
"Eh buset!. Kau panggil aku kakek!" Teriak Togar terkejut
"Hahahaha!. Kau memang pantas dipanggil opung Togar!" Respon Delvin dengan niat mengejeknya
"Sialan. Orang ganteng begini malah dipanggil opung. Sembarangan saja!" Ucap Togar kurang senang
"Lalu kau mau dipanggil apa opung!" Tanya Delvin ingin tahu
"Abang!. Ya abang!,
dan itu masih pantas di ucapkan padaku!" Jawabnya cuek
"Hahahaha!. Lucu!, lucu sekali!" Tawa Delvin kuat sekali
Dua orang gadis yang baru datang itu, juga ikut tertawa, tapi yang satunya lagi hanya tersenyum saja
Mereka tidak mengira, kalau panggilan yang tadi dialamatkan pada Togar, akan jadi lelucon bagi Delvin
Tentu saja si pemanggil tadi, menjadi ke malu hati sendiri
"Ada keperluan apa kalian datang ke sini?" Ucap Togar bertanya, setelah bisa menguasai keterkejutannya itu
"Kami cuma menyampaikan pesan dari tuan besar, jika kalian sudah selesai acara, diminta untuk menemuinya."
"Kalian siapa?" Tanya Togar ingin tahu
"Kami dua orang pengawal nona muda Maya!" Jawab Salah seorang diantara mereka cepat
"Selain itu, kami juga di titipin pesan, oleh dua orang wanita yang ada di sana."
"Apa pesannya?" Tanya Delvin ingin tahu
"Mereka berpesan agar kalian bergabung dengan mereka sekarang juga!" Jawab Mesya apa adanya
"Baik dan terimakasih!. Kalian sudah boleh pergi!" Jawab Delvin tegas
***
Sepuluh menit kemudian, Togar serta Delvin, sudah duduk di bawah tenda, dimana kedua wanita tidak terlalu tua tersebut duduk di sana
Walau mereka sudah agak berumur, tapi penampilan mereka masih cukup menarik untuk dipandang mata
Togar yang memang kebelet sekali dapat pasangan, tidak sabaran untuk mendahului menyapa, pada kedua wanita cantik dan modis tersebut
"Sungguh keberuntungan besar bagi kami, mendapat undangan dari anda."
"Kalau boleh tahu, dan maaf tidak sopan bertanya. Dimana pasangan kalian?" Tanya Togar memulai cerita
"Ah anda bisa aja!. Kalau kami punya pasangan, tidak mungkin kami mengundang anda, untuk datang kemari saat ini!" Respon Thania dengan ekspresi sedikit genit
"Betul juga ya?. Tapi ngomong ngomong, apakah waktu anda tidak terganggu karena kedatangan kami?" Tanya Togar sekedar menguji
"Tentu saja tidak!. Karena kami sendiri yang mengundang kalian berdua untuk datang." Jawab Soraya kalem
"Bagus lah kalau begitu!" Jawab Togar senang
"Apakah anda karyawan senior Birawa Group juga?" Tanya Sonya atau Soraya ingin tahu
"Oh bukan!. Kami berdua adalah teman tuan senior, yang berasal dari Jakarta!" Jawab Delvin cepat
"Lalu untuk apa anda berada di pesta ini, apakah kalian ingin mendapatkan pasangan juga?" Tanya Thania blak blakan
__ADS_1
"Anda benar!. Kami ke sini memang ingin mendapatkan tempat di hati seseorang. Siapa tahu berjodoh!" Jawab Togar berterus terang
"Lalu bagaimana dengan kalian berdua, apakah datang ke sini karena itu juga?" Tanya Delvin mau tahu
"Kakak benar!. Hitung hitung refreshing otak, karena setiap hari di peras karena pekerjaan!" jawab Sonya diplomatis
"Sampai sejauh ini apa kalian sudah mendapatkannya?"
"Abang ini bagaimana sih!. Kalau kami sudah menemukan yang cocok, tak mungkinlah kalian bisa ada di sini?" Jawab Thania sewot
"Eh itu!. Maksud ku bukan begitu. Kemungkinan kita bisa berteman atau bagaimana maunya?" Jawab Togar gugup
"Untuk apa berteman?. Bukankah akan lebih baik kalau langsung jadian saja?" Respon Thania menantang
"Ha!. Apakah adik serius?" Tanya Togar seakan tidak percaya
"Untuk apa adik berbohong bang?. Tak ada gunanya juga!" Jawab Thania serius
"Mantap!" Respon Togar senang
"Oh ya!. kenalkan, Saya Togar!"
"Adik boleh memanggil ku bang Togar saja!" Ucap Togar memperkenalkan diri
"Saya Thania Isabela, tidak bermarga. Dan ini teman ku Soraya atau Sonya!"
