Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Hukuman setimpal


__ADS_3

"Aku tidak tahu secara pasti, tapi dia selalu tampil di depan umum, dengan kata katanya yang selalu memberi penguatan pada pendengarnya." Jawab Braga berbohong


Plak!


"Karena kau berani berbohong padaku, maka tamparan itu sebagai hadiahnya!" Ucap Dion cuek


"Aku sedang tidak berbohong tuan!. Orang itu memang berprofesi seperti itu!"


"Dia tinggal di kota J, di sebuah perumahan mewah. Tapi dia mempunyai sebuah bar bawah tanah, yang tidak sembarang orang bisa masuk ke sana." Ucap Braga kali ini tidak berbohong


"Iron!. apakah kau tahu tempat apa itu?" Tanya Dion pada anak buahnya


"Ya tuan besar!. Dulu pernah sekali saya pergi kesana, untuk urusan bisnis, tapi bukan dalam hal perdagangan manusia.'


"Karena perundingan tidak membuahkan hasil, maka saya membatalkan secara sepihak kerja sama itu. dan tidak pernah lagi muncul di depan mereka." Jawab Iron berterus terang


"Semakin menarik!" Respon Dion penuh misteri. Kemudian mengalihkan perhatian nya pada Braga, lalu berkata.


"Bawa si Braga ini, dan serahkan pada pihak berwajib!" Perintah tegas Dion pada anak buahnya


"Tolong ampuni aku tuan!. Jangan serahkan aku pada mereka. Aku takut akan dihukum berat!" Pinta Braga memohon pengampunan pada Dion


"Tuan!. Serahkan orang itu pada kami, agar kami bisa memberikan hadiah besar padanya, karena prestasi besarnya selama memimpin desa ini!" Ucap seseorang yang cukup berwibawa pada Dion


"Kamu siapa?" Tanya Dion padanya


"Saya kepala desa yang sesungguhnya, tapi jumlah penghitungan suara di rampas olehnya, dengan memanipulasi data pemilihan."


"Jika saya membocorkan rahasia itu, maka kami semua diancam akan dibunuh, dan keluarga kami akan di habisi juga."


"Hari ini kami ingin meminta pada anda, agar menyerahkan orang tersebut pada kami, untuk di adili secara adat!" Jawabnya cukup jelas


"Tuan!. Serahkan dia pada kami!"


"Serahkan dia pada kami!"


"Serahkan dia pada kami!" Teriak sekumpulan warga mulai emosi


Lalu tanpa di komando, ratusan warga meluruh ke arah Dion, dan segera merampas tubuh Braga untuk mereka adili


Dion tidak bisa berbuat apa apa, mau marah tidak mungkin, mau menggunakan kekuasaannya apalagi. Jadi mau tidak mau, Dion membiarkan saja warga desa mengambil Braga dari hadapannya


Tak lama sesudah itu, ratusan warga desa segera melampiaskan dendamnya pada Braga


Ada yang memukul, mencakar, menendang, menampar, meludahi dan menghantam nya dengan kayu balok, hingga membuat wajah dan tubuh Braga babak belur, dan sudah tidak bisa dikenali lagi


Segera setelah itu. Braga pingsan atau mati tidak di ketahui. Tapi diperkirakan dia mati


Setelah puas menyiksa tubuh Braga. warga desa melampiaskan kemarahannya pada anak buah Braga


Sama seperti yang terjadi pada Braga, mereka juga mengalami penyiksaan yang kelewat sadis

__ADS_1


Ada yang tangannya hancur karena dipukul dengan kayu besar, ada yang kepalanya berdarah karena dipukul dengan batu, ada juga yang langsung pingsan setelah perutnya ditendang kuat kuat. bahkan ada yang ter kencing kencing karena tubuhnya di seret secara paksa di tanah


Rata rata tubuh mereka mengalami luka berat, tanpa berani melawan pukulan warga desa. Benar benar suatu pembalasan dendam yang tidak terpikirkan sebelumnya


