Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Akhirnya resmi bergabung


__ADS_3

"Tidak ada yang tidak mungkin bagi tuan muda!"


"Yang menarik kita barusan itu adalah dia!" Jawab Abhicandra apa adanya


"Benarkah itu tuan?. Bisakah saya bertemu dengannya sekarang?" Respon Gilmer Aldrich bersemangat


"Sayangnya tidak bisa!. karena tuan muda sedang tidak ada di tempat." Jawab Abhicandra berterus terang


"Lalu dimana dan kapan saya bisa bertemu dengannya?" Tanya Gilmer lagi sudah tidak sabaran


"Belum bisa dipastikan kapan."


"Tergantung dari kesedian yang bersangkutan!" Jawab Abhicandra masih menggantung


"Sayang sekali!. Padahal aku ingin segera bertemu serta berguru padanya." Batin Gilmer dalam hati


"Mau sampai kapan kalian berdiri di situ Abi?"


"Cepat bawa masuk tamu itu, dan hadapkan dengan tuan besar kita!" Ucap seseorang yang tiba tiba datang pada Abhicandra


"Salam senior!" Respon Abhicandra kaget setelah ditegur seperti itu


"Gilmer!. Perkenalkan!. Dia adalah Adiwilaga yang berjuluk dewa angin utara, atau kaisar perang dari timur!"


"Dia senior nomor dua setelah Gentala, guru dari tuan muda kami!" Ucap Abhicandra memperkenalkan Adiwilaga dengan tamunya tersebut


"Salam tuan senior!"


"Perkenalkan!. Saya Gilmer Aldrich dari Amerika!"


"Dan mereka berempat ini adalah pengawal saya." Responnya cukup cepat


"Kalau begitu mari segera menghadap tuan besar serta tuan senior!" Jawab Adiwilaga merasa senang. Kemudian mengalihkan pandangannya pada sosok perempuan muda yang sejak datang itu hanya diam saja


Bukan karena sombong atau tidak suka. Tapi karena hatinya masih merasa takjub dan tidak percaya. Bagaimana orang sebanyak itu bisa dilemparkan atau ditarik, serta dibawa ke tempat lain dalam masa singkat


Mau membantah tapi kenyataan sudah ada di depan mata. Mau tidak percaya peristiwa sudah terjadi


Jadi mau tidak mau dia harus mempercayainya juga. Sambil berharap agar segera dipertemukan dengan orang yang namanya Dragon itu


Namun dalam diamnya tersebut, terdengar sebuah suara yang seakan pernah dikenalnya dulu


"Gadis manja!. Apakah kau sudah tidak mengenal uwa guru mu lagi?" Tanya seseorang itu cukup menohok sekali


"Eh iya!. Jeny masih kenal uwa guru!" Jawab Jeny gugup


"Kalau kenal kenapa kau tidak memberi salam pada uwa guru mu ini?" Respon Adiwilaga protes


"Hehehe. Maaf uwa!" Ucap Jenifer malu malu


"Apa kabar ibu mu?" Tanya Adiwilaga pula


"Sepulang dari Amerika. Jeny belum ada mengunjunginya uwa."


"Karena dari sana Jeny langsung dibawa kesini!" Jawabnya berterus terang


"Ternyata begitu. Berarti guru mu ingin agar kau ikut bergabung dengan Birawa Group seperti dia!"


"Atau kau ingin pulang ke kota J untuk menemui orang tua mu?" Respon Adiwilaga cepat


"Belum tahu juga uwa. Jeny belum bisa memutuskan, apakah bergabung dengan Birawa Group, atau mengelola perusahaan orang tua ku saja di sana." Jawab Jenifer terdengar masih ragu ragu


"Tapi beratnya dimana?"


"Apakah bergabung dengan Birawa Group, atau perusahan orang tua mu saja?" Tanya Adiwilaga ingin tahu


"Itulah masalahnya uwa guru!. Jeny lari ke Amerika, karena ingin menghindari penunjukan sebagai CEO di 22 perusahaan yang menjadi bagian Jeny!"


"Bukan hanya itu saja yang menyebabkan Jeny lari ke Amerika."


"Orang tua Jeny, terutama ibu, terus mendesak agar Jeny cepat menikah!"


"Tapi Jeny belum mau terikat. karena Jeny masih ingin memperdalam ilmu metafisika yang diajarkan oleh guru!"


"Selain belajar dari guru Abi, Jeny juga ingin belajar dengan orang lain!"


"Menurut kabarnya di tempat ini, banyak terdapat orang orang sakti dan kuat!"


"Terutama tuan muda keluarga ini!"

__ADS_1


"Menurut kabarnya dia orang sakti, dan mempunyai sebuah perguruan besar!"


"Jadi kemungkinannya Jeny akan bergabung di perusahaan Birawa, dan berguru pada tuan muda!" Jawab Jenifer bersemangat sekali


"Hemm!. Ide yang bagus!" Respon Adiwilaga senang


Kemudian memandang ke arah Gilmer Aldrich dan anak buahnya. Lalu berkata.


