Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Sabuk keberuntungan


__ADS_3

Prang!


"Papa!" Teriak Ivory keras keras


Gelas berkaki yang berisi air putih, yang sejak dari tadi dipegang olehnya, terjatuh kelantai secata tiba tiba dan pecah berantakan


"Cucu ku ada apa?" Tanya tuan Birawa keheranan


"Entahlah kek!.Tiba tiba saja perasaan ku menjadi tidak enak tentang ayah anak ku!" Jawab Ivory apa adanya


"Kau tenanglah cucu ku!. Suami mu itu tidak akan mudah terluka apalagi mati!'


"Kakek yakin dia dan pasukannya akan bisa menghentikan serangan yang tidak disangka sangka itu."


"Jadi kau tenang saja, dan berdoa agar pertempuran ini cepat selesai." Ucap tuan Birawa cukup bijaksana


Padahal di dalam hatinya berkecamuk perasaan takut yang tidak menentu


"Baiklah kek!" Jawab Ivory patuh, dan bisa sedikit tenang, karena kehadiran kakeknya itu


Kemudian dia berdiri dari duduknya dan keluar dari dalam villa memandang ke arah kota B, yang saat ini pertempuran yang terjadi di dalamnya masih tetap berlangsung


***


"Hiaaa!"


Des!


Crash!


Jleb!


Hans begitu marah sekali, ketika melihat tuan besarnya di lukai seperti itu. Mau menolong masih banyak musuh yang siap menyabut nyawa mereka. sedangkan para pengawal lain juga sedang berhadapan dengan para penyerang itu


Karena pertarungan tidak menggunakan tangan kosong atau senjata tajam, itu sedikit menyulitkan langkah mereka. Para penyerang tersebut rata rata menggunakan senjata api laras panjang berjenis Ak 47 dan sejenisnya, yang entah dari mana mereka dapatkan senjata senjata haram tersebut


Sejak dari awal para pengawal Dion, juga otoritas kota dan pengawalnya, dihujan dengan tembakan secara bertubi tubi oleh pasukan Aminata itu


Tapi Dion ternyata salah langkah, karena saking marahnya, hingga membuat tubuhnya terkena peluru tajam, yang memang sengaja di arahkan padanya


Kini, Hans sedang berkelebat ke sana kemari, sambil melemparkan belati belati kecil ke arah musuh. Tidak cukup itu saja, tangan Hans juga bergerak lincah, melancarkan serangan mematikan ke arah lawan lawannya.


Akibatnya, belasan tubuh ambruk ke tanah, bahkan ada yang tangannya terpotong oleh kemarahan Hans, dia tidak memperdulikan tubuhnya yang bersimbah darah, karena terkena peluru tajam yang memang di arahkan ke padanya


Untung saja tubuh Hans sedikit kebal, Hanya kulitnya saja yang terluka, tapi mengeluarkan darah cukup banyak


Tapi Hans tidak memperdulikannya, dia terus saja merangsek kearah orang orang bersenjata itu


Dalam satu kesempatan, dia meraih senjata api yang tergeletak di tanah, dan menembakkan nya secara membagi buta


Akibat dari tindakannya itu, seluruh musuh yang menyerang mereka mati saat itu juga, dan meninggalkan senjata senjata mereka di tanah


Setelah memastikan situasi aman, Hans bergegas mendekati Dion, dan mendapati tuannya masih terkapar di tanah


"Tuan besar!" Ucap Hans dengan ekspresi ketakutan dan cemas

__ADS_1


"Jangan khawatir!. Aku tidak apa apa!" jawab Dion enteng


"Tuan besar!. Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Hans penasaran, serta sudah bisa bernafas lega


"Beruntung peluru yang mengarah padaku tadi, terhalang oleh sabuk ini. Kalau tidak, aku tidak tahu apakah nyawa ku masih Bisa selamat atau tidak!" Jawab Dion berterus terang


