Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Jangan bermimpi Jeny


__ADS_3

"Tenang kawan!. Aku juga seperti mu!"


"Tanpa kau sadari, aku juga mempunyai misi yang diberikan oleh seseorang dua tahun yang lalu!"


"Jadi rahasia mu akan tetap aman sampai kapan pun!"


"Bahkan kita bisa bekerja sama untuk membuat Tejamaya menyesal seumur hidup!" Ucap teman Albion yang juga berprofesi sebagai ninja pada diri sendiri


Kemudian melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda, dan bangun pada keesokan harinya


***


Sementara itu masih di kota yang sama. Jenifer dan Abhicandra yang baru masuk ke dalam rumah sewanya itu, terlihat sedang berbincang serius satu sama lain


Walau malam sudah mulai larut, tapi mereka belum tidur juga. Padahal diluar tadi, Jenifer sudah sangat mengantuk sekali


Tapi begitu masuk, hilang rasa kantuknya


"Bagaimana cara guru datang tadi?. Padahal jarak Indonesia dengan Amerika sangat jauh sekali?"


"Apakah guru mempunyai ilmu menghilang, dan muncul ditempat yang diinginkan?" Ucap Jenifer merasa penasaran


"Orang seperti kita ini mana bisa melakukan itu Jeny. kecuali kalau kita memang orang seperti itu."


"Bukankah tadi sudah guru katakan, bahwa di dunia ini, hanya tuan muda yang bisa melakukannya."


"Kapan dan kemanapun dia mau pergi, hanya meniatkannya saja pasti sudah terlaksana."


"Bahkan membawa orangpun dia bisa. Termasuk menarik atau melemparkan seseorang ke tempat yang diinginkan." Jawab Abhicandra apa adanya


"Sehebat itukah dia guru?. Apakah dia juga bisa terbang?" Tanya Jenifer bersemangat


"Melintasi waktu saja dia bisa apalagi terbang!"


"Tapi guru belum pernah melihatnya melakukan itu." Jawab Abhicandra lagi


"Kenapa?. Apakah kau tertarik ingin belajar ilmu seperti itu juga?" Tanya gurunya


"Benar guru. Ilmu tersebut termasuk langka!"


"Di zaman modern ini, aneh jika ada orang yang mampu melakukannya. Apalagi bisa terbang!" Jawab Jenifer semakin bersemangat


"Kau jangan bermimpi untuk bisa mempelajari ilmu itu, atau bermimpi bisa terbang, apalagi bepergian tanpa alat seperti itu!"


"Hanya orang yang mempunyai pertalian darah dengan pencipta ilmu tersebut, baru bisa melakukannya?" Sambut Abhicandra sekedar mengingatkan


"Sayang sekali!. Padahal Jeny kepingin yang seperti itu!" Keluhnya putus asa


"Jangan menyerah dulu. Masih ada ilmu lain yang bisa kau pelajari, jika kau bergabung dengan Birawa Group!"


"Salah satunya adalah ilmu yang dikuasai oleh uwa guru mu itu."


"Sekarang ilmunya sudah semakin tinggi. Mungkin menyamai ilmu eyang guru mu dulu." Ucap Abhicandra apa adanya


"Benarkah itu guru?. Apakah guru sedang tidak membohongi Jeny?" Tanya Jenifer ingin tahu


"Buat apa guru membohongi mu. Tidak ada untungnya juga!"


"Jika kau mau pulang saat ini juga bisa."


"Tinggal mengirimkan aura kesadaran kita ke medali ini. tuan muda akan menarik kita ke sana!" Jawab Abhicandra berterus terang


"Semudah itu?" Tanya Jenifer keheranan


"Tentu saja!. Apa yang tidak bisa dilakukan oleh tuan muda sakti itu di dunia ini?"


"Rata rata bisa dilakukannya!. Bahkan jika harus menghancurkan sebuah kota. Itu mudah bagi nya!"


"Kalau kau ingin belajar ilmu lain dengannya Mungkin kau bisa menjadi muridnya!" Ucap Abhicandra menjelaskan, dan berniat membujuk muridnya, agar mau kembali ke Indonesia


"Menjadi murid?. Apa tidak kebalik itu guru?"


"Yang pantas menjadi murid itu dia, bukan Jeny!" Ucapnya terkesan sombong

__ADS_1


"Hahahaha!. Kau ingin menjadi gurunya!. Jangan mimpi!"


"Guru saja termasuk uwa gurumu itu, tidak mampu mengalahkannya, apalagi kau!"


