Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Rencana dimulai


__ADS_3

Rencana yang digulirkan oleh kelompok Tommy benar benar dijalankan oleh John Pierre dan Xavier


Dengan pergaulannya, mereka berhasil mempengaruhi kelompok lain, untuk melancarkan aksinya, dengan iming iming bayaran tinggi, dan kesempatan menjadi bagian organisasi mafia yang dipimpin oleh Tommy tersebut


Kepada mereka juga dijanjikan akan direkrut dalam tim mata mata, yang akan disusupkan kedalam perusahaan yang akan mereka ganggu itu


Rencana yang akan mereka terapkan itu sangat licik sekali, dimana kelompok mereka yang terdiri dari 40 orang, akan dipecah menjadi dua


Ketika kelompok satu sedang beraksi, dan berusaha merampok tim ekspedisi pengiriman barang ke tempat lain, kelompok yang satunya lagi datang, dan berpura pura membantu tim ekspedisi itu, sehingga terjadi pertarungan dan baku tembak antar sesama mereka


Dari kejadian itu diharapkan, pihak perusahaan yang dibantu tersebut akan berterima kasih, dan menawari mereka pekerjaan, agar bergabung dalam tim pengawal ekspedisi


Ternyata rencana mereka berhasil, karena mereka berakting sangat bagus sekali, hingga pihak perusahaan berniat akan merekrut mereka menjadi bagian dari Birawa Group


Diceritakan di suatu malam, saat rombongan mobil ekspedisi sedang melintasi perbatasan Perancis dan Belgia datang empat buah mobil truk besar, menghadang jalan mereka


Bruumm! bruumm!


"Bangun! bangun!. Lihat! ada mobil truk didepan kita!. Sepertinya mereka sedang berhenti dan menghadang jalan kita!" Teriak seorang sopir kepada kernet juga pengawal yang sedang tertidur disebelahnya itu


"Ayo cepat bangun!" Teriaknya lagi sambil mengerem mobil truknya secara mendadak


Aksi yang dilakukan oleh sopir truk gandeng secara tiba tiba itu, tentu saja mengagetkan kernet dan pengawal yang sedang tertidur, juga pengemudi mobil truk lainnya


Ciiittt!. Bunyi ban truk beradu dengan aspal nyaring sekali terdengar, dan penumpangnya terdorong ke depan. Bahkan ada sebuah truk yang hampir menabrak truk temannya yang lain


"Ada apa!. Kenapa berhenti secara mendadak?" Tanya pengemudi truk yang hampir menabrak itu kuat kuat


"Syuuut!. Pelan kan suara mu. Didepan ada beberapa truk yang sedang menghadang tim kita. Lebih baik kita keluar saja, dan menanyakan tujuan mereka menghentikan mobil mobil kita!" Ucap seorang pengawal lirih, sambil mengeluarkan pistol dari balik bajunya itu


Tapi tiba tiba, datang empat orang berbadan tegap penuh tato, tetapi berpenutup kepala, dan langsung menodongkan senjata otomatisnya kearah pengawal, sopir serta kernetnya itu dari kanan dan kiri


"Cepat turun!. dan serahkan truk ini pada kami!" Ancam pemimpin mereka bengis


Sopir, pengawal dan kernet tersebut, terpaksa menuruti keinginan mereka, dan buru buru turun dari pada mati tertembak dan langsung mengangkat tangan mereka keatas, tapi pengawal itu masih tetap memegang pistol, dan dia lupa untuk membuangnya tadi


"Ini perampokan. Jatuhkan senjata mu dan tiarap di tanah. Cepat!" Teriak pemimpin perampok tersebut semakin bengis


"Sial!, Ternyata 6 buah truk dan semua penumpangnya telah berhasil mereka kuasai dan tawan. Kalau begini caranya kami bisa habis!" Batinnya marah, ketika sekilas melihat kearah depan, dan mendapati, teman temannya, juga sedang ditawan oleh para penghadang itu


"Cepat bawa semuanya ke sini!!" Teriak pemimpin perampok itu garang


"Siapa kalian? dan kenapa menghentikan ekspedisi kami?. Tidakkah kalian tahu, bahwa kami dari perusahaan eksport import Birawa Group?" Tanya salah seorang pengawal itu mencoba menakuti para perampok itu, dengan nama besar perusahaan


"Sudah aku katakan ini perampokan, dan kau tidak perlu tahu siapa kami!" Jawabnya marah kemudian


Buk! buk!


