
"Sesuai perintah tuan, gadis yang bernama Emily, sudah diterima tanpa wawancara. Di posisi apakah tuan ingin menempatkan nya." Tanya Ivory sopan
"Untuk sementara, tempatkan di posisi wakil general manager di hotel ini, karena aku sudah tahu kinerja nya di perusahaan Birawa Group tempo hari." Jawab Dion pasti
"Apakah sudah dipertimbangkan masalah ini tuan?"
"Lakukan saja apa yang kuperintahkan.Jangan banyak tanya, kerjakan tugas mu dengan baik! Aku punya rencana bagus untuknya nanti" Sergah Dion tegas, hingga mengejutkan Ivory
"Baik tuan!" Jawab Ivory kecewa, sekaligus cemburu. Di dalam hatinya timbul tanda tanya, rencana besar apa yang akan diterapkan pada orang yang bernama Emily tersebut
***
Hari itu, seluruh proses wawancara telah selesai. Dari 700 orang yang memasukkan lamarannya, hanya 100 orang yang diterima di berbagai lowongan yang kosong, atau sengaja ditambah di hotel tersebut
Hanya tiga orang yang ditempatkan di posisi manajer, setelah melewati proses yang sangat ketat, dan langsung di bawah penanganan Ivory. Sementara sisanya, menempati berbagai posisi yang kosong, selain daripada posisi manager
Sedangkan Emily, mendapatkan posisi tertinggi nomor 2 di hotel tersebut, yaitu sebagai wakil general manager. Hal itu tentu saja menimbulkan tanda tanya besar, bagi seluruh karyawan hotel, baik yang lama maupun yang baru, termasuk juga beberapa orang manajer yang ada sebelumnya
Tapi karena itu merupakan keputusan mutlak dari pemilik hotel, yang langsung ditangani oleh sekretaris perusahaan tersebut, tentu saja, mereka tidak bisa berbuat apa apa, maka mereka menerima keputusan tersebut dengan lapang dada
***
"Aku tidak tahu apa kelebihan mu, sehingga tuan muda menempatkan mu di posisi tertinggi nomor dua di hotel ini."
"Karena kau adalah wakil general manager pilihan tuan muda, maka bekerjalah dengan baik. Tunjukkan prestasimu. Jika dalam waktu 1 bulan ada terobosan baru yang yang kau keluarkan. maka aku akan mengakui kelebihan mu." Ucap Ivory sinis, karena dilandasi rasa tidak senang terhadap kehadiran Emily di kehidupan Dion nanti
"Baik nona, saya akan berusaha sekuat tenaga saya, untuk kemajuan hotel ini, dan saya akan melakukannya dengan sungguh sungguh." jawab Emily mantap
Emily yang tidak tahu apa apa, mengiyakan saja, apa yang dikatakan oleh nona Ivory. Baginya, itu adalah instruksi pertama yang dikeluarkan oleh sekretaris utama Birawa Group
Sedikitpun tidak timbul keanehan, karena memang dia tidak tahu apa apa akan permasalahan tersebut. baginya merupakan kejutan besar, begitu diterima, langsung ditempatkan di posisi tertinggi nomor dua di hotel tersebut
Walaupun sempat timbul tanda tanya besar di dalam hatinya, tapi dia tetap berprasangka baik saja terhadap hotel tersebut. Dia tidak tahu bahwa sesungguhnya, ada orang dibelakang layar yang telah membantunya menempati posisi tertinggi itu
***
"Sesuai perintah tuan, nona Emily sudah ditempatkan di posisinya. Apa rencana tuan selanjutnya?" Tanya Ivory ingin tahu
__ADS_1
"Untuk sementara begitu saja. Biarkan dia bekerja dengan caranya sendiri. Mudah mudahan ada terobosan baru yang dia cetuskan."
"Dalam sebulan kedepan, Aku ingin melihat kelebihan apa yang dia miliki." Jawab Dion tanpa beban
Mendengar itu, Ivory mengerutkan keningnya. Karena apa yang dikatakan oleh Dion, sama persis seperti apa yang dikatakannya pada Emily tersebut. Apakah ini merupakan suatu kebetulan, atau memang disengaja?
