Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Pertarungan


__ADS_3

"426.1 , 426. 2 , 426.3. Kerjakan tugas kalian dengan baik. Jangan mengecewakan ku!" Ucap Tsing Kok beberapa saat sebelum sampai ke arena pertarungan


"Kalian adalah petarung ku yang sangat diandalkan, dan tidak pernah kalah sekalipun. Oleh karena itu, gunakan segenap kamampuan kalian untuk memenangkan taruhan ini!" Perintah Tsing Kok, sambil berjalan menuju arena pertarungan, yang jaraknya tidak jauh lagi


"Sorry bos kalau aku menyela!" Ucap petarung dengan nomor kode 426.1


"Ya Silakan Voyage!" Jawabnya cuek


"Apakah ini tidak terlalu berlebihan bos, hanya karena seorang hacker seperti itu, sehingga bos mempertaruhkan harga diri memberikan tantangan kepada orang orang tidak dikenal itu." Ujarnya penasaran


"Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan hacker sampah itu, tapi aku penasaran dengan ketua kelompok tersebut." Jawab Tsing Kok


"Sikap tenang dan tidak kenal takutnya, membuatku penasaran, seberapa besar kekuatannya itu sebenarnya!"


"Jadi hacker sampah itu hanya sebagai alasanku saja, untuk menantang mereka. Dengan adanya pertarungan itu, maka kita bisa melihat seberapa kuatnya dia."


"Jadi setelah sampai di arena nanti, aku harap kalian bertiga, dan terutama kau Voyage!, menunjukkan kemampuan kalian yang terbaik. Jangan kecewakan aku!" Ucapnya sambil terus berjalan


"Siap bos!. Kalau begitu alasannya, dengan senang hati akan ku buka mata mereka, agar tidak terlalu sombong di sini!" Sambung Voyage penuh percaya diri


""Bagus!. Aku senang dengan semangatmu itu Voyage!" Puji Tsung Kok senang


"Terima kasih bos!" Sahutnya


Sementara itu, Hans, Robin dan 20 anak buahnya, berjalan dengan tenang, tanpa bersuara sedikitpun, mereka lebih memilih diam, untuk menunjukkan kualitas mereka


Tak lama setelah itu, rombongan tersebut sampai di arena pertarungan, yang di desain sedemikian rupa


Di sekeliling arena itu, dipasangi kawat tinggi, untuk mencegah petarung yang kalah karena ketakutan, tidak bisa melarikan diri


Tapi walaupun dipasangi kawat tinggi, areal nya lumayan luas, berukuran 50×50 meter, sehingga para petarung bisa memaksimalkan teknik tekniknya bertarungnya, ketika menghadapi lawan


Di luar arena, terdapat deretan kursi, tempat para penonton menikmati pertarungan yang ada di dalam arena. Sementara di lantai dua, juga ada ruang VIP, tempat para orang orang kaya, dan bos bos besar Hongkong dan dunia, duduk sambil menikmati pertarungan di bawah


"Arena sudah tersedia, kau pilihlah salah satu diantara mereka, atau ketiganya sekaligus, untuk membuktikan, bahwa bualanmu itu bukan omong kosong!" Kata Tsing Kok sambil mencibir


"Untuk menghadapi mereka, aku tidak perlu turun tangan, karena mereka, tidak selevel denganku, cukup satu anak buahku saja, mampu membuat ketiga orang orang terkuat mu itu mati!" Jawab Hans sombong, hingga membuat Tsing Kok terutama Voyage menjadi marah


"Sombong sekali kau!. Ini Hongkong! Kau akan tahu seberapa kuat orang orang ku nanti!" Balas Tsing Kok murka


"Sudahlah jangan banyak bacot! Aku sedang terburu buru!" Sergah Hans dengan wajah kurang senang

__ADS_1


"Baik kalau itu maumu! jangan salahkan mereka, jika anak buahmu mati di sini!" Tangkisnya kesal