Dua kali tendangan kuat mendarat di tubuh pengawal tersebut, hingga membuat tubuhnya tersungkur ke tanah, kemudian datang lagi tendangan lain, yang jauh lebih kuat, mengarah ke tubuhnya yang sedang tersungkur itu, dan buk!

__ADS_1


"Aaaarrrkkh!" Teriak nya kuat


Teman teman sesama pengawal tidak bisa membantu, karena mereka sedang ditodong dengan senjata api, Begitu juga dengan enam orang sopir dan enam orang kernet, semuanya sedang berjongkok di tanah, dibawah todongan senjata api laras panjang


"Badjingan!. Hiaaatt!" Teriak pengawal itu marah, sambil cepat berdiri dan menyerang orang yang tadi menendangnya itu, tapi..


Door!


Tubuhnya mendadak berhenti, ketika timah panas mengenai perutnya, dan langsung ambruk ketanah


"Remon!" Teriak temannya panik dan..


Dor!. Timah panas kembali memakan korban. Kali ini dada pengawal itu yang terkena terjangan peluru dengan telak, seketika tubuhnya juga ambruk ketanah


"Cepat habisi mereka semua!" Perintah pemimpin perampok tersebut tegas


Tapi di saat saat terakhir mereka akan dihabisi, datang belasan truk bermuatan puluhan orang, dan langsung turun dari truknya, kemudian sambil berlarian, menodongkan senjata otomatis nya ke arah depan


Dari jarak jauh mereka menembakkan senjatanya ke arah perampok itu secara acak, tetapi tak satupun peluru pelurunya, mengenai para perampok itu, apalagi tim ekspedisi tersebut


Mendapat serangan yang mendadak dari puluhan orang yang tiba tiba datang itu. Ketua perampok tersebut, tanpa memperdulikan anak buahnya yang lain, kabur dari tempat itu, sambil menembakkan senjata otomatisnya kearah pendatang tadi, tapi tak satupun pelurunya mengenai penyerangnya itu


Tindakan pengecutnya tersebut, tentu saja diikuti oleh beberapa anak buahnya yang lain. Sambil mundur, mereka melepaskan kan tembakan ke arah penyerang itu secara membabi buta, dan bergegas masuk kedalam truknya masing masing, kemudian dengan tergesa gesa, melarikan diri dari tempat kejadian


Tapi sebelum mereka sempat melarikan diri, beberapa truk yang mereka bawa itu, berhasil ditembak bannya, hingga pengemudi dan penumpangnya, harus pindah ke truk lain, lalu melarikan diri kearah barat


Salah seorang dari penyerang itu, yang diperkirakan sebagai pemimpin, bergegas mendatangi kelompok ekspedisi tersebut, kemudian bertanya dengan sopan


"Kalian tidak apa apa?" Tanya pemimpin itu terlihat khawatir


"Dua orang diantara kami tertembak, kemungkinan mereka sudah mati!" Jawab seorang pengawal sedikit ragu ragu, kemudian mendekati tubuh temannya itu dan memeriksanya secara saksama


Pemimpin penyelamat tersebut, juga bergegas mendatangi seorang pengawal, yang saat ini sedang tergeletak di tanah. kemudian memeriksa kondisinya, tapi tiba tiba dia tersenyum, lalu berkata


"Mereka belum mati, karena ada baju anti peluru yang mereka kenakan. Jadi kemungkinan mereka masih bisa diselamatkan!" Ucap Edmund senang


"Siapa kalian, dan bagaimana kalian bisa dirampok, lalu siapa mereka?" Tanya Edmund keheranan


"Kami tim ekspedisi Birawa Group, cabang Paris, dan mengenai mereka kami tidak tahu." Jawab seorang pengawal tanpa ragu ragu lagi


"Aneh!. Ini wilayah kekuasaan kami, dan belum pernah ada yang berani merampok di wilayah ku!" Ucapnya lirih, tapi bisa didengar oleh pengawal tersebut


"Uhuuk! Uhuuk!


