Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
15. Masih Saja Diremehkan


__ADS_3

Mereka berempat yang melihat Dion diam saja, sambil mengangguk anggukkan kepala, berpikir bahwa dia sudah memaafkan mereka, ternyata salah besar


"Untuk urusan ini, kita selesaikan setelah aku selesai sarapan, atau lain kali saja, karena aku ada urusan penting yang harus aku selesaikan di luaran sana." Dion berkata tanpa ekspresi


"Sekarang tunjukkan di mana letak restoran hotel ini. Aku mau mengambil sarapan. Sebentar lagi aku akan dijemput. Cepat tunjukkan!" Dion berkata benar benar kesal


"Mohon maaf tuan. Untuk tamu penting seperti tuan, semua kebutuhan telah dikirim ke suite tuan, termasuk untuk sarapan." Jawab kepala restoran merendah


Sikapnya benar benar berubah 180 derajat, tidak lagi angkuh seperti tadi. begitu juga dengan eksekutif chef itu


"Oh begitu!". Jawab Dion singkat, kemudian beranjak pergi, tanpa memperdulikan mereka yang berdiri bengong di tempatnya


"Cepat antar tuan Dion, dan layani dia dengan baik!" Terdengar sebuah suara dari kejauhan, yang ternyata berasal dari general manager mereka


"Baik tuan!" Serentak mereka menjawab, kemudian mengikuti Dion, untuk naik ke lantai atas, guna melayani Dion sarapan pagi ini


Dion yang mendapat layanan pribadi untuk sarapan, yang tak tanggung tanggung, langsung dilayani oleh eksekutif chef, hanya diam saja. Baginya itu kesempatan, untuk menguji seberapa tulus mereka melayani dirinya. Apa karena pamrih, takut atau karena mematuhi perintah


Setelah selesai sarapan, mereka berempat membereskan perabotan makan yang ada di meja makan. Membersihkannya, dan membawa turun untuk dicuci, setelah meminta izin kepada Dion


Tapi sebelum mereka turun, Dion meminta kepada mereka untuk membawa sisa makanan malam tadi di kulkas


Waktu tidak terasa sudah menunjukkan pukul 9.10. Saatnya untuk Dion bersiap siap pergi menemui kakeknya, untuk menerima mandat atau penyerahan kekuasaan semua aset perusahaan Birawa Group


Dengan mematut matut dirinya di cermin, Dion memutuskan untuk mengganti pakaian yang dikenakannya. Baju kaos yang tadi dipakai nya, diganti dengan kemeja putih lengan panjang


Kemeja satu satunya yang masih terlihat baru, karena jarang dipakai olehnya, terasa pas di tubuhnya yang tinggi atletis, dipadukan dengan celana panjang berwarna biru Dongker


Setelah merapikan rambutnya, Dion bergegas turun ke lantai bawah, menunggu untuk dijemput oleh Ivory


Gadis gadis resepsionis sudah mengenal dan mengetahui siapa Dion, begitu juga dengan Sherly, yang sekarang hanya menjadi staf biasa di bagian front office itu


Tapi bagi tamu tamu yang saat itu ada di lobby Hotel, mereka memandang Dion dengan muka meremehkan. Terlihat benar mereka kurang senang atas kehadiran Dion di dekat mereka


Tepat pada saat itu, handphone Dion berbunyi, dia segera mengeluarkan hp jadul nya, dan mengangkat sebuah panggilan masuk, yang ternyata dari Ivory


Orang orang yang melihat Dion mengeluarkan hp jadul, tersenyum sendiri, tapi berusaha ditahannya

__ADS_1


Dion cuek saja, tidak memperdulikan reaksi mereka. Dion malah asyik mengarahkan pandangannya ke pintu masuk hotel, untuk memastikan apakah Ivory sudah datang atau belum


Tak lama berselang, seorang gadis cantik dengan tubuh berisi, yang terlihat proporsional dengan tinggi badannya, datang menghampiri Dion yang sedang duduk di sofa lobby hotel


Kehadirannya menarik perhatian beberapa orang tamu yang ada di lobi tersebut, termasuk Sherly, dan gadis penerima tamu, serta karyawan lain, yang kebetulan tengah berada di situ


Mereka tidak tahu, kenapa seorang sekretaris utama tuan Mahesa Birawa, yang notabenenya adalah pemilik hotel tersebut, datang pada pagi hari itu secara mendadak. Apakah ada masalah penting di hotel itu. batin mereka bersamaan


Ivory yang ditatap oleh beberapa orang cuek saja. Dia terus maju mendekati Dion dan membungkukkan badannya ke arah Dion dengan sikap hormat


Kejadian itu tentu saja membuat mereka yang hadir di situ terkejut, siapa gerangan orang yang telah mendapat kehormatan dari seorang sekretaris, sekaligus tangan kanan tuan Mahesa Birawa itu


