Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Di sambut meriah


__ADS_3

Malam itu juga. Ramos dan rombongannya meninggalkan kota J, menuju desa tempat Braga dulunya bermukim.


Keberangkatan mereka ke sana, selain untuk memastikan kondisi Braga, dan menjamin pasokan wanita wanita muda tetap berjalan lancar, juga untuk menunjukkan pada warga desa, bahwa Braga mendapatkan dukungan kuat dari seorang pengusaha, sekaligus seorang publik figur yang sudah dikenal luas oleh masyarakat


Padahal sebenarnya, Bhadrika adalah seorang gembong narkoba, sekaligus penjahat kelamin, karena hobinya adalah menculik gadis gadis muda, untuk di pakainya sendiri. Setelah puas baru di jualnya pada penadah


Selain itu, seringkali terjadi, organ organ tubuh wanita malang tersebut diambilnya, untuk di jual pada dunia internasional dengan harga tinggi


Jika pasokan gadis gadis sudah berkurang, maka Bhadrika akan memaksa Braga, untuk beroperasi di daerah daerah pedalaman, untuk mendapatkan gadis gadis tersebut


Asal dia wanita muda, tidak perduli masih belia atau sudah dewasa. tetap di culik nya juga, untuk dipakainya sendiri


Malam ini, setelah selesai siaran langsung, Bhadrika bertingkah uringuringan, karena stok yang di minta sudah habis


Sedangkan kebutuhannya sangat mendesak sekali, maka dengan lantangnya dia menyuruh Ramos anak buahnya tersebut, untuk mengecek sendiri ketersediaan wanita pemuas ***** nya itu


Setelah mendapat perintah semacam itu, Dengan yakinnya, Ramos membawa 150 orang anak buahnya, dengan menaiki beberapa buah bus besar, serta tiga mobil mewah bersamanya, untuk pergi sana


Tepat pukul 11, 00 malam. Rombongan Ramos sudah mengaspal di jalan, tapi mereka tidak bergerak bersamaan, agar tidak terlalu mencolok dalam pandangan para penegak hukum, juga masyarakat sekitar


***


Setelah menempuh perjalanan sejauh 53.4 kilometer, atau 1 jam lewat 3 menit, melalui tol J. rombongan itu akhirnya sampai di desa yang di tuju


Kedatangan mereka, tentu saja menimbulkan kehebohan besar bagi sebagian warga desa, yang malam itu mendapat giliran jaga


Beruntung 50 orang pengawal elit milik Dion, ikut berjaga bersama mereka. Ditambah dengan 100 murid perguruan silat level tinggi


Jadi ketika rombongan itu memasuki gerbang desa, mereka di hadang oleh para pengawal juga murid murid perguruan


Sementara warga desa, membentuk kelompok lain, atau ikut bergabung dengan mereka, untuk menghadang rombongan tersebut


"Turun!" Teriak Bumi dengan suara kuat dan terkesan garang


"Siapa mereka?. Berani beraninya menghadap perjalanan kita!!' Respon Ramos marah, lalu keluar dari mobil mewahnya itu, kemudian memerintahkan pada anak buahnya untuk turun juga


"Ayo semuanya turun!, dan habisi siapa saja yang mencoba menghentikan langkah kita!" Perintah Ramos pada 150 anak buahnya itu


Bergegas anak buah Ramos berhamburan keluar dari dalam bus, juga mobil mobil mereka, dengan menenteng besi sepanjang 1 meter


Ada juga beberapa orang terlihat sedang memegang sebuah katana panjang, dan beberapa buah golok tajam mengkilap, yang di acung acungkan ke arah warga desa, dan para pengawal pengawal itu


Rata rata penampilan mereka bukan seperti orang baik, sebaliknya terlihat sebagai penjahat dan perampok


Besi panjang yang mereka bawa itu, serta beberapa bilah pedang dan katana yang mereka pegang, semuanya mengisyaratkan bahwa kedatangan mereka bukan untuk berniat baik. Tapi untuk membuat kekacauan


"Siapa kalian?. Kenapa kalian berani menghadang jalan kami?"


"Tak tahukah kalian siapa kami?" Tanya Ramos marah


"Kamilah yang harus bertanya siapa kalian, dan kenapa malam malam begini menyatroni desa ini?" Balas Argani tegas dengan ekspresi marah, Lalu merentangkan tangannya ke kanan dan ke kiri, pertanda melarang Ramos untuk melewatinya


"Minggir, kalau tidak mau celaka!. Mungkin kami akan mempertimbangkan apakah akan mengampuni nyawa kalian atau tidak!" Respon Ramos kurang senang


"Jangan banyak omong!. Cepat habisi mereka!" Respon Bumi tegas, sudah tidak sabar lagi melihat perdebatan kedua orang itu


Serentak 50 puluh anak buahnya meluruh ke arah Ramos dan anak buahnya. Aksi lebih utama dari sekedar berbicara. Itulah pameo para pengawal itu, hingga..