"Apakah tujuan mu sama dengan Jeny Aldrich?" Tanya Adiwilaga ingin tahu


"Benar senior!. Tidak dipungkiri lagi, bahwa kami sangat tertarik dan kagum dengan ilmu orang orang Indonesia!"


"Kalian hebat hebat dan sakti!"


"Mana ada di dunia modern ini,


orang yang bisa menghilang dan pergi kemana saja yang dia mau. Kecuali di negara anda!"


"Karena itulah kami datang kemari, dan ingin belajar dari orang sakti itu."


"Siapa tahu bisa terbang juga!" Jawab Aldrich apa adanya dan terkesan berlebihan


"Kalau begitu mari kita temui penguasa kota ini, dan minta pendapatnya!" Reaksi Adiwilaga cepat, kemudian memimpin jakan bagi semuanya


Tak lama kemudian.Mereka sudah sampai dihalaman vila atas bukit itu


Tapi sebelum mereka masuk, terbersit rasa kagum dalam hati, dengan bentuk villa yang bak istana itu.Terutama Gilmer Aldrich dan anak buahnya tersebut


Bentuk fasad nya saja sudah sangat luar biasa, apalagi bagian dalamnya. Pilar pilar bagian depannya juga sangat mendominasi


Apalagi setelah di rombak ulang sebagiannya, dan ditambah dengan bagian bagian lain. menyebabkan ukuran vila tersebut menjadi sangat besar sekali


Ukuran villa yang semula hanya berukuran 50x100 meter. Kini telah berubah menjadi 150x250 meter, dengan luas tanah seluruhnya sekitar empat setengah hektar


Villa villa yang belum berpenghuni. telah diambil alih oleh Dion dan digabung dengan villa miliknya, hingga menjadikan kediamannya berubah sangat megah sekali


Itu berkat hadirnya dewa arsitektur, yang dibantu oleh muridnya James tersebut


Kini renovasi villa milik Dion telah selesai dilakukan, dan sudah menjelma menjadi sebuah istana yang sangat megah sekali


Karena kemegahan itulah, Gilmer Aldrich menjadi sangat kagum sekali. Dan spontan berkata dalam hati.


"Tidak salah kiranya keputusan ku untuk bergabung dengannya !"


"Mudah mudahan niat baik ku ini, dapat diterima oleh penguasanya!" Batinnya dalam hati. Lalu menyudahi rasa kekagumannya


Sementara Jenifer juga demikian. Bahkan terkesan kampungan sekali


Rumah orang tuanya tidak sebesar dan sebagus ini. Separuhnya saja tidak. Maka dia sangat terkesan dengan bentuk villa yang sangat luar biasa itu


Dalam hatinya juga berkata." Pantas guru Abi dan saudara seperguruannya, betah tinggal dan bergabung di sini!"


"Ternyata mereka diperlakukan sangat baik, dan dianggap seperti keluarga."


"Jika aku bergabung dengan keluarga ini. Mungkin aku akan diperlakukan secara spesial atau jauh lebih baik!"


"Aku kan cantik dan..!" Batin Jeny dalam hati, tapi di potong oleh gurunya tanpa sengaja


"Sudah! sudah!. Jangan terus menghayal Jeny!"


"Belum apa apa saja kau sudah gugup begitu!" Ucap gurunya sangat mengena sekali


Jeny yang ditegur dan diejek seperti itu, menjadi tergagap diam dan malu sendiri. Ingin rasanya dia protes pada gurunya. Tapi tentu saja dia tidak berani


Beruntung saat dia bingung dan galau tersebut. terdengar sebuah suara yang sudah sangat dikenalnya itu


"Tunggu apa lagi. Tuan besar dan tuan senior juga nyonya Ivory, kemungkinan sudah menunggu kita di dalam!"


"Oleh karena mari kita masuk!, Mungkin mereka sudah menunggu kita!" Ucap Adiwilaga cukup ramah


Ternyata benar seperti yang Adiwilaga katakan. Dion, tuan Birawa, Ivory juga yang lainnya. memang sedang menunggu kedatangan mereka, terutama kedatangan Gilmer Aldrich dan orang orangnya itu


Tapi suasana mendadak mencekam, karena Dion mengirimkan aura kesadarannya ke arah Gilmer dan orang-orangnya tersebut, hingga membuat nyali mereka menjadi ciut


Dion sengaja melakukan itu, karena ingin menegaskan, bahwa jika seseorang ingin bergabung dengan Birawa Group, maka harus bersikap tulus. dan jangan pernah menipu mereka


Jika mereka berani berbuat itu, maka bersiap-siaplah untuk hancur


Setelah menjajaki serta mengukur isi dalam dari tamunya itu. Dion menyudahi aksinya tersebut. kemudian berkata dengan ramah kepada tamu yang ingin menemuinya itu

__ADS_1


"Silakan duduk kawan!"