Tiba tiba terdengar suatu batuk, dari dua orang pengawal itu, perut dan dada keduanya terasa nyeri, karena sempat diterjang peluru tadi


Seluruh tim yang ikut dalam perjalanan itu merasa senang, karena rekan mereka masih hidup, kemungkinan masih bisa melanjutkan perjalanan keesokan harinya


Jam pada waktu kejadian menunjukkan pukul dua dinihari, jadi tidak ada seorang pun yang mau lewat ditempat itu, apalagi tempat tersebut dikenal sebagai tempat rawan, dan jauh dari pemukiman penduduk

__ADS_1


Seorang pengawal tim, datang menghampiri pemimpin kelompok penolong itu, lalu berkata." Kami sangat berterima kasih pada anda dan kelompok anda, karena telah menyelamatkan nyawa kami!" Ucapnya sambil menangkup kan tangannya di dada


"Jangan berterima kasih pada kami, karena secara kebetulan kami sedang lewat disini, dan melihat sepertinya sedang terjadi sesuatu di arah depan, dan ternyata perkiraan kami benar!" Jawab Edmund merendah


"Tapi walau bagaimanapun, kami tetap harus berterima kasih pada kalian." Sanggah


pengawal itu cukup sopan


"Kemana tujuan kalian?" Tanya Edmund dengan sikap ramah


"Oh kami sedang menuju ke Belgia, untuk mengantar barang barang pesanan ini kesana?" Jawab seorang sopir dengan bersikap ramah juga


"Kebetulan kami juga sedang menuju kesana. Apakah kalian mau kami kawal, agar tim kalian tidak diganggu lagi?" Tanya Edmund mencoba menarik perhatian tim itu


"Kalau tidak merepotkan!" Jawab sopir itu tidak enak hati, kemudian memandang kearah teman temannya yang lain, untuk meminta persetujuan


Serempak mereka mengangguk tanda setuju, lagipula pengalaman tadi, telah membuat mereka menjadi trauma


Dengan adanya kelompok penolong itu, kemungkinan perjalanan mereka akan lancar, dan sampai di tempat tujuan dengan selamat


"Terima kasih atas kebaikan anda, karena mau menemani kami!" Ucap seorang pengawal menengahi ke keraguan mereka


"Tidak masalah. Asal kalian aman dan selamat. Maka kami juga senang!" Jawabnya cepat


"Apakah perjalanan ini bisa kita lanjutkan?" Tanya Edmund ingin tahu


"Kemungkinan bisa, karena kedua rekan kami itu, sudah bisa berdiri, jadi kita bisa melanjutkan perjalanan." Jawabnya cepat


"Oh ya kenalkan! saya Edmund, pemimpin kelompok ini, sekaligus sebagai penguasa dataran ini, sampai ke perbatasan Swedia." Ucapnya memperkenalkan diri


"Wah kalau begitu kami sangat beruntung sekali, karena telah berkenalan dan bertemu dengan kelompok hebat seperti kalian!" Jawab pengawal tersebut senang


"Oh ya, kalau boleh tahu, siapa nama anda?" Tanya Edmund ramah


"Saya Remon dan ini teman saya Sam." Jawabnya cepat


"Oh ya ini kartu nama saya, ada nomor telepon yang bisa kalian hubungi, jika ada kesulitan disini." Balas Edmund sambil menyodorkan kartu namanya ke arah Remon


Dengan cepat Remon mengambil kartu tersebut, memandang sekilas, kemudian menyimpannya di saku bajunya, lalu berkata


"Terima kasih!. Mungkin dengan ini, pimpinan kami akan mengundang anda secara pribadi, untuk datang ke perusahaan kami." Ucap Remon dengan sikap ramah


"Baiklah kalau begitu dengan senang hati akan kami sambut niat baik itu." Reaksi Edmund senang, sambil menangkupkan kedua tangan kekarnya di dada


"Ayo kita lanjutkan perjalanan! dan kawal kelompok ini sampai tujuan!" Ucap Edmund pada anak buahnya, dan disambut dengan koor setuju dengan ucapan


"Siap bos!" Jawab mereka serempak kemudian menuju ke mobilnya masing masing


Dibawah pengawalan ketat, tim ekspedisi Birawa Group, melanjutkan perjalanannya ke arah negara tetangga, Belgia

__ADS_1


__ADS_2