
"Ada apa dengan suamiku?. Apakah telah terjadi apa apa padanya?" Batin Ivory tak enak hati, saat gelas yang dipegangnya tiba tiba terjatuh ke lantai, saat dipegang olehnya
"Apakah sebaiknya ku telepon dia saja, menanyakan apa yang sebenarnya terjadi?"
"Tapi takutnya telepon ku malah membuatnya mengalami kesulitan"
"Baik ku tunggu saja dia menghubungiku." Batinnya lagi. Kemudian pergi meninggalkan ruang makan tersebut dan pergi mencari kakeknya
Sementara itu di desa Argomulyo, tepatnya di perguruan silat dan tenaga dalam Wahyu Taqwa. Draco di tempat ruang latihannya juga terbangun dan tersentak dari sikap diamnya, saat sedang berlatih ilmu tenaga dalam
Hati dan pikiran serta kesadarannya mendadak terhubung dengan Dion, yang saat ini sedang terluka, karena serangan mahluk setengah robot itu padanya
"Ada apa dengan ayah ku?. Apakah dia mengalami kesulitan?"
"Baik ku lihat saja melalui kesadaran ku, siapa tahu terhubung!" Gumamnya lirih. Kemudian memperbaiki sikap duduknya dan menerapkan kesadarannya agar terhubung dengan Dion
Sekejap saja usahanya sudah berhasil. Dia bisa melihat Dion, yang sedang dalam keadaan yang cukup mengkhawatirkan sekali
Dalam pindaian kesadaran Draco, dia juga melihat anak buah ayahnya sedang bertarung melawan empat mesin robot yang daging
pembungkus berupa sintetis atau silikonnya, sudah hampir terkelupas semua
Tapi yang mengherankan Dragon adalah, rata rata yang terkelupas itu adalah kulit bagian kanan, termasuk tangan tangan mereka
Namun yang sebelah kiri, hanya terlihat berdarah saja. Bukan hanya itu, sebagiannya juga sudah ada yang terluka, tapi herannya tidak membuat mereka merasa kesakitan
"Apakah mungkin, mereka itu bukan manusia, atau manusia yang sudah diberi sejenis obat penghilang rasa sakit?" Gumam Dragon lirih
Tak mau ayahnya kenapa kenapa, Dragon bergegas keluar dari ruang latihannya, dan berniat menemui guru Gentala, untuk membicarakan permasalahan tersebut padanya
Tak lama sesudah itu, dia sudah berada di depan gurunya, dan langsung mengutarakan maksud serta tujuannya menemui Gentala
Mendengar itu Gentala sangat terkejut sekali. Seakan tidak percaya, bahwa seorang Dion bisa kewalahan, saat menghadapi musuh. Padahal dia mempunyai tenaga dalam lumayan tinggi. Namun masih juga mengalami luka
Tidak mau berlarut larut dalam keheranannya, Gentala memutuskan untuk memberikan saran kepada Dragon, agar melakukan sesuatu dengan berkata. "Pergilah bantu ayah mu. dan selamatkan orang orangnya!"
"Hanya ilmu Wahyu Taqwa saja, yang bisa menghancurkan manusia manusia mesin itu secara tuntas! " Ucap Gentala membuka cerita
"Bagaimana caranya kakek guru. Apa hubungannya antara Wahyu Taqwa dengan membantu ayah ku? Bagaimana bisa" Tanya Dragon penasaran
"Orang yang sudah menguasai Wahyu Taqwa sampai level 20 dari 25 level yang tersedia, bisa pergi dan kembali kemana pun yang dia suka. Termasuk pergi menolong ayah mu juga anak buahnya."
"Ketua muda sudah menguasai level 23. Sebentar lagi akan naik ke level 24."
"Jadi ketua muda sudah bisa pergi ke sana dalam sekejap mata." Jawab Gentala apa adanya
__ADS_1
"Apakah cuma Draco sendiri yang bisa pergi ke sana kakek guru?" Tanya Dragon lagi
"Tidak!. Kau bisa membawa serta 8 orang sekali pergi dan kembali."
"Jika level mu sudah mencapai level sempurna, maka berapapun orang yang ingin ketua muda bawa, bisa dilakukan sesukanya." Jawab Gentala berterus terang
"Kalau begitu aku ingin mengajak kakek guru, paman Leon, lima murid utama serta satu guru ketua!" Ucap Dragon cepat
"Baik!. Kebetulan mereka semua sudah ada di sini. Jadi waktu kita bisa dipersingkat." Jawab Gentala setuju
"Kalau begitu tunjukkan caranya kakek guru!" Ucap Dragon meminta petunjuk
"Kerahkan kekuatan tertinggi mu, sampai membentuk sebuah lingkaran kesadaran."