Shut! Slash!


Buk! Des!


Trank!. trank!


Bunyi senjata dan pedang beradu, bersahut sahutan, memecahkan suasana sunyi di desa itu, Di tingkahi dengan suara jeritan kesakitan, di barengi pula dengan suara pukulan, tamparan dan tendangan, antara anak buah Ramos dan anak buah Bumi


Sekejap saja, belasan tubuh tubuh tidak berdaya bertumbangan ke tanah, dengan wajah penuh darah, tubuh penuh luka, akibat sayatan atau tusukan pedang dan katana


Di sela sela pertarungan tidak seimbang itu, Terlihat Bumi dan Ramos, sedang berjibaku saling melancarkan serangan pamungkasnya masing masing


Bumi yang levelnya sudah sangat tinggi, dengan mudah menangkis atau menghindar serangan tangan kosong dari Ramos, yang juga ahli bela diri level tinggi


"Hiaaat !. Teriak Ramos geram, sambil melancarkan tendangan lurusnya ke arah tubuh Bumi, tapi.

__ADS_1


Des!


Buk!


"Argh!" Teriak Ramos kesakitan, ketika pahanya ditendang kuat oleh Bumi, hingga membuatnya terjengkang dan jatuh ketanah


Anak buahnya yang melihat itu menjadi marah, kemudian mencoba mengeroyok Bumi, dan mengepungnya dari segala arah


"Hiaaaa!"


Buk !


Buk!


Des!


Tiga orang yang mengepung Bumi, bertumbangan ke tanah, ketika tiba tiba Argani menendang dan memukul mereka dengan kuat


Bukan hanya itu saja, Argani juga menebas tangan para pengepung itu, yang mencoba membokong Bumi dari belakang


'Terima kasih!" Ucap Bumi di sela sela melancarkan pukulannya ke arah tubuh lawan lawannya itu


'Tidak masalah!' Jawab Bumi enteng


"Kalian semua, cepat ringkus para pengacau ini, dan ikat tangannya dengan tali!" Perintah Bumi pada orang orang desa yang bertugas sebagai jaga baya desa


Bukan hanya itu saja, Bumi pun memerintahkan pada murid murid perguruan, agar ikut membantu meringkus mereka yang bersenjata


Hingga dalam tempo yang tidak lama, seluruh anak buah Ramos berhasil di ringkus dan di taklukkan, kecuali pemimpin nya


Tak satupun anak buah bumi atau murid murid perguruan yang mengalami luka, bahkan tergores sedikit pun tidak


"Menyerah lah!. Mungkin aku akan mengampuni nyawa mu!" Ucap Bumi penuh ancaman


"Jangan harap!: Respon Ramos membandel


"Sekarang mari kita buktikan!, kau atau aku yang paling kuat!" Jawab Ramos malah melemparkan tantangan


"Siapa takut!" Respon Bumi cuek


"Hiaaat!" Teriak Ramos kuat, sambil mengerahkan kekuatannya agar berpusat di tangan


Setelah dirasa cukup, dia segera melenting kan tubuhnya ke udara, dan turun dengan tangan lurus menuju tubuh Bumi


"Serangan seperti itu kau bilang kuat?"


"Itu hanya jurus untuk memukul nyamuk atau lalat, agar tidak hinggap di makanan!" Ejek Bumi geli, mencoba membuat Ramos marah


"Kau akan tahu setelah terkena pukulan ini!" Jawab Ramos kesal


"Matilah!" Ucapnya kuat. tapi...


Buk!


"Uuuggghhh!" Keluh Ramos kesakitan


Tiba tiba saja tubuh Ramos melambung ke udara, jauh lebih tinggi dari posisi semula


Ternyata Bumi dengan gerakan tidak terduga, melancarkan tendangan rahasia ke arah dada Ramos, yang sedang melayang di udara itu, hingga membuatnya sangat kesakitan


Bruk!


Tubuh Ramos yang sudah kehilangan keseimbangan itu, terjerembap ke tanah, dan mencium kotoran hewan yang ada di bawahnya


"Bhangsat, Badjingan kau orang udik!" Maki Ramos marah, kemudian bangun dari tanah, dan mencoba berdiri untuk melakukan perlawanan lagi


"Belum mau menyerah juga?" Ejek Bumi sambil melipat kedua tangan nya di dada


"Jangan harap kau manusia udik!" Respon Ramos cukup berani


"Bandel!" Balas Bumi geram, lalu..