Setelah berlangsung selama 20 menit, seluruh anak buah Braga telah terkapar di tanah, dan tidak sadarkan diri, termasuk pemimpin nya, Braga


"Amankan tubuh tubuh tidak berguna ini, dan buang di tempat jauh!. Biarkan mereka seperti apa adanya!' Perintah Dion tegas


"Baik!" Jawab anak buahnya patuh


Tak lama berselang, halaman rumah Braga yang sebenarnya bukan miliknya itu, telah bersih dari kekacauan tadi. Yang tinggal hanyalah genangan darah dari tubuh tubuh malang penghuni sebelumnya


"Bersihkan tempat ini segera!. Aku tidak mau melihat ada sisa sisa kekacauan yang tertinggal.Kerjakan sekarang!' Perintah Dion tegas


Tak lama kemudian, seluruh warga bergotong royong mengerjakan perintah Dion tadi. Hingga dalam waktu yang tidak lama, seluruh areal itu telah bersih


Gadis gadis yang di culik serta di sekap oleh Braga, kini telah di bebaskan, dan di kembalikan pada orang tuanya


Bagi yang datang dari daerah lain, untuk sementara di tampung oleh perguruan untuk di rawat


Sementara Brandy telah di panggil ulang untuk menghadap Dion


Satu jam kemudian, kondisi desa itu sudah kembali seperti semula. Reksa yang hak nya dirampas oleh Braga, dikembalikan lagi pada posisinya. Dan keesokan harinya atau besok lusa, harus melaporkan posisinya pada kepala distrik setempat


Rumah tempat Braga dan anak buahnya tinggal, untuk sementara di biarkan begitu saja, karena pemiliknya tidak diketahui dimana rimba nya


***


Meraka berjaga dibantu oleh guru dan murid murid perguruan silat tersebut, agar tidak kecolongan. Tapi sampai menjelang pagi, tidak terjadi apa apa di tempat itu


Sementara Dion dan rombongannya, hari itu juga telah kembali ke kota Golden City, dengan meninggalkan sebanyak 50 orang pengawalnya, untuk membantu mengamankan perguruan tersebut


"Syukurlah perguruan kita ini, akan dibangun ulang, yang jauh lebih baik dari sekarang." Ucap Gentala pada rekan rekannya sesama guru persilatan


"Selain itu yang kita senang kan adalah. akan di bangun asrama murid perguruan, aula kegiatan, lapangan kegiatan dan lain sebagainya."


"Mudah mudahan dalam waktu yang tidak lama. perguruan kita ini sudah menyamai bahkan melampaui perguruan serupa di provinsi B ini." Ucap Gentala lagi dengan wajah penuh senyum dan kemenangan


"Guru!. Apakah mungkin bagi tuan Dion, membantu kita tanpa pamrih apapun?" Tanya salah seorang guru pada ketuanya


"Saudara jangan berburuk sangka dulu. sifat murid ku itu, bukanlah seperti yang di tuduhkan. Dia akan membantu tanpa pamrih."


"Dari yang ku dengar dari warga desa yang katanya pernah bertemu dengan Dion, yang bersangkutan pernah membangun sebuah desa tertinggal menjadi sebuah desa maju, hanya dalam masa satu tahun."


"Dan katanya sekarang desa tersebut hampir menjadi sebuah kota, walau tidak begitu besar."


"Dan yang menggembirakan adalah, desa tersebut sekarang tidak terisolir lagi, karena akses jalan telah dibuka dari segala arah."


"Jadi mudah mudahan desa kita ini, juga akan di bangunnya, terutama akses jalan, yang selama ini masih sangat memprihatinkan."


"Mari kita berdoa saja, mudah mudahan keinginan dan niat baiknya itu, akan terealisasi di desa kita." Jawab Gentala panjang lebar

__ADS_1


"Maafkan saya guru!" Respon guru tersebut malu malu


"Sudahlah kita lihat saja nanti."