"Setelah itu terbentuk, kami akan masuk, dan ketua muda bacakan kunci pembuka, seperti saat latihan, agar tubuh kita tersedot ke dalam serta dikirim ke tempat tujuan." Jawab Gentala menjelaskan
"Baik kakek guru!" Respon Dragon cepat. Kemudian melakukan seperti yang di perintahkan oleh kakek gurunya
Tak lama sesudah itu, sebuah lingkaran besar berwarna biru bercampur kuning keemasan tercipta di sekitar tubuh Dragon. Semakin lama semakin besar, berputar mengelilingi mereka yang ada di tempat itu, kemudian tiba tiba tubuh tubuh mereka terseret lalu menghilang
***
Sementara itu di bagian Dion dan anak buahnya, Langit, Bumi dan Awan serta Eric, masih terlihat bertarung dengan dua manusia setengah mesin itu, Tapi kondisi mereka sudah sangat menyedihkan
Pada suatu kesempatan, saat seorang manusia setengah mesin itu lengah karena perhatiannya tertuju pada Langit, Bumi atas petunjuk dari tuan besarnya, menyerang robot tersebut di bagian punggung bagian bawah, hingga membuat cangkang yang melindungi titik merah menjadi pecah
Melihat itu, Awan tidak manusia siakan kesempatan baik tersebut. Kemudian dengan menggunakan sebatang tombak yang ujungnya sangat runcing serta tajam, menghunjamkan tombak tersebut ke arah titik merah, yang diperkirakan sebagai kunci kelemahan robot nomor 4 itu
Ternyata perkiraan dari Awan itu benar. Titik merah yang dikatakan oleh Dion, memang benar-benar adalah titik kelemahan robot tersebut, hingga membuat gerakannya terhenti seketika
Sedangkan robot nomor tiga, saat ini terus diberondong dengan senjata otomatis oleh pengawal bersenjata anak buah Dion, hingga membuat robot tersebut kewalahan tapi tidak mati, dan terus merangsek ke arah Eric serta yang lainnya
Di bagian lain. robot yang diberi nama cyborg one, terus menyerang Dion dan orang orangnya. Begitu juga dengan cyborg two. Dia juga terus merangsek Adiwilaga, Iron serta Robin. Tubuh mereka juga sudah penuh dengan luka
Walau dibantu oleh pengawal bersenjata, yang terus memberondong kedua robot itu dengan senjata api otomatis, bahkan menggunakan peluru berbahan peledak kecil, Namun kedua robot tersebut tidak bergeming, dan terus saja maju menyerang mereka. Memang benar-benar duet yang sangat kuat sekali dan sulit untuk dikalahkan
Sementara itu, Bajra dan 10 pengawal pribadinya, duduk manis di kursi kebesarannya, sambil melihat pertarungan antara Dion dengan robot-robot miliknya
Dia tidak peduli dengan nasib anak buahnya, yang berada di luar maupun yang berada di dalam. Hampir sebagian besar dari mereka, yang berada di dalam ruangan sudah mati terkena tembakan dan peluru nyasar
Sedangkan yang berada di luar, sudah dibuat pingsan oleh orang-orangnya Dion, agar mereka tidak bisa melarikan diri, bahkan ada beberapa diantara mereka yang diikat kaki serta tangannya
Sambil menonton pertarungan antara Dion dan robot-robot nya. Bajra dengan entengnya memvideokan aksi heroik dari Dion dan orang-orangnya, dan dikirimkannya ke channel khusus organisasi bawah tanah secara live, di mana di tempat itu sedang di dilakukan judi taruhan, apakah Dion dan orang-orangnya, bisa mengalahkan robot-robot tersebut atau tidak
Sementara di sisi Abhicandra, seorang ahli dan dewa metafisika, berusaha sekuat tenaga untuk menahan laju serangan dari empat robot itu, sehingga kemampuan tempur nya sedikit berkurang, oleh kungkungan aura kesadaran dari si Abhicandra, dewa metafisika tersebut
__ADS_1
Namun disuatu ketika, dengan gerakan yang cukup cepat dan brutal serta tidak disangka-sangka oleh Dion, sebuah pukulan bertubi-tubi diarahkan kepadanya, sehingga membuatnya kewalahan dan terdorong ke dinding dengan nafas terengah-engah serta kesakitan
Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Dion saat itu. Sedangkan anak buahnya juga sama. Mereka juga sedang kerepotan menghadapi cyborg two yang dibantu oleh cyborg three, walau tembakan senjata otomatis terus diarahkan padanya
Mereka semuanya lupa, bahwa di tempat itu masih ada Bajra Napoleon serta 10 anak buahnya, yang sedang asik menonton pertarungan mereka
Mungkin jika Bajra Napoleon dihabisi, robot-robot tersebut akan kehilangan kendali. Tapi entah mengapa dalam keadaan panik dan kacau tersebut, tidak ada seorangpun yang menyadari hal tersebut, sehingga membuat Bajra Napoleon serta 10 anak buahnya, masih tetap hidup dan dalam kondisi aman
"Apakah ini akhir dari hidupku aura kesadaranku sudah semakin menipis, tenagaku pun sudah semakin lemah, akibat terlalu banyak menerima pukulan dari robot-robot tersebut!"
