
Ultimatum yang dilontarkan oleh pemilik Birawa Group, sangat membekas dalam hati setiap pimpinan perusahaan.
Beruntung mereka tidak ikut terlibat, atau tidak mau melibatkan diri, karena mereka tahu hukumannya sangat berat. Mending kalau hanya masuk penjara, tapi kalau dihabisi, itu yang paling ditakutkan oleh mereka. Bahkan keluarganya juga bisa terkena masalah.
Kini pertemuan telah usai. Sebagian besar pimpinan perusahaan, sudah banyak yang kembali ke tempat tugasnya masing masing. Kecuali Robin, James, Shio Lung dan Erisha. Serta masih banyak lagi yang lain karena berbagai alasan
Pagi ini Robin dan yang lainnya itu, dipanggil untuk menghadap Dion, guna membicarakan suatu hal yang dianggap penting olehnya, terutama pada si Robin dan Shio Lung itu
"Salam tuan besar!" Sapa Robin, dan keempat kawannya itu hormat, sesaat setelah mereka masuk ke dalam kantor milik Dion
"Ya terima kasih. Silakan!" Jawab Dion datar
"Bagaimana perkembangan perusahaan kita di Prancis itu?" Tanya Dion langsung pada intinya
"Setelah Tommy mati terbunuh. praktis tidak ada lagi gangguan berarti yang ditemui. Semua berjalan lancar seperti yang diharapkan." Jawab Robin apa adanya
"Baguslah kalau begitu. Aku senang mendengarnya." Reaksi Dion lega
"Lalu bagaimana dengan istri dan anak Tommy itu. Apakah sudah ditemukan?" Tanya Dion ingin tahu
"Sampai saat ini, belum juga ditemukan tuan besar, karena setelah menghabisi Tommy itu, mereka langsung pergi, dan tidak menemukan keberadaan istri dan anaknya tersebut."
"Setelah dua minggu, dan penjagaan di tempat itu sudah tidak ada. Beberapa orang mata mata mendatangi tempat tersebut, dan pura pura menanyakan dimana pemiliknya, kepada para peternak disekitarnya. Dan jawaban mereka tetap sama."
"Mereka mengatakan bahwa tiga hari setelah kematian Tommy, istri dan anaknya
meninggalkan tempat itu. Dan tidak tahu kemana kedua orang tersebut."
"Tapi satu bulan kemudian, orang orang kita melaporkan, bahwa peternakan yang didirikan oleh Tommy itu dijual ke orang lain."
"Jadi kami kehilangan jejak, dan tidak tahu di mana keberadaan istri serta anaknya itu. Demikian yang terjadi tuan besar!" Jawab Robin berterus terang.
"Hem!. Ternyata begitu. Dengan tidak ditemukannya istri dan keturunannya itu, aku khawatir suatu saat nanti, mereka akan menuntut balas dan itu lebih mengerikan dari apapun!"
"Untuk itu aku ingin kau temukan mereka, hidup atau mati!. Agar bibit pembuat kehancuran dimasa depan tidak ada lagi. dan keluarga ku tidak merasa terancam." Ucap Dion dengan rasa kekhawatirannya yang tinggi.
"Baik tuan besar!. Saya akan menyebarkan mata mata kita keseluruh wilayah Prancis dan Belgia. Bahkan jika perlu ke seluruh wilayah Eropa, demi untuk menemukan mereka!" Respon Robin cepat dan diluar dugaan semua orang.
"Terima kasih atas kesigapan mu Robin!"Reaksi Dion cukup bagus.
"Itu sudah menjadi kewajiban kami tuan besar!" Jawab Robin merendah.
Mendapat jawaban seperti itu, walaupun sudah sering dia dengar. Dion tetap merasa, bahwa jawaban itu menggambarkan bentuk tanggung jawab, pengabdian atau dedikasi dari bawahannya.
Pengabdian mereka, patut diacungi jempol, terutama Robin saat ini.
Untuk mengapresiasikan rasa terima kasihnya itu, Dion berkata. "Tinggal dua bulan lagi terjadi pergantian pengawal juga beberapa orang intelijen kita di Perancis itu. Apakah ada usul darimu Robin?" Ucap Dion bertanya
"Untuk masalah itu saya serahkan sepenuhnya pada keputusan tua besar. Apakah akan menarik seluruhnya atau sebagian saja." Jawab Robin merendah
"Sebaiknya kau tanyakan saja pada mereka. Apakah mau diganti atau tetap disitu. Karena dulu aku pernah mengatakan pada mereka. setelah tiga tahun berada di Perancis, baru akan ditarik kembali ke Indonesia."