Keterkejutan mereka terus berlanjut, tapi Sherly segera menyadari, dengan sigap dia menghubungi general manager hotel, memberitahu tentang kedatangan nona Ivory ke hotel tersebut


Begitu mendapat pemberitahuan itu, bergegas dia menghubungi bawahannya untuk ikut turun, menyambut nona Ivory di lantai dasar


Tak lama kemudian, lusinan orang orang penting hotel, termasuk general managernya, datang dan berjalan tergopoh gopoh ke arah nona Ivory


Begitu sampai, serentak mereka menundukkan kepala ke arah nona Ivory dengan sikap hormat


"Ada gerangan apakah nona berkenan datang ke hotel sepagi ini?" Tanya William sambil membungkuk


Mendapat pemberitahuan itu, serentak mereka menoleh ke arah Dion, dengan raut penuh tanda tanya


"Belum saatnya kalian tahu siapa tuan ini sebenarnya. Jalankan tugas kalian. Biarkan aku berbicara secara pribadi dengan tuan ini." Ujar Ivory tegas terkesan menegur mereka


Mendapat teguran dan perintah itu, general manager dan yang lain segera permisi berlalu, tapi sambil berjalan hati bertanya tanya


"Untuk apa nona Ivory datang ya?"


"Apakah khusus untuk menemui tuan Dion, tamu penting hotel ini?"


"Mungkin ada urusan lain disini."


"Siapa sebenarnya tuan yang ingin ditemuinya?"


"Apakah dia orang penting, sehingga nona Ivory sanggup menunduk padanya?"

__ADS_1


Itulah beberapa pertanyaan dalam hati mereka, baik dari general manager hotel, maupun dari petinggi lain


Setelah mereka dipastikan benar benar pergi. Dion mengajak nona Ivory untuk segera keluar dari lobby hotel


Ivory menyetujui saran dari Dion. Mereka berjalan bersama, dengan Dion berada di bagian depan, sedangkan Ivory mengekor di belakangnya


Peristiwa itu tentu saja menimbulkan kegemparan di lobby hotel tersebut. Tapi mereka tidak berani berkomentar terang terangan, cuma dalam hati


Beberapa saat kemudian, Dion dan Ivory sudah berada dalam mobil. Dion tidak menuju mobil Ivory, tapi menuju mobilnya sendiri


"Wow! Pilihan tuan sangat pas dengan kepribadian tuan, mobil Lamborghini keluaran terbaru. Jadi yang sedang viral di media sosial adalah mobil tuan?" Tanya Ivory senang


"Ah!. Mereka saja yang kepo. mau tahu saja urusan orang lain." Jawab Dion sekenanya


Sementara itu, mobil terus melaju, membelah jalanan kota yang masih ramai. Beberapa orang yang melihat mobil Dion yang viral baru baru ini di sosmed, serentak berkomentar


"Lihat!. Itu mobil Lamborghini keluaran terbaru yang lagi viral. Ayo kita ambil gambar atau videonya." Ujar mereka serempak sambil mengarahkan kamera hp nya ke arah mobil yang sedang melaju di jalan


Tak lama berselang, berita tentang mobil itu merebak di sosmed, bermacam ragam komentar bermunculan di sana


Ivory yang duduk di sebelah Dion, sempat juga membuka hp, dan melihat bagaimana terkenalnya mobil Lamborghini milik tuannya di masyarakat, tapi dia hanya tersenyum saja


"Orang orang pada sibuk membicarakan mobil itu, aku malah menaiki mobil tersebut. Duh miris!" Batinnya


Sesuai dengan rencana awal, sebelum menemui kakeknya, Dion harus membeli baju baru, lengkap dengan jasnya, tak lupa pula harus membeli handphone baru


Dion menghentikan mobilnya di depan toko, yang mempunyai areal parkir cukup luas, atas rekomendasi dari Ivory


Toko yang dikunjunginya, adalah toko kenamaan di kota B " The George Style Emperor " Itulah nama toko yang mau dikunjunginya


Walaupun penampilan Dion sangat sederhana, tapi dia mengendarai mobil mewah, bersama dengan seorang wanita yang sangat cantik. Orang orang yang melihatnya terpana, dan bertanya tanya siapa gerangan laki laki yang sangat beruntung itu


Banyak yang iri, banyak juga yang mencibir


"Huh!. Paling paling lelaki simpanan!" Cibir mereka dalam hati


Tanpa memperdulikan ocehan dan tatapan mereka, Dion dan Ivory melangkah masuk ke dalam toko

__ADS_1


Kedatangan mereka disambut oleh seorang pramuniaga yang berparas cantik, tapi masih kalah cantik dengan Ivory


"Selamat pagi tuan dan nyonya. Ada yang bisa saya bantu?"


__ADS_2