawatir


"Tidak ada apa apa ayah!. Cuma dada Draco entah kenapa, tiba tiba saja berdetak kencang. seperti merasakan akan datangnya bahaya!" Jawabnya berterus terang


"Bahaya?" Respon Dion penasaran


"Benar ayah!"


"Apa yang ada dalam penglihatan mu anak ku?' Tanya Dion penasaran


"Draco melihat ada sekumpulan serigala yang sedang berlarian menuju ke arah kota kita!"


"Di perkirakan jumlahnya sekitar 1000 ekor atau lebih, dengan 4 ekor serigala besar sebagai pemimpinnya."


"Keempat serigala besar itu memegang meriam tangan yang masing masing berisi 4 peluru besar."


"Di perkirakan lagi, mereka akan memasuki kota kita sekitar pukul 7 atau 8 malam!" Jawabnya berterus teras

__ADS_1


"Gawat!. Anak ku ini sekarang sudah berbeda. Apa yang di lihat dan dirasakannya, pasti akan menjadi kenyataan!"


"Aku harus memberi tahu kakek juga yang lain, agar hari ini juga kembali ke kota Golden City!' Ucapnya cepat tapi dengan ekspresi khawatir


"Aku takut apa yang di lihat oleh Draco akan menjadi kenyataan." Ucapnya lagi


"Ada apa pa?. Kenapa wajah papa mendadak panik seperti itu?" Tanya Ivory, yang tiba tiba saja masuk ke kamar anaknya


Mereka saat ini sedang istirahat siang, setelah lebih dari 4 jam menyelesaikan segala urusan yang ada di perguruan Wahyu taqwa tersebut


Saat itu, jam sudah menunjukkan pukul 2 sore, sudah saat nya bagi Dion, Draco, Ivory dan kakeknya untuk beristirahat


Rencananya jam 5 sore, mereka akan berkeliling komplek perguruan. dan kembali ke kota nya besok pagi


"Anak kita seperti merasakan ada bahaya yang sedang mendekati kota kita, dan di perkirakan sampai ke sana sekitar pukul 7 malam."


"Oleh karena itu kita harus bersiap siap kembali ke kota emas. agar kita bisa mencegah kejadian yang tidak kita inginkan!" Jawab Dion apa adanya


"Baiklah kalau begitu pa!. Segeralah hubungi kakek dan yang lainnya agar bersiap siap." Respon Ivory tanpa bertanya banyak, kemudian berkata lagi


"Jangan lupa hubungi juga Eric dan teman temannya itu, agar berjaga jaga dari segala kemungkinan yang bakal terjadi." Ucapnya lagi memberi usul


"Baik akan papa kerjakan!" Jawabnya singkat, lalu menghubungi Eric via telepon, dan menceritakan apa yang dilihat oleh anaknya


Setelah menelepon Eric, Dion segera keluar dari dalam kamar anak nya, dan menemui kakek Birawa yang hendak istirahat siang juga


Kedatangan Dion yang tiba tiba dan panik itu, tentu saja membuat tuan Birawa keheranan, kemudian bertanya dengan ekspresi penasaran


Tanpa membuang waktu lagi, Dion segera menceritakan apa yang telah di dengarnya dari Draco, tanpa ditambah atau di kurangi


Mendengar penjelasan cucunya tersebut, Tuan Birawa menjadi tercekat diam, tidak bisa berkata apa apa lagi


Tapi tak lama kemudian dia keluar dari dalam kamar, yang ada dalam satu bangunan dengan tempat tinggal Draco itu. dan menuju ruang jaga


"Cepat hubungi orang orang mu, dan katakan pada mereka, agar berkumpul di sini. Sekarang!" Perintah tuan Birawa tegas


"Baik tuan senior!" Jawab Iron, Hans, Leon dan Bumi secara bersamaan


Ada yang sedang melihat murid murid perguruan berlatih, ada yang sedang melihat lihat bangunan yang sedang di kerjakan, bahkan ada pula yang sedang duduk duduk istirahat di bawah pohon rindang, yang tumbuh di areal perguruan itu


Begitu melihat beberapa orang berlarian ke arah mereka, bergegas semuanya berdiri, dan siap untuk mendengarkan perintah


"Cepat sebarkan perintah ini pada teman teman kalian. bahwa dalam waktu setengah jam dari sekarang, sudah harus berkumpul di depan istana tuan muda!" Perintah Bumi tegas


"Baik komandan!" Jawab mereka serempak


Setengah jam kemudian, seluruh pengawal yang di panggil pun datang, dan segera mengambil tempat untuk mendengarkan apa yang akan di sampaikan oleh Dion


"Dengarkan kalian semua!. Hari ini juga kami akan kembali ke kota emas."


"Kalian yang di tugaskan di sini, tetap tinggal dan mengawasi keberadaan putraku!"


"Jangan biarkan siapapun mendekatinya!"


"Jika dia bukan guru atau pelatih tenaga dalam dan ilmu silat, tidak ada kesempatan untuk mendekati anak ku!"


"Pastikan semua kebutuhannya terpenuhi, juga keselamatannya terjamin!"


"Aku tidak mau ada laporan, bahwa kalian tidak menjalankan tugas dengan baik!"


"Selain itu yang ingin aku sampaikan adalah, kota tercinta kita, sedang menghadapi bahaya besar!"


"Ada sekelompok rayap api, yang akan menggerogoti bangunannya, juga menghabisi para penghuninya


"Maka dari itu, kami harus kembali secepatnya, agar kejadian yang tidak di inginkan terjadi di sana!"