"Ivory dan Drago!. Maafkan suamimu juga ayah!. Mungkin sampai di sini lah riwayat hidup ku." Batin Dion dalam hati. Kemudian memejamkan matanya, menunggu serangan terakhir dari cyborg one tersebut
"Kiaaak!"
Blar!
Bam!
Tubuh manusia setengah mesin itu, tiba-tiba berhenti, dan sedetik kemudian meledak serta hancur tanpa sisa, akibat sebuah pukulan jarak jauh yang sangat kuat, yang dilancarkan oleh seseorang
Bukan hanya itu saja, manusia mesin nomor dua, juga mengalami nasib yang sama. Orang tersebut berhasil menghancurkan robot nomor dua, dengan pukulan yang sama, bahkan jauh lebih kuat dari pukulan pertama, karena dilakukan dalam keadaan berdiri dan dalam posisi yang sangat mantap sekali
Tidak sampai di situ saja, seseorang yang baru datang tersebut, juga melancarkan serangan terbaiknya, dengan menggunakan tangan kosong, yang dilapisi dengan tenaga dalam yang sangat tinggi, yang diarahkan kepada manusia mesin nomor 3 serta nomor 4
Beberapa saat kemudian, terdengar dua buah ledakan lagi yang cukup kuat, di arena latihan tersebut, sehingga membuat orang orang yang ada di dekatnya terpelanting, termasuk juga para pengawal Dion yang bersenjata, serta 10 pengawal Bajra yang posisinya terlalu dekat dengan kedua robot itu
Setelah menggelepar-gelepar sejenak, 10 pengawal itupun mati, akibat terkena ledakan yang maha dahsyat tersebut
Sementara keadaan Bajra juga sangat menyedihkan, di mana secara tiba-tiba tubuhnya diangkat tinggi-tinggi saat dia terbanting ke lantai bersama dengan 10 anak buahnya, lalu dibanting ke lantai kembali, hingga membuat kaki serta tangannya patah
Tak berhenti sampai di situ, seseorang tersebut juga meluruh ke arahnya, serta melancarkan pukulan tangan kosong ke arah dada Bajra yang sedang terbaring di lantai, hingga meledak dan hancur seketika
Peristiwa penyerangan serta penghancuran ke 4 robot tersebut, yang salah satu sistemnya sudah dimatikan oleh Bumi dan Awan, disaksikan secara langsung oleh orang-orang yang sedang menonton di dalam organisasi bawah tanah ilegal itu
Ternyata masih ada beberapa kamera yang sengaja dipasang oleh Bajra, saat pertarungan yang tidak seimbang itu tengah berlangsung
Peristiwa itu sangat menggemparkan sekali, dimana seorang anak kecil yang baru berusia delapan atau sembilan tahun itu, mampu menghancurkan robot-robot yang terkenal kuat dan tidak terkalahkan
"Siapa anak itu?. Mengapa dia kuat sekali?. Apakah dia anak naga?" ucap salah seorang ketua di organisasi bawah tanah ilegal tersebut penasaran
Sementara itu di dalam aula. Setelah pertarungan mereda dan semua robot-robot tersebut sudah hancur termasuk pemiliknya, keadaan menjadi hening, di mana tidak ada yang berani bersuara karena keadaan Dragon masih diselimuti oleh aura kesadaran yang sangat kuat sekali
Tapi tidak begitu adanya dengan Dion. Dengan terhuyung huyung, dia bangkit berdiri dari duduknya, yang menempel di dinding dan berusaha mendekati orang tersebut, lalu berkata.
"Draco!" Teriak Dion tergagap, karena dadanya sesak saat bernapas
__ADS_1