"Uuh!." Keluhnya kesakitan, kemudian berusaha bangkit dari duduknya, dan mencoba untuk berdiri


Perut bagian kanannya terasa sakit, akibat diterjang oleh peluru tajam, yang ditembakkan dari jarak dekat dan mengenai perutnya


Tapi terhalang oleh sabuk pemberian gurunya itu, sebagai bentuk penghargaan dari guru terhadap muridnya


"Apa tuan mengalami luka?" Tanya Hans dengan ekspresi khawatir


"Tidak ada, cuma perih saja terasa." Jawab Dion apa adanya


"Aku yang seorang praktisi tenaga dalam, ternyata lengah karena kemarahan yang meluap meluap tadi."


"Jika dalam keadaan normal, mungkin aku bisa menghentikannya, atau minimal menangkisnya dengan pertahanan tenaga dalam, jadi laju peluru itu bisa di kurangi."


"Tapi karena musuh menembak ku dengan cara curang, saat aku lengah, maka aku tidak bisa mengantisipasinya."


"Entah apa jadinya kalau peluru tadi mengenai dada atau kepalaku, mungkin saat itu juga kau sudah tidak mempunyai tuan besar lagi." Ucap Dion sedikit bercanda


"Tuan jangan menakuti kami!. Kami tidak berharap tuan binasa. malah kami berharap, kamilah yang akan menggantikan posisi tuan, jika peluru tadi membuat tuan tewas."


"Tapi syukurlah tuan besar selamat. Kalau tidak, saya tidak akan bisa mengampuni dosa saya, karena tidak becus menjaga keselamatan tuan besar!." Ucap Hans tidak enak hati


"Sudahlah!. Yang penting aku masih hidup!"


"Baik tuan besar!" Jawab Hans dan 37 orang pengawal lainnya secara serempak


Dari 37 pengawalnya itu, tidak satupun yang mati atau terluka, cuma trauma saja, karena baru pertama kali menghadapi pertempuran dengan musuh yang memakai senjata api otomatis tersebut


Sedangkan mereka melawan tembakan itu dengan sepucuk pistol dan revolver. Sementara para ninja dan assassin nya, menyerang mereka dengan menggunakan shuriken serta kunai, yang di pasangi peledak sihir


Tak lama sesudah itu, dion memerintahkan pada anak buahnya, agar senjata senjata yang tergeletak di tanah, di ambil dan nantinya akan di gunakan untuk melawan para penyerang itu


Dengan perintah dari tuannya, mereka memunguti senjata senjata yang berserakan di tanah tersebut


Ada dua pelontar mortir berbentuk bazoka, yang belum sempat di gunakan oleh para penyerang itu.


Di tempat itu juga, mereka menemukan, 8 buah granat yang masih tersimpan rapi dalam sebuah tas, dan belum sempat juga di gunakan oleh pemiliknya


"Gawat!. Ternyata musuh yang menyerang kota kita, benar benar berniat untuk menghancurkan kota ini, juga kota emas ku!"


"Kalau kita tidak mampu mengatasinya, maka kota ini juga kota emas akan rata dengan tanah."


"Kalau begitu, cepat bantu teman teman kalian yang lain. Gunakan cara gerilya, dan habisi para penyerang itu secara diam diam."


"Yang paling penting adalah, temukan pemimpinnya, hidup atau mati!" Ucap Dion tegas pada anak buahnya


***


Sementara itu di dalam kota emas atau tepatnya villa milik penguasa, situasi terlihat sangat mencekam

__ADS_1


Dari jauh mereka bisa melihat kepulan asap dan desingan peluru, yang berseliweran di atas langit kota B,


Sesekali melewati kota Emas dan meledak di sana


Tuan Birawa dan Ivory yang melihat kejadian itu menjadi khawatir, dan terus memikirkan keselamatan suami dan cucunya tersebut