"Besok utusannya akan datang kemari. Sebaiknya kita persiapkan rencana apa saja yang akan kita minta pada utusan tersebut, untuk ditindak lanjuti oleh tuannya itu" Ujar Gentala cukup bijaksana


***


Keesokan harinya. orang yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga. Mereka adalah James, Shio Lung dan Erisha, yang sengaja di datangkan dari kota teluk Berlian dan Kota P di pulau S itu


Kedatangan mereka hanya seminggu, untuk merancang site plan atau denah bentuk bangunan perguruan yang akan di bangun nanti


Dalan pertemuan tersebut, James si dewa strategi dan investasi, yang paling banyak mendominasi pembicaraan, karena dia sangat hapal sekali tentang pembangunan dan site plan nya


Hari itu sekitar pukul 10 pagi, pertemuan sudah diadakan antara Gentala, selaku ketua perguruan, dan guru guru, dengan ketiga utusan tersebut


Dalam pertemuan itu, James mengutarakan rencana rencana yang di sampaikan oleh Dion padanya, sebelum mereka berangkat


"Tuan pimpinan dan guru guru semua yang kami hormati. Seperti yang tuan besar amanat kan, bahwa tempat ini seluruh bangunannya akan dirombak secara bertahap, agar kegiatan perguruan tidak terganggu." Ucap James memulai pembicaraan


"Diantara bangunan yang akan di bangun nanti adalah, lima buah asrama putra, dan lima buah asrama putri."


"Dua diantara bangunan itu, di peruntukkan bagi jenjang murid inti atau murid utama, tiga sisanya untuk murid level dua dan pemula."


"Untuk asrama guru utama dan guru pembina, akan dibangun sejumlah bangunan besar lengkap dengan fasilitasnya."


"Untuk tuan muda Dragon, akan dibangun sebuah istana besar di tengah tengah perguruan ini, yang di kelilingi oleh bangunan bangunan milik guru guru juga asrama murid."


"Tapi sebelum semua itu dilaksanakan. kami perlu tahu juga, berapakah luas tanah milik perguruan ini?" Tanya James ingin tahu


"Perguruan ini, dibangun diatas lahan seluas tiga hektar, asli milik perguruan, lengkap dengan sertifikat tanahnya." Jawab Gentala apa adanya


"Masih belum cukup untuk membangun apa yang di inginkan oleh tuan besar Dion."


"Dia menginginkan luas tanah perguruan ini setidaknya 7 sampai 10 hektar."


"Untuk itu, bisakah kiranya tuan guru bernegosiasi dengan pemilik tanah sekitar perguruan ini untuk di beli?" Tanya James ingin tahu


"Saya rasa bisa!. Karena tanah tanah di sekitar perguruan ini, masih belum di olah dan terkesan di biarkan oleh pemiliknya."


"Saya rasa jika perguruan ingin membelinya, mereka akan dengan senang hati melepaskan tanah tanah tersebut untuk di beli." Jawab Gentala mantap


"Bagus!. Itu yang di inginkan oleh tuan besar!" Respon James dan kedua temannya itu


"Kalau bisa datangkan pemilik tanah itu, berikut kepala desa nya kemari, karena kami akan melakukan negoisasi dengan mereka!" Ucap James meminta


"Baik akan segera kami laksanakan!" Jawab Gentala cepat, kemudian meminta pada rekannya untuk menjemput orang yang di maksud


"Argani!. Bawa keempat teman mu itu, untuk pergi menjemput kepala desa baru, juga pemilik tanah di sekitaran perguruan ini!"


"Katakan pada mereka, bahwa utusan tuan besar Dion, ingin bertemu!" Perintah Gentala tegas

__ADS_1


"Baik guru!" Jawab Argani patuh


__ADS_2