Des!

__ADS_1


Buk!


Bam!


Tiga kali tubuh Ramos di hajar oleh Bumi, tanpa sempat untuk menghindar atau menangkisnya


Akibat dari serangan mendadak itu, sekali lagi tubuh Ramos terjerembab ke tanah, dan mencium kotoran anjing lagi


'


"Kau pantas mendapatkan itu!. Karena sifat mu mirip anjing, datang datang menggonggong, dan langsung menggigit!"


"Buat malu komunitas anjing saja" Ucap Bumi penuh ejekan


"Kau pikir ini desa mati!, dan penduduknya pada takut semua?"


"Mimpi kalau kau beranggapan demikian manusia sampah!" Ucap Bumi cukup menyakitkan sekali


"Katakan siapa kalian?, dan kenapa kalian bisa mengalahkan kami?. padahal sebelumnya murid murid perguruan pada penakut semua?" Tanya Ramos penasaran


"Kau bukan dalam posisi bisa untuk bernegosiasi dengan kami!. dan kau tidak pantas mengetahui siapa kami!"Jawab Bumi dengan cueknya


"Sekarang kau pula yang harus menjawab dan tidak boleh membantah!"


"Untuk apa malam malam begini, kalian mendatangi desa ini?"


"Apakah kalian akan merampok warganya, dan menculik anak gadis mereka?. Sama seperti Braga pecundang itu, yang sekarang mungkin sedang menghadapai sakaratul maut di jurang sana?" Tanya Bumi penuh nada ancaman


"Apa kau bilang?


"Katakan di mana Braga?. Kalau kau berani macam macam dengannya, maka bersiaplah untuk menjemput ajal mu!. Karena bos kami tidak akan membiarkan kalian hidup!" Ucap Ramos geram, sambil menyeka darah yang terus keluar dari dalam mulutnya


"Kau tanyakan saja di alam baka, setelah kau mati!" Jawab Bumi dengan entengnya


'Kurang ajar!" Teriak Ramos marah, kemudian Buru buru mengeluarkan pistol dari balik bajunya, dan mengarahkan moncong pistol tersebut ke arah Bumi


Tapi sebelum pistol itu meletus, seseorang tiba tiba saja datang berkelebat ke arah nya, dan memotong kedua tangan Ramos hingga buntung tidak tersisa


Crash!


Crash!


"Aaarrrkkhhh!" Teriaknya kuat dan kesakitan


"Dasar badjingan!. kalian benar benar iblis!" Teriak Ramos kuat kuat. kemudian jatuh berguling guling di tanah, karena sakit yang tidak tertahankan lagi


"Itu hukuman untuk orang orang yang selalu kau sakiti, dengan memotong anggota tubuh juga organ organnya." Ucap Bumi cepat, hingga mengagetkan Ramos beserta anak buahnya itu


"Lepaskan kami!. Kalau tidak kalian akan mengalami pembalasan dendam dari bos...."


"Bhadrika maksud mu?" Ucap Bumi memotong perkataan dari Ramos


"Ba...ba..bagaimana kau tahu tentang dia bhangsat!" Tanya Ramos yang hampir kehilangan kesadaran


"Kau tidak berhak bertanya!" Jawab Bumi cuek, kemudian tubuhnya tiba tiba melenting ke udara, dengan gerakan super cepat, lalu


Swush


Buk!


Bruk!


Des!


Semua orang tercekat diam, ketika melihat dari bayang bayang obor, juga sorotan lampu mobil yang banyak terpasang di sana


Sebuah pemandangan yang sangat mengerikan segera terpampang di depan mata, ketika tubuh Ramos amblas ketanah, saat tendangan lurus Bumi meluncur ke arah Ramos, dan telak mengenai mengenai nya


Disusul dengan tendangan dari udara meluncur ke arah dada Ramos, yang sedang terlentang di tanah, hingga membuat tanah dibawahnya amblas, sangking kuatnya serangan Bumi itu


Dada Ramos jebol, hingga memperlihatkan tulang tulangnya, serta jantung yang masih bergerak lemah


Tak lama kemudian, berhenti, dan Ramos langsung mati, dengan cara yang sangat mengenaskan sekali

__ADS_1


"Potong tangan kiri anjing anjing Bhadrika itu! kecuali sopirnya, dan kirim kembali ke pada tuannya!" Perintah Bumi tegas


"Baik!" Jawab anak buahnya cepat, termasuk murid perguruan silat juga


__ADS_2