"Boleh dibuktikan!" Jawab Hans cuek, kemudian menunjuk salah seorang anak buahnya, yaitu Bumi, untuk meladeni tantangan mereka


Dengan tenang, orang yang ditunjuk oleh Hans tadi memasuki arena mendahului Voyage dan dua temannya, lalu menunggu mereka di tengah arena


Penampilannya yang tenang, ditunjang oleh postur tubuhnya yang tinggi tegap, semakin menggambarkan, bahwa orang yang ditunjuk oleh Hans bukanlah orang sembarangan


"Kau pilihlah satu di antara kami. tapi ku sarankan, agar kau tidak memilihku, karena kekuatanmu tidak sebanding dengan...!"


Wuuusss!


Buk!


"Aaarrrkkh!"


Traaannk!


Tiba tiba tubuh Voyage melayang di udara, dan berhenti ketika menabrak pagar pembatas yang ada di arena tersebut


"Kurang ajar! Kenapa kau membokong ku?" Tanya Voyage marah


"Dari tadi aku muak mendengar bualan mu, juga bos mu itu!. Aku kesini untuk bertarung, bukan untuk meladeni bualan kosongmu itu!" Jawab Bumi tenang, sambil bersedekap, seperti sedang kedinginan


"Tidak mungkin, kau tidak mengenal jurus yang terkenal itu di kota sebesar Hongkong ini, bukan kah itu berasal dari negara mu sendiri?" Jawab Bumi mengejek


"Mustahil!, tapi aku seperti mengenal gerakan itu, apakah kau menguasai Wing Chun


"Ya seperti itulah!" Jawab Bumi enteng


"Apa!" Teriak Voyage dan dua rekannya keras keras


"Sekarang majulah kalian bertiga!. Aku tidak ada waktu untuk meladeni kalian yang lemah itu!" Tantang Bumi memprovokasi ketiganya


"Dasar sombong!. Hiiaaaa!"


Voyage melentingkan tubuhnya ke udara, dengan bantuan kawat pembatas, untuk menambah laju gerakannya, sedangkan Hung bersalto di udara, sambil mengarahkan tendangannya ke kepala Bumi, sementara Joni lebih memilih berlari ke arah Bumi dengan mengarahkan tinjunya yang yang kelihatan kuat


Melihat gerakan mereka yang lambat itu, Bumi belum membuat gerakan atau kuda kuda apapun, dia masih tetap berdiri dengan tenang, tapi ketika pukulan dari Voyage sampai, Bumi hanya menggeser tubuhnya sedikit ke samping, sehingga serangan dari Voyage tersebut, luput mengenainya


Tiba tiba dari arah belakang, berkesiur angin yang cukup kencang, mengarah ke kepala Bumi. Dengan tenang dia menundukkan kepalanya, sambil tinju tangan kanannya mengarah ke paha kiri Hung dan telak mengenainya, hingga membuat tubuhnya terpelanting jatuh, dan berguling guling di lantai

__ADS_1


Belum sempat bernapas lega, serangan berikutnya sampai, tinju yang diarahkan oleh Joni mengarah persis ke dadanya, Bumi tidak sempat mengantisipasi serangan tersebut


Tapi sebagai seorang petarung handal, Bumi tidak dibuat panik. Dengan tenang dia menyilangkan kedua tangannya di dada, untuk menangkis serangan Joni tadi


Akibatnya adalah, dua benturan kekuatan beradu, yang mengakibatkan tubuh Joni yang keseimbangan nya kurang baik, terdorong ke belakang beberapa langkah, sedangkan Bumi tidak bergeming sedikitpun dari tempat dia berdiri tadi


Menyadari serangannya tidak membuahkan hasil, Voyage menjadi marah, dengan kekuatan penuh, dia kembali melentingkan tubuhnya di udara, sambil mengarahkan tendangan kaki kanannya ke tubuh Bumi