"Tentu kalian lelah setelah menempuh perjalanan jauh itu!" Ucap Dion ramah


Terima kasih tuan besar!. Anda sangat welcome sekali terhadap kami!"


"Jarang sekali ada orang besar serta kaya seperti anda yang bersikap seperti itu."


"Saya jadi malu dan serasa ditampar dengan situasi ini!"


"Untuk itu!. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih pada anda semua!" Ucap Gilmer Aldrich tulus. Kemudian menyilang kan kedua tangan di dada tanda takluk


Lalu tak lama kemudian dia berkata kembali." Putra tuan sangat luar biasa sekali!"


"Entah bagaimana caranya dia bisa menarik kami, dan mengirim kami ke mari!"


"Jadi sedikitpun kami tidak merasa lelah, seperti yang tuan katakan tadi!" Ujarnya penuh pujian


Tapi Dion tidak menanggapi atau bereaksi secara berlebihan. Malah dengan santainya dia berkata.


"Ada angin apa yang membawa anda datang kemari, dan berniat bergabung dengan perusahaan ku?" Ujarnya


"Perkenalkan dulu!. Saya Gilmer Aldrich, pengusaha kecil dari Amerika."


"Dan mereka berempat ini, adalah pengawal pribadi ku."


"Terus terang saja. Awalnya saya tidak mengetahui secara luas perusahaan milik anda ini."


"Tapi setelah mencarinya di internet dan berita berita yang ada, saya jadi tahu banyak tentang Birawa Group dan pemiliknya!"


"Jujur saya katakan!, bahwa perusahaan saya sedang kesulitan keuangan, disebabkan adanya proyek besar yang kami menangkan tendernya empat bulan yang lalu !


"Tapi ditengah jalan. Modal kami semakin menipis. sementara pihak pengembang, belum mau membayar profitnya, sebelum selesai 40 persen."


"Oleh karena itu!. Mohon berkenan kiranya tuan membantu kami, atau memasukkan perusahaan kecil kami ke dalam naungan perusahaan anda!" Jawab Aldrich apa adanya


"Kalau boleh tahu!. Proyek apa yang sedang anda garap itu?"


"Apakah ada peluang untuk dikembangkan di Indonesia?" Tanya Dion ingin tahu


"Pertama proyek bypass dan flyover, yang kemungkinan di negara tuan juga banyak."


"Proyek yang kedua adalah pembangunan jalan tol, yang menghubungkan antar dua negara bagian!"


"Kebetulan bagian tersulit nya adalah menembus bukit batu, yang ukurannya lumayan besar!"


"Karena kondisi itulah kami terpaksa mengeluarkan biaya banyak, karena mata bor yang digunakan sering patah atau aus!"


"Untuk itu kami sangat membutuhkan biaya tambahan, dari perusahaan besar seperti milik anda ini!" Jawab Gilmer Aldrich sangat berharap


"Berapa pagu anggaran yang tertera dalam proyek kecil yang kau garap itu?" Tanya Dion ingin tahu


"Tujuh setengah milyar dolar Amerika. Tapi dikerjakan secara multi year!" Jawab Aldrich merasa sungkan


"Jadi berapa modal yang kau butuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut?" Tanya Dion cukup tanggap


"Sangat besar tuan!. Sekitar 3.7 milyar dolar Amerika lagi, dan itu dijamin selesai seluruhnya, lengkap dengan sarana dan prasarananya!" Jawab Aldrich tidak enak hati


"Berapa nilai aset perusahaan mu?"


"Apakah lebih besar dari modal yang akan aku keluarkan itu?" Tanya Dion mendetail sekali


"Barang tidak bergerak atau aset berupa gedung 70 lantai, senilai 1.97 milyar dolar."


"Aset aset lainnya berupa bangunan mall. restoran dan transportasi sebesar 1.5 milyar dolar."


"Aset yang terbesar adalah alat alat berat, untuk mengerjakan proyek besar yang berjumlah empat ratusan itu."


"Total nilainya Sekitar 2,6 milyar dolar Amerika, dan masih dalam kondisi baik!" Jawab Aldrich sangat terperinci


"Lalu apa jaminannya jika kau mendapatkan tambahan modal dari ku?" Tanya Dion penuh strategi


"Tuan akan menguasai saham perusahaan saya sebesar 40 persen. Sedangkan saya hanya 35 persen, dan sisanya di kuasai oleh lima pemegang saham perorangan!" Jawab Aldrich cukup berani


"Cukup menarik!" Respon Dion berterus terang. Kemudian berkata lagi.


"Aku setuju membantu mu. Bahkan jika kau meminta ku untuk menambahkan modal yang lebih banyak!"


"Kalau begitu mari kita buat surat perjanjian, dan kontrak kerja antar dua perusahaan!" Sambut Dion mantap. Kemudian memandang ke arah kakeknya untuk meminta persetujuannya

__ADS_1


__ADS_2