Dalam lamunannya tersebut, tiba tiba dia dikejutkan oleh pertanyaan tuan mudanya
"Apakah malam nanti, engkau punya waktu Ivo?" Tanya Dion tiba tiba
"Aku selalu ada waktu untuk anda tuan." Jawab Ivory mantap dan tanpa ragu ragu, tidak bertanya, apa maksud pertanyaan Dion tadi
Setelah ditunggu beberapa detik, Ivory tidak bertanya, apa maksud dari pertanyaan Dion tadi, maka Dion pun berinisiatif untuk menjelaskan nya sendiri pada Ivory
"Malam ini, aku ingin mengajakmu makan bersama, di salah satu restoran terbaik di Kota Emas ku. Apakah kau bersedia?" Tanya Dion memastikan
"Dengan senang hati tuan. Aku akan menemani tuan makan malam di Top Sky Restauran yang terkenal itu." Jawab Ivory senang
Hilang sudah seluruh gundah gulana dalam hatinya, akibat keputusan dari Dion, yang mendadak menempatkan Emily di posisi tertinggi di hotel tersebut
"Kalau begitu bersiaplah. jam 6 sore, kita berangkat ke kota tersebut. Aku yakin dengan pilihanmu." Ucap Dion menutup pembicaraan nya
***
Orang orang terkaya nomor satu di kota B saja, tidak mendapatkan layanan istimewa, kalau mereka tidak reservasi duluan
Walaupun sudah reservasi, tapi kebetulan saat itu, tempat yang mereka pesan sudah penuh, maka mereka harus rela antri, untuk mendapatkan apa yang dipesan di hari berikutnya, bahkan ada yang menunggu sampai 3 hari
Tapi satu pengecualian bagi Ivory dan Dion, tanpa reservasi pun, mereka langsung bisa masuk ke dalam restoran tersebut, malah mereka ditempatkan di tempat yang belum pernah sekalipun orang masuk ke dalamnya, dikarenakan harganya yang terlampau mahal
Ternyata tempat yang sangat istimewa tersebut, adalah ruang makan pribadi, dari pemilik perusahaan Birawa Group, tuan Mahesa Birawa, tapi sekalipun belum pernah dipakainya
Tak satupun orang boleh masuk ke ruangan itu kecuali dia dan pewarisnya
Karena Dion adalah pewaris sah dari perusahaan Birawa Group, maka otomatis dia sebagai pemilik restoran yang terkenal itu
Maka tanpa reservasi pun, dia bisa melenggang masuk begitu saja di restoran miliknya
__ADS_1
***
"Selamat malam tuan, apa yang bisa kami bantu?" Tanya resepsionis restoran dengan sopan
"Bos ku ini, mau makan di sini. Siapkan satu ruangan VIP untuknya!" Jawab salah seorang tamu yang datang dengan sikap arogannya
"Apakah tuan sudah reservasi tempat disini?" Tanya resepsionis itu lagi, sambil memperhatikan salah seorang tamu, yang hanya mempunyai satu tangan kanan, mungkin itu bosnya
"Kalau bos ku mau makan ya makan, tidak perlu lagi reservasi tempat segala. Cepat siapkan satu ruangan VIP untuknya!" Desaknya masih tetap arogan
"Maaf tuan, semua ruangan telah terisi. Kembalilah seminggu kemudian, karena semua ruangan sudah dipesan oleh orang orang yang mengantri sejak lama." Ucap resepsionis restoran dengan sabar
"Aku tidak mau tahu. Malam ini bos ku akan makan di sini. Kalau kalian tidak bisa menyiapkannya, maka bos ku dan orang orang nya, akan menghancurkan restoran mu ini." Ucapnya sambil mengancam
"Tetap tidak bisa tuan, karena orang orang yang menempati ruang VIP tersebut, semuanya orang orang yang berpengaruh di kota B ini."
"Kalau tuan tetap ingin mau makan, maka duduklah di ruang biasa, yang ada di restoran ini, di situ masih banyak kursi yang kosong."
"Beraninya kau!. Tak tahukah kau, siapa tuanku itu. Dengan sekali perintah saja, maka restoran mu ini, akan rata dengan tanah. Bersiaplah!"
"Maaf tuan, sekali tak bisa tetap tak bisa tuan. Saran ku, kembalilah minggu depan. Adakan reservasi dulu hari ini." Ucap resepsionis itu dengan berani.
Brak!
Tamu arogan yang memaksakan kehendaknya, untuk mendapatkan ruang VIP tersebut, memukul meja resepsionis dengan kuatnya
Buku tamu yang ada di meja resepsionis tersebut bertaburan, dan jatuh ke lantai bersamaan dengan peralatan yang lain
Keributan yang terjadi di ruang penerima tamu restoran tersebut, telah menarik perhatian manajer restoran, yang saat ini sedang melayani Dion dan Ivory
Dia baru saja menerima laporan dari bawaannya, bahwa telah terjadi keributan kecil di ruang bawah
Kemudian dengan sikap hormat, dia meminta izin kepada Dion dan Ivory, untuk mengatasi kekacauan yang terjadi di ruang penerima tamu tersebut
Dion dengan naluri nya yang tajam, bisa mengerti, bahwa keributan yang terjadi tersebut, akibat ulah dari segelintir orang yang ingin memaksakan kehendaknya di restoran tersebut
Dengan tenang, Dion menyelesaikan makan malamnya bersama dengan Ivory. Setelah itu, baru dia keluar dari ruangan VVIP tersebut, menuju ruang bawah, tempat dimana biasanya tamu diterima
__ADS_1
Dia ingin melihat, siapa orang yang telah berani membuat keributan di restorannya