Tapi sebelum sampai, Voyage tiba tiba merubah gerakannya di udara. Dengan bertumpu pada bahu kedua rekannya, Voyage bersalto di udara dengan gerakan cepat, kemudian turun dan berdiri tegak secara mendadak di depan Bumi, dan langsung melancarkan serangan tinjunya ke arah dadanya


Mendapat serangan yang mendadak tersebut, Bumi Sempat terkesiap, karena dia merasakan serangan yang dilancarkan kali ini cukup kuat, dan jika mengenai tubuhnya, niscaya membuat dia akan tumbang, bahkan mungkin bisa mati saat itu juga


Tidak mau terkena pukulan yang kuat tersebut, Bumi menggeser tubuhnya ke samping kiri, sambil kedua tangannya memukul tangan kanan Voyage dengan keras, hingga membuat serangan kuatnya gagal


Keseimbangan tubuh Voyage hilang, sampai membuat kepalanya sedikit menunduk kearah Bumi


Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Bumi dengan baik, Dia segera mengangkat tangan kanannya ke udara, dan langsung memukul tengkuk Voyage, untuk membuatnya jatuh


Tapi Voyage tidak bodoh, disaat menunduk itu, tangan kanannya mencoba meraih kaki Bumi untuk di banting, atau membuat keseimbangan tubuh Bumi tidak stabil


Bumi yang menyadari kakinya sedang terancam itu, melentingkan tubuhnya ke udara, sambil melancarkan tandangan kaki kanannya ke kepala Voyage


Sontak saja gerakan yang mendadak tersebut, apalagi disertai dengan serangan, membuat Voyage terkejut, hingga kehilangan konsentrasi, dan akibatnya, kepalanya terkena tendangan yang cukup kuat oleh Bumi


Akibat serangan mendadak itu, Tubuh Voyage terpelanting dan berguling guling di lantai, kemudian berhenti, dan tidak bergerak lagi


Dua orang rekannya yang melihat pertarungan Voyage dengan Bumi tersebut, dari tadi sempat menghentikan serangannya, karena mereka ingin melihat temannya mengalahkan Bumi yang dirasa cukup kuat itu


Dengan tumbangnya Voyage, berarti kekuatan mereka telah berkurang, tanpa membuang waktu lagi, Bumi segera melesat ke arah keduanya, dan mengarahkan pukulannya ke tubuh Joni dan Hung


Mendapat serangan yang tiba tiba itu, tidak membuat Hung dan Joni gelagapan. Dengan tenang mereka menangkis serangan dari Bumi tersebut. Tapi tidak disangka, serangan Bumi tidak bisa mereka tangkis, sehingga tubuh mereka terkena pukulan yang cukup kuat dari Bumi


Akibatnya adalah, tubuh keduanya terdorong beberapa langkah ke belakang hilang keseimbangan


Kesempatan itu di manfaatkan oleh Bumi untuk melancarkan serangan kuat sekali lagi, agar mereka menyerah


Dengan gerakan cepat, kaki kanan dan kiri Bumi melesat ke arah dada lawan yang sedang terhuyung mundur itu, dan mengenai tubuhnya dengan telak


Tubuh keduanya sekarang tidak bergerak lagi, tidak jauh dari tubuh Voyage, yang saat ini juga sedang tidak sadarkan diri


Dengan kekalahan mereka, otomatis kemenangan berada di pihak Hans. Dia hanya tersenyum sinis, ketika memandang ke arah tiga orang yang menjadi lawan anak buahnya tadi, karena dia sudah mengetahui akan kekuatan dari anak buahnya itu

__ADS_1


Tapi sebaliknya, Tsing Kok tidak terima atas kekalahan ketiga anak buahnya itu, namun demi janjinya tadi, dia mau tidak mau, harus merelakan saudara angkat dari wakil ketuanya itu, untuk dibawa pergi oleh Hans dan anak buahnya


__ADS_2