"Jika mereka ingin mengambil cuti atau ingin pulang ke Indonesia buat sementara, mereka boleh mendapatkannya ."
"Tapi setelah dipikir pikir, mereka juga butuh penyegaran, dan dekat dengan keluarga mereka di sini."
"Untuk itu aku tawarkan pada mereka melalui mu. Kalau mereka mau kembali untuk selamanya, atau sekedar mengambil cuti dan pulang ke Indonesia. Itu terserah mereka."
"Jadi setelah kau kembali kesana, klarifikasi masalah itu sejelas jelasnya, agar tidak timbul kesalahpahaman."
__ADS_1
"Maaf menyela tuan besar!. Jika mereka lebih memilih untuk tetap disana, sampai waktu tiga tahun tiba atau lebih. Apa yang harus saya putuskan nanti?" Tanya Robin meminta arahan dari Dion
"Jika hal itu memang terjadi, beri bonus pada mereka dalam jumlah besar, agar tetap bersemangat dalam bekerja."
"Dan katakan juga pada bawahan mu itu, bahwa setelah waktunya tiba, aku dan keluargaku akan menjenguk mereka disana." Jawab Dion mantap
"Kalau begitu terima kasih tuan besar!" Reaksi Robin senang
"Untuk masalah Eric dan Anjani. Mereka akan tetap disini. dan posisi mereka akan digantikan oleh komandan lain, yang berasal dari Perancis, juga dari wilayah sekitarnya."
"Aku masih membutuhkan Eric dan Anjani, untuk mengawal istri dan anakku itu. Jadi biar mereka tetap disini."
"Disamping itu, aku ingin agar Eric mengawasi keluarganya, karena menurut laporan intelijen, Carlos dulunya adalah orangnya Braga, walau tidak secara langsung."
"Maksud tuan besar!" Tanya Hans penasaran
"Bank tempat Carlos bekerja itu. adalah tempat Braga menyimpan uangnya, walau sekarang sudah ditarik semua. Tapi surat surat berharganya masih tersimpan di bank itu."
"Aku takut Carlos dan keluarganya, akan diancam oleh Braga, kalau tidak mau bekerjasama dengannya lagi."
"Untuk itu aku putuskan, agar Eric tetap di bertugas di kota B saja, sambil mengawasi keselamatan keluarganya."
"Apakah kau keberatan Robin?" Tanya Dion tiba tiba dan tidak disangka sangkanya itu
"Sama sekali tidak tuan besar!" Jawab Robin tidak enak hati
"Bagus!. Dua hari dari sekarang. Kau berangkatlah ke Perancis, dan bawa 20 orang pengawal pengganti kesana."
"Pilih para pengawal yang memang asli dari daratan Eropa, agar mereka bertugas disana saja."
"Lagi pula dengan adanya mereka, akan membuat semangat kerja meningkat, karena berada diwilayahnya sendiri, dan bisa bertemu dengan keluarganya kapan saja mereka kehendaki."
"Apakah bisa dimengerti Robin?" Ucap Dion cukup jelas
"Siap tuan besar!" Jawab Robin tegas, pertanda mengerti.
"Tentang emas batangan milik Benyamin itu, untuk sementara biarkan saja. Setelah legalitas kepemilikannya berpindah pada Birawa Group, baru kita sumbangkan pada yayasan amal yang ada di daratan Eropa, atas nama tuan Benyamin."
"Kita bukan pemilik asli. Hanya menolong menyalurkan emas emas itu pada yang berhak menerimanya." Ucap Dion tegas.
"Dimengerti tuan besar!" Respon Robin patuh, sekaligus senang.
"Terima kasih!. Respon Dion singkat, kemudian mengalihkan pandangannya kearah Shio Lung, dan berkata.
"Untukmu Shio Lung! Harta rampasan berupa berlian dan batu batu berharga lainnya milik Jack Napoleon itu. Apakah bisa kau lelang, dan jadikan mata uang disana?" Tanya Dion ingin tahu.
"Bisa tuan besar!. Bahkan sekarang juga bisa!"Jawab Shio Lung lancar.
"Lakukan!" Reaksi Dion cepat.
"Baik!" Jawabnya singkat. Kemudian membuka komputernya, yang kemana saja selalu dibawanya itu.