"Kami semua ini adalah muridnya sekarang!. Karena level kekuatannya sudah tidak bisa kami jangkau!"


"Bahkan adiknya saja!. mungkin kita ini tidak bisa mengalahkannya!" Respon Abhicandra merasa geli atas ucapan muridnya itu, tapi sedikit melebih-lebihkan kata


"Apakah tuan muda itu mempunyai adik?" Tanya Jenifer mulai bersemangat lagi


"Ya benar!. Nona muda terlahir sudah sakti, dan mempunyai ilmu bawaan!"


"Hanya orang tertentu yang bisa merasakan kekuatannya." Jawab Abhicandra cukup panjang. Kemudian menyambung perkataannya


"Jadi apa keputusan mu Jeny? Apakah kau mau pulang ke Indonesia, dan bergabung dengan Birawa Group?" Tanya Abhicandra penuh pengharapan


"Entahlah guru!. Jeny pergi dari Indonesia karena tidak mau diserahi tugas, untuk mengelola perusahaan ayah."


"Jeny masih ingin bebas dan berpetualang mencari ilmu yang lebih tinggi!"


"Beri waktu untuk Jeny berpikir sampai besok ya." Jawab Jenifer belum ada keputusan


Tapi tak lama kemudian pun dia berkata lagi


"Oh ya guru!. Apa kabar guru sekarang. Apakah baik baik saja?" Tanya Jenifer setelah sekian lama berbincang dengan gurunya, dan lupa menanyakan kabarnya


"Sudah telat bertanya. Dari tadi kemana saja?" Reaksi Abhicandra tidak terduga


"Lupa guru!. Hehehe!" Jawab Jenifer sekenanya. Kemudian meminta izin dengan Abhicandra untuk memasuki kamarnya dan tidur


***


Keesokan harinya


Jeny dan gurunya terlihat sedang duduk di meja makan. Saat itu jam baru menunjukkan pukul 7.30 waktu setempat


Suasana di perumahan tersebut sudah terlihat ramai oleh lalu lalang kendaraan. Tapi ada yang sengaja berjalan kaki


Namun sambil mereka lewat itu, mata mereka tak lepas dari memandang puing-puing pot, dan pohon pohon kecil yang berserakan di halaman rumah tersebut


Namun ada sebagian orang yang tahu, bahwa di rumah itulah sumber asal mula kejadian. dimana muncul siluet yang menyerupai burung phoenix. dan banyak yang menyangka, bahwa siluet tersebut adalah bentukan dari sinar laser, yang dimainkan oleh seseorang


Sementara itu di dalam rumah, atau tepatnya di ruang makan. sambil menyantap makanannya, Jeny pun berkata.


"Sudah Jeny putuskan guru! Jeny akan kembali ke Indonesia, tapi bukan sekarang." Ucap Jenifer bersemangat


"Kenapa?" Tanya Abhicandra keheranan


"Karena masih ada yang harus Jeny urus, dan menuntaskannya!" Jawab Jenifer mantap


"Tentang apa itu?" Respon gurunya ingin tahu


"Rahasia?" Jawab Jenifer cuek saja


"Huh!. Kau dan ibu mu sama saja!"


"Selalu meledek orang dan membuatnya kesal!" Respon Abhicandra pura pura emosi


"Tapi Jeny bisa serius kan?. Kota ini saja ketakutan karena ulah Jeny!"


"Benarkan itu guru?" Jawab Jenifer manja. Tapi tiba tiba..


"Pemirsa!. Fenomena aneh di langit Nevada malam tadi, berhasil membuat kota kita menjadi semakin terkenal!"


"Pertunjukan laser yang dimainkan oleh seseorang itu, mampu membuat kita merasa takjub dan terkesan!"


"Bukan hanya itu saja!. Laser tersebut juga bisa dibentuk menyerupai seekor Phoenix, yang hanya ada dalam legenda masyarakat timur!"


"Tapi bedanya!. Hewan aneh itu bisa membuat siapa pun yang melihatnya merasa ketakutan, apalagi kalau ditatap olehnya!"


"Kita benar benar harus berterima kasih pada yang membuat ide itu. Karena barusan kami mendengar ahli ahli metafisika, supranatural dan sejenisnya, akan datang ke kota kita hari ini!"


"Bukan hanya itu saja pemirsa!. Ahli purbakala, ahli sejarah dan para ahli yang terkait dengan bidang mahluk itu, juga akan datang ke sini!"