"Nama yang cantik!" Gumam Delvin lirih
"Apakah namaku tidak secantik wajah ku kak...?" Ucap Soraya terhenti, karena belum tahu nama lawan bicaranya tersebut
"Delvin Prima !. Tapi cukup panggil Delvin, atau kak Delvin saja!" Sambungnya cepat. Kemudian menyambung lagi bicaranya
"Wajah anda secantik namanya!" Ucap Delvin lagi
"Gombal!, karena ada maunya!" Respon Thania mencoba melucu
"Walau gombal tapi masih bisa di pake tau!" Jawab Togar menanggapi, dan berusaha juga untuk melucu
"Dipakai apanya bang Togar?" Sambung Sonya ingin tahu
"A.. itu. Eh pokoknya itu lah!" Jawab Togar gelagapan, dan malu untuk mengatakannya
"Hahahaha!" Serempak mereka bertiga tertawa lepas, mendengar jawaban dari Togar itu. Sedangkan Togar sendiri, berdiri kebingungan, di dekat kursi duduknya tersebut
Tidak terasa, malam terus merangkak diam, dan tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11.30 malam. Sudah saatnya pesta diakhiri
Hampir seluruh pengawal Dion dan karyawannya, termasuk Togar serta Delvin, telah menemukan jodohnya masing masing
Acara tersebut benar benar sukses, dan membuat pasangan yang baru terbina tersenyum bahagia, saat menuju alam peraduannya itu
Dion, tuan Birawa serta Ivory, sangat senang sekali, ketika melihat dan mendengar, masing masing orang yang dipilih, telah bertemu dengan tambatan hatinya
Atas kesuksesan acara tersebut, Dion berencana akan mengadakan acara serupa, di sesi kedua, ajang mencari jodoh itu, agar seluruh orang orangnya hidup tidak kesepian lagi
Kini setiap orang yang tidak berjaga, terlelap dalam tidurnya, termasuk juga Dion dan keluarganya
***
Satu setengah bulan kemudian
Awan datang seperti berarak penuh dendam. Cintanya belum mendapatkan tempat di hati Maya
__ADS_1
Entah mengapa, keraguan dan harapan, masih bergelayut dihatinya. Sampai sejauh ini, dia belum bisa lari dari kenyataan yang ada di depan mata
Dia sudah berusaha untuk melupakan seseorang, yang pertama kali mengetuk pintu hatinya. Tapi semakin di coba semakin tersiksa batinnya
"Cinta oh cinta!. Kenapa serumit ini engkau melanda?"
"Tak tahukah engkau, bahwa hati ini telah tertutup, dan hanya terbuka untuk dia seorang "
"Tolonglah beri aku kesempatan, agar bisa merasakan tulusnya cinta, dari orang yang sangat aku kagumi."
"Tapi mengapa kau terus menyiksa ku duhai cinta?"
Irama melankolis itulah, yang sedang melanda kedua insan yang belum ditakdirkan untuk bersatu
Awan dan Maya belum berjodoh juga.Tiger ayahnya, serta Rudolf kakaknya, sangat menyayangkan kejadian itu
Dion, tuan Birawa serta Ivory, juga menyayangkan kisah kasih mereka yang tertunda
Sedangkan langit dan bumi sudah resmi bertunangan dengan pasangannya masing masing. Begitu juga dengan pasangan baru yang lain
Nirmala, akhirnya membuka hatinya, yang terlanjur sakit hati pada Bumi. Sedangkan Melati Anastasia, atau yang selalu dipanggil Tasya, telah berhasil mendapatkan kepercayaan dari Langit, karena dewa tabib telah menjamin tentang kesuciannya
Kini tinggallah Awan tetap berarak sendirian di angkasa, tanpa arah tujuan, tanpa kepastian
Angin sepoi-sepoi basa yang selalu menemani kemanapun awan pergi, merasa kasihan pada sahabatnya di angkasa itu
Puncaknya adalah saat awan sedang duduk sendiri, ditemani oleh sepoi angin malam tersebut
Tiba-tiba lamunannya terhenti, karena suara seseorang membuyarkan angannya
"Kak Awan!" Ucap seseorang yang tiba tiba muncul dari belakangnya
"Nona muda!" Respon Awan terkejut, Kemudian buru-buru berdiri untuk menyambut kedatangannya
"Kenapa nona muda datang?. Bukankah besok nona muda akan kembali ke kota Teluk Berlian?" Tanya Awan penasaran
"Pulangnya kan besok!, bukan malam ini juga kak!" Jawab Maya enteng
"Jadi?" Ucap Awan terhenti di udara
"Aku datang karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada kakak, yaitu tentang belum bisanya aku memutuskan, apakah menerima mu atau tidak!" Jawab Maya mantap, mencoba mendudukkan akar permasalahannya
"Sudahlah nona muda!. Saya sudah berusaha untuk memahami keberatan nona itu."
"Sebagai seorang nona muda, tentu berat bagi anda untuk memilih ku!" Tanggapan Awan diluar dugaan
"Bukan begitu kak Awan. Bukan karena kedudukan ku sebagai nona muda, tapi ini tentang belum bisanya hati ini berpaling pada yang lain!"
"Jadi maafkan aku kak Awan!. Sungguh aku belum bisa move on dari bayang bayang masa lalu ku mencintai seseorang."
"Berikan aku waktu sebentar lagi, untuk bisa merasakan cinta dan perhatian mu pada ku."
"Percayalah!. kali ini aku akan memutuskan yang terbaik untukmu." Ucap Maya lirih, tapi sedih
"Tapi sampai kapan nona muda?. Apakah harus ku tunggu sampai seratus tahun lagi?"
"Berusahalah kak!. Raih simpati ku, raih kepercayaan ku, dan raih cinta serta perhatian ku pada mu!"
"Yakinlah!. Sekeras apapun batu karang, Jika terus tergerus ombak, lama lama akan terkikis juga!" Ucap Maya mencoba menguatkan hati calon pasangannya
"Baiklah nona muda!, saya akan menunggu waktu itu tiba."
__ADS_1
"Jika tuan besar mengizinkan, saya akan datang ke kota berlian itu, untuk menjemput asa ku!" Jawab Awan mantap