Tak lama kemudian, dilayar komputernya itu, terpampang pemberitahuan, dari salah satu bank yang ada di Swiss, yang menyatakan bahwa, jumlah batu mulia itu sebanyak 1.7 ton atas nama Birawa Group
"Apakah anda akan bertransaksi dengannya?. Ya, Tidak" Bunyi notifikasi dari bank tersebut
Shio Lung menekan kata tidak, dan memilih untuk melakukan transaksi lain. "Lelang"
Seketika muncul notifikasi lagi, yang menyatakan pihak bank akan melelang batu batu mulia itu, atas rekomendasi dari pemiliknya
__ADS_1
"Silakan menunggu beberapa saat lagi!" Bunyi notifikasi dari bank tersebut
"Kita percayakan pada bank itu, untuk melakukan penawaran, berapa harga jual benda berharga itu sesuai dengan harga pasaran." Ucap Shio Lung menjelaskan
Baru saja dia berkata seperti itu. Muncul sebuah notifikasi dari bank tersebut yang menanyakan. "Apakah Birawa Group bersedia menjual batu batu mulia itu, dengan harga penawaran tertinggi, dari salah seorang investor kenamaan Eropa? Ya. Tidak."
"Bagaimana tuan?" Tanya Shio Lung meminta keputusan dari Dion
"Terima saja! Karena itu harga penawaran tertinggi!" Jawab Dion cepat. Ketika sekilas melihat notifikasi itu
"Baik tuan!" Respon Shio Lung patuh, lalu menekan kata Ya
"Apakah anda akan menarik uang tersebut?"
"Ya!" Shio Lung langsung menekan tanda setuju di laptopnya
Tak lama kemudian, proses penarikan uang hasil penjualan batu batu mulia itu, pun terjadi
Jumlahnya sangat fantastis sekali. Walau dalam bentuk mata uang Euro, tapi bisa ditukar dengan IDR negara ini
Setelah proses transaksi selesai, Dion berkata." Uang itu bukan milik kita. Walau sudah sah secara hukum, tapi aku tidak mau menggunakannya untuk kepentingan pribadi."
"Aku ingin menyumbangkannya bagi kemaslahatan umum. Seperti merenovasi rumah rumah yang tak layak huni, membangun sekolah sekolah atau merenovasinya. Memperbaiki jembatan penghubung, atau membangun yang baru. dan lain sebagainya."
"Shio Lung. Konversikan mata uang itu ke uang kita, dengan harga tukar sekarang!" Perintah Dion tegas
"Baik tuan besar!" Jawabnya patuh
Dengan menggunakan laptopnya Shio Lung mengkonversikan mata uang Euro ke rupiah dan didapat hasilnya yang lebih fantastis lagi
"Jumlah yang bisa ditukarkan adalah sebesar 27.34 triliun rupiah tuan." Ucap Shio Lung memberi laporan
"Bagus!. Dengan demikian, banyak yang bisa kita buat dengan uang sebanyak itu
"James dan kau Erisha!. Aku percayakan pengelolaan uang uang tersebut pada kalian!. Cari di pelosok negeri, daerah mana yang membutuhkan bantuan!"
"Gunakan uang itu seluruhnya untuk kemaslahatan manusia. Bangun dan perbaiki tempat tempat umum."
"Aku ingin setahun dari sekarang, seluruh proyek yang kalian tangani itu selesai!" Ucap Dion memberi perintah
"Siap tuan besar!" Jawab mereka serempak
"Walau bukan hasil keringatku sendiri, tapi setidaknya uang itu bisa bermanfaat bagi orang lain." Batin Dion dalam hati
"Aku tidak tahu darimana batu batu mulia itu didapatkan oleh si Jack itu. legal ataupun ilegal. Apakah dengan cara biasa ataupun kekerasan?"
"Tugasku hanya menyalurkannya, dan tidak ada niat untuk pamer, maupun untuk mendapatkan pujian masyarakat."
"Semata mata hanya ingin agar harta harta itu bisa bermanfaat bagi orang lain. dari pada hanya disimpan di bank itu tanpa digunakan."
"Lebih baik diberikan pada satu daerah, atau negara, untuk dipergunakan bagi kepentingan umum." Batin hati Dion bertalu talu, dan berpendapat sendiri, apakah tindakannya itu benar atau salah
"Tuan besar!" Sapa Hans keheranan, karena tuannya melamun seperti itu.
Dion sedikit terkejut mendapat teguran dari pengawalnya itu, kemudian cepat menguasai diri dan berkata.
"Baiklah!. Karena semua sudah aku sampaikan. Maka kalian boleh pergi !" Ucap Dion setelah tersadar dari lamunannya
"Baik tuan besar!" Jawab Robin, Shio Lung dan Erisha serempak, lalu meminta izin untuk keluar dari kantor milik Dion itu
__ADS_1