__ADS_1


"Mereka ingin membuktikan jejak sejarah dan meneliti spesimen mahluk tersebut!"


"Oleh karena itu kita patut berterima kasih dengan orang itu. Karena pertunjukannya yang sangat spektakuler tersebut!" Ucap seorang pembaca berita, di salah satu stasiun televisi nasional negara tersebut


"Guru!. Bagaimana ini?"


"Berita kemunculan burung Phoenix itu, sudah merebak di seantero Amerika, bahkan mungkin dunia!"


"Banyak orang yang ingin datang ke mari, yang tentu saja ingin menemui ku guru!"


"Apa yang harus Jeny lakukan guru?" Reaksi Jenifer gugup, setelah menonton siaran langsung tentang ulahnya malam tadi


"Tenang!. Itu masalah gampang!"


"Serahkan saja pada guru!" Jawab Abhicandra kalem. dan mencoba menenangkan murid kesayangannya itu


Ting Tong!


Ting Tong!


"Guru!. Sepertinya ada yang datang!" Ucap Jenifer semakin gugup


"Ya guru sudah tahu itu!. Ayo kita temui mereka!" Sambut gurunya enteng


"Mereka!. Bukankah hanya satu orang guru. Tapi mengapa guru bilang mereka?" Tanya Jenifer keheranan


"Yang datang itu bukan seorang saja, tapi ada beberapa."


"Mungkin mereka pengawalnya?"


"Kalau tak salah lihat!. Pria tersebut pernah datang kemari walau tidak berani mendekat!"


"Kejadiannya malam tadi. saat kita dikirim ke markas Tejamaya!"


"Pagi ini dia kembali datang. Hanya sekedar memastikan sesuatu yang ingin diketahuinya."


"Bagaimana guru bisa tahu, padahal guru belum pernah bertemu dengannya?" Tanya Jenifer keheranan


"Ilmu mu sudah sangat tinggi!, tapi merasakan aura yang tertinggal saja kau tidak bisa!. Dasar murid bodoh!" Jawab gurunya cukup mengena


"Hehehe. Jeny lupa guru!" Respon Jenifer cuek, dan hanya bisa tertawa saja


"Dengar!. Laki laki itu sangat penasaran dengan mu, karena kejadian malam tadi."


"Waktu aura yang kau keluarkan itu muncul, dia pasti melihatnya!"


"Tak lama sesudah kita pergi itu, dia dan anak buahnya datang. Tapi kita tidak ada."


"Jadi dia kembali lagi pagi ini!. Begitu!" Ucap Abhicandra mengulang penjelasan


"Begitu ya guru!" Respon Jenifer polos dan enteng saja


"Tunggu dulu!. Ini aneh!. Apakah kau tidak memperhatikannya Jeny?" Tanya Abhicandra sekali lagi


"Tidak guru!. Mana sempat Jeny memperhatikannya!" Jawab Jenifer apa adanya


"Ah sudahlah!. Ayo kita keluar, dan temui mereka!" Balas gurunya kesal, dan malas melayani murid manjanya itu


"Baik guru!" Jawab Jenifer patuh


Kemudian beranjak dari tempat duduknya, dan menuju pintu depan untuk menemui orang yang sedang menunggunya di luar


Begitu abhicandra membukakan pintu. Terlihat dalam jarak 3 meter, ada seorang pria tampan yang berpakaian jas lengkap, dengan empat orang pria tegap yang mendampinginya


Tak lama kemudian laki-laki tampan itu pun membungkuk ke arah Abhicandra. Lalu berdiri dan cepat menyapa Abhicandra, sambil melirik kearah Jennifer, orang yang sangat ingin ditemuinya itu


"Selamat pagi tuan dan nona!. Maaf jika kedatanganku mengganggu ketenangan kalian!" Ucapnya cukup ramah


"Katakan apa keperluan kalian, hingga pagi pagi begini sudah mendatangi rumah murid ku ini?" Respon Abhicandra tidak terduga. Sambil mengedarkan aura kesadarannya ke arah pria tersebut


"Hemm!. Ternyata dia bukan orang sembarangan!"


"Ilmunya cukup tinggi juga. Tapi levelnya masih dibawah Jenifer." Batin Abhicandra Dalam hati

__ADS_1


"Saya hanya ingin berkenalan, sekaligus ingin belajar dengan murid tuan itu!" Jawab Gilmer Aldrich berterus terang. Tapi hatinya berdegup tidak karuan


__ADS_2