Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
56. Kemarahan Brandy


__ADS_3

Buk ! plak! buk! buk! dess!


Baaammm!...baaaammm!


Hanya suara itu yang terdengar di lokasi tersebut, ketika dengan marahnya Brandy melampiaskan kekesalannya, pada belasan anak buahnya, yang berada paling depan dalam barisan tersebut


Aura kemarahannya benar benar terasa, dia tidak menyangka, bahwa mereka akan mau diperalat oleh adik sepupunya sendiri, walaupun sejatinya mereka telah dibayar dengan harga tinggi


Tetapi dalam kasus ini, Brandy tidak berani melakukan apa apa, karena dia menyadari, apa yang akan terjadi pada nya juga anak buahnya nanti


Jadi untuk menunjukkan keseriusannya tersebut, Brandy dengan ganasnya menghukum anak buahnya sendiri, sebelum Dion sendiri yang menghukum mereka


Tanpa keraguan sedikitpun, dia melaksanakan hukuman versinya sendiri, terhadap perbuatan anak buahnya itu. Dengan ganasnya dia menendang, memukul, menerjang, menampar anak buahnya dengan keras


Akibat tindakannya tersebut, belasan bahkan puluhan anak buahnya tumbang, terkapar di tanah, akibat terkena pukulan yang cukup keras dari bosnya sendiri


Govan yang melihat kejadian tersebut menjadi terpana dan terdiam, dia tidak menyangka, bahwa Brandy akan datang ke tempat itu secara tiba tiba, dan langsung memukul anak buahnya sendiri hingga terluka parah


Kemudian dengan terbata bata dia berkata. "Ka..k..kakak.! Kenapa kau ada disini? dan kenapa kau malah memukul anak buahmu sendiri?" Tanya Govan keheranan


"Ini semua salahmu!. Kau telah memasukkan ku ke kandang harimau, dan kau telah menjebloskan ku ke dalam lubang api yang sangat dalam." Jawab Brandy marah


"Kau tahu akibat apa yang akan aku alami setelah ini? Dasar brengsek!" Sambung Brandy lagi, dan benar benar marah kepada Govan


"Kakak!. Bukankah aku sudah mengatakan, bahwa aku meminjam anak buahmu untuk membantu ku merebut tanah ini?" Tanya Govan membela diri


"Apa kau bilang?. Kau menggunakan anak buahku untuk merebut tanah yang bukan milikmu ini!. Apa kau masih waras, dan apa kau tahu apa yang telah kau ucapkan itu?" Tanya Brady geram


"Apa maksudmu kak?. Tanah ini memang seharusnya menjadi milikku, karena bagaimanapun juga, dulunya aku bekerja sama dengan si Tiger itu." Jawab Govan enteng


"Jadi sedikit banyaknya, aku mempunyai hak terhadap tanah ini, karena dulu aku juga menanamkan modal ku pada perusahaannya." Sambung Govan lagi, semakin tak tahu malu


"Kau bilang kau telah bekerja sama dan menanamkan modal mu pada Tiger? tapi apa yang telah kau lakukan padanya?" Sanggah Brandy semakin marah kemudian berkata lagi


"Kau dengan tak tahu malu nya mengklaim, bahwa tanah ini adalah milikmu juga, tapi tahukah kau? kau adalah penghianat busuk yang selama ini aku kenal!" Ucap Brandy meluap luap, sambil mengepalkan tangan kanannya erat erat


Tapi dasar manusia tidak tahu malu, walaupun sudah di maki hamun oleh saudara sepupunya sendiri, Govan masih tetap menjawab dengan keyakinannya yang tinggi


"Kakak!. Aku telah menyewa 150 anak buahmu dengan bayaran tinggi. Aku tidak mau rencanaku gagal hanya gara-gara masalah sepele seperti itu." Ujarnya


"Tutup mulutmu badjingan! Tak tahukah kau! sekarang ini kau sedang berhadapan dengan siapa?" Tanya Brandy ketakutan

__ADS_1


"Aku tidak peduli sedang berhadapan dengan siapa, tetapi aku hanya peduli bahwa tanah ini, walau bagaimanapun caranya, harus menjadi milikku!" Jawab Govan tidak mau kalah


"Dasar brengsek!" Ucap Brandy marah, sambil berlari dengan cepat ke arah Govan, kemudian..