"Tuan besar!. ada peristiwa apakah mendadak mengumpulkan seluruh pengawal pemimpin muda untuk berkumpul di sini?" Tanya Gentala tiba tiba


"Guru!. Maaf kalau saya tidak menyampaikannya sedari awal pada anda tentang berita ini."


"Setelah berunding, maka kami memutuskan akan kembali dalam masa satu jam lagi!" Jawab Dion apa adanya


"Kenapa begitu mendadak?, Tidakkah bisa di undur sampai besok pagi atau lusa?"

__ADS_1


"Maaf guru, kami tidak bisa memenuhinya, karena kami mendapat kabar, bahwa Kota emas akan di serang oleh sekelompok orang orang yang tidak bertanggung jawab!" Jawab Dion cukup lancar


"Kelompok mana yang berani mengusik naga terkuat di bumi?" Tanya Gentala penasaran


"Menurut penglihatan anak ku, mereka adalah sekelompok manusia serigala, yang datang dari arah timur, dengan kekuatan sebesar 1000an orang lebih."


"Manusia serigala?" Tanya Gentala keheranan


"Itu hanya istilah saja guru. Mereka sebenarnya adalah orang orang yang merasa tidak senang dengan adanya kami."


"Atau mungkin hanya orang yang ingin membalas dendam saja. karena mereka merasa di rugikan, atau mungkin ada anggota keluarganya yang mati terbunuh di tangan kami." Jawab Dion apa adanya


"Kalau itu alasan mu, guru tidak bisa lagi menghalangi, dan mencegah agar kalian tidak pulang hari ini."


"Cuma guru harap, kalau ada waktu luang, kunjungilah perguruan ini, dan lihat kemajuan tuan muda dalam menuntut ilmu." Ucap Gentala pasrah


"Itu sudah jelas guru, karena tidak lama lagi, Draco harus masuk sekolah umum."


"Lagian saya juga perlu memastikan, bahwa seluruh bangunan yang di rencanakan akan di bangun di sini, sudah selesai seluruhnya atau belum."


"Jadi guru jangan khawatir tentang itu."


"Yang perlu guru khawatirkan adalah, ada beberapa orang pengkhianat teman dari Danu yang masih berkeliaran di perguruan ini."


"Segera temukan dan hukum mereka dengan berat, karena saya tidak mau mereka bakal membahayakan keselamatan anak ku, juga murid murid perguruan lain."


"Jadi setelah ini, segeralah guru perintahkan murid murid lain, untuk memeriksa setiap orang yang di curigai di perguruan ini."


"Kami khawatir, mereka akan meninggalkan perguruan, setelah mengetahui bahwa mereka sedang menjadi target." Ucap Dion seperti memberi perintah


"Kalian semua murid murid perguruan!. Cepat laksanakan perintah dari senior kalian ini, dan cari keberadaan para pengkhianat, yang masih bercokol di tempat ini!" Ucap Gentala memberi perintah tegas, pada puluhan anak buahnya tersebut, termasuk guru gurunya


"Siap guru besar!: Jawab puluhan murid dengan semangat, termasuk juga Argani dan keempat kawannya yang lain


***


Sementara itu di kota emas, atau golden city, kesibukan orang orangnya tidak berlangsung seperti biasa


Banyak toko toko yang sudah tutup, restoran restoran begitu juga. Walau jam pada saat itu baru menunjukkan pukul 3.30 sore


Hotel, penginapan dan tempat tempat umum, di jaga dengan ketat, dan tidak ada seorang pun yang di izinkan untuk keluar atau masuk ke kota


"Cepat sisir setiap parameter kota ini, dan pastikan orang orang yang ada di dalamnya, bukan orang yang bermaksud memberontak!" Ucap Eric memberi perintah


"Baik!' Jawab setiap orang yang ada di dekat Eric dan Anjani itu patuh


"Aku khawatir orang orang Sagara yang sudah mati terbunuh itu. akan membalas dendam."


"Karena sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh tuan besar. Kelompok itu akan datang dari arah timur, dan akan sampai ke sini sekitar pukul 7 atau 8 malam." Ucapnya pada pengawal yang masih tetap setia mendampinginya


"Sekarang menyebar dan kerjakan tugas kalian masing masing!"


"Usul komandan!"


"Ya silakan!"


"Selain kota emas ini, apa tidak sebaiknya kota B juga di jaga ketat, siapa tahu mereka telah ada di sana dan pasti melalui tempat itu!" Ucapnya seorang komandan dengan usul briliannya


"Baik aku setuju dengan usul mu!'


"Cuma masalahnya, kita kekurangan anggota, karena sebagian besar telah di kirim ke kota P pulau S itu." Jawab Eric apa adanya


"Anda jangan khawatir!. Saya sudah menghubungi rekan rekan kita yang ada di di kota terdekat, agar segera bergabung dengan kita. dan memperkuat pasukan yang ada"


"Bagus!. Tenyata ide mu sangat brilian Rudolf!"


"Nanti setelah masalah ini selesai, aku akan merekomendasikan mu pada ketua, agar kau bisa memimpin seratus pasukan, dan berada langsung di bawah komando mu." Respon Eric cukup lega


"Terima kasih komandan!" Respon Rudolf senang


"Sekarang mari kita menyebar, dan kerjakan tugas kita masing masing!" Ucap Eric memberi perintah


"Siap laksanakan!" Jawab belasan pengawal inti dengan patuhnya, termasuk juga Rudolf

__ADS_1


__ADS_2