Seratus orang pengawal elit, juga 50 pengawal tingkat menengah, termasuk juga pengawal wanita yang sudah berada di level komandan, terlihat berjaga jaga di sekitar villa


Sedangkan Eric dan Bumi, sekarang sedang berjaga di gerbang kota. sementara Anjani dan tiga pengawal wanita seangkatannya, juga terlihat sedang patroli di sepanjang jalan kota emas


Mereka selalu mengumumkan situasi pertempuran yang terjadi di kota B pada para penduduk kota, dan mengatakan agar mereka tidak perlu khawatir dan tetap waspada


Sementara itu di pihak Dion, yang tadi sempat terkena tembakan, masih belum mau mundur juga. Dia malah merangsek ke arena pertempuran, bersama dengan Hans


Kali ini dia tidak mau bertindak gegabah. dengan senjata otomatis laras panjang. dia dan pengawalnya, menembaki para penyerang itu, hingga satu persatu tubuh mereka ambruk ke tanah, dan mati saat itu juga


Para ninja, assassin, juga samurai yang ada, terus bergerak ke sana ke mari, untuk menghabisi musuh musuhnya. walau di bawah desiran peluru tajam, yang sewaktu waktu bisa merenggut nyawanya


Tapi mereka adalah pengawal terlatih, yang tidak akan mudah mati, hanya dengan tembakan amatir seperti itu.


Di tempat mereka menuntut ilmu, di negara seberang sana, mereka di latih di perguruan nya dulu, di bawah tembakan peluru karet juga hujan panah, serta senjata senjata lainnya


Hebatnya tak satupun peluru atau panah serta tombak yang di arahkan pada mereka, mengenai tubuh dan melukainya


Maka dalam pertempuran kali ini, mereka dengan leluasanya, bergerak ke sana kemari, dengan ilmu ninja nya yang terkenal dengan gerakan cepatnya tersebut


Banyak musuh yang meregang nyawa karena ulah mereka. Satu persatu musuh yang menyerang kota, di habisi oleh mereka juga oleh para pengawal lain


Di bagian lain


Iron yang menjadi komandan pasukan pun tidak mau tinggal diam. Dengan pengalamannya memimpin pasukan, dia dengan enteng nya mengatur strategi penyerangan pada musuh yang kelewat banyak itu


Tapi dengan mudahnya musuh musuh tersebut di habisi oleh anak buahnya


Dalam arah kejauhan. Iron melihat seorang laki laki paruh baya atau sedikit lebih tua, sedang memberi perintah sama sepertinya dirinya


Gerakan tangannya terlihat sangat terlatih, dan seperti sudah menguasai sandi sandi dalam pertempuran berskala besar


"Mungkin itu pemimpinnya?. Aku harus bisa mendekat dan menyergapnya, agar pertempuran besar ini segera berakhir." Batin Iron dalam hati


"Kalian berempat segera kemari, dan dengar instruksi ku!' Ucap Iron tegas


"Siap ketua!" Jawab keempatnya patuh, lalu datang menghampiri ketuanya untuk mendapatkan perintah


"Kalian menyebar!, dan dekati kelompok kecil itu, yang sedang berlindung di balik mobil mobil tersebut!"


Sergap kelimanya!, Aku yakin mereka itu adalah para pemimpin pasukan penyerang ini."


"Baik!" Jawab mereka serempak. kemudian berkelebat dengan gerakan cepat, dan seperti menghilang dari pandangan


Dalam waktu singkat, mereka berempat telah berada di dekat kelimanya, yang di sangka adalah pemimpi penyerang itu


Kedatangan ninja yang secara tiba tiba tersebut, tentu saja membuat mereka terkejut


Dengan gerakan cukup terlatih dan tangkas, mereka mencabut pistol, dan diarahkan pada keempat orang ninja tersebut, tapi gerakan mereka kalah cepat dengan gerakan para ninja itu

__ADS_1


"Jatuhkan senjata kalian!"


__ADS_2