Plak! buk! plak! plak! buk!


Pukulan bertubi tubi telah dilancarkan oleh Brandy ke tubuh Govan, hingga membuatnya tersungkur ke tanah, dari sudut bibirnya terlihat darah segar keluar, akibat tamparan dari Brandy yang cukup kuat ke wajahnya


Masih dalam posisi duduk ditanah Govan berkata dengan intonasi tinggi. "Kakak!. Selama ini aku menghargai keberadaan mu, tapi tidak aku sangka, pada hari ini, kau telah mencelakai saudaramu sendiri!" Ucap Govan marah


"Apa kau bilang! saudara? Tahukah kau!. Aku tidak pernah mempunyai saudara bodoh sepertimu, dan aku malu telah menjadi salah satu daripada sepupumu!" Jawab Brandy terus terang


Dia melakukan itu karena dia sadar, bahwa kemarahan Dion akan jauh lebih mengerikan daripada kemarahan siapapun


Karena dia tahu, bagaimana sifat Dion yang sesungguhnya. Dia orang yang tidak mau di singgung dan dihina oleh siapapun sekarang ini


Atas pertimbangan itulah, maka Brandy dengan gramnya menghajar Govan, yang dianggapnya telah menjerumuskannya ke jurang kematian yang sangat dalam


Anak buah Govan yang melihat kejadian itu, tidak bisa berbuat apa apa, karena mereka menyadari, bahwa Brandy lebih mengerikan daripada Govan sendiri


Tapi belasan orang yang berpakaian ninja, yang saat ini masih tetap berada di motor crf nya menjadi geram, walaupun mereka sendiri tahu siapa Brandy itu, tetapi mereka telah dibayar dengan bayaran tinggi oleh si Govan untuk melindunginya


Serentak seluruh motor yang ditunggangi mesinnya hidup, kemudian dengan suara mesin yang meraung raung, mereka melajukan motornya menuju ke arah Brandy


Segera setelah mendapatkan perintah itu, beberapa anak buah Dion, yang dikomandani oleh Iron, segera bergerak dan mengatasi mereka semua


Suara teriakan berbenturan dengan raungan motor yang memekakkan telinga di lokasi tersebut, dan


Buk! buk! Des! plak! buk!


Pyaaaarrrr! Bruukk! bruukk!


"Uuuugghh!


"Aaaaaaakkk!..aaaarrrrghh!


Baaammm ! baaammm!


Terlihat tujuh orang ninja telah terkapar di tanah, setelah mendapat pukulan, tamparan dan tendangan dari anak buah Iron, yang bergerak dengan kecepatan tinggi


Mereka memang benar benar orang yang terlatih, dan mempunyai keahlian yang sangat mumpuni

__ADS_1


Tidak sampai 1 menit, 7 orang yang berpakaian ninja, yang sedang melajukan motornya, telah terkapar di tanah, sementara motor yang mereka kendarai tadi, terpelanting ke mana mana, dengan mesin yang masih hidup


Tujuh ninja yang tadi terjatuh, berusaha untuk bangkit kembali, dan menaiki motor mereka, tetapi hal itu tidak dibiarkan begitu saja oleh anak buah Iron


Dengan tangkas mereka menghalangi usaha ketujuh ninja tersebut, yang sekarang telah berdiri. Semuanya menyadari, bahwa tidak mungkin lagi mereka menaiki motor tersebut, maka ketujuh ninja itu memutuskan untuk bertempur dengan menggunakan katana yang telah mereka bawa sejak tadi


Hans, Burgon, Leon dan Robin yang melihat kejadian itu tidak mau tinggal diam, tubuh mereka tiba tiba bergerak sangat cepat, detik itu juga, kelimanya telah berada di depan ninja tersebut


Ninja yang masih berada di atas motor menjadi geram, setelah melihat ketujuh kawannya sekarang tidak berdaya, dan dikepung oleh orang orangnya Dion


Dengan geram mereka melajukan motornya, menuju ke arah temannya yang sedang terkepung itu


Anak buah Iron yang menyadari ada bahaya yang sedang menuju ke arah mereka, otomatis menepi dan menghindar, agar tidak tertabrak oleh motor yang sedang melaju kencang


Kini, semua ninja yang di sewa oleh Govan, telah berada di tengah tengah kepungan orang orangnya Dion, sikap mereka tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Dengan tenang, seluruhnya mengeluarkan bola kecil seperti kelereng, dan serentak melemparkannya ke tanah


Seketika itu juga, bola kecil yang dilemparkan oleh mereka meledak, dan menciptakan asap yang sangat tebal, hingga menutupi para ninja tersebut


Jurus asap itu dilakukan, apabila mereka merasa terdesak, atau kesulitan ketika menghadapi lawan yang lebih kuat dari mereka


Mereka berharap, dengan media asap yang mereka buat tadi, akan melindungi mereka dari serangan apapun dan nyawa mereka bisa terselamatkan


Tapi Dion yang sudah mengetahui teknik tersebut, dengan entengnya mengibaskan tangannya kearah kepulan asap yang masih tetap tebal


Dari tangan Dion, seperti meluncur sesuatu yang tidak diketahui itu apa, tapi yang jelas, Dion melemparkan sesuatu itu dengan perhitungan tinggi


Beberapa detik kemudian, benda yang dilemparkan oleh Dion meledak di tengah tengah asap tersebut, dan hasilnya sungguh sangat mencengangkan, seluruh asap yang menutupi mereka hilang saat itu juga


Tapi sayangnya, belasan ninja yang berjumlah 17 orang itu, sekarang sudah tidak ada lagi di situ, begitu juga dengan seluruh motor yang mereka tunggangi tadi


Kejadian itu tentu saja membuat yang lainnya menjadi terkejut, kecuali Dion. Hans, Iron, Burgon, Leon dan Robin


Karena mereka jelas mengetahui teknik seperti itu. Pada dasarnya, jurus tipuan yang telah diterapkan oleh para ninja tersebut, sudah sangat kuno, dan jarang lagi digunakan oleh para ninja modern


Menyadari mereka semua sudah tidak ada disitu, Dion mengedarkan pandangannya ke belakang anak buah Iron, dan benar saja perhitungan nya, ke 17 ninja tersebut, sedang bersiap siap untuk meninggalkan tempat itu guna menyelamatkan diri


Tapi Dion tidak mau kehilangan buruannya, maka dengan sigap dia memerintahkan kepada Hans, Leon, Burgon, Robin dan Iron untuk mencegah mereka agar tidak melarikan diri


Sementara itu, Govan yang dari tadi terus menyaksikan rentetan peristiwa yang terjadi, hatinya sedikit menciut, dia tidak menyangka, bahwa kedatangannya kemari tidak sesuai dengan harapan


Anak buah yang di sewa dari Brandy, sekarang hanya berdiri diam, tidak berani berbuat apa apa, karena di lokasi tersebut, ada bos besar mereka, yang berdiri gusar, sambil menatap mereka dengan tatapan maut

__ADS_1


Sementara anak buah yang di sewa dari gangster kalajengking merah, saat ini sedang terkepung, walaupun mereka memegang senjata, tetapi mereka tidak berani bergerak, dikarenakan aura intimidasi yang keluar dari orang orangnya